Saturday, 9 March 2019

[Recap] Manpuku Week 23 (Episode 128-133)

Minggu ke-23 ini memasuki bagian terakhir dari asadora Manpuku. Manpei akan mulai mengembangkan produk yang baru dari mi instan yang telah ia temukan, yaitu mi instan dalam cup alias cup mie XD Manpei selalu mendapat ide cemerlang, terima kasih pada petunjuk Fukuko. Tapi masalahnya membuat hal baru lagi-lagi tidaklah mudah karena itu bukan hal yang terpikirkan oleh orang lain. Bahkan anak Manpei yang mulai bekerja di perusahaannya juga mulai kehilangan kepercayaan diri melihat betapa jeniusnya ayahnya dalam menemukan sesuatu yang baru.

Sinopsis Manpuku Week 23

Mei 1970.
11 tahun berlalu sejak Manpuku ramen pertama kali dijual. 11 tahun lalu, Keluarga Tachibana pindah ke rumah mereka yang lama saat Manpei masih menjadi presiden Koperasi Ikeda. Fukuko dan ibu seperti biasa sibuk memasak setiap hari untuk keluarga. Tapi Manpei dan Gen yang sekarang sudah berusia 23 tahun lebih suka menyantap mi instan di pagi hari. Ibu dan Fukuko sering protes pada mereka tapi Manpei mengatakan selama 11 tahun ini ia selalu sarapan mi instan untuk membuktikan kalau mi instan buatan mereka itu tidak berbahaya sama sekali, sementara Gen lebih suka mi instan karena ia sudah menjadi bagian dari perusahaan Manpuku.
Pagi itu ada berita di koran kalau salah satu perusahaan yang berbisnis mi instan bangkrut dan ibu sangat khawatir apakah mereka akan baik-baik saja. Gen dengan yakin mengatakan kalau perusahaan mereka baik-baik saja dan Manpei bertanya kenapa Gen yakin sekali. Fukuko mengatakan jika terjadi sesuatu pada perusahaan mereka, ia akan membantu. Gen dan Ibu tidak yakin Fukuko bisa melakukan sesuatu demi perusahaan tapi Fukuko mengatakan ia bisa melakukan pekerjaan ringan dan berat sekalipun. Manpei tertawa.
Sachi bergabung dengan mereka tak lama kemudian. Sachi sekarang sudah berusia 21 tahun, seorang mahasiswi. Ibu sangat menyukainya dan mengatakan setelah Sachi lulus nanti, Sachi akan bekerja diperusahaan besar dan kemudian dijodohkan dengan pria yang sudah mapan. Sachi cuma menjawab iya.
Manpei dan Gen bersiap berangkat kerja, mereka ke kantor dengan menggunakan bus. Ibu sering menyuruh mereka beli mobil saja tapi Manpei mengatakan ia tidak membutuhkannya. Awwww.

Perusahaan Manpuku selama 11 tahun ini benar-benar menjadi sebuah perusahaan yang besar. Mereka menyewa gedung beberapa lantai wow. Pagi itu, Manpei mengadakan rapat bersama tim inti Mnapuku Ramen, ada Shinichi, Kanbe, Oka, Morimoto dan beberapa orang lainnya. Mereka membahas mengenai berita di koran pagi ini, perusahaan yang membuat mi instan yang bangkrut. Mi instan memang sedang booming sejak pertama kali diperkenalkan dan banyak sekali perusahaan yang membuatnya sehingga jika perusahaan tidak punya rencana baik maka akan bangkrut. Selama 11 tahun ini perusahaan Manpuku juga sudah mulai mengembangkan manpuku ramen. Kanbe adalah pemimpin dari tim pengembangan dan ia sudah memikirkan banyak ide misalnya membuat spageti ramen dan lain sebagainya tapi idenya aneh-aneh.
Menurut Manpei mereka harus menemukan ide lainnya, sesuatu yang baru, benar-benar baru jika mereka ingin perusahaan Manpuku selamat. Shinichi juga setuju dengan hal itu. Jadi sekarang mereka sibuk memikirkan sebuah ide yang baru. Kanbe cukup tegas kalau di perusahaan, bahkan saat berhadapan dengan Gen karena Manpei meminta mereka tidak menganakemaskan Gen hanya karena Gen adalah puteranya. Meski begitu Oka dan Morimoto nggak bisa melakukannya. Mereka sebenarnya cukup kagum pada Kanbe hanya saja mereka juga ingin di rumah Kanbe bisa tegas begitu.
Sera datang ke perusahaan hari itu seperti biasa awalnya ia menyombongkan diri dengan pekerjaannya di Amerika. Ia mengeluh kenapa ia dan Manpei sangat berbeda padahal mereka sam-sama presiden perusahaan. IA mengeluh begitu karena Manpei seorang presiden tapi masih membuatkan teh untuk tamu. Bahkan Manpei punya dapur sendiri di ruangannya LOL. Sera mengatakan sebagai teman makan ramen 25 tahun lalu, ia ingin memberi saran pada Manpei untuk memulai sesuatu yang baru, karena jika terus seperti ini, dengan perkembangan zaman, Manpuku ramen tidak akan selamat. Manpei hanya tersenyum.

Di rumah keluarga Kouda, Taka sedang mengeluh tentang Kanbe yang nggak peduli pada putera mereka Daisuke. Setiap kali ia membahas Daisuke, Kanbe pasti selalu menyuruhnya membiarkan Daisuke karena Daisuke masih anak SD. Taka sebenarnya bingung karena Daisuke suka membuat ulah di sekolah.
Tadahiko masih mengahbiskan hari-harinya untuk melukis, kali ini ada wajah baru yang datang ke tempat kerjanya dan sepertinya sih dia menyukai lukisan Tadahiko. Murid baru TAdahiko kayaknya.
Sementara itu Fukuko setelah urusan rumah selesai ia jalan-jalan ke cafe untuk bertemu Toshiko dan Hana-chan. Mereka mengobrol panjang lebar disana, kayaknya sih bicara mengenai liburan keluarga gitu. Fukuko mengatakan ia baru 2 kali liburan bersama keluarga karena Manpei dan Gen sangat sibuk di perusahaan. Mereka juga bercerita kenapa dan bagaimana Gen masuk ke perusahaan Manpuku.

Malam itu, Manpei menceritakan pada Fukuko bagaimana ia bertemu dengan Sera di perusahaan dan Sera mengatakan padanya untuk memulai sesuatu yang baru. Tapi Manpei ingat usia kalau dia sudah 60 tahun, usia yang nggak aneh kalau ia seharusnya pensiun. Fukuko tertawa dan mengatakan semua orang juga mengatakan hal yang sama, sebaiknya Manpei pensiun. TApi menurut Fukuko itu adalah hal yang bagus, kenapa Manpei tidak coba mengembangkan produk yang baru saja. Manpei kaget juga sih karena Fukuko mengatakan hal seperti itu.
Fukuko mengatakan kalau Manpei selama ini selalu mendapat ide tiba-tiba dan mengejutkan semua orang dan kalau sudah dapat ide dia pasti akan fokus pada ide itu. Menurutnya Manpei masih bisa melakukannya dan ia yakin kalau Manpei sebenarnya juga ingin melakukannya. Manpei tersenyum karena Fukuko tahu isi hatinya. Fukuko mengatakan kalau ia sangat mengenal suaminya karena suaminya adalah orang sepert itu. Manpei mengakui kalau Fukuko memang nggak ada tandingannya dalam memahami isi hatinya.
Fukuko mengatakan kalau ia juga ingin memperlihatkan pada Gen, bagaimana Manpei membuat sebuah produk yang baru karena Gen pernah mengatakan padanya kalau ia sudah lupa saat Manpei membuat mi instan.
Lalu pembicaraan mereka berubah saat Manpei mulai membicarakan mengenai ekspor ramen instan, mereka kesulitan karena rasa disatu negara dan negara lain berbeda jadi mereka harus membuat banyak produk. Tiba-tiba Fukuko tertawa karena ia mengingat sebuah hal lucu.
2 tahun lalu, Fukuko, Manpei dan Sera pergi ke Amerika untuk memperkenalkan Manpuku ramen pada sebuah perusahaan tapi mereka nggak punya mangkuk dan sumpit, Manpei dan Fukuko juga lupa membawanya padahal itu peralatan untuk makan ramen. Jadi saat itu pemilik perusahaan menggunakan gelas plastik dan garpu untuk makan ramen.
Manpei terkejut saat meningat hal itu sementara Fukuko terus tertawa mengingatnya. Manpei langsung mendapatkan ide bagus karena hal itu dan tertawa dan bahkan mengatakan kalau Fukuko itu sangat hebat (dalam memberikan ide padanya).

Keesokan harinya, Manpei mengadakan rapat lagi dan menyampaikan idenya pada Shinichi dkk. Ia memasukkan ramen ke dalam gelas plastik (yang untuk kopi itu) dan mengatakan ia ingin membuat ramen yang seperti ini. Tentu saja semuanya bingung, ramen dalam cup plastik? Manpei menjelaskan selama ini pengembangan produk mereka selalu seputar mi dan membuat bumbu sup dengan rasa berbeda, tapi mereka tidak berhasi menggebrak dengan produk itu, makanya ia memikirkan ide seperti ini. Tapi yang lain tetap tidak mengerti, memasukkan manpuku ramen ke dalam gelas plastik.
Manpei mengatakan kali ini bukan Manpuku ramen, tapi mereka akan membuat ramen berbeda, ramen instan yang bisa dimakan dimana saja tanpa harus punya mangkuk dan sumpit. Manpei sangat yakin karena hal seperti ini belum ada dimanapun. Tapi tentu saja yang lain nggak yakin dengan ide itu. Manpei meminta Kanbe menyiapkan tim untuk penelitian baru ini dan ia ingin Kanbe memilih pegawai yang masih muda karena ini adalah ide baru ia butuh pemikiran karyawan muda. Kanbe mengerti, ia akan segera menyiapkannya.
Kanbe menelpon Fukuko untuk memberitahukan Fukuko mengenai Manpei yang sudah mulai memikirkan membuat sesuatu dan baru dan mengatakan kalau ia ingin memasukkan Gen ke dalam tim tersebut. Kanbe mengatakan ia ingin membantu Gen yang akan menjadi penerus Manpei sebisa mungkin karena ia yakin Gen saat ini sedang penuh tekanan karena ia adalah putera dari Tachibana Manpei. Fukuko mengatakan sebenarnya ia juga ingin meminta itu pada Kanbe, ia ingin Gen melihat bagaimana ayahnya saat mengembangkan produk baru, karena itu ia berharap Kanbe membimbing puteranya dengan baik.

Di rumah keluarga KOuda, akhirnya terungkap siapa yang berhasil menikahi Yoshino. Dia adalah Oka HAHHHAHAAHAHAHAHAH. Oka dan Yoshino punya anak perempuan bernama Asami. Sementara itu Morimoto juga sudah menikah dan punya seorang anak laki-laki. Anak-anak mereka seumuran jadi aku pikir setelah Oka berhasil mendapatkan hati Yoshino, Morimoto juga langsung nyari jodoh dan mereka menikah ditahun yang sama. Baru-baru ini dua keluarga itu juga liburan bersama-sama.
Tadahiko masih sibuk dengan lukisannya dan hari itu muridnya yang bernama Nagi-san itu juga datang. Fukuko dan ibu baru pertama kali melihat Nagi-san dan kaget karena Nagi-san adalah laki-laki tapi rambutnya panjang kayak perempuan.
Sera makan siang di cafe saat ia mengomentari sebuah lukisan aneh di dinding. Pemilik mengatakan itu adalah lukisan Kouda Tadahiko. Tadahiko sepertinya sudah sangat populer, bahkan lukisannya pernah ditawar 300.000 yen oleh pelanggan cafe mereka. Mendengar itu Sera kaget dan bahkan berfikir untuk meminta Tadahiko membuatkan lukisan untuknya lol, meski ia tahu Tadahko akan menolak, ia bahkan berfikir meminta bantuan Manpei dan Fukuko untuk membujuk Tadahiko. HAHHAHAHAHAHAH.
Pemilik cafe mengkhawtairkan perusahaan Manpuku karena mereka mendengar kalau bisnis mi instan sekarang sedang memburuk. Sera mengatakan ia juga sudah mengingatkan Manpei akan hal itu dan memintanya membuat produk baru yang mengagetkan dunia. (Kayaknya sih Sera berharap Manpei tuh membuat produk baru bukan mi instan lagi, sedangkan Manpei kan mengembangkan produk mi instan baru sekarang, kayaknya sih nanti Sera bakalan protes lagi kalau tau wkwkwkw).

Kanbe memperkenalkan 4 orang karyawan yang akan membantu Manpei dalam penelitian mi instan dalam cup, salah satunya adalah Tachibana Gen yang merupakan karyawan baru. 3 orang lagi itu karyawan lama tapi usianya masih muda. Mereka memperkenalkan diri satu per satu dan Manpei menanyakan mereka lulusan apa juga atau apa yang mereka pelajari saat di universitas.
Manpei kemudian menjelaskan mengenai produk baru yang akan ia buat, ia memperlihatkan cup plastik yang di dalamnya ada ramen instan. Ia mengatakan produk yang ingin ia buat adalah ramen instan yang bisa dimanakan dimana saja tanpa mangkok ataupun sumpit. Jika mereka menggunakan ramen instan manpuku ramen, maka nggak akan ada gunanya, jadi ia ingin membuat ramen baru untuk mi instan dalam cup ini. Manpei mengatakan ia masih belum memikirkan secara pasti seperti apa, tapi ia ingin sesuatu yang benar-benar baru yang belum ada di dunia ini. Karena itu ia membutuhkan bantuan mereka dan ia yakin mereka bisa melakukannya.
Ibu terkejut saat ia mendengar Manpei akan memulai sesuatu yang baru lagi seperti saat dulu Manpei membuat Manpuku ramen, karena Manpei sekarang sudah 60 tahun. Manpei mengatakan kalau umur nggak ada hubungannya. Ibu juga mengkhawatirkan Gen, di rumah ia akan bersama Manpei di perusahaan juga. Gen mengatakan ia baik-baik saja, pekerjaan dan rumah itu berbeda. Ibu setuju dengan hal itu dan mengatakan pada Manpei untuk tidak membawa pekerjaan ke rumah karena sekarang Manpei sudah punya perusahaan. Intinya dia nggak mau Manpei melakukan penelitian di rumah seperti dulu. Manpei mengerti (lol, masa sih, aku ragu HAHHAHAHAAHA).
Fukuko sendiri merasa deg degan menunggu apa yang akan dibuat oleh Manpei dan Gen.

Manpei berjanji nggak akan melakukan penelitian di rumah, tapi besoknya dia menggunakan dapur untuk penelitiannya. Fukuko malah ikut membantu dan membuat ibu kesal. Sachi sih santai aja mengatakan salah nenek sendiri percaya janji ayahnya. Sachi sebenarnya sedang lapar dan ibu mengatakan mereka nggak bisa masak makan siang karena dapur dikuasai oleh Manpei. Tapi ibu akhirnya menemui Manpei dan mengingatkan Manpei punya perusahaan untuk melakukan penelitian, kenapa malah melakukan di rumah. Manpei mengatakan kalau ia nggak bisa buang-buang waktu dan harus cepat menyelesaikan resep sup untuk mi instan dalam cup. Ibu bertanya bagaimana dengan makan siang dan Manpei meminta mereka pesan makanan saja. Ibu nggak suka pesan makanan di luar tapi Sachi justru senang dan meminta neneknya memesan sushi untuk makan siang HAHHAAAAAAHA.
Sementara itu tim mi instan dalam cup melakukan rapat untuk membahas mi instan dalam cup. Manpei tidak ikut karena ia harus menyelesaikan resep sup. Sama seperti saat membuat manpuku ramen dulu, untuk sup ramen akan dibuat secara pribadi oleh Manpei. Gen mengatakan kalau di rumah ayah dan ibunya sibuk membuat sup. Rekan kerja bertanya apakah Gen tidak membantu dan Gen mengatakan kalau ia tak suka bekerja di rumah. Gen meminta semuanya tidak memperlakukannya spesial hanya karena ia anak presiden dan Kanbe mengatakan ia tak pernah memperlakukan Gen spesial, kalau Gen tidak aktif dalam tim ia bisa saja mengeluarkan Gen. Gen mengerti.
Rapat mereka kemudian dimulai dengan memikirkan berbagai ide untuk mi instan dalam cup, misalnya cup apa yang akan mereka gunakan dan lain-lain.

Seperti dugaan, saat Sera mengetahui kalau Manpei akan membuat ramen instan yang bisa dimakan dimana saja tanpa mangkok dan sumpit, ia tidak yakin dengan ide itu karena menurutnya peralatan makan itu ada dimana-mana, ngapain dibuat wkkwkwkwkw. Ia menuduh mereka langsung setuju aja sama Manpei dan nggak mau protes. Shinichi menjelaskan kalau Manpei akan memulai dari awal lagi, tidak menggunakan mi instan manpuku ramen. Tapi Sera tidak yakin bisnis ini akan berhasil, padahal ia mengharapkan sesuatu yang enak yang membuatnya terkejut. Sera mengatakan seharusnya yang lain protes dan menolak saat Manpei mengatakan ide itu tapi Shinichi dan yang lain mengatakan Manpei adalah tipe pria yang jika sudah memutuskan melakukan sesuatu maka nggak akan ada yang bisa menghentikannya. Mereka yakin Sera juga tahu akan hal itu. Sera udah yakin aja kalo produk baru ini akan gagal HAHAHHAHAHAHAHA.
Sementara itu di rumah, Manpei dan Fukuko terus membuat sup sampai sore dan mereka belum mendapatkan rasa yang diinginkan, mereka mulai dari awal lagi. Ibu mendesah karena sepertinya mereka harus memesan untuk makan malam. Sachi senang banged, dia pengen sushi lagi wkkkwkwkww.
Fukuko mengatakan kalau ia ingin memperlihatkan pada Gen bagaimana Manpei membuat produk baru, kalau gagal ulang lagi, ia berharap Gen membantu Manpei bersama mereka. Tapi Manpei mengatakan pada Fukuko untuk tidak memperlakukan Gen secara istimewa, tapi jika Gen dengan sendirinya mengatakan ia ingin membantu maka itu hal yang berbeda. Intinya sih sebelum Gen bilang ingin membantu, Manpei nggak akan mengajaknya.

Di rumah keluarga Kouda, Tadahiko sedang bersama Nagi. Nagi memperlihatkan lukisannya pada Tadahiko dan lukisan yang dibuat Nagi itu mirip banged sama yang dilukis oleh Tadahiko, bedanya cuma warnanya aja dan isi di dalamnya (gimana sih bilangnya, kalau Tadahiko menggambar burung, Nagi menggambar jeruk gitu, polanya sama). Tadahiko mengatakan kalau Nagi menggambar begini sama saja dengan meniru karyanya dan Nagi tidak boleh melakukannya.
Nagi sepertinya terpukul dengan hal itu dan keluar dari rumah keluarga Kouda sambil menangis. Katsuko melihatnya dan terkejut. Saat jam makan malam, mereka bertanya pada Tadahiko apa yang terjadi, apakah Tadahiko mengatakan hal yang kejam pada Nagi atau bagaimana. Tadahiko menjelaskan ia hanya mengatakan pada Nagi agar mencari tema lukisannya sendiri, tapi ia tak menyangka kalau Nagi akan menangis. Keluarga Kanbe terkejut karena Nagi menangis dan Daisuke mengatakan kalau Nagi itu sebenarnya perempuan, makanya cengeng. Kanbe mengatakan Nagi adalah lelaki tulen. wkkkwkwkwkwk.

Keluarga Tachibana juga makan malam dan ibu senang banged karena mereka nggak memesan makanan malam itu, meski Sachi yang pengen sushi kecewa. Gen melihat ayahnya di dapur masih saja melakukan penelitian dan protes padahal mereka sudah janji pada nenek kalau mereka tidak akan bekerja di rumah. Ibu bahagia karena cucunya ada dipihaknya dan meminta Gen untuk mengatakan itu pada ayahnya. Fukuko mengatakan pada Gen kalau Manpei itu nggak akan melihat apapun disekitarnya kalau udah bekerja, jadi nggak ada gunanya bicara pada Manpei. Seharusnya Gen tahu karena dulu saat membuat Manpuku ramen Manpei juga begitu. Gen mengatakan kalau ia tidak ingat.
Sachi mengatakan ibu kelihatan senang saat membantu ayahnya dan Fukuko mengatakan tentu saja karena sudah lama mereka tidak melakukan hal seperti ini. Ibu mengatakan kalau ia tidak akan membantu kali ini, Gen juga mengatakan hal yang sama, ia tak mau bekerja di rumah.
Fukuko sebenarnya berusaha membuat Gen mau membantu ayahnya yang sedang membuat sesuatu yang baru tapi Gen tetap pada prinsipnya, pekerjaan dilakukan di perusahaan, tidak di rumah.

1 minggu sejak Manpei memulai penelitian membuat sup untuk mi instan dalam cup, akhirnya Manpei menemukan rasa yang ia inginkan. Ibu udah nggak tahan lagi dan ingin protes pada Manpei, tapi Manpei malah meminta ibu mencicipi sup yang ia buat. Ibu awalnya menolak karena ia sedang tidak mood untuk mencicipi sup, tapi setelah ia mencoba, ibu kaget banged karena rasanya sangat enak dan beda dengan sup manpuku ramen. Manpei puas banged.
Manpei kemudian membawa sup itu untuk dicicipi oleh tim mi instan dalam cup dan semuanya kaget karena rasanya sangat enak. Gen juga kaget selama 1 minggu ayahnya sibuk di dapur, akhirnya ayahnya bisa menghasilkan rasa sup seperti ini. Ia teringat kata-kata ibunya kalau ayahnya sedang membuat sesuatu dan baru dan berharap Gen melihatnya. Gen terdiam.
Manpei memperlihatkan bahan-bahan untuk membuat sup pada mereka dan semuanya terkejut karena bahannya banyak banged. Manpei juga nggak mau buang-buang waktu dan meminta mereka langsung ke tahap membuat mi tapi Kanbe mengatakan kalau mereka masih memikirkan untuk kemasan dan Manpei bertanya bagaimana perkembangannya apakah mereka sudah membuat sampel.
Tapi yang lain mengatakan mereka belum menemukan apapun dan Manpei terkejut, ia bertanya apa yang mereka lakukan selama ini, apakah mereka bermalas-malasan. Mereka tentu saja mengatakan kalau mereka nggak bermalas-malasan. MAnpei nggak peduli dan meminta Kanbe bersama tim segera menemukan jawabannya, karena ia ingin produk ini diproduksi secepat mungkin. Kanbe mengerti.

Sementara itu di rumah, setelah Manpei menyelesaikan penelitiannya, Fukuko merasa bosan karena dia nggak punya kerjaan lagi. Sementara itu ibu malah pengen mencicipi sup buatan Manpei itu lagi karena rasanya sangat enak, sayangnya Manpei sudah membawa semuanya ke perusahaan, ibu kecewa. Fukuko senang karena ibu menyukai sup buatan Manpei dan mengatakan pada ibu dengan sup yang enak itu, ia yakin Manpei akan membuat sebuah ramen baru yang rasanya juga enak dan ingin ibu mendukung Manpei, karena Gen juga sedang berjuang bersama Manpei. Ibu akhirnya setuju untuk mendukung Manpei lagi.
Sera masih saja protes mengenai mi instan dalam cup yang sedang dibuat oleh Manpei meski ia sudah merasakan kelezatan sup yang dibuat oleh Manpei. Ia malah ingin Manpei membuat mi instan seperti biasa dengan sup yang baru. Tapi Manpei sudah memutuskan kalau ia akan tetap membuat mi instan dalam cup apapun yang terjadi. Fukuko juga datang hari itu membawakan bekal untuk Manpei dan ia tahu kalau Sera tidak setuju Manpei membuat mi instan dalam cup. Sera mengatakan kalau dimanapun mangkok dan sumpit ada, jadi untuk apa membuat mi instan yang bisa dimakan tanpa mangkok dan sumpit. Fukuko mengatakan kalau mereka diluar nggak akan tersedia mangkok dan sumpit, ini adalah produk baru yang bisa dimakan dimana saja, misalnya saat ditaman, atau saat bepergian tanpa peralatan makan.
Sebenarnya itu juga masuk akal bagi Sera tapi ia tetap saja merasa kalau mereka sangat aneh HAHAAHAHAHAHHA. Well, salah satu tanda produk Manpei akan sukses adalah kalau ibu Fukuko dan Sera menolak dengan keras awalnya HAHAHHAHAHA.

Fukuko juga mengunjungi tim mi instan dalam cup untuk memberikan bekal pada Gen dan Kanbe memperkenalkan Fukuko pada 3 pegawai lainnya. Tim mi instan dalam cup sedang sibuk mencari kemasan yang cocok untuk mi instan dalam cup dan Fukuko melihat banyak gelas dimeja. Ia bertanya apakah mereka akan membuat kemasan sebesar gelas itu. Kanbe menjelaskan awalnya mereka ingin menggunakan kemasan yang sebesar mangkok tapi Manpei tidak setuju karena Manpei menginginkan sebuah kemasan yang seperti cup kertas/plastik yang mudah untuk dipegang dan dibawa kemana-mana dan tentu saja bahannya harus sesuatu yang tidak mengalirkan panas, alias nggak panas saat dipegang.
Fukuko mengerti karena sebelumnya Manpei juga membicarakan hal itu di rumah dan Kanbe terkejut karena Gen sama sekali nggak mengatakan padanya. Gen protes kenapa ibunya tidak mengatakan hal penting seperti itu dan Fukuko balik mengatakan kalau Gen sendiri yang bilang tidak mau membicarakan masalah pekerjaan di rumah.

Malam harinya, Manpei mengatakan pada Fukuko kalau bayangan produk baru sudah ada dalam pikirannya, tapi sangat sulit mencurahkannya. Fukuko mengatakan kalau Manpei aja belum bisa, maka para pekerja juga kesulitan. Manpei mengatakan seandainya saja Fukuko adalah karyawan, akan lebih mudah baginya karena Fukuko adalah orang yang paling mengerti apa yang ia pikirkan. Fukuko mengatakan tidak mungkin ia melakukannya.
Manpei mengatakan kalau Gen dan Sachi sudah dewasa, ibu juga sehat, Fukuko juga punya banyak waktu luang dan hanya menghabiskan waktu menonton TV. Fukuko protes karena menjadi ibu rumah tangga juga sangat sibuk. Manpei mengatakan tapi kemarin Fukuko punya waktu membantunya membuat sup. Fukuko mengatakan tim mi instan dalam cup semuanya anak muda, ada Gen juga disana, akan aneh kalau dirinya yang sudah tua ini ikut membantu. Manpei membenarkan. Fukuko meminta Manpei untuk percaya pada mereka. Manpei mengerti dan mengatakan kalau ia tak akan meminta bantuan Fukuko lagi. Fukuko terkejut dan mengatakan ia tidak mau. Bukannya ia tak mau membantu Manpei, justru ia ingin membantu tapi ia tak bisa melakukannya di perusahaan, jika Manpei membuat sesuatu di rumah ia pasti akan membantu. Manpei tertawa dan mengatakan ia mengerti. Awwwwwwwwwww. Ya ampun ini adegan manis banged XD XD XD
Tengah malam, Fukuko terbangun karena Manpei sibuk menulis sesuatu dan Manpei meminta maaf karena tiba-tiba ia teringat sesuatu dan harus menulisnya, kalau nggak nanti dia lupa. Fukuko merasa wow banged saat tidur Manpei masih memikirkan kerjaan. Setelah itu Manpei mematikan lampu dan mereka akan tidur, tapi tiba-tiba Manpei menghidupkan lampu lagi da menulis sesuatu lagi wkwkkwkwkwk, pada akhirnya ia menyuruh Fukuko untuk tidak memperdulikannya.

Keesokan harinya, Manpei mengumumkan pada tim mi instan dalam cup kalau ia sudah menemukan nama untuk produk baru mereka "Manpuku Noodle". Manpei memutuskan menggunakan bahasa inggris 'mi' yaitu noodle sebagai nama produk baru mereka. Dengan begini mereka bisa menjual produk ini sampai ke luar negeri dengan mudah, karena produk mereka manpuku ramen dulu orang luar negeri masih bingung dengan kata 'ramen'. Ia mengingatkan anggota tim yang akan mereka buat kali ini adalah noodle. Anggota tim sepertinya merasa itu nama yang aneh.
Malam harinya, Manpei dan Gen pulang ke rumah dan terkejut karena banyak sepatu disana, artinya ada tamu. Mereka kaget melihat 3 orang asing di rumah, Fukuko sedang menjelaskan sesuatu pada mereka. Manpei bertanya siapa mereka dan ibu menjelaskan kalau mereka adalah teman-teman Sachi. Fukuko mengatakan dia kaget banged karena puterinya membawa 3 orang asing ke rumah.
Manpei malah punya ide bagus dan mengajak Gen ikut dalam rencananya. Manpei menyajikan mi instan pada 3 orang asing itu, mi-nya masih mi manpuku ramen tapi sup-nya adalah sup dari produk baru. Dan Fukuko menerjemahkan dalam bahasa inggris pada mereka. Ibu bertanya kenapa Gen ikut bersama mereka padahal Gen bilang nggak mau bekerja di rumah HAHAAHHAHAAHA.
Orang asing itu sepertinya baru pertama kali melihat mi instan dan mereka merasa makannya susah + mi-nya terlalu panjang + terlalu panas. Intinya mereka kesulitan memakan mi itu dan Manpei terkejut karena ini adalah masalah besar. Tujuan utama pengembangan mi instan dalam cup manpuku noodle adalah untuk ekspor ke luar negeri, kalau orang luar merasa itu susah dimakan, itu menjadi masalah besar bagi mereka.

Keesokan harinya, Manpei melaporkan hal itu pada tim manpuku noodle dan mengatakan sepertinya mereka harus mengubah mi-nya agar mudah dimakan. Ia juga bertanya mengenai kemasan dan Kanbe menjelaskan mereka masih belum menemukan kemasan yang ringan, mudah dibawa dan tidak mengalirkan panas. Kanbe bahkan ragu apakah kemasan seperti itu ada atau tidak, tapi Manpei yakin pasti ada, mereka hanya perlu mencari dan menemukannya.
Manpei mengerti karena membuat produk baru pasti ada masalah disana sini, intinya adalah ia ingin mereka untuk tidak menyerah. Semuanya mengerti.
Setelah Manpei keluar, tim manpuku noodle mulai mengobrol, bertanya apakah Manpei di rumah nggak membicarakan mengenai pekerjaan. Gen mengatakan ayahnya selalu memikirkan kerjaan bahkan saat tidur, ia selalu menulis agar nggak lupa, tapi besoknya ayahnya pasti lupa apa yang ia tulis sehingga ibunya harus membantu.
Kanbe mengatakan kalau Manpei sejak dulu memang begitu. Selalu punya ide akan sesuatu yang nggak pernah dipikirkan oleh orang lain. Kanbe sebenarnya menyadari kalau tim manpuku noodle tidak bersemangat, apalagi salah satu anggoa tim yang sepertinya nggak nyaman kerja. Ia setengah hati karena ia masuk ke perusahaan ini bukan untuk membuat mi tapi karena ia karyawan ya ia tetap kerja. Intinya sih ia nggak serius atau nggak semangat melakukan pekerjaan ini.

Manpei membawa pekerjaan ke rumah dan Fukuko senang banged karena ia bisa membantu Manpei, meski ibu protes mereka tidak mendengarkan. Mereka sepertinya akan mencari waktu penggorengan untuk manpuku noodle, makanya Manpei membawa sampel mi instan dan alat penggorengan.
Ibu lagi-lagi curhat ke rumah keluarga Kouda karena Manpei mulai kerja di rumah, ia juga kesal karena Fukuko juga ikut membantu padahal Fukuko sudah cukup sibuk mengurus rumah dan anak-anaknya. Tapi keluarga Kouda santai aja justru merasa kangen banged karena teringat saat-saat Manpei membuat mi instan dulu.
Ibu juga curhat mengenai Sachi yang ditelpon oleh orang asing bernama Leonardo dan mereka bicara lama banged di telpon. Kalau ibu bertanya Sachi pasti bilang cuma teman tapi ia khawatir mereka pacaran HAHHAHAAHAHAHHA. Ia bahkan sudah berfikir jauh kalau-kalau nanti Sachi dilamar oleh si Leonardo, dan ia nggak mau itu terjadi karena ia ingin Sachi menikah dengan pemilik perusahaan besar wkkkwkkwkw.
Taka ikutan curhat mengenai anaknya yang baru-baru ini mendapat nilai 12 dalam tes dan ia bertanya-tanya kenapa Daisuke bodoh HAHAHHAAHA. Tadahiko juga bingung karena sejak saat itu Nagi nggak pernah datang lagi.
Semuanya bingung dengan masalah mereka masing-masing saat bel berbunyi dan Katsuko keluar untuk membuka pintu, ia shock karena Nagi muncul di pintu dengan rambut barunya, Nagi kali ini benar-benar menjadi laki-laki. Nagi menemui Tadahiko dan berjanji nggak akan meniru lukisan Tadahiko lagi, ia akan mencari tema yang ingin ia lukis.

Manpei dan Fukuko masih berjuang dengan penelitian manpuku noodle. Tapi mereka belum menemukan waktu dan suhu penggorengan yang cocok, semuanya tidak berhasil, panas nggak merata, terlalu panas, yang didalam nggak masak dengan baik dan lain-lain.
Mereka bingung apa yang salah, kenapa tidak lancar seperti saat membuat manpuku ramen. BTW untuk manpuku noodle kali ini, karena Manpei ingin kemasannya cup, jadi bentuk ramennya diubah menjadi kayak gelas, bukan petak lagi seperti manpuku ramen, dan lagi sepertinya mi-nya juga diubah gitu.
Fukuko mengingat-ingat bagaimana ia menggoreng tempura dulu, karena dengan menggoreng tempura-lah Manpei dapat ide untuk menggoreng manpuku ramen. Lalu Manpei mencoba cara lainnya yaitu dengan memasukkan mi ke dalam cetakan tapi kemudian mengurangi sedikit mi-nya (selama ini Manpei menggoreng dengan mi penuh di cetakan).
Dengan suhu 160 derajat dan waktu 2 menit 30 detik, ternyata cara itu berhasil. Manpei terkejut dan bertanya-tanya kenapa bisa begitu. Ia memperhatikan ramen yang baru ia goreng tadi dan menemukan sesuatu, mi bagian atas lebih tebal dari bagian bawah (mi diatas kayak numpuk gitu, tapi dibawah ada rongganya).

Keesokan harinya, Manpei menjelaskan hal itu pada tim manpuku noodle, ia menggambarkan mi yang berhasil ia goreng, bagian atas lebih tebal daripada bagian bawah, tapi saat disiram air panas akan kembali seperti semula.
Ia kemudian bertanya mengenai bagaimana perkembangan sup dan kemasan, tapi mereka belum menemukan jawaban dan itu membuat Manpei marah banged. Ia mengatakan minggu depan semuanya harus selesai dan pergi dari sana dengan kesal. Para pegawai mengeluh karena mereka nggak bisa mengikuti kecepatan Manpei, tapi Kanbe mengatakan mereka harus melakukannya karena Manpei bisa melakukannya. Mereka mengatakan kalau mereka nggak bisa seperti Manpei dan Gen juga setuju dengan hal itu.

Ibu curhat pada Fukuko mengenai si Leonardo dan Sachi tapi Fukuko biasa aja nggak terlalu memikirkan hal itu dan itu membuat ibu kesal. Lalu mereka kedatangan tamu, Shinichi-san. Shinichi mengatakan pada Fukuko kalau suasana di perusahaan sedang tidak baik, apalagi tim manpuku noodle. Para pekerja bahkan Kanbe merasa kesulitan dan tidak bisa mengejar kecepatan Manpei jadi suasana semakin memburuk. Shinichi ingin Fukuko membicarakan hal itu dengan Manpei. Fukuko mengerti.
Hari itu Gen pulang sendirian karena Manpei masih bekerja di perusahaan. Ia mengatakan pada ibunya 11 tahun lalu ayahnya berhasil membuat mi instan yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain, itu adalah bukti kalau ayahnya jenius. Ia mengatakan tidak mungkin baginya mengejar/mengikuti ayahnya. Fukuko sedih mendengar itu, ia mengatakan kalau Gen sendirilah yang awalnya ingin masuk ke perusahaan Manpuku, ia bertanya apakah saat itu Gen berfikir dengan masuk perusahaan itu ia akan bekerja dengan mudah dan pada akhirnya mendapatkan posisi tinggi?
Gen mengatakan ia sama sekali tidak berfikir seperti itu. Jadi Fukuko meminta Gen untuk berhenti mengeluh dan mengeluh. Ia mengatakan kalau Manpei itu berhasil membuat manpuku ramen setelah berfikir berfikir dan berfikir berkali-kali. Ia tidak ingin Gen menganggap hal itu sebagai sesuatu yang mudah seolah-olah hanya karena kejeniusan Manpei bisa sampai sejauh ini.

Malam harinya, Fukuko mengajak Manpei bicara. Ia teringat kalau hal seperti ini pernah terjadi saat Manpei membuat Daneihon dulu. Manpei berubah dan terlalu fokus sehingga tidak memperhatikan disekitarnya. Ia ingin Manpei lebih memperhatikan keadaan rekan satu timnya dan membuat mereka jangan kehilangan kepercayaan diri, karena belakangan Manpei sering berubah. Ia juga tidak suka Gen menganggap ayahnya jenius makanya berhasil sampai sekarang ini, ia tahu ini adalah masa sulit bagi Gen karena Gen akhirnya menyadari bagaimana suasana kerja itu yang sebenarnya. DAn karena itu ia rasa Gen ingin agar Manpei menyadarinya dan bergantung pada dirinya, mungkin Gen merasa ia tidak ada gunanya saat bekerja dengan Manpei karena Manpei bisa menyelesaikan semuanya sendirian. Manpei mengatkan kalau ia tidak ingin memperlakukan Gen dengan spesial di perusahaan dan Fukuko mengerti akan hal itu.
Keesokan harinya, Manpei mengadakan rapat bersama tim manpuku noodle. Ia menjelaskan pada mereka ia tahu keraguan mereka dalam membuat manpuku noodle ini, sama seperti Sera yang mengatakan untuk apa membuat mi instan dalam cup padahal mangkok dan sumpit ada dimana-mana. Tapi Manpei mengatakan ia serius dalam membuat bisnis manpuku noodle yang akan menggebrak dunia, ia ingin membuat mi instan yang mudah dibawa, ringan dan bisa dimakan dimana saja. Sesuatu yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain, sekarang mereka sedang membuatnya bersama-sama. Ia ingin mereka menjadi bangga karena menjadi bagian dari sesuatu yang akan mengubah gaya hidup manusia.
Manpei meminta mereka untuk jangan terburu-buru, memikirkan dengan baik, jika tidak mengerti maka bertanyalah, jika tidak tahu maka belajarlah.

-To Be Continued-

Komentar:
Well, aku tahu hal seperti ini akan terjadi dalam asadora, di bagian dimana anak heroine suda dewasa. Selalu ada masa-masa dimana orang tua dan anak tidak sependapat dan bertengkar, sesuatu seperti itu. Aku udah siap sih kalau arc ini akan membosankan karena selama ini di asadora yang aku tonton, kalau udah masuk bagian anak heroine menjadi dewasa, pasti bakalan ada yang begituan. Tapi aku harap Manpuku ini nggak membuang-buang waktu dengan hal itu. aku berharap semuanya selesai minggu ini, minggu depan jangan bahas moya moya Gen-chan lagi HAHAHAHHAHAH.
Kalau minggu ini yang dibahas adalah Gen, maka minggu depan adalah Sachi yang pacaran sama orang asing alias Leo. Ibu paling heboh melihat cucunya pacaran dengan orang asing, Fukuko biasa aja. Kalau Manpei aku masih belum melihat reaksinya. HAHAHHAAHHAHA.

Bagian mi instan dalam cup akhirnya dimulai dan menarik juga dari mana Manpei mendapat ide, tetap Fukuko-lah yang membuka jalan untuknya. Sesuatu yang nggak pernah dipikirkan orang lain memang tantanganya berat ya. Manpei itu nggak jenius tapi orang lain melihatnya jenius karena ia membuat sesuatu yang nggak pernah dipikirkan oleh orang lain. Makanya Fukuko sedih melihat puteranya mengatakan hal seperti itu, padahal demi membuat mi instan, Manpei gagal berkali-kali, tapi karena ia tidak menyerah makanya ia berhasil sampai saat ini. Begitu juga dengan cup noodle ini, Manpei gagal dan gagal tapi ia tak menyerah. Semangat itu yang sebenarnya nggak ada di tim-nya, mereka mungkin udah berfikir dulu kalau itu nggak mungkin dan nggak ada makanya mereka nggak semangat dan setengah hati, sementara Manpei yakin itu pasti ada dan mereka harus menemukannya.

Entah kenapa pemeran Gen kok terasa lebih tua dari usianya ya, apa karena gaya rambutnya ya, ia kelihatan seumuran dengan yang lain padahal dia harusnya rookie disana. Dan untuk pemeran Sachi kelihatan terlalu mudah tapi nggak masalah sih karena dia masih anak kuliahan.
Para tokoh baru nggak ada yang aku kenal dan baru kali ini melihat aktingnya, bagus sih menurutku, apalagi yang jadi muridnya Tadahko itu orangnya lucu. Dia berhati lemah dan mudah menangis wkkwkwkwkw.
Aku rasa karakter di Manpuku ini semuanya punya ciri khas gitu, jadi mudah mengenali meski nggak tahu nama mereka.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts