Saturday, 3 February 2018

[Sinopsis] Good Morning Call - Our Campus Days Episode 7-2


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Good Morning Call Season 2 Episode 7 Part  2

Mereka berempat kembali bekerja dengan serius dan Kayo pulang setelah cukup malam, karena ia tak bisa menginap.
Tiba-tiba bel rumah Nao berbunyi dan Nao pikir Kayo melupakan sesuatu, jadi ia membukanya dengan berfikir itu adalah Kayo. Tapi ternyata itu adalah Uehara yang memapah Saeko yang mabuk. Nao terkejut.
Uehara meminta maaf pada Nao, ia mengatakan Saeko memaksa untuk berkunjung ke rumahnya dan saat ia mengatakan tidak boleh, Saeko terus memaksa, ia tak bisa membawa Saeko ke rumahnya makanya ia membawa Saeko ke rumah Nao.
Natsume terkejut melihat Saeko dan Uehara meminta bantuan Natsume untuk memapah Saeko. Natsume membantu Uehara dan Saeko tiba-tiba ingin muntah dan Natsume segera membawanya ke kamar mandi.
Nao masih shock banged dan tak bicara.

Saat Saeko di kamar mandi, Nao bertanya kenapa Uehara bersama Saeko. Uehara mengatakan mereka makan malam bersama. Nao tentu saja merasa kalau itu bukan seperti Uehara, jadi kau akan pergi bersama orang lain yang mengajakmu makan malam, berdua saja? Atau karena dia adalah Saeko, makanya kau pergi?
Uehara mengatakan kalau makan malam itu tidak ada bedanya dengan makan malam bersama Natsume. Nao kesal dan mengatakan kalau itu tidaklah sama.
Saeko keluar dari kamar mandi dan mengatakan kalau itu memang tidak sama. Saat seorang wanita dan pria keluar bersama....
Natsume memotong pembicaraan mereka dan menyuruh mereka untuk segera menyelesaikan sulaman, mereka tak punya banyak waktu.
Rin kelihatan kesal karena kedatangan Saeko.

Saeko kemudian bertanya apa yang mereka lakukan dan Rin menjelaskan mereka sedang membuat cheering flags untuk tim handball, ia harus menyelesaikannya besok. NAtsume bertanya apakah Saeko bisa membantu dan Saeko mengatakan ia tak pandai dalam hal itu. Uehara malah ikutan mengejek Saeko dan mereka berdua jadi bertengkar.
Rin kesal sekali dan mengatakan pada Saeko untuk pulang kalau memang tidak mau membantu. Saeko tertawa karena Rin terlihat sangat putus asa.
Rin kesal mendengarnya, memangnya apa salahnya terlihat putus asa? Aku ingin bersamanya sebagai teman dan aku putus asa mencoba melakukannya, apa salahnya dengan itu?
Natsume mengingatkan kalau Saeko tidak tahu masalah Rin dan Daichi. Saeko mendekati Rin, Aku tidak tahu bagaimana kisah cintamu, tapi apa kau yakin dengan itu? Tidak mencoba untuk menjadi pacarnya, tapi mencoba keras berteman dengannya, bukankah itu aneh? Kau ingin sekali menjadi pacarnya tapi kau memutuskan berteman saja. Kau hanya sedang memikirkan opsi terbaik jika hal pertama tidak berjalan lancar kan? Bukankah kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri?
Rin terdiam, begitu juga dengan Natsume. Saeko melanjutkan, Jika kau berfikir seperti itu dan kau tetap ada disisinya, bukankah artinya kau tidak jujur padanya?
Nao yang sejak tadi diam saja akhirnya memotong pembicaraan dengan memanggil nama Saeko. Nao seperti ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya ia tak bisa mengatakannya.

Nao pergi mengambil air untuk Saeko dan Uehara mengikutinya. Uehara meminta maaf pada Nao dan Nao mengatakan Uehara tak perlu meminta maaf. Uehara mengatakan ia tak mengatakan kalau ia pergi dengan Saeko pada Nao, ia berfikir kalau itu hanyalah makan malam yang sama saat ia makan malam dengan Natsume.
Nao kemudian mengerti. Uehara mengatakan ia akan membantu Nao dkk untuk menyulam dan membawakan minuman untuk Saeko. Meskipun Nao mengatakan ia mengerti, tapi Nao sebenarnya masih sangat gundah.

Mereka melanjutkan acara menyulam mereka, Saeko juga ikut membantu. Uehara dan Nao menyulam berdua di meja dan mereka asik mengobrol, obrolannya lebih ke Uehara mengejek cara menyulam Nao.
Saeko memperhatikan keduanya dan kelihatan kesal, ia mengatakan kalau ia butuh istirahat. Natsume mengartikan hal itu kalau Saeko akan pulang. Tapi tentu saja Saeko menolak. Saeko mengatakan kalau Natsume ternyata lebih berisik dari yang ia bayangkan, ia pikir Natsume adalah pria yang baik. Saeko bahkan bertanya pendapat Nao.
Nao mengatakan kalau Natsume cukup populer. Saeko mengatakan jika itu dia, dia lebih menyukai tipe seperti Uehara. Semuanya terdiam. Natsume bertanya apa yang Saeko bicarakan. Saeko mengatakan ia hanya mengatakan kalau Nao punya mata yang bagus saat memilih pria. Ia iri pada Nao yang punya kesempatan untuk memikat pria baik.

Nao terkejut, ia tak mengerti. Saeko mengatakan ia mendengar dari Uehara bagaimana keduanya bertemu. Aku selalu ingin bertemu dengan seseorang dengan cara seperti itu. Aku selalu berfikir sangat aneh pacar Uehara adalah dirimu. Tapi setelah mendengar bagaimana kalian berdua jatuh cinta, aku akhirnya mengerti. Itu terjadi karena kalian tinggal bersama, Apa yang akan terjadi kalau yang tinggal bersama dengan uehara adalah aku?
Nao terkejut mendengarnya. Ia terdiam. uehara menatap Nao.
Saeko kemudian ingin muntah lagi dan Uehara membantunya ke kamar mandi.
Nao selama ini selalu galau mengenai hubungannya dan Uehara, ia memutuskan untuk kabur dari situasi itu dengan alasan membeli minuman di luar.

Natsume mengkhawatirkan Nao, jadi ia mengikutinya. Natsume bertanya apakah Nao baik-baik saja.  Nao mencoba tersenyum  dan mengatakan ia baik-baik saja, tapi Natsume tahu Nao tidak baik-baik saja.Hal itu selalu membuatku khawatir. Aku dan Uehara pacaran mungkin hanya karena kebetulan saja. Dan mungkin semuanya akan berubah jika aku bukan orang yang kebetulan tinggal bersamanya. Aku selalu memikirkan akan hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya berakhir seperti ini. Aku lebih tahu dari siapapun kalau gadis sepertiku tidak cocok bersama Uehara.
Nao menangis menceritakan kegundahan hatinya pada Natsume. Nao terus menangis dan masih akan bicara, Natsume menatapnya dan tiba-tiba menciumnya. Nao terkejut.
Natsume kembali menjadikan hal itu sebagai sebuah candaan, mengatakan kalau seorang gadis akan berhenti menangis kalau di kissu, makanya ia melakukannya, agar Nao berhenti menangis.
NAo terdiam, ia masih shock. Natsume kemudian meminta maaf dan mengatakan kalau mereka harus segera kembali.

*Accckkkk, Natsume harusnya mulai bicara serius, jangan jadiin candaan terus. Dan aku nggak suka sifat Nao yang selalu ragu begini, kebetulan adalah bagian dari takdir yang mempertemukan ia dan Uehara. Dia harusnya menyadari cinta itu mmebutuhkan kebetulan lebih dari yang ia bayangkan.

NAo kemudian kembali ke rumah dan Uehara sudah menunggu di dekat jembatan. Ia bertanya kenapa Nao pergi begitu saja. Nao meminta maaf. Keduanya kembali ke apartemen, tapi Uehara menarik Nao masuk ke apartemennya.
Uehara ingin menjelaskan pada Nao kalau ia jatuh cinta pada Nao bukan hanya karena mereka pernah tinggal bersama, ia mengatakan Nao terlalu banyak meragukannya.
Nao ingin menjelaskan lagi tapi Uehara memotongnya, ia mengatakan bagaimana perasaannya, bukan Nao yang memutuskannya. Uehara memeluk Nao dan meminta maaf padanya mengenai kejadian hari ini. Nao mengatakan kalau Uehara sudah meminta maaf tadi.
Uehara tahu akan hal itu, tapi ia tetap merasa bersalah karena membawa Saeko ke rumah Nao.  Nao membenarkan Uehara sangat kejam membawa seorang wanita ke rumahnya. Uehara meminta maaf lagi dan Nao akhirnya memaafkannya.
Uehara kemudian akan mencium Nao, tapi Nao menghindar. Nao sepertinya masih punya sesuatu yang ia gundahkan, mungkin karena Saeko atau karena Natsume yang menciumnya tadi, tapi ia membuat alasan itu karena teman-teman yang lain ada dikamar sebelah.

*Well, menurutku sih Uehara udah bagus membawa Saeko ke kamar Nao, bukannya lebih parah kalau Uehara membawa Saeko ke kamarnya? Saeko kayaknya tadi maksa ke kamar Uehara, tapi Uehara menolak makanya ia menekan bel kamar Nao.

Natsume kembali ke kamar NAo dan Saeko sudah tidur. Ia kemudian melanjutkan menyulam bersama Rin.
Rin bertanya pada Natsume, itu sangat sulit bukan? menyembunyikan perasaanmu?
Natsume membenarkan kalau itu sangat sulit.
Dan Saeko diam-diam mendengarkan pembicaraan keduanya, ia sama sekali masih bekum tidur.
Nao dan Uehara kembali ke kamar. Natsume menatap Nao dan Nao juga menatap Natsume, tapi Nao mencoba bersikap biasa saja. Uehara sepertinya menyadari ada yang aneh pada Nao.
Mereka kemudian melanjutkan menyulam.

Pagi harinya, akhirnya sulaman cheering flags untuk tim handball selesai. NAo senang sekali.
Rin sepertinya memutuskan untuk melakukan sesuatu dan ia berterima kasih pada Saeko, karena kata-kata Saeko semalam sudah mengubah pemikirannya.

Rin datang mengantar anggota klub yang akan pergi di acara menginap. Daichi menemuinya dan mengatakan kalau ia ingin memberikan sesuatu pada mereka.
Tapi sebelum itu, Rin memutuskan mengatakan perasaannya pada Daichi. Rin menatap Daichi dan mengatakan kalau ia menyukai Daichi. Daichi terkejut mendengarnya, ia meminta maaf pada Rin.
Rin mengerti dan meminta Daichi untuk tidak minta maaf padanya. Ia juga punya permintaan pada Daichi, agar hubungan mereka tetap seperti biasa, mereka tetap berteman. Daichi mengerti dan Rin berterima kasih.
Rin kemudian memberikan cheering flags yang ia buat dan mengucapkan goodluck pada Daichi.

Rin meninggalkan Daichi dan Daichi terlihat mengkhawatirkannya. Ia mengejar Rin dan benar saja, Rin sudah menangis.
Rin kemudian bertanya pada Daichi bagaimana Daichi bisa berteman dengan Nao setelah ditolak, karena ia pikir ia tidak akan bisa melakukannya. Ia tidak bisa kuat seperti Daichi dan sepertinya ia tak akan bisa tetap menjadi teman dengan Daichi setelah ia ditolak. Rin meminta maaf pada Daichi dan meninggalkannya.
Daichi menatap kepergian Rin.

Uehara dan Nao di rumah Nao, mereka membersihkan sisa sampah semalam. Nao kelihatan diam saja dan banyak pikiran, bahkan Uehara memanggil namanya berkali-kali tapi Nao tidak mendengarkan.
Saat Nao akhirnya menyahut saat Uehara memanggilnya, Uehara bertanya apakah ada yang salah, karena Nao kelihatan merenung sejak tadi.
Nao kemudian terkejut karena Uehara menyadarinya.

To Be Continued...

Komentar:

Nao benar-benar halau karena Natsume menciumnya, tentu saja ya. Meskipun pada akhirnya Natsume menjadikan itu sebagai sebuah candaan, tetap saja ciuman adalah sebuah ciuman, Nao jadi kepikiran. Apakah ia bisa menjaga rahasia itu dari Uehara dan bersikap biasa pada NAtsume, atau justru ia akan mulai menghindari Natsume?
Natsume sih, kenapa nggak jujur aja mengakuinya, dia makin melukai hatinya sendiri kalau terus menyembunyikannya.

Memang sih, ada kekhawatiran saat menyatakan perasaan pada orang lain saat kita tahu orang itu tidak akan membalas perasaan kita. Hubungan akan berubah dari yang dulu. Tapi ada juga kok yang bisa tetap menjaga pertemanan.
Benar kata Saeko, itu hanya akan menyakiti diri sendiri kalau kita menyembunyikan perasaan dan itu akan membuat kita menyesal karena tidak mengatakannya. Hal seperti Rin ini sering terjadi, menangis setelah ditolak dan mengatakan tak bisa menjadi teman setelah itu, tapi sebenarnya bisa sih, seiring berlalunya waktu, menjalin perteman juga bisa.
Berdasarkan pengalaman pribadi sih, memang sangat menyakitkan saat ditolak, tapi lega kok setelah menyatakannya, dan meski butuh waktu mengobatinya, tapi tetap bisa menjadi teman. Sama seperti Daichi. Intinya sih waktu.

Aku kesal sekali dengan Uehara yang menganggap makan malam bersama Saeko adalah hal yang sama dengan makan malam bersama Natsume. Dia pinter tapi agak lamban juga ternyata wkkwkwkwkw.
Tapi aku cukup salut karena dia membawa Saeko ke rumah Nao, bukan kamarnya. Biasanya kan kalau di drama lain pasti dibawa ke rumah sendiri, tapi Uehara punya pikiran panjang juga membawa Saeko ke rumah Nao. Tapi ternyata Nao malah nggak suka dengan hal itu.
Lah gimana kalau Uehara membawa Saeko ke rumahnya coba, pasti lebih menyakitkan menurutku, saat Nao nanti tau ternyata Saeko menginap di rumah Uehara.

Nao memang terlalu banyak meragukan cinta Uehara padanya. Itu adalah hal yang nggak aku sukai dari Nao. Dia selalu nggak percaya diri dan mungkin itu karena ia merasa level mereka berbeda.
Tapi itu memang benar sih, kalau mereka nggak tinggal serumah, mungkin Uehara nggak akan jatuh cinta pada Nao. Uehara jatuh hati pada Nao kan karena mengenal Nao lebih dalam, itu karena mereka tinggal serumah.
Dan meski itu adalah kebetulan, itu juga adalah takdir kalau yang serumah adalah mereka berdua. Nao memandang itu sebagai sebuah kebetulan saja mereka saling menyukai karena tinggal serumah, tapi nggak memandang dengan cara mereka ditakdrkan untuk bertemu dan tinggal serumah.
Aku masih suka dengan salah satu Quote film China yang dibintangi Vivian Sung (bukan Our Times, aku lupa judulnya), 'Cinta itu membutuhkan kebetulan lebih dari yang kamu bayangkan'. Dan itu memang benar, kebetulan adalah hal yang penting dalam pertemuan pasangan. Kalau di I Want to Eat Your Pancreas sih mereka bilangnya bukan kebetulan, tapi karena pilihan. Nao memilih nggak pindah bareng orang tuanya, dan memutuskan tinggal sendiri, itu adalah pilihannya, makanya ia dan Uehara jadi serumah. Karena pilihan mereka makanya mereka bersatu^^~

Share:

4 comments:

  1. Thank you bgt sudah update dorama ini soalnya dramanya belum ada yg upload sampai episode 7 ๐Ÿ˜‚ .
    Aku kok gemes ya sama natsume , dia becanda tapi gak lucu , gentle dikit dong .
    Aku setuju sih sama pendapatmu min , uehara harusnya ngomong dong sama nao kalo dia mau makan malem sama saeko , kan berdua beda lawan jenis masak iya disamain sama natsume . Tipe2 kayak saeko tuh mengingatkanku sama karakter Hyo Rin di princess hours , bikin gregetan sendiri liatnya .

    Oiya Nao juga uehara tuh pilih kamu karena ya uehara suka sama sikap hangatnya nao , masih meragukan sifatnya uehara , mending uehara buat aku *ehhh hihihi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ .

    Tapi cinta itu kebetulan yang memerlukan pilihan yang kuat untuk memperjuangkannya ๐Ÿ˜‰ .

    Ditunggu banget next sinopsisnya min ๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
  2. betapa frustasinya aku ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ uehara ga ada kemajuan, natsume gitu aja mulu, ada yg bilang perasaan itu harus dikatakan walaupun kita sudah tau resikonya, eh malah di bawa bercanda, sifatnya natsume kali emang gitu ya? yaudah deh mending sama daichi aja ๐Ÿค” atau sama abe ๐Ÿ™„ habisnya kalo cinta ya jangan ragu" sih
    wkwkwk bener" dramanya ini bikin heww greget *masih kalah greget sama rush to the dead summer sih, tapi adakalanya aku be like penonton tidak boleh protes hahahaha

    ReplyDelete
  3. fighting mbak! tanpamu serpihan rempeyek ini bakal dikejar" sama ke kepo an drama ini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts