Tuesday, 21 November 2017

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 4-2


=============================================================

Sinopsis To Our Pure Little Beauty Episode 4 Part 2

Lu Yang menemui para gadis yang dulu pernah ia kirimi surat cinta, ia menemui mereka satu per satu untuk memohon mengikuti lomba lari gawang. Awwwww. Ia ingin mereka menggantikan Jing Jing dan memenangkan hadiahnya, Lu Yang benar-benar ingin Jing Jing mendapatkan ham itu.
Tapi tentu saja semua orang berkerut melihat Lu Yang, mereka bahkan tidak mengenalnya.
Lu Yang kemudian menunggu seseorang ditangga, begitu Jiang Chen datang, ia menuntun Jiang Chen dengan hati-hati untuk melewati tangga dan Jiang Chen sudah menebak kalau Lu Yang membutuhkan sesuatu darinya.
Lu Yang senang karena Jiang Chen tahu dirinya dengan baik. Ia kemudian mengatakan ia ingin meminta sesuatu dari Jiang Chen. Ia bahkan memegang tangan Jiang Chen dan meyakinkan Jiang Chen untuk membantunya. Jiang Chen curiga, ia menolak dan menarik tangannya. Lu Yang kesal karena Jiang Chen tidak pernah memperlakukannya seperti teman.
Jiang Chen terdiam. LU Yang kembali memegang tangan Jiang Chen untuk meminta tolong.

Xiao Xi yang akan turun tangga melihat keduanya, ia diam-diam mendengarkan mereka.
Lu Yang mengatakan Jing Jing melukai kakinya dan tidak bisa ikut bertanding. Jing Jing sangat jarang bisa bertemu dengan ayahnya dan ayahnya akan datang, karena itu JIng ingin memenangkan pertandingan, karena ingin memberikan jam pada ayahnya. Lu Yang mengatakan JIng Jing adalah anak yang baik, sebagai teman bukankah mereka harus membantunya?
Jiang Chen bertanya, kau tidak berfikir untuk memohon aku ikut bertanding dalam perlombaan itu kan?
Lu Yang tertawa, kau sangat lucu, kan kita punya Xiao Xi. Aku ingin kau meyakinkan Xiao Xi untuk melakukan sesuatu demi Jing Jing. Dia selalu mengikuti apa yang kau katakan.
Jiang Chen mengatakan tapi Xiao Xi punya alasan sendiri untuk ikut dalam pertandingan itu.
Lu Yang juga tahu akan hal itu dan memutuskan untuk mencari cara lain saja.

Jiang Chen terdiam dan naik menuju kelas. Ia berselisih dengan Xiao Xi yang sedang turun dan bertanya pada Jiang Chen apakah Jiang Chen pikir ia harus membantu Lu Yang?
Jiang Chen menjawab, jangan terlalu memikirkan hal itu, otakmu tidak akan sanggup menghadapinya.
HHAAAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAH. Jiang Chen meninggalkan Xiao Xi. Xiao Xi udah terbiasa dengan kata-kata kejam Jiang Chen, jadi ia nggak terlalu kepikiran. Tapi ia tetap memikirkan permintaan Lu Yang tadi.

Xiao Xi, Jing Jing, Bo Song dan Lu Yang sedang makan cemilan di kelas. Xiao Xi bertanya apakah kaki Jing Jing masih sakit. Jing Jing mengatakan ia bisa berlari dan melompat, hanya saja dokter tidak mengizinkannya ikut bertanding.
Bo Song mengatakan dokter Lee itu orang yang bisa dipercayai dan sebagai teman ia meminta Jing Jing jangan memaksakan diri, agar cepat sembuh.
Jiang Chen masuk ke kelas dan Xiao Xi ingin menyapanya, tapi Lu Yang menahan tangan Xiao Xi, ia mengatakan kalau ia sedang marah pada Jiang Chen.
Xiao Xi mengerutkan keningnya mengatakan kalau Lu Yang terlalu sensitif. Lu Yang meminta Xiao Xi diam, karena ia juga sedang marah pada Xiao Xi.
Bo Song yang mendengarnya protes, bagaimana kau bisa bicara seperti itu pada bos-ku?
Jing Jing membenarkan. Mereka bertanya kenapa Lu Yang marah pada Jiang Chen.
Lu Yang dan Xiao Xi saling pandang  dan akhirnya Lu Yang mengatakan kalau anak-anak bilang Jiang Chen lebih tampan darinya.
Bo Song dan Jing Jing bingung, masa hanya karena itu Lu Yang marah, mereka kemudian tertawa.

Xiao Xi menunggu Jiang Chen di parkiran sepeda dan Jiang Chen bertanya kenapa Xiao Xi tidak latihan hari ini?
Xiao Xi mengatakan kalau ia tidak melakukannya dengan baik dan ingin bertanya beberapa hal pada Jiang Chen.
Jiang Chen tidak mengerti kenapa Xiao Xi bersemangat sekali tentang pertandingan ini dan Xiao Xi mengatakan itu rahasia.
Jiang Chen sepertinya agak kesal dan menyuruh Xiao Xi turun dari sepedanya karena ia mau pulang. Xiao Xi cemberut dan meminta Jiang Chen mengajarinya, tapi Jiang Chen menolak.
Jing Jing kemudian datang dna bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Xiao Xi mengatakan kalau Jiang Chen tidak mau mengajarinya lari gawang.
Jing JIng mengatakan ia akan mengajarkan Xiao Xi dan Xiao Xi senang mendengarnya, tapi ternyata itu hanya alasan Jing Jing saja supaya Xiao Xi pergi dari sepedanya, karena Xiao Xi duduk di sepedanya.
Setelah Xiao Xi bangun, Jing Jing malah kabur dengan sepedanya, Jiang Chen juga. HAHHAHAHAHAHA.

Dalam perjalanan pulang, Jing Jing menyusul Jiang Chen untuk memintanya membantu Xiao Xi latihan.
Ia mengatakan sebenarnya Xiao Xi sangat bersemangat latihan itu untuk memenangkan jam hadiah pertandingan, untuk hadiah ulang tahun Jiang Chen.
Jiang Chen terkejut mendengarnya. Tapi ia kemudian meninggalkan Jing Jing tanpa mengatakan apapun.

Keesokan harinya, Jing Jing, Lu Yang dan Bo Song menemani Xiao Xi latihan. Xiao Xi sibuk pemanasan dan Jing Jing sangat khawatir karena pemanasan saja Xiao Xi sudah salah melakukannya.
Jing Jing meminta Bo Song mengajarinya dan Bo Song mengatakan kalau ia sudah mengajari Xiao Xi (Mungkin Xiao Xi nggak ngerti2 kali ya HAHHAAHHA).
Lu Yang berdiri akan mengajari Xiao Xi tapi Jing Jing menghentikannya. Lu Yang masih kesal pada Xiao Xi dan mengatakan lagian Xiao Xi tidak akan memenangkan pertandingan.
Bo Song kesal mendengarnya, kau ini minta dipukul ya?


Xiao Xi bersiap untuk berlari dan seseorang datang menghalanginya, ia pikir itu adalah Bo Song, jadi ia menyuruh Bo Song jangan menghalanginya. Bo Song masih ada bersama JIng dan Lu Yang di luar jalur lari dan bingung.
Orang itu mengatakan kuda-kuda Xiao Xi salah, ulangi lagi. Xiao Xi mengenal suara itu dan mendongak untuk melihatnya. Tentu saja itu adalah Jiang Chen yang akhirnya datang mengajari Xiao Xi latihan.
Xiao Xi senang banged, dia langsung tersenyum. Bo SOng shock karena Jiang Chen mau datang latihan, padahal selama ini selalu menolak.

Xiao Xi dan Jiang Chen memulai latihan mereka, latihan pertama adalah berlari. Keduanya berlari keliling lapangan dan Jiang Chen menjelaskan bagaimana cara berlari melompati gawang, lebih baik berlari lebih lambat dari pada terlalu cepat dan terjatuh.
Bo Song menatap keduanya yang latihan dari jauh.

Sejak hari itu, Xiao Xi rajin latihan ditemani oleh Jiang Chen. Saat makan juga mereka perhatian pada Xiao Xi, untuk asupan gizi, mereka memberikan banyak protein pada Xiao Xi.
Lucu banged, Xiao Xi pengen makan sosis milik Lu Yang dan Lu Yang nggak mau bagi. Xiao Xi menatap JIng untuk mengambilkannya dan Jing langsung mengambilnya dan memberikan pada Xiao Xi.
Lu yang kesal sekali HAHAHHAHAHA.
Xiao Xi juga sering mengantuk karena kelelahan dan suatu hari, Xiao Xi tidur di kelas, dengan pena diatas dagunya. Jiang Chen yang melihatnya usil banged, menjatuhkan pena itu sehingga Xiao Xi terbangun.

Akhirnya tiba latihan dengan menggunakan gawang. Xiao Xi sudah bersiap dan bersemangat untuk berlari. Tapi pada akhirnya ia tak bisa melompati gawang dan menjatuhkannya dengan tangannya.
Jiang Chen yang memperhatikan latihan  tak percaya dengan apa yang ia lihat, kepalanya sakit dan memutuskan untuk melupakan melompati gawang. Ia menyuruh Xiao Xi untuk sekuat tenaga berlari dan menjatuhkan gawangnya dan berlari secepat mungkin.
Xiao Xi mengatakan ia akan terlihat buruk jika melakukan itu. Jiang Chen mengatakan ia sudah melihat latihan peserta yang lain dan mereka kesulitan untuk melompati gawang, meski kaki Xiao Xi pendek, dia bukan satu-satunya yang tidak bisa melompati gawang.
Xiao Xi kesal dan mengatakan Jiang Chen tidak perlu mengomentari kaki pendeknya.
Jiang Chen mengatakan yang perlu Xiao Xi lakukan adalah mengkhawatirkan kecepatannya. Jadi mereka memutuskan tidak fokus pada melompat gawang, tapi bagaimana berlari cepat sambil menjatuhkan gawangnya.

Dan Hari-H akhirnya tiba, hari pertandingan olahraga. Sekolah hari itu sangat ramai, anak-anak berkumpul di lapangan dan memberi semangat untuk tim mereka.
Xiao Xi sama sekali tidak menikmati hal ini, karena ia sangat khawatir dengan pertandingannya sendiri.
Kelas 1-3 sangat bersemangat untuk menyemangati teman-teman mereka dengan Lu Yang sebagai pemimpin untuk bersorak.

Akhirnya pertandingan lari gawang untuk puteri tiba, Jing Jing dkk menyemangati Xiao Xi. Jing Jing meminta Xiao Xi menarik nafas dalam-dalam dan jangan khawatir karena Xiao Xi akan baik-baik saja.
Xiao Xi kemudian pergi dengan gugup dan JIang Chen menatapnya.
Sebelum perlombaan, biasanya ada penyiar yang membacakan surat dari teman-teman untuk mendukung peserta pertandingan dan Lu Yang & Jing Jing kesal karena punya mereka belum dibacakan juga. Jadi mereka naik ke panggung dan meminta penyiar membacakannya.
Penyiar mengatakan kalau guru menyuruh hanya membacakan yang baik-baik saja. Lu Yang tersinggung, artinya dia punya tidak bagus dan mulai mengecek memangnya yang bagus itu yang mana.
Jing Jing menggunakan kesempatan itu merebut mic untuk menyemangati Xiao Xi yang akan bertanding.
Xiao Xi tersenyum mendengarkan mereka. Jing Jing tidak menyerah dan tersu berteriak meski ia diseret oleh para guru HAHAHHAHAHAH.

Xiao Xi menemukan semangatnya kembali dan Jiang Chen datang melihat keadaannya, cuma bilang, 'jangan khawatir/jangan cemas' dan pergi. Gitu aja Xiao Xi udah bahagia banged XD

Para pelari bersiap di garis start dan setelah aba-aba mereka mulai berlari. Lapangan heboh dengan teman-teman yang menyemangati mereka. Xiao Xi berlari dengan serius, ia tak bisa melompati gawang jadi ia fokus berlari kencang sambil mendorongnya.
Xiao Xi melakukannya dengan baik, Jiang Chen tersenyum melihatnya. Kelas 1-3 mempunyai sebuah maskot untuk mendukung peserta dan maskot itu berlari mengikuti Xiao Xi.
Xiao Xi berhasil mencapai garis finish di tempat pertama, ia memenangkan pertandingan. Teman-teman keals 1-3 berteriak bahagia. Jing Jing juga senang Xiao Xi menang, ia bahkan memegang tangan Lu Yang dan bersorak. Lu Yang terharu.
Jiang Chen puas karena Xiao Xi melakukannya dengan baik,

Xiao Xi duduk karena kelelahan dan maskot kelas mereka mengikuti Xiao Xi. Ia menyentuh dan mengusap kepala Xiao Xi karena sudah melakukan dengan baik. Ia juga memberikan sapu tangan pada Xiao Xi untu mengelap keringatnya.
Xiao Xi tersenyum dan berterima kasih pada maskot itu.

Maskot berjalan masuk ke gedung sekolah. Orang yang seharusya ada dalam maskot itu keluar dari kamar mandi dan berterimakasih pada yang sudah menggantikannya, karena tiba-tiba ia sakit perut.
Orang itu adalah Bo Song. Awwww, Bo Song menggantikan temannya yang harusnya menjadi maskot dan berlari bersama Xiao Xi.
Bo Song mengatakan tak masalah, karena cukup menyenangkan menggantikan temannya.
(AAACKKK, gimana bisa aku nggak suka sama kamu Bosong Bosong!!!!! Jadi pengen Xiao Xi berakhir sama Bo Song aja lol).

Setelah acara pemberian hadiah selesai, Xiao Xi memberikan jam itu pada Jing Jing. Semuanya terkejut.
Bo Song bertanya kenapa Xiao Xi melakukannya padahal ia bersusah payah mendapatkan itu.
Jing Jing juga tidak mengerti. Xiao Xi mengatakan Lu Yang mengatakan padanya kalau Jing Jing ingin memenangkan pertandingan untuk memberikan jam pada ayahnya.
Lu Yang mengambil jam itu dan memberikan pada Jing Jing, ia mengatakan pada Jing Jing jangan sungkan karena Xiao Xi sudah memberikannya padanya.
Tapi JIng Jing masih ragu.
Lu Yang penasaran jam-nya seperti apa dan membukanya. Semuanya terdiam menatap jam tangan itu, warna pink, jam untuk wanita.
HHAAHAHHAHAHAHAHHAHA.
Xiao Xi dan JIng Jing sama-sama kaget, karena pada akhirnya jam itu tak bisa mereka berikan pada pria wkkwkwkkw.

JIng Jing kemudian menyadari kalau ia sudah hampir terlambat, padahal ia janjian dengan ayahnya jam 5. Mereka kemudian ingat setelah pertandingan selesai mereka harus kembali ke kelas, gerbang sekolah juga pasti ditutup. JIng Jing bingung.
Saat semuanya berfikit, Jiang Chen kemudian bicara dengan sebuah ide, Jing Jing bisa melompati pagar dan semuanya kaget menatap Jiang Chen. Bo Song tersenyum mendengarnya. HAHAHHAHAHA.

Mereka kemudian membantu Jing Jing untuk kabur, Bo Song, Jiang Chen dan Xiao Xi menahan guru yang melihat mereka, Lu Yang kabur bersama Jing Jing dan harus memastikan Jing Jing bisa keluar dengan aman. Jadi mereka berpisah.
Tapi tak lama kemudian, Jing Jing dan Lu Yang ketahuan oleh guru Liu dan Lu Yang menyuruh Jing Jing untuk melompat sementara ia menahan guru Liu.
Ngakak banged deh Lu Yang memeluk guru Liu dengan erat, disana ada anjing dan ia mengatakan kalau ia takut anjing makanya ia memeluk guru Liu LOL.

JIng Jing berhasil melompati pagar sekolah, tapi sialnya, dokter UKS sedang lewat disana.
JIng Jing terkejut melihat dokter itu. Jing Jing mengatakan kalau ia mempunyai urusan yang sangat penting dan meminta dokter untuk membiarkannya pergi.
Dokter diam saja dan melewatinya tanpa bicara apa-apa. Tapi kemudian dokter kembali untuk memastikan Jing Jing tidak melakukan sesuatu yang jahat dan Jing Jing mengatakan tentu saja tidak.
Guru mengerti. Ia memberikan celana pada Jing Jing, celana yang baru ia beli, karena ia melihat celana olahraga Jing Jing robek saat melompat pagar.
Dokter meninggalkan Jing Jing seolah tak melihat apapun.

Lu Yang dihukum oleh guru Liu, menulis surat penyesalan, tidak boleh salah 1 karakterpun, kalau bel berbunyi tidak boleh pulang sekolah, harus menyelesaikan surat itu. Kalau nggak salah sih diminta menulis 1000 lembar, saking marahnya sang guru.
Lu Yang sih santai saja, yang penting Jing Jing berhasil bertemu ayahnya.

Sepertinya yang lain menunggu Lu Yang dan JIng Jing juga kembali ke sekolah setelah bertemu ayahnya. Mereka berlima pulang bersama-sama.
Xiao Xi bertanya JIng Jing dan ayahnya makan apa saat bertemu dan Jing Jing mengatakan ayahnya tidak punya banyak waktu, jadi mereka tidak sempat makan.
Xiao Xi bertanya lagi apakah ayah memujinya dan Jing menjawab ayahnya memuji nilainya yang lebih bagus dari sebelumnya..
Xiao Xi memanggil JIng sebagai ratu belajar dan mengatakan bagaimana mungkin nilai bisa membaik.
Jiang Chen mengatakan kalau JIng Jing tidak seperti Xiao Xi LOL. kalau berusaha pasti nilai membaik, karena untuk menjadi lebih baik tidak ada batasannya. Bo Song mengingatkan Jiang Chen jangan mengatakan hal seperti itu pada bos-nya atau dia akan marah.
Jing mengatakan kalau ayahnya ingin mentraktir mereka semua makan dan yang lain senang karena ayah Jing baik,

JIng kemudian berpisah dengan mereka karena masih punya urusan lain. Saat sedang berjalan, ia mendapatkan sms dari Lu Yang yang berisi, Lin Jing Xao, jangan bersedih. Saat aku punya cukup tabungan, aku akan membelikan ayahmu jam tangan.
JIng menatap kembali ke belakang. Ia melihat Lu Yang dkk berjalan bersama dan Lu Yang melempar sepatunya, kemudian teman-teman yang lain menendang sepatu Lu Yang, menolak memberikannya.
JIng Jing tersenyum.

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang ke arah yang sama, mereka berdua naik bus, duduk dibangku yang sama.
Mereka berdua saling pandang, awalnya sih agak awkward gitu, tapi Xiao Xi menikmatinya dan tersenyum.
Xiao Xi bertanya kenapa hari ini Jiang Chen tidak membawa sepeda?
Jiang Chen mengatakan itu karena bahunya sakit.
Xiao Xi panik dan khawatir, ia segera mengecek bagu Jiang Chen yang sakit.
Xiao Xi tidak sadar kalau ia terlalu dekat dengan Jiang Chen, Kepalanya hampir kena wajah Jiang Chen.
Jiang Chen kaget sih, tapi ia mencoba bersikap tenang dan menjauhkan kepala Xiao Xi darinya HAHAHHAHAHA. Ia mengatakan ia baik-baik saja.

Xiao Xi mengatakan kalau bahunya juga sakit dan kemarin ia menggunakan obat ayahnya, jika Jiang Chen mau, ia bisa memberikannya pada Jiang Chen.
Jiang Chen menggeleng dan mengalihkan pandangan ke luar. Jiang Chen kemudian menyadari sesuatu di bajunya, aku rasa itu rambut Xiao Xi tadi, ia mengambilnya dan menatap Xiao Xi. Ia menatap rambut itu dan tersenyum.
Awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww.

-The End-

Epilog

 
Bagi yang tidak ikut bertanding dalam pertandingan olahraga, secara otomatis harus menjadi supporter kelas mereka, dimana meraka harus memakai bando lucu.
Jiang Chen menolak memakainya, jadi Xiao Xi memaksa JIang Chen untuk memakainya, bando minnie mouse. Ia mencoba memasangkannya ke kepala Jiang Chen, tapi Xiao Xi pendek banged dan tak bisa menjangkaunya meski ia melompat dan melompat HAHHAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi kemudian menyerah dan mengeluh kalau ia sangat cemas mengenai pertandingan nanti dan meminta setidaknya Jiang Chen bekerja sama dengannya dan jangan membuatnya makin cemas.
Jiang Chen diam saja, ia menatap Xiao Xi yang menatapnya dengan cemberut.
Jiang Chen akhirnya menyerah dan merendahkan badannya.  Xiao Xi tersenyum bahagia dan memasangkan bando itu di kepala JIang Chen.
Xiao Xi puas banged, JIang Chen juga tersenyum melihat Xiao Xi tersenyum, meskipun ia agak gimanaaaa gitu mengenakan bando HAHAHHAHAHA.

Komentar:
Jiang Chen dan Xiao Xi memang cute banged dan setiap adegan mereka aku selalu senyam senyum sendiri. Tapi kalau lama-lama begini-begini aja, aku bisa jadi jump ship ke Bo Song beneran.
Bosong Bosong sumpah bikin bapeeeeeeeeer abis, sikapnya itu lho, dia sayang banged sama Xiao Xi dan selalu ingin melakukan sesuatu untuk Xiao Xi meskipun Xiao Xi tidak menyadarinya. Ia tulus banged membantu Xiao Xi dan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, meski Xiao Xi tidak melihat apa yang ia lakukan karena Xiao Xi hanya fokus ke Jiang Chen.
Bo Song ini tipe yang bahagia melihat pasangan bahagia, jadi sepertnya ia akan terus menyimpan perasaannya sampai suatu hari nanti ia nggak tahan lagi.
Adegan terbaik Bosong diepisode ini adalah saat dia menyemangati Xiao Xi dalam boneka maskot itu, aduuuuhhh, aku kaget banged itu Bo Song.

Tapi bukan berarti aku benci Jiang Chen. Jiang Chen juga baik dengan caranya sendiri, bagaimana pun mata Xiao Xi memang hanya melihat Jiang Chen dan selalu Jiang Chen. Meski Jiang Chen cuek padanya, dia bukan tipa yang cengeng, meski kesal tapi dia nggak menyerah untuk mendekati Jiang Chen. Pokoknya semangat banged.
Jiang Chen ini suka juga sama  Xiao Xi tapi kayaknya masih dalam tahap awal, belum mengerti kalau ia suka, tapi udah nyadar kalau ia nggak suka Xiao Xi dekat dengan pria lain.
Mungkin karena Xiao Xi selalu melihat padanya kali ya, makanya dia merasa aman dan nggak terancam. Coba kalau Xiao Xi beneran pindah ke lain hati, baru dia nanti bakalan bertindak.
Adegan terbaik Jiang Chen di episode ini menurutku adalah saat dia dan Xiao Xi telponan HAHHAHAHAHAHAH. Aku senyam senyum terus.
Sebenarnya sih nonton drama ini aku selalu senyam senyum, makanya bahaya kalau nonton drama ini di tempat umum HAHAHAHAHAHAHA.

Hubungan semuanya masih adem ayem nih, belum ada saingan yang berarti, mungkin masih explore per karakter. Di episode 2 kemarin kita melihat sedikit kehidupan Jiang Chen dan Xiao Xi dan di episode ini sedikit kehidupan Jing Jing.
Mungkin di 2 epsode berikutnya, mengenai keluarga Lu Yang dan Bo song. Episode kemarin memang sedikit tentang Bo Song sebagai seorang atlet yang mencintai Xiao Xi sih, tapi mengenai ortunya kita belum tau.
Saingan cinta juga masih belum kelihatan. Sebenarnya aku sempat berfikir saat menonton episode ini, jangan-jangan nanti Jing Jing suka sama dokter UKS itu HAHAHAAHHAHA. Supaya Lu Yang ada saingannya XD
Kalau menurut dunia shoujo manga sih bisa terjadi ya, nggak tahu kalau di drama ini wkwkwkwkw.

Bagi yang masih bertanya dimana aku mendownload drama ini, aku menontonnya di youtube, karena di youtube sudah ada langsung yang bersubtitle bahasa Inggris.
Ada 2 channel yang membuat subtitle drama ini, sepertinya sekarang mereka bekerja sama membuat subtitlenya.
Ada youtube channel blobfishy128 dan Nuomi C-Drama Translation + Subs, jadi subscribe aja dua-duanya.
Kalau untuk RAW sih di youtube sudah bertebaran, tinggal search judul dan episodenya saja^^~

Share:

6 comments:

  1. airin, aku liat adegan dibis jadi inget junghwan duksun. Hahaha nggak taulah kenapa malah inget mereka. aku juga sedih liat bosong yang menurutku dari awal punya karakter yang ceria atau berani gitulah tapi sayang harus keliatan banyak murungnya karna suka sama xiao xi. jiang chen sendiri ya gitu, sebel emang karena nggak bisa ngeimbangin perhatianya bosong. lah pokoknya ini drama bagus, sukaaaaa 😁

    ReplyDelete
  2. Sejak ep4 ini goyah bgt sm bosong, dia banyak pengorbanannya. Dan semakin banyak spoiler yang liatin pengorbanan bosong ini:" sedihh, dan di ep ep 6 7 bosong kayany mulai nyadar xiao xi suka sm Jiang chen, shrsnya dr awal nyadar ya tp dia kan aga telmi😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh serius dia belum tau? Aku pikir dia udah nyadar HAHAHAHAHAHAHA
      bener memang si bo song ini agak telmi, jadinya dia lucu dan bikin baper. pengorbanannya 😭

      Delete
  3. Bosong ini kalau di dunia nyata kayak tipe cowok yang bakal diputusin atau ditolak dengan alasan 'kamu terlalu baik buat aku'

    ReplyDelete
  4. Suka banget ama couple jingjing & lu yang karena mereka jadi penghibur😍dari jiang chen selalu buat xiao xi sedih..

    ReplyDelete
  5. Suka banget sama dramanya,semangat kak bikin sinopsisnya ☺ ditunggu selalu.
    Hu yi tian suka banget 😍 dingin2,ganteng

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts