Sunday, 5 November 2017

[Review] Asadora: Ohisama / おひさま (2011)


Kembali ke asadora, kali ini aku akan membahas asadora berjudul Ohisama. Ohisama merupakan asadora ke-7 yang aku selesaikan. Aku senang sekali aku memilih asadora ini untuk masuk dalam list tontonan, karena bagus bangeeeeed!
 Awalnya sih aku ingin menonton Hanako to Anne, tapi ragu dan ragu akhirnya aku malah memilih Ohisama 😅. Aku tertarik karena yang main adalah Inoue Mao. Selain itu ada banyak tokoh yang lumayan aku kenal main di asadora ini hehehehhe.

Aku merasa sinopsis awal asadora ini agak menipu, sama halnya dengan Hiyokko. Sinopsis awal Hiyokko mengatakan kalau Ayah Mineko kerja ke Tokyo untuk membiayai kuliah abang Mineko, taunya untuk biaya keluarga dan Mineko sama sekali tidak punya abang. LOL. Sementara di Ohisama ini dikatakan kalau sang tokoh utama membuka kedai soba bersama muridnya. Tentu saja yang terpikir adalah sang tokoh utama menjalankan toko soba bersama muridnya kan ya, tapi ternyata salah. Memang sih ada hubungan dengan muridnya, tapi bukan mereka yang menjalankan restoran sobanya. HAHAHAHAHAAH. Aku ketipu lagi sama sinopsis awal yang ada di dramawiki atau asianwiki karena aku membayangkan usaha sang tokoh utama bersama para siswanya gitu 😆

Ohisama (Ohisama = The Sun = Matahari) merupakan asadora ke-84 yang tayang pada April sampai September 2011. Inoue Mao (Hanamoyu, Hanayori Dango, The Eternal Zero) terpilih sebagai tokoh utama drama ini. FYI, tokoh utama asadora biasanya dipilih dengan melakukan audisi dan Inoue Mao adalah aktris pertama yang di cast tanpa audisi. Kabarnya sih untuk menaikkan rating asadora, karena asadora sebelumnya ratingnya cukup memprihatinkan untuk ukuran asadora.
Setelah Inoue Mao, aktris lain yang di cast tanpa audisi adalah Maki Horikita, Yoshitaka Yoriko dan Anne (aku nggak tau aktris lainnya, ada lagi ga? Haru?).

Ohisama tayang sebanyak 156 episode disutradarai oleh Tomochika Kasaura (Goen Hunter, Mattsugu, Ghost Friends) dan Takehiro Shoen (Ryomaden, The Bodyguards). Naskahnya ditulis oleh Yoshikazu Okada (Hiyokko, Churasan, Be With You). Yoshikazu Okada terkenal dengan naskahnya yang bagus dan dia bahkan sudah dipercayakan menulis 3 asadora, Churasan, Ohisama dan Hiyokko. Churasan sendiri selain asadora juga ada 3 season lanjutannya, Churasan 2, 3 dan 4. Aku tidak banyak menonton karya Yoshikazu sensei, tapi aku rasa keahliannya adalah membuat kisah slice of life yang sederhana tapi menarik. Setidaknya itulah yang aku rasakan dari menonton Hiyokko dan Ohisama. Gimana ya, bahasa singkatnya sih menyejukkan jiwa hehehehehe.
Aku bahkan mulai menonton Churasan setelah menonton Ohisama ini LOL.

Drama yang meraih rating rata-rata 18,8% selama penayangannya ini dibintangi oleh Inoue Mao, Kengo Kora (A Story of Yonosuke, Beppin-san, Solanin), Kei Tanaka (From Five to Nine, Tokyo Tarareba Girls, Good Morning Call), Kento Nagayama (Beppin-san, Atashinchi no Danshi, Legal High), Hikari Mitsushima (Wakamonotachi, Quartet, Kidnap Tour), Maiko (Pin to Kona, Space Battleship Yamamoto, Made in Japan), Tokio Emoto (Q10, Shinigami-kun, Prison School), Ayumi Ito (A Story of Yonosuke, Solanin, All About Lily Chou Chou) dan banyak artis lainnya.
Asadora pemainnya memang banyak banged, yang aku sebutkan diatas cuma sebagian kecil, yang wajahnya mungkin kalian kenal. Selain itu ada beberapa young actors yang hanya tampil dengan peran kecil disini seperti Yagi Yuki (Hiyokko), Tsuchiya Tao (Mare), Taishi Nakagawa (Your Lie in April), Kenta Suga, Watanabe Jinpei dan lain sebagainya.

Ohisama sukses menjadi The Best Asadora yang pernah aku tonton sebelum menuju ke ending, lol. Karena 12 episode terakhir aku merasa kurang suka, ada beberapa adegan yang ditambahkan hanya untuk menutupi agar cukup 156 episode, itu terasa banged lho 🙃. Tapi overall drama ini bagus banged, sangat menarik dan menurut aku penulisnya keren banged. Di asadora ini kita bisa merasakan kuatnya sebuah persahabatan dan rasa kekeluargaan. Memang sih di asadora lain juga begitu, tapi ada yang beda disini. Biasanya di asadora lain akan ada perpisahan tokoh utama dengan keluarganya dan keluarganya jadi jarang dibahas, tapi disini meski berpisah tapi karakter mereka tetap kuat. Selain itu mengenai keluarga tokoh utama dibahas dengan dalam, kisah kakak adik, ayah dan ibu sangatlah menyentuh. Kisah persahabatan di drama ini juga sangat kental. Dari sebuah keberanian mereka menemukan belahan jiwa seumur hidup mereka dimana mereka berjanji bersahabat selamanya, persahabatan mereka wow banged.
Kisah cintanya aku juga suka, karena ibu mertua yang pertama jatuh cinta pada menantunya dan barulah OTP saling jatuh cinta. Pokoknya ini drama menghangatkan jiwa, banged. Dan secara keseluruhan aku menyukainya hehheehhehe.

Selain itu, OSTs drama ini juga bagus-bagus. Opening Ohisama menjadi opening asadora paling menyejukkan di hatiku. Klipnya juga indah banged, aku suka mereka menggunakan bunga yang dikeringkan di openingnya. Untuk lagu opening terbaik aku masih memilih opening Mare sih Ahahahhaha.
Tapi bener lho, sekali mendengar opening Ohisama itu, sejuk banged ditelinga. Aku jarang banged skip openingnya dan visual nya juga bagus, bunga kering, pas banged. Tapi aku sukanya yang instrumen aja, pas di part 2 ada yang mulai menyanyi dengan lirik aku kurang suka HHAHAHAHA.

Hal menarik lainnya adalah cara penyampaian kisahnya, karena kisah ini diceritakam sendiri oleh Sudo Yoko di tahun 2011 dan kita bahagia karena dia masih hidup dan satu per satu tokoh juga muncul di tahun 2011 itu. Jadi istilahnya ini adalah flashback.

Ohisama menceritakan tentang Sudo Yoko dimana kanji 'yo' pada nama 'Yoko' diambil dari kanji 'yo' pada 'Taiyou' (matahari) dengan harapan Yoko akan hidup seperti matahari, selalu menerangi orang sekitarnya, matahari yang meski sendirian selalu bangkit setiap pagi dan menyinari dunia. Karena itu ibunya berpesan agar Yoko selalu tersenyum meski menghadapi masalah sesulit apapun, dan jika ada yang mengejeknya karena ia wanita, maka Yoko boleh marah, karena pada masa itu wanita masih direndahkan.
Awalnya karena sinopsis itu aku pikir Yoko akan tumbuh menjadi gadis ceria yang selalu tersenyum. Tapi aku salah besar karena Yoko disini orangnya mudah terharu, mudah meneteskan air mata, well, meskipun ia tetap tersenyum sih hehehehehe.
Yoko kehilangan ibunya saat ia masih kecil dan ia mengurus keluarganya yang terdiri dari ayah dan dua kakak laki-lakinya. Yoko awalnya tidak tahu impiannya, tapi setelah berteman dengan seorang gadis yang suka belajar tapi tak bisa melanjutkannya karena kondisi keluarga dan mengetahui impian ibunya yang ingin menjadi guru, Yoko menemukan impiannya, kalau ia akan menjadi guru. Dan begitulah Yoko menjadi guru yang sangat pengertian dan disayangi oleh para muridnya.

Itu sih cuma sinopsis singkatnya saja, karena ini 156 episode jadi ceritanya sebenarnya lebih panjang.
Dan disini aku akan menceritakan perjalanan hidup Sudo Yoko.
Sinopsis dibawah ini berisi spoiler ending, jadi kalau yang nggak ingin kena spoiler, bacanya sampai disini saja ^^~
Oia, sinopsis ini tidak berurutan jadi harap dimaklumi^^

SINOPSIS 

Kisah Ohisama sendiri dimulai pada tahun 2011 dimana seorang ibu rumah tangga bernama Fusako-chan yang datang ke Azumino untuk melihat bunga soba tapi mobilnya mengalami masalah. Untuk meminta bantuan dia pergi ke sebuah kedai soba di sekitar sana dan berkenalan dengan Maruyama Yoko, pemilik kedai. Pertemuan ini membuat Yoko menceritakan mengenai kisah hidupnya  pada Fusako. Fusako-chan ini lucu, dia sangat bersemangat dan ia juga menyukai Yoko karena Yoko memperlakukannya seperti gadis remaja.

Tahun 1932, Sudo Yoko (Yagi Yuki) berusia 10 tahun, ia dan keluarga Sudo yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 kakak kali-lakinya pindah dari Tokyo ke Azumino. Ibunya sakit-sakitan, karena menurut dokter udara desa cocok untuk ibunya, makanya mereka pindah, ayahnya bahkan berhenti dari pekerjaannya di Tokyo. Yoko sangat dekat dengan ibunya, ia selalu menghabiskan wakti bersama ibunya yang mengajarinya banyak hal. Hal yang tidak pernah Yoko lupakan adalah saat pertama kali tiba di Azumino, mereka pergi ke ladang soba yang mekar dan ibunya mengatakan bahwa Yoko harus selalu tersenyum meski sesulit apapun. Kanji 'yo' dalam nama Yoko diambil dari kanji 'yo' pada 'taiyou/matahari', ibu ingin Yoko seperti matahari yang selalu berdiri sendiri menyinari dunia. Yoko jangan berkecil hati karena ia seorang wanita, jika ada yang merendahkan wanita Yoko boleh marah pada mereka karena ibunya ada dipihaknya.

Yoko tumbuh menjadi gadis yang ceria. Ibunya yang sakit membuat Yoko bisa sedikit mandiri dengan membuat bekal sendiri dan membuatkan ayah dan kakaknya bekal. Di sekolah ia berteman dengan Yuki-chan, seorang anak perempuan dari keluarga miskin yang sangat suka belajar. Yuki mempunyai impian ingin menjadi guru, seperti guru mereka, Natsuko sensei (Ayumi Ito). Tapi Yuki sadar karena keadaan keluarganya impian hanyalah impian. Suatu hari Yuki terpaksa pindah dan di hari kepindahannya Yoko sempat mengantar kepergiannya dengan penuh air mata. Yoko berharap Yuki tidak menyerah akan belajar, Yuko berjanji ia akan terus belajar sambil bekerja. Dan begitulah setelah perpisahan mereka Yoko selalu mengirimkan surat pada Yuki yang berisi materi pelajaran yang ia pelajari. Kelak Yuki menemukan jalannya sendiri, berkat Yoko ia menjadi sangat sukses bahkan lebih sukses dari Yoko, ia kembali ke Azumino untuk membangun Azumino dan tentu saja tidak melupakan jasa Yoko. Setelah kepergian Yuki, untuk pertama kalinya Yoko memikirkan mengenai impiannya dan ia berfikir kalau ia ingin menjadi guru, menggantikan Yuki.

Ibu Yoko meninggal dunia tidak lama setelah itu, Yoko tidak melihat ibunya menghengbuskan nafas terakhirnya karena itu bertepatan dengan jadwal mendaki sekolahnya. Ibunya menyuruh Yoko tetap pergi, kalau tidak ibunya akan marah. Begitu matahari pagi bersinar di puncak gunung, Yoko tahu kalau ibunya sudah tiada. Tentu saja Yoko kecil menangis. Aku suka Yoko karena ia tidak pernah menyembunyikan air matanya meski ia adalah anak yang ceria. Keluarga Yoko bersedih setelah kepergian ibu. Tapi ayah mencoba membuat suasana menjadi baik meski leluconnya sama sekali tidak lucu tapi itulah yang membuatnya jadi lucu.
Tetangga dan teman sekelas Yoko bernama Takeo Miyamoyo menyukai Yoko sejak pertama datang ke Azumino, di hari kematian ibu Yoko, Takeo berniat menghibur Yoko, tapi melihat Yoko tertawa lepas bersama saudaranya, Takeo merasa sangat lega. Takeo adalah orang yang selalu berada si sisi Yoko sejak Yoko pindah ke Azumo sampai tahun 2011, mereka masih bersahabat.

Waktu berlalu dan Sudo Yoko (Inoue Mao) sudah menginjak usia remaja (kalau nggak salah usianya 16 tahun) , ia bersekolah di sekolah para gadis. Ia bangun dengan bersemangat setiap pagi, menyapa matahari dan mulai memasak. Ia tinggal bersama ayah dan kakaknya Shigeki Sudo (Nagayama Kento). Kakak sulungnya Haruki Sudo (Tanaka Kei) tinggal di asrama di Matsumoto. Haruki sejak kecil sudah menetapkan impiannya kalau ia ingin menjadi seorang dokter, jadi ia sedang berjuang. Sementara Shigeki yang sejak kecil sangat menyukai mainan pesawat diam-diam sudah memutuskan ingin masuk ke angkatan udara.

Yoko bersahabat dengan Tsutsui Ikuko (Hikari Mitsushima) puteri sulung keluarga pemilik toko buku dan Machiko Soma (Maiko) puteri tunggal orang terkaya di Azumino. Dibanding keduanya, Yoko adalah gadis yang sangat biasa. Ketiganya mulai berteman karena sebuah kejadian. Saat tahun ajaran baru, mereka diajari oleh seorang guru bahasa inggris bernama Kotarou Iida. Iida sensei sangat tidak menyukai wanita, ia selalu merendahkan wanita dalam pelajarannya dan itu benar-benar membuat Yoko merasa kesal. Ternyata bukan hanya Yoko yang merasa begitu. Suatu hari seluruh siswa kelas itu berkumpul dan mereka ingin balas dendam pada Ioda sensei. Mereka sepakat kalau mereka akan membiarkan jawaban kosong pada ujian mendatang. Semuanya setuju. Yoko adalah anak baik, ia butuh keberanian untuk melakukan hal itu. Tapi karena semuanya sudah berjanji, ia benar-benar tidak menjawab pertanyaan saat ujian. Tapi ternyata yang lain melanggar janji mereka. Hanya tiga orang yang menepati janji yaitu Yoko, Ikuko dan Machiko. Mereka bertiga dimarahi dan dihukum membersihkan toilet. Disanalah mereka memutuskan bersahabat dan membuat aliansi bernama 'Blank Paper', mereka berjanji akan bersahabat selamanya. Mereka masih tidak menyukai Iida sensei dan memanggilnya Octopus.

Tempat favorite mereka bertiga adalah kedai permen milik suami istri Murakami. Pada masa itu, sepulang sekolah, anak-anak dilarang singgah di tempat seperti itu, jadi mereka diam-diam kalau mau makan disana. Mereka sudah jadi langganan kedai itu, mereka dekat dengan pemiliknya. Tempat itu menjadi tempat curhat mereka bertiga, bisa dibilang sih markas mereka.
Cinta adalah hal yang biasanya pasti dirasakan anak remaja. Ikuko mengaku kalau ia punya banyak pacar tapi sebenarnya ia tidak punya pengalaman. Makiko sendiri mengatakan kalau ia tidak akan jatuh cinta pada siapapun, karena itu hanya akan menyakitkan, karena ia pada akhirnya harus menikah dengan pria. pilihan keluarganya. Sementara Yoko sendiri tidak pernah merasakan cinta. Karena itu saat mereka jalan-jalan ke Matsumoto untuk menonton film, ada pria jahat yang menyentuh tangan Yoko saat menonton film dan membuat Yoko merinding, ia menangis setelah keluar dari sana dan mengatakan kalau ia sudah ternodai dan tak akan bisa menikah lagi. Teman-temannya turut sedih, tentu saja, mereka juga mengatakan kalau Yoko tak menikah, mereka juga tak akan menikah.

Cinta pertama akhirnya datang pada Yoko saat kakaknya Haruki kembali ke rumah dan membawa sahabatnya Koichi Kawahara (Nobuaki Kaneko). Yoko jatuh cinta pada pandangan pertama. Kawahara bisa memainkan lagu kesukaan ibu Yoko dengan harmonika dan membuat Yoko makin cinta. Yoko menceritakan pada sahabatnya dan membuat mereka penasaran. pada Kawahara. Mereka ikut bersama Yoko saat kakaknya meminta mereka datang ke Matsumoto. Mereka berlima jalan-jalan bersama dan aku rasa itu saat paling membahagiakan bagi Yoko. Tapi cinta lainnya bersemi disana, Haruki menyukai teman Yoko, Machiko-san. Tapi cinta Haruki dan Machiko sangatlah menyakitkan, Yoko ada diantara mereka dimana ia tahu kakaknya menyukai Machiko dan Machiko menyukai kakaknya. Yoko sempat memberitahu Machiko kalau kakaknya juga mencintai Machiko, tapi Yoko tidak sempat memberitahu kakaknya kalau cintanya bukan cinta bertepuk sebelah tangan.

Cinta pertama juga menyakitkan bagi Yoko. Yoko excited karena Kawahara akan datang saat tahun baru dan menginap di rumahnya. Ia menceritakan pada sahabatnya kalau kakaknya mengatakan Kawahara akan membuat pengumuman penting dan semuanya jadi exxited berfikir kalau Kawahara akan melamar Yoko.
Shigeki sendiri mengetahui perasaan adiknya pada Kawahara dan menceritakan pada ayah mereka. Ayah dan anak hanya mengamati Yoko yang excited. Tapi ternyata Kawahara datang bersama seorang wanita yang ternyata akan dinikahinya. Yoko patah hati dan keluarganya sangat khawatir padanya. Yoko sendiri menahan air matanya dan mencoba bersikap biasa. Ia bahkan sekamar dengan pacar Kawahara dan mendengarkan kisah cinta mereka. Ia tahu kalau Kawahara sangat menyukai gadis itu dan begitu juga sebaliknya. Yoko memberikan sebuah buku pada gadis itu untuk dibawa ke Manchuria. Karena Kawahara dan gadis itu akan berangkat ke Manchuria dalam beberapa hari.
Tapi setelah menahan perasaan cukup lama, Yoko jatuh sakit. Butuh beberapa hari baginya untuk sembuh.

Nenek Yoko dari Tokyo datang menemui keluarga Sudo setelah mendengar mengenai kematian anaknya. Yoko dan Shigeki sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai ibu mereka sebelum menikah dengan ayah, mereka bahkan tidak pernah bertemu dengan nenek. Nenek orangnya sangat bangsawan dan mulutnya agak tajam meski lembut. Dari nenek Yoko mengetahui kalau ibunya adalah puteri satu-satunya keluarga yang kawin lari bersama ayahnya. Ternyata kata-kata ibu Yoko mengenai matahari itu adalah kata-kata sang nenek saat ibu Yoko masih kecil. Dan Yoko juga mengetahui kalau impian ibunya saat kecil adalah ingin menjadi guru. Disanalah Yoko akhirnya menetapkan niatnya kalau ia akan menjadi guru.
Ayahnya mendukung impian Yoko dan Yoko mulai mempersiapkan diri.

Nenek juga menceritakan sesuatu mengenai Shigeki. Saat itu Shigeki hanya mendengarkan dari luar jadi mereka tidak tahu kalau Shigeki mendengarkan. Karena Ibu Yoko adalah anak satu-satunya, keluarga pihak ibu menginginkan pewaris. Ibu Yoko melahirkan 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, jadi mereka pernah meminta Shigeki agar masuk ke keluarga mereka. Tapi Haruki memohon pada neneknya untuk tidak mengambil Shigeki, Haruki bahkan rela mati demi Shigeki dan hal itulah yang membuat keluarga neneknya menyerah. Shigeki yang mengetahui hal itu merasa bersalah pada kakaknya. Kelak Shigeki dan Haruki membicarakan hal itu dan tentu saja Haruki mengatakan pada Shigeki untuk tidak mengungkit itu. Taoi Shugeki berterima kasih pada kakaknya, karena ia bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga Sudo.

Yoko dalam persiapan untuk masuk ke sekolah keguruan, ia akan masuk ke sekolah di Matsumoto. Kakaknya Shigeki menyampaikan niatnya pada ayahnya untuk masuk ke sekolah angkatan udara dan ayahnya langsung setuju kalau itu memang keinginan Shigeki. Shigeki cukup kaget karena ia sendiri sulit mengatakan pasa ayahnya. Haruki sendiri menjalani pelatihannya sebagai dokter dengan lancar. Ikuko sejak dulu selalu mengatakan kalau ia akan pergi ke Tokyo akhirnya menemukan keberaniannya, ia kabur dari rumah dan menuju Tokyo sendirian.
Machiko sendiri yang sejak dulu menerima dengan tenang kalau suatu saat ia akan menikah dengan pilihan keluarganya, sejak perasaan pada Haruki tumbuh, ia jadi berfikir ulang dan bahkan kabur dari rumah karena tak ingin menikah. Ia bersembunyi di rumah Yoko, meski akhirnya ketahuan. Yoko dan Machiko mengurung diri di toilet untuk menghindari ayah Machiko. Saat Yoko bertanya apakah ini karena kakaknya, Machiko mengatakan kalau benar ia menyukai Haruki, tapi ia melakukan ini bukan karena Haruki, hanya saja ia tak ingin pernikahan yang diatur. Tapi pada akhirnya 2 gadis kalah oleh pengawal ayah Machiko dan mereka membawa paksa Machiko. Machiko pada akhirnya bertunangan dengan pria pilihan ayahnya.
Tapi kejadian itu membuat sebuah kenangan bagi Yoko dan Machiko, saat diseret oleh pengawal ayahnya, Machiko sempat membawa gagang toilet rumah keluarga Sudo dan setengahnya ada di tangan Yoko. Benda itu menjadi benda berharga bagi mereka berdua yang masih mereka simpan sampai tahun 2011.

Waktu berlalu, Yoko akhirnya masuk asrama untuk sekolah keguruannya dan ia menyelesaikan sekolah 2 tahun kemudian. Ia kembali ke Azumino dan menjadi guru di SD tempat ia bersekolah dulu. Tentu saja ia bertemu lagi dengan Natsuko sensei. Di hari pertamanya mengajar, Yoko tidak bisa menahan air matanya, karena impiannya tercapai, ia berdiri di hadapan para siswanya.
Tapi pada masa itu, guru wanita adalah pekerjaan yang cukup sulit. Selain mereka sering direndahkan oleh guru lainnya, mereka juga bertugas membuat kopi, membersihkan kantor, mengepel, menyiapkan futon untuk guru jaga malam, dan bahkan mencuci. Yoko adalah wanita biasa yang tidak bisa untuk tidak mengeluh mengenai hal itu, tapi ia melakukan pekerjaannya dengan baik. Setidaknya senyum para siswa adalah pengobat hatinya.

Yoko menjadi guru favorite bagi siswa-siswanya, Yoko selalu mengajar dengan baik dan senyuman, tapi tentu saja ia marah kalau ada yang salah. Ia juga diam-diam memberikan makanan pada siswa yang tidak bisa membawa bekal karena miskin. Kejadian lucu adalah saat tiba kunjungan guru ke rumah muridnya, mereka memberikan makanan (aku lupa namanya, semacam larva gitu). Yoko belum pernah memakannya tapi karena nggak sopan kalau ditolak, jadi ia makan juga dan mengatakan kalau ia menyukai itu. Lalu tersebar rumor mengenai makanan favorite Yoko sensei adalah larva dan setiap Yoko kunjungan pasti selalu disajikan larva HAAHHAHAHA, Yoko akhirnya jadi terbiasa. Salah satu siswi bernama Hana-chan bahkan menangis, karena keluarganya miskin, mereka tak bisa menyediakan makanan favorite Yoko sensei lol. Yoko tersentuh saat kunjungan ke rumah Hana, dimana ia hanya diberi sedikit gula dan ia makan sambil menahan air mata, Yoko sensei mengatakan kalau ia tak pernah melupakan rasa manis gula saat itu.

Setelah para siswa pertamanya lulus, Yoko mendapat siswa baru. Pada masa itu, perang sudah mulai mendekat ke Jepang jadi sistem pelajaran mulai berubah dimana lebih banyak diajarkan mengenai perang dan bela negara kali ya. Yoko tidak terlalu menyukai hal itu karena senyuman para siswa menghilang dan mereka malah mengajarkan bunuh membunuh. Kalau ditanya impian para siswa, para siswa banyak menjawab ingin menjadi tentara sementara para siswi mengatakan ingin menjadi perawat untuk merawat para pejuang yang terluka. Para guru juga harus menghafal gerakan perjuangan, Yoko kesulitan menghafalnya karena ia tak suka pelajaran itu dimana kalau ada yang salah maka guru akan memukul. Ia khawatir pada satu siswanya yang agak lambat menangkap pelajaran dan demi melindungi anak itu Yoko sampai ingsan karena dipukul. Tapi kemudian para siswanya sendirilah yang mengatasi masalah itu.

Ada juga kejadian pencuri bekal di kelas (kalau nggak salah sih ini para siswa pertama Yoko, harap maklum karena baru inget) dan Yoko merasa sedih. Ia tahu kalau makanan sedang sulit saat itu, tapi mencuri tetap lah salah. Ia menyuruh pelakunya untuk mengaku dan seorang anak bernama Keisuke mengaku kalau ia yang mencuri bekal itu. Tapi ternyata Keisuke melakukannya untuk melindungi pelaku sesungguhnya, Keiko yang ibunya sedang sakit. Keiko kemudian mengakui hal sesungguhnya pada Yoko. Keiko dan Keisuke ini nantinya adalah pasangan siswa Yoko sensei yang menikah.
Selain itu ada kasus pertengkaran dikelas dan salah seorang siswanya merusak ember. Yoko menghukumnya, menyuruhnya tidak boleh pulang sebelum memperbaikinya. Yoko melupakan itu sampai malam dia baru ingat dan kembali ke kelas, siswanya masih memperbaiki ember sampai menangis karena tak bisa memperbaikinya. Yoko meminta maaf pada anak itu.

Kembali ke para siswa kedua yang diajari Yoko, seorang anak baru dipindahkan dari Tokyo bernama Kyoko. Orang tua Kyoko sakit jadi tak bisa merawat anaknya, mereka mengirim Kyoko dan adiknya Chizuko ke Azumino, dirawat oleh saudara mereka. Kyoko tak pernah tersenyum, itu membuat Yoko khawatir. Kyoko diperbolehkan oleh Yoko membawa Chizuko ke kelas dan duduk bersama kakaknya. Kyoko sangat pandai menggambar dan karena itu ia jadi punya teman pada akhirnya. Setelah perang dunia II, orang tua Kyoko meninggal dunia, Kyoko dan Chizuko menginap di rumah Yoko. Kyoko benar-benar menunjukkan kalau dia adalah kakak yang kuat, ia tidak mau menangis di hadapan adiknya. Kyoko dan Chizuko kemudian kembali ke rumah pamannya di Tokyo dan meninggalkan Azumino. Tapi karena suatu masalah, nanti Kyoko akan kembali ke Azumino.

Oke, Sekarang saia akan menceritakan mengenai bagaimana Sudo Yoko berubah nama menjadi Maruyama Yoko.

Saat masih sekolah di sekolah gadis, Yoko pernah bernah bertemu dengan seorang wanita yang memandangi kebun soba di Azumino. Wanita itu sudah menyukai Yoko sejak awal. Mereka kemudian bertemu kembali di kedai permen Murakami, ternyata wanita itu dulu punya anak perempuan, kalau masih hidup maka akan seumuran Yoko. Anaknya dulu suka sekali permen dari kedai Murakami.
Saat Yoko sudah menjadi guru, mereka bertemu lagi. Takdir aneh mereka ini membuat wanita itu berfikir sesuatu, ia menanyakan apakah Yoko sudah menikah atau punya orang yang disukai. Karena Yoko mengatakan tidak, wanita itu bahagia. 

Wanita itu adalah Maruyama-san. Sejak awal ia sudah membuat keputusan untuk menjadikan Yoko sebagai menantunya. Ia berniat menjodohkan anak laki-lakinya dengan Yoko. Ia bahkan datang ke rumah Yoko untuk menyampaikan niat itu pada ayah Yoko. Ayah Yoko kaget juga sih, Yoko apalagi. Tapi Maruyama-san benar-benar menyukai Yoko. Ia mengatakan kalau puteranya mungkin akan dikirim kembali untuk berperang, meski ia tidak tahu kapan, ia ingin anaknya menikah sebelum itu. Ia juga tidak masalah Yoko terus bekerja setelah menikah, bahkan mengatakan kalau Yoko tidak boleh berhenti bekerja meski sudah menikah, karena ia menyukai wanita yang bekerja. Aku rasa Yoko cukup terkesan dengan hal itu. Setelah berfikir semalaman, akhirnya Yoko bersedia melakukan omiai/ pertemuan perjodohan. Meski terlihat kalem saat mengatakannya, sebenarnya Yoko cukup excited dengan hal ini, ia bahkan menceritakan pada Machiko dan mulai senyam senyum sendiri.

Dan begitulah, hari omiai tiba, Maruyama-san datang bersama suaminya dan anak laki-lakinya, Kazunari Maruyama (Kengo Kora). Yoko sudah terlihat menyukai Kazunari sejak awal. Omiai ini berjalan cukup lancar sampai Kazunari menanyakan mengenai pekerjaan Yoko. Jawaban Yoko membuat Kazunari membatalkan omiai itu, bukan berarti kalau ia tidak menyukai Yoko tapi karena menurutnya Yoko orangnya sangat baik, punya pandangan kedepan, intinya sih terlalu baik untuk orang sepertinya. Kazunari menerima omiai ini demi ibunya, ia pikir asalkan orang itu pilihan ibunya ia akan setuju karena ia sebentar lagi akan berangkat perang, jadi ia ingin meninggalkan teman bagi orang tuanya. Ia merasa niatnya tidak tulus untuk. orang sebaik Yoko jadi ia memutuskan membatalkan omiai itu.

Tak disangka, Yoko ternyata cukup terluka karena hal itu. Ia terus memikirkan tentang Kazunari dan jadi tidak konsentrasi. Kazunari ternyata juga memikirkan Yoko dan sengaja datang membawa makanan ke tempat Yoko dan para siswanya melakukan kerja bakti. Disana Yoko menyadari kalau ia sudah jatuh cinta pada Kazunari. Ayah Yoko menyadari perasaan puterinya itu dan sengaja mengajak Yoko jalan-jalan ke Matsumoto, ayahnya sih bilang pengen beli buku, tapi tujuan utamanya adalah singgah ke kedai Soba keluarga Maruyama. Disana Kazunari dan Yoko bertemu kembali. Ibu Kazunari sangat senang melihat Yoko dan minta maaf dengan kejadian waktu itu. Yoko sempat bertanya pada Kazunari kenapa ia tak bisa menjadi istri Kazunari dan Kazunari menjawab karena dalam 1 minggu ia akan berangkat ke medan perang, ia tidak bisa membuat Yoko menikah dengannya dan meninggalkannya tanpa tahu ia akan pulang atau tidak. Yoko tidak bisa menahan perasaannya dan mabuk. Saat mabuk itu lah ia mengatakan perasaan sebenarnya kalau ia ingin menikah dengan Kazunari, meskipun Kazunari pergi berperang ia tetap ingin menjadi istri Kazunari.

Mendengar perasaan Yoko, Kazunari dan orang tuanya sangat tersentuh. Malam itu Yoko dan ayahnya menginap di rumah keluarga Maruyama karena Yoko terlalu mabuk. Kazunari berfikir sepanjang malam dan ayahnya memberinya dorongan karena ia tahu Kazunari juga menyukai Yoko. Keesokan harinya, saat sarapan akhirnya Kazunari menyampaikan perasaan sebenarnya dan melamar Yoko dihadapan orang tua mereka. Yoko sangat bahagia.*GUE NANGISSSSSS HAHAHHAHA*

Setelah itu Yoko mengirim surat pada semua kenalannya mengatakan kalau ia akan menikah sehari sebelum Kazunari berangkat berperang. Kakaknya Haruki datang untuk menghadiri pernikahan Yoko, ia sangat terkejut Yoko akan menikah. Ia selalu mengatakan 'Yoko yang itu' membuat Yoko jadi kesal karena kakaknya masih menganggapnya anak-anak. (Itu ejekan sayang sih, seoralh-olah nggak percaya Yoko yang cengeng dan naif itu akan menjadi menantu keluarga lain gitu HAHAHHA).
Sedangkan Shigeki tidak datang karena saat itu Shigeki sudah dikirim ke medan perang.
Nenek Tokyo Yoko mengirim kimono untuk Yoko, kimono yang ia siapkan untuk pernikahan puterinya, ia ingin Yoko memakainya. Pada masa itu para rakyat dilarang mengenakan baju mewah jadi Yoko ragu mengenakan pakaian pengantin lengkap. Tapi ibu Kazunari menyuruh Yoko mengenakannya. Dan begitulah Yoko akhirnya menikah dengan Kazunari dan ia berubah nama menjadi Maruyama Yoko.

Yoko memulai kehidupannya di rumah keluarga Maruyama di Matsumoto. Malam setelah pernikahan ayah dan ibu sengaja menginap diluar untuk membiarkan mereka menikmati waktu berdua. Dan begitulah keesokan harinya Kazunari berangkat ke medan perang. Yoko tidak melihat kepergian suaminya karena Kazunari memaksa Yoko ke sekolah dan tidak mengambil libur.

Yoko sangat beruntung menjadi menantu keluarga Maruyama, mertuanya sangat baik padanya. Ibu mertuanya tidak membiarkan Yoko berhenti bekerja meski sudah menjadi menantunya, ia ingin Yoko tetap bekerja. Ia juga mengatakan akan menganggap Yoko sebagai anak sendiri, bukan menantu, jadi Yoko harus menganggapnya ibu sendiri, mengatakan segala hal padanya selayaknya curhat pada ibu kandung, dan ia juga akan melakukan tugas sebagai seorang ibu, dimana kalau Yoko salah ia tak akan segan memarahinya. Memikirkan bagaimana Yoko tumbuh tanpa seorang ibu membuat ibu Kazunari sedih, membayangkan bagaimana Yoko tumbuh diantara laki-laki dan tak bisa curhat pada keluarganya kalau ada apa-apa yang berhubungan dengan dirinya sebagai wanita. Karenanya ia akan memperlakukan Yoko sebaik mungkin.

Keluarga Maruyama membuka bisnis kedai soba, tapi karena kondisi tidak membaik, sulit mencari soba mereka menutupnya untuk sementara waktu. Selama masa perang itu, yang mencari uang adalah ayah yang bekerja di pabrik dan Yoko sebagai seorang guru.
Ayah dan ibu mertua Yoko sangatlah mesra, kadang membuat Yoko merindukan suaminya. Yoko juga menjadi kesayangan para tetangga, ada onee-san yang sering makan di rumah keluarga Maruyama karena ia tak mau makan sendiri.

Selama kepergian suaminya, banyak hal yang terjadi disekitar Yoko. Berita kematian tunangan Machiko membuat Yoko sangat sedih. Ayah Machiko juga stress karena hal itu dan menjadikan ayah Yoko sebagai teman curhat. Mereka menjadi teman baik sejak saat itu. Ikuko juga menghadapi masalah di Tokyo. Saat terjadi serangan udara di Tokyo, Machiko dan Yoko berangkat ke Tokyo untuk mencari Ikuko dan membawanya pulang. Dalam serangan itu, Ikuko menemukan cinta pertamanya, orang yang menyelamatkannya dan ia selalu menyimpan rasa cintanya itu dalam hatinya.
Yoko juga mendapat kabar kematian kakak Haruki yang membuatnya shock. Machiko yang bekerja sebagai tukang pos saat itu mengirimkan surat itu secara pribadi pada Yoko. Sebelum kakaknya berangkat ke medan perang, Haruki sempat menemui Yoko dan menitipkan surat untuk Machiko, ia ingin Yoko memberikannya pada Machiko kalau ia tidak kembali dengan selamat.

Singkat cerita, perang dunia II berakhir. Satu per satu pemuda yang dikirim ke medan perang kembali. Takeo adalah yang pertama kembali, orang clumsy sepertinya kembali dengan selamat dan langsung menemui Yoko sebelum menemui keluarganya. Ia sudah berjanji pada diri sendiri kalau ia selamat ia akan melamar Yoko. Dan begitulah ia menemui Yoko di sekolah dan melamarnya, tanpa tahu Yoko sudah menikah. Takeo seperti kehilangan jiwa setelah mengetahui hal itu, ia bahkan hanya tiduran di rumah selama satu minggu karena patah hati. Setelah luka hatinya sembuh, ia memberikan hadiah pernikahan pada Yoko, sayur-sayuran dari kebun mereka. Kelak Takeo menemjkan belahan jiwanya dan mempunyai banyak anak. Ia tetap tinggal di Azumino selama hidupnya dan masih berteman baik dengan Yoko, bahkan muncul di tahun 2011. Takeo adalah favorite Fusako-chan dan aku hehehehehehe.

Shigeki juga kembali dengan selamat dari medan perang. Ia sangat shock saat mengetahui Haruki meninggal dunia. Padahal dirinya lah yang melakukan perpisahan sebelum berangkat berperang. Menurutnya dia-lah yang seharusnya mati. Tentu saja ayah memarahinya karena mengatakan hal itu. Shigeki kehilangan jiwanya setelah kembali dari perang, ia membakar semua miniatur pesawatnya dan buku tentang penerbangan. Ia menghabiskan waktu merenung dan membuat ayah dan Yoko khawatir. Setelah baikan ia mulai bekerja di kebun Takeo dan melakukan pekerjaan lainnya. Ia kemudian menemukan impian keduanya bahwa ia ingin mencoba menjadi dokter, melanjutkan impian kakaknya yang mengatakan ia ingin membuka klinik di Azumino, menjadikan rumah mereka sebagai klinik.
Demi impian itu, Shigeki belajar dengan serius. Tapi ia kesulitan karena masuk sekolah kedokteran tidaklah mudah. Ia gagal berkali-kali, tapi ia tidak menyerah. Shigeki juga menemukan belahan jiwanya, Ikuko. Hal itu terjadi begitu saja, dari ejek mengejek sampai Ikuko nyaman menghabiskan waktu dirumah keluarga Sudo. Meski mereka tak pernah menyatakan cinta dan sering bertengkar kalau bertemu, tapi mereka menyadari perasaan masing-masing. Mereka berjanji untuk menikah nanti setelah impian mereka tercapai.

Kazunari juga kembali dari medan perang dan pertemuannya dan Yoko termasuk cukup lucu dimana saling kagetnya Yoko terduduk dan sakit pinggang. Semuanya bahagia Kazunari kembali, tapi Kazunari sendiri tidak terlihat bahagia. Ia masoh trauma dan bermimpi buruk. Cukup lama baginya untuk keluar dari rasa ketakutan itu. Ia juga curhat bersama Shigeki mengenai banyak hal. Tapi tentu saja kehidupan rumah tangga Kazunari dan Yoko makin mesra setelah Kazunari kembali. Mereka sering ketangkao basah flirting oleh tetangga, ayah dan ibu hehehehehe.
Karena kedai soba mereka belum bisa buka, ayah dan Kazunari menghabiskan waktu bekerja di pabrik. Kazunari sedikit demi sedikit kembali ke dirinya yang biasanya.

Tak lama setelah itu, Yoko hamil. Seluruh keluarga sangat bahagia. Yoko langsung mengirim surat pada saudara jauhnya dan semuanya bersyukur. Yoko masih terus mengajar meski dalam keadaan hamil. Saat ia hamil, ia mendengar kabar kematian kakeknya dan mengkhawatirkan neneknya. Ia meminta izin pada ibu mertuanya agar membiarkan nenek tinggal bersama mereka. Awalnya nenek tentu saja menolak, tapi akhirnya nenek bersedia tinggal disana hanya sampai Yoko melahirkan.
Yoko kemudian melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Hinako. Dan dimulailah kehidupan Yoko yang bekerja + merawat anak.

Hinako masih bayi jadi butuh asi. Kazunari yang berkorban di waktu jam makan siangnya menjemput Hinako di rumah dan membawa Hinako ke sekolah, kemudian ke rumah lagi dan kembali ke pabrik. Yoko merasa tidak enak karena hal itu, takut suaminya merasa itu merepotkan dan malu melakukan pekerjaan seperti itu. Karena hal itu juga terjadi pertengkaran pertama pasangan suami istri itu. Untuk pertama kalinya Kazunari marah pada Yoko.
Hinako juga sempat dititipkan di kedai permen Murakami karena Kazunari sakit. Keluarga Murakami sangat senang karena mereka tak punya anak jadi menggendong bayi sangat membahagiakan bagi mereka. Murakami adalah nenek Azumino-nya Hinako.
Pada masa itu, wanita yang bekerja ada diposisi sulit karena mereka yang selamat perang sudah kembali dan butuh pekerjaan, banyak pekerja wanita yang diberhentikan termasuk Machiko. Yoko masih tetap bertahan sampai Hinako lahir. Tapi kemudian ia mulai ragu saat kepala sekolah memintanya berhenti karena mereka harus memecat salah satu guru wanita, antara dia dan Natsuko sensei. Kepala sekolah sengaja memberi tahu Yoko terlebih dahulu, karena Yoko yang paling muda. Selain itu saat Yoko sekolah keguruan, materi yang diberikan padanya berbeda dengan kurikulum baru sekarang.
Awalnya Yoko tetap bertahan tapi setelah kepala sekolah bertanya siapa yang Yoko utamakan anaknya atau siswa, Yoko tak bisa menjawab.
Saat itulah Hinako sakit pneumonia dan divonis akan meninggal dunia karena demamnya sangat tinggi. Yoko sangat sedih dan mereka sempat mengambil foto bersama Hinako karena mungkin itu akan menjadi foto pertama dan terakhir keluarga mereka. Untungnya Hinako sembuh dan Yoko menemukan jawaban kalau ia tak bisa mendahulukan yang lain selain anaknya. Ia akhirnya berhenti menjadi guru saat kelulusan para siswanya dimana selama ia menjadi guru ia hanya mempunyai 48 siswa.

Setelah berhenti menjadi guru, Yoko harus tetap bekerja untuk biaya keluarga. Jadi ia masuk ke perusahaan yang memperbolehkan membawa bayi, ia bekerja sebagai akuntan. Pekerjaan itu tidaklah sulit tapi kadang ia merasa tak enak karena kalau Hinako menangis itu akan menganggu yang lain. Ia tak sekali dua kali mendapatkan tatapan tajam mereka. Sampai suatu hari ia benar-benar dimarahi dan Yoko tak bisa melawan, tapi salah satu rekan kerjanya yang kelihatan paling kejam justru memihaknya karena meski sibuk dengan pekerjaan dan anaknya, Yoko tak pernah salah menghitung. Yoko terharu karena ia dikelilingi oleh orang-orang baik. Rekan kerjanya itu ternyata juag menikah sehari sebelum suaminya berangkat perang, tapi suaminya tidak kembali.

Waktu berlalu, keadaan sudah semakin membaik. Kedai Maruyama kembali buka meski mereka belum bisa menyajikan soba. Kazunari menemukan banyak ide apa saja yang bisa mereka jual di kedai. Setelah keadaan mulai membaik, ayah dan ibu menyampaikan keinginan mereka agar Kazunari dan Yoko berhenti bekerja di luar dan mulai membantu di kedai. Bukan karena mereka repot, tapi karena ayah dan ibu merasa kesepian. Yoko dan Kazunari mengerti.
Dan begitulah, Yoko dan Kazunari mulai membantu usaha ayah dan ibu.

Meski sudah tidak menjadi guru lagi, Yoko tetaplah Yoko sensei. Yoko bertemu kembali dengan para siswa lamanya yang sekarang sudah bekerja. Keiko dan Hana. Keiko adalah yang pertama dimana ia dan Yoko sering saling mengirim surat. Keiko ingin belajar lagi jadi Yoko memberikan waktu untuk mengajar saat malam. Kemudian Keiko mengajak Hana-chan (Tsuchiya Tao) bersamanya. Siswa Yoko kemudian bertambah dengan kehadiran Murakami-san yang juga ingin belajar + kangen Hinako.
Yoko yang berhenti dari perusahaan memperkenalkan Keiko sebagai penggantinya dan setelah Keiko lulus tes, ia diterima. Hana sendiri bekerja di pabrik sepeda dan ia sangat menyukai pekerjaanya. Nantinya Keisuke akan bergabung bersama mereka untuk belajar.
Kyoko-chan juga kembali dari Tokyo, awalnya ia mengatakan hanya menginap sementara karena kangen Yoko, tapi setelah Yoko menyelidikinya, Yoko mengetahui kalau Kyoko tidak punya siapa-siapa lagi, adiknya Chizuko di adopsi dan dibawa ke Amerika sementara ia diadopsi oleh keluarga lain dan hidupnya sangat sulit. Yoko meminta izin pada suaminya, ayah dan ibu untuk membiarkan Kyoko tinggal bersama mereka dan mereka setuju. Begitulah Kyoko menjadi bagian dari keluarga Maruyama. Kyoko sangat dekat dengan Hinako.

Waktu berlalu dengan cepat, Hinako sudah berusia 5 tahun dan menjadi gadis kecil yang manis. Ia juga bekerja di kedai menyapa para pelanggan. Para pelanggan menyukainya. Mereka masih tidak bisa menyajikan soba karena tidak menemukan pemasoknya. Ayah selalu berusaha mencarinya tapi tidak menemukannya. Kadang menemukan sedikit demi sedikit dan Kazunari mengatakan kalau mereka harus menyimpannya dan tidak menggunakannya. Samoai akhirnya pasokan mereka sudah banyak dan mereka bisa menyajikan soba lagi. Ayah benar-benar sangat suka membuat soba. Yoko juga belajar membuatnya meskipun buatannya belum bisa disajikan.
Ada juga cerita dimana Kawahara kembali ke Jepang dan bertemu dengan Yoko. Tapi keadaan Kawahara sangat memprihatinkan. Kawahara kemudian mengetahui kematian Haruki dan mengunjungi rumah keluarga Sudo. Kawahara mengatakan kalau istrinya meninggal di Manchuria dan ia menyalahkan dirinya sendiri karena membunuhnya, ia berharap dunia batu terbuka saat mereka ke Manchuria, ternyata keadaan disana lebih parah dari Jepang. Tapi Yoko tidak setuju saat Kawahara mengatakan istrinya menderita, karwna Yoko ingat bagaimana bahagianya istrinya saat Kawahara melamarnya.

Suatu hari terjadi hal yang tak terduga, kebakaran besar di Matsumoto. Keluarga Maruyama selamat tapi tempat tinggal mereka rata dengan tanah. Keluarga Maruyama pindah ke Azumino. Yang paling shock karena kebakaran itu adalah ibu Kazunari karena itu adalah tempat ia lahir dan dibesarkan. Keluarga Maruyama mencoba bangkit kembali dan menjadikan kemalanhan itu sebagai batu loncatan untuk kehidupan baru mereka. Keluarga Maruyama pernah piknik bersama dan ibu mengatakan kalau suatu hari nanti ia ingin pindah dari Matsumoto dan memulai sesuatu yang baru di tempat lain. Ayah mengatakan ingin punya kebun soba sendiri dan Yoko mengatakan ia ingin membuat suatu tempat dimana orang merasa nyaman dan tempat orang-orang untuk berkumpul.
Sepulang dari sana mereka melihat sebuah tumah modern yang mirip dengan sebuah gambar di buku Hinako dan gambar di sampul buku yang diberikan Yoko pada istri Kawamura sebelum mereka berangkat ke Manchuria.

Ayah dan ibu membicarakan mengenai apa yang harus mereka lakukan selanjutnya pada Yoko dan Kazunari. Ayah dan ibu menyerahkannya pada Yoko dan Kazunari untuk memikirkannya, mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan, tidak harus membuka ulang kedai soba. Dan saat itulah Yoko dan Kazunari menemukan ide untuk mengabulkan semua keinginan yang mereka katakan saat piknik dulu. Memulai usaha di temoat baru, punya kebun soba sendiri dan tempat berkumpul. Yoko menyukai ide itu dan menyarankan mereka menggunakan rumah gaya barat yang mereka lihat waktu itu, karena ia merasa ia seolah ditakdirkan menemukan rumah itu.
Setelah dibicarakan dengan semua anggota keluarga, mereka setuju untuk kembali membuka kedai soba.

Takeo membantu keluarga Maruyama mengurus perizinan mengenai rumah itu dan ternyata pemilik rumah itu adalah Yuki-chan, teman SD Yoko dulu. Yuki kini sudah sukses, berkat Yoko yang mengiriminya materi pelajaran, ia terus belajar dan belajar, ia bahkan dipuji oleh manajernya dan berhasil membuka usaha sendiri. Ia sekarang sedang membuka supermarket di Azumino. Ia bersedia memberikan rumah itu pada keluarga Maruyama, sebagai gantinya ia menjadi pemilik tanah keluarga Maruyama di Matsumoto. Yuki kelak akan menjadi salah satu kandidat wakil daerah disana (Gubernur ato Bupatinya gitu 😅) dan menjadi saingan ayah Machiko yang juga mencalonkan diri 😅

Pada akhirnya keluarga Maruyama membuka kedai soba di Azumino. Tempatnya sangat indah, ditepi sungai, memang agak jauh dari pemukiman penduduk, karena harus melewati ladang soba, dimana ladang itu milik keluarga Maruyama. Mereka tidak ingin menamakan kedai itu sama dengan sebelumnya jadi mereka bingung menamainya. Mereka akhirnya meminta saran dari nenek di Tokyo dan kedai soba mereka diberi nama 'Hyakubyakka'.
Awal membuka bisnis, kedai mereka tidak ramai, hanya satu per satu penduduk yang datang. Tapi lama kelamaan, karena soba disana enak, jadi lumayan banyak yang datang. 

Yoko menghabiskan waktunya di kedai saat siang dan saat malam ia mengajar para siswanya, meski cuma beberapa kali seminggu. Ia juga menghabiskan waktu luang dengan belajar membuat soba dan les membuat pakaian (ia sudah ikut les sejak masih di Matsumoto, gurunya saat masih sekolah dulu adalah guru mereka).
Dan begitulah waktu berlalu, usaha mereka lumayan lancar. tempat itu menjadi tempat berkumpul para sahabat, murid dan keluarga. Impian kedua Yoko yang tercapai.
Hyakubyakka masih berdiri sampai 2011 dimana Yoko masih sehat untuk melayani pembeli. 

Ada beberapa kisah lainnya disekitar Yoko setelah mereka membuka Hyakubyakka. Salah satunya adalah Ikuko yang kembali ke Tokyo dan sukses bekerja disana tapi karena sebuah kejadian ia ditangkap polisi. Yoko ke Tokyo untuk membantunya bersama neneknya. Dulu nenek Yoko pernah mengatakan kalau ia akan mengabulkan 1 permintaan Yoko, apapun itu. Dan Yoko menggunakan itu untuk membantu membebaskan Ikuko. Ikuko kemudian kembali ke Azumino dan menjalani kehidupan disana lagi. Tapi impiannya tetaplah Tokyo, jadi ia tetap berangkat setelah ditawari menjadi penyiar radio.

Machiko sendiri menemukan belahan jiwanya di temoat kerja. Ia menikah dengan pria itu tanpa pesta dan keluar dari rumah. Ia memulai hidup baru bersama suaminya tanpa apa-apa. Ayahnya sangat sedih karena Machiko sama sekali tidak mau dibantu. Machiko dan suaminya punya impian membuat perusahaan sendiri dan mereka berhasil. Machiko melahirkan seorang putera yang sangat tampan dan sangat disayangi kakeknya.

Ayah Yoko sempat sakit dan nyawanya hampir tidak tertolong. Yoko menyadari kalau selama ini ayahnya kesepian, setelah kehilangan ibu mereka ayahnya tidak pernah menunjukkan wajah sedih. Saat melihat sebuah movie yang tayang dan artisnya mirip ibu mereka, ayah Yoko selalu menonton disana setiap hari dan sampai suatu hari dia pingsan. Yoko sangat shock dan sanhat sedih. Tapi ayah akhirnya kembali sadar karena ia belum bisa meninggalkan 2 anaknya yang menurutnya masih belum dewasa. Hal itu juga memotivasi Shigeki untuk belajar lebih giat, ia tidak menyerah akan impiannya menjadi dokter. Kelak ia akan masuk ke universitas yang sama dengan Hinako-chan dan menikah dengan Ikuko.

Keiko dan Keisuke, murid Yoko mengumumkan pernikahan mereka pada Yoko. Mereka tidak ingin ada pesta, tapi Yoko tetap ingin melakukan sesuatu. Hana membantunya untuk menemukan sesuatu yang bisa mereka lakukan dan semua teman SD mereka berkumpul saat perayaan pernikahan Keisuke dan Keiko.

Kyoko sendiri menghadapi masalah dimana ia merasa menjadi beban keluarga Maruyama karena ia tinggal dengan mereka. Ia bahkan dibiayai masuk sekolah seni. Karena itu ia ingin mencari uang sendiri dan membuka usaha ilegal membuatnya ditangkap polisi. Setelah ia dikeluarkan, Yoko menasehatinya untuk tidak merasa terbebani karena ia menganggap Kyoko anak kandungnya sendiri. Tapi jika Kyoko tetap mau membayar padanya, maka Kyoko bisa bekerja dan separuh gajinya diberikan padanya.

Sementara itu masalah yang kurang penting menurut aku adalah mengenai Kazunari. Memang sih sejak awal Kazunari ini terlalu baik dan belum pernah melakukan kesalahan. Jadi ceritanya Kazunari menerima surat dari teman seperjuangannya saat perang dulu. Temannya sakit parah dan Kazunari datang menjenguknya.Tapi Kazunari tidak kembali, bahkan surat yang dikirimpun semakin sedikit. Tentu saja Yoko merasa resah dan gelisah. Ibu juga menyadari hal itu dan tak bisa melakukan apapun. Sampai suatu hari Yoko tak tahan lagi dan ia mengatakan akan pergi ke tempat suaminya. Ibu meminta maaf pada Yoko karena tindakan anaknya. Dan begitulah Yoko ke tempat teman Kazunari dan menemukan suaminya ternyata membantu bisnis temannya membuat keramik karena ada pesanan yang harus diselesaikan. Yoko melampiaskan kemarahannya pada Kazunari disana. Ia pikir Kazunari akan meninggalkan mereka dan ia sudah bersiap akan kemungkinan terburuk. Pada akhirnya Yoko pulang sendirian setelah masalah selesai dan Kazunari belum pulang juga setelah 1 bulan berlalu. Ia kembali ke rumah saat perayaan pernikahan Keiko-Keisuke.

Ada juga adegan yang menurut aku hanya untuk memperpanjang episode, yaitu tangan Hinako yang tersiram air panas. Yoko merasa bersalah dan ingin membakar tangannya sendiri. Tentu saja ia dimarahi oleh Kazunari. Menurutku sih adegannya nggak teellau penting 😅

Dan begitulah wakti berlalu lagi, Hinako sudah akan masuk ke Sekolah Dasar. Di hari pertama ia akan masuk SD, semua keluarga berkumpul di Hyakubyakka. Ada nenek Azumino yang membelikan Hinako tas sekolah dan nenek Tokyo yang memberikannya seragam. Ibu Kazunari kehilangan adik Kazunari sebelum sempat menghadiri upacara masuk sekolah, jadi Yoko bertanya apakah ibu ingin ikut. Ibu tentu saja menolak, ia ingin Yoko dan Kazunari yang pergi dan ia akan mengantarkan sampai depan pintu rumah sebagai nenek. Dan drama ini berakhir saat para keluarga dan sahabat mengantar keberangkatan Yoko, Kazunari dan Hinako ke upacara masuk sekolah. Lebih tepatnya drama ini berakhir saat Yoko membuka kedainya, menatap matahari pagi, dan usianya sama dengan usia ibunya saat meninggal.

Waaa, panjang banged ya?
Sepertinya aku menulis hampir semuanya HAHAHAHAHAHA, meski masih banyak yang tidak aku ceritakan sih LOL.

Aku sangaaaaaaaaat menyukai drama ini. Suer, ini asadora terbaik yang pernah aku tonton, kisahnya menghangatkan hati, kisahnya dipadu dengan baik, penyampaiannya sangat bagus, kita nggak bosan menontonnya, plot twist-nya oke pokoknya hampir perfect. Tentu saja karena rasa ketidakpuasan HAAHHAHAHAHA. Aku cuma terganggu sama beberapa episode terakhir sih, selebihnya ini drama udah WAH banged!

Inoue Mao manis bangeeeed!
Dia sangat cocok dengan peran Sudo / Maruyama Yoko. Dia memang selalu ceria, tapi dia juga banyak. menangis. Dia selalu baik pada orang lain, karena itu dia dikelilingi oleh orang-orang baik. Ia menikah ke keluarga yang tepat dimana ia tidak harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga seumur hidupnya, mungkin itu balasan karena Yoko menghabiskan masa kecilnya dengan melakukan pekerjaan rumah tangga. Aku suka sekali yang jatuh cinta duluan pada Yoko adalah mertuanya, bukan suaminya hehehehhehe. Mertuanya bahkan mengatakan Yoko boleh tetap bekerja setelah menikah dengan Kazunari, biasanya kan zaman dulu mertua pengen menantu dirumah aja ngurus rumah. Jadi menurut aku ibunya Kazunari itu jjang banged!

Selain itu ayah mertua Kazunari juga sangat baik padanya. Suami Yoko juga baik banged, suka tersenyum tapi kalau marah serem juga. Sama seperti Yoko, kalau marah suaminya takut. Ada adegan saat keluarga Maruyama masih tinggal di Matsumoto, para wanita ikut kes menjahit di rumah kekuarga Maruyama termasuk istri Takeo dan Machiko. Para suami menceritakan mengenai istri mereka yang marah sangat menyeramkan hehehehehe. Aku suka suami Machiko saat menceritakan kalau Machiko marah Machiko akan mengunakan bahasa formal dan menurutnya itu menyeramkan LOL.

Kisah kehidupan Yoko ini sangat menarik mungkin karena kita bertemu dengan mereka kembali di tahun 2011 dimana kisahnya dimulai, jadi drama ini adalah sebuah flashback. Tapi menurut aku pemeran Yoko 2011 itu terlalu kalem, mengingat Yoko sendiri orangnya berapi-api. Mungkin karena 2011 dia sudah menjadi nenek ya. Yoko sepertinya hidup sendiri di Hyakubyakka. Suaminya banyak menghabiskan waktu di tempat pembuatan keramik, suaminya sejak saat itu jadi suka keramik. Sementara Hinako menemukan belahan jiwanya di Tokyo. Kyoko-chan masih tinggal disekitar sana dan sering main ke Hyakubyakka. Takeo tentu saja masih sering berbagi sayuran dengan Yoko. Shigeki berhasil membuka klinik Sudo di rumah lama keluarga Sudo. Sayangnya kita tak bisa melihat wajah tuanya. Yang versi tua yang bisa kita lihat hanya Yoko, Takeo, Hana/Keiko (aku lupa siapa yang muncul itu), Ikuko dan Machiko. The Blank Paper Alliance masih bersama sampai mereka tua dan bahkan bercanda mengenai kematian siapa yang akan meninggal duluan.

Ada beberapa trivia yang menarik bagi aku mengenai drama ini dan bagaimana para castnya setelah drama ini berakhir.
  • Kengo Kora dan Nagayama Kento reuni lagi di asadora, yaitu Beppinsan. Kalau di Ohisama Kento menjadi kakak ipar, di Beppin-san menjadi suami dua tokoh utama. Mereka menikahi keluarga yang sama. Menarik sih hehehheheh
  • Kengo Kora dan Inoue Mao di cast kembali oleh NHK, mereka membintangi taiga drama Hanamoyu. Inoue Mao cukup beruntung karena ia berhasil menjadi artis wanita pertama yang membintangi 2 drama besar di Jepang, asadora dan taiga drama. Kalau di Ohisama mereka menjadi pasangan suami istri, maka di Hanamoyu mereka menjadi sahabat HAHAHHAHA.
  • Kengo Kora dan Ayumi Ito setelah drama ini reuni 2 kali, di Solanin dan A Story of Yonosuke. Di Ohisama scebe mereka berdua sedikit sih hehehhehhe.
  • Hikari Mizushima dan Nagayama Kento jadi pasangan di drama ini, mereka bermain lagi di movie yang akan rilis tahun ini dan ternyata di dunia nyata mereka pacaran.
  • Aku kaget banged pas tahu Nakagawa Taishi main di drama ini. Aku nggak cek dan ricek dulu sih, jadi pas nonton aku sampe kucek mata untuk memastikan aku nggak salah lihat HAHHAHAHAHAHA. Soalnya di subtitlenya nama dia salah, lol. Aku juga kaget saat tau Tsuchiya Tao main disini. Perjalanan Tao jadi heroine asadora ternyata cukup panjang, selbelum menjadi heroine di Mare, dia sudah berada diasadora Ohisama dan Hanako to Anne sebelumnya :)
  • Seperti yang aku katakan diatas, ini adalah asadora pertama dimana heroine-nya tidak dipilih melalui audisi dan dia adalah Inoue Mao.
  • Yagi Yuki, pemeran Sudo Yoko kecil, di cast lagi oleh Yoshikazu Okada dalam asadora Hiyokko :) Yang nonton Hiyokko bisa nebak nggak, dia jadi siapa? Hehehhehehe
  • Apa lagi ya? LOL. Pengetahuan asadora aku nggak terlalu banyak jadi cukup sampai disini saja.

Ohisama / The Sun sebagaimana judulnya memberi kehangatan pada kita saat menontonnya. Aku sangat merekomendasikan asadora ini bagi yang belum pernah menontonnya. Dari semua asadora yang aku tonton menurut aku ini yang paling bagus, meskipun yang lain juga bagus dan punya kelebihan masing-masing.

Yoko tumbuh dengan penuh cinta dan memberikan banyak cinta pada orang lain jadi ia dikelilingi oleh banyak orang baik. Kedua kakaknya sangatlah menyayanginya. Kalau kita lihat sekilas, Yoko ini anak manja, dia mudah menangis karena hal-hal kecil, tapi dia juga termasuk orang yang kuat.
Impiannya adalah menjadi guru, meski ia hanya bisa menjadi guru selama beberapa tahun, tapi panggilan sensei selalu ada dibelakang namanya sampai ia tua. Ia suka belajar dan tidak pernah berhenti belajar dan tidak pernah berhenti mengajari. Impian keduanya tercapai setelah kesulitan dalam keluarga dimana ia ingin membangun sebuah tempat untuk berkumpul bersama-sama. Harapan ibunya pada akhirnya terkabul karena Yoko menjadi matahari bagi orang-orang disekitarnya. Sejak kecil Yoko dipanggil dengan Yoko sang matahari dan ia menjadikan dirinya matahari bagi orang disekitarnya.

"Young Ladies, Enjoy Your Lives" adalah moto Blank Paper Alliance. Jadi para kaum muda, nikmatilah hidupmu!

 Skor:

Story: 5/5
Acting: 5/5
Cinematography: 4/5
Music: 4/5
Opening: 5/5
Ending: 4/5 

RECOMMENDED!

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts