Monday, 27 November 2017

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 6-1


Episode 6 ini adalah episode yang cukup mengejutkan bagiku, ada plot twist yang sama sekali tidak terpikir olehku mengenai Bo Song.
Dan di episode 6 ini adalah episode dimana Xiao Xi paling tidak banyak bicara dan hanya berwajah murung. Pokonya sepanjang episode dia murung terus, kasihan banged deh. Teman-temannya berusaha menyemangatinya. teman-temannya sayang banged pada Xiao Xi :')

To Our Pure Little Beauty Episode 6: No Big Deal

Kejadian diending episode 5 kemarin ternyata sangat menusuk hati Xiao Xi. Setelah kembali ke rumah dari acara pementasan drama itu, ia mengurung diri di kamar sambil terus menangis.
Keesokan harinya, ia berubah dari Xiao Xi yang penuh senyuman menjadi Xiao Xi yang murung. Ia berangkat sekolah dengan tidak bersemangat, bahkan saat ayahnya memanggil ia tak mendengarkan.
ayah khawatir dengan puteri mereka dan ibu mengatakan untuk membiarkan Xiao Xi sendirian, mereka juga harus membicarakan masalah lain.

Jiang Chen keluar dari gedung apartemen menuju tempat parkir sepeda saat bicara ditelpon dengan ibunya. Ibunya menanyakan kabarnya dan bagaimana bisnisnya sukses dan ia akan kembali ke Hang Zhou dan tinggal bersama Jiang Chen lagi.
Jiang Chen tidak terlalu berharap lagi setelah kejadian selama ini, jadi ia tidak terlalu menanggapinya dan memutuskan telpon karena ia akan berangkat ke sekolah.
Xiao Xi keluar dari apartemen saat Jiang Chen menyiapkan sepedanya, melihat Jiang Chen ada disana, Xiao Xi panik dan masuk kembali ke gedung apartemen. Ia tak mau bertemu Jiang Chen.
Jiang Chen merasa seperti ada seseorang dipintu, tapi saat ia lihat tak ada siapa-siapa disana. Jiang Chen merasa mungkin hanya imajinasinya saja. Ia berangkat ke sekolah.
Setelah Jiang Chen pergi, Xiao Xi keluar dari apartemen dan menatap dengan sedih. Ia mengambil sepedanya dan berangkat ke sekolah.

Ayah dan ibu Jiang Chen membicarakan mengenai Xiao Xi. Sepertinya karena kejadian kemarin, guru menelpon orang tua Xiao Xi. Masalahnya adalah bukan karena Xiao Xi yang mengacaukan pementasan drama, tapi mengenai pembicaraanya dan Jing Jing yang terekam, bahwa Xiao Xi menyukai seseorang. Sepertinya cinta dilarang disekolah mereka.
Ayah dan ibu membicarakan cinta monyet Xiao Xi dan mengatakan kalau itu adalah hal yang biasa untuk anak seusia Xiao Xi tapi sebagai orang tua, mereka juga harus memperhatikan Xiao Xi karena ini adalah masa-masa rawan.
Ibu juga khawatir karena semalam Xiao Xi menangis semalaman dan kemungkinan hal seperti itu akan terjadi lagi. Ayah bertanya apakah ibu pikir cinta monyet/cinta pertama Xiao Xi tidak akan berhasil.
Ibu mengingatkan ayah bagaimana Xiao Xi mereka, tidak ada manis-manis-nya, tidak akan ada yang menyukainya, kalau ada maka orang itu pasti buta dan setelah berfikir lagi ayah setuju.
Intinya sih ibu berkata, Xiao Xi sekarang ini cinta sepihak dan meski Xiao Xi menyatakan perasaan, orang itu nggak akan menerimanya karena Xiao Xi bukan tipe yang disukai oleh pria lol *mama nggak tau aja kalau ada 2 pria yang naksir puterinya wkkwkwkw

Hari itu Xiao Xi datang terlambat ke sekolah dan bertemu dengan wali kelas di depan kelasnya, wali kelas mengajaknya ke ruang guru.
Xiao Xi meminta maaf pada wali kelas tapi wali kelas mengatakan tak ada gunanya meminta maaf padanya, Xiao Xi harusnya minta maaf pada dirinya sendiri.
Wali kelas menasehati Xiao Xi mengenai posisinya sekarang tidak ada waktu untuk cinta-cintaan. IA bertanya apakah Xiao Xi tidak ingin masuk universitas dan Xiao Xi menggeleng.
Wali kelas mengatakan pada usia Xiao Xi sekarang ini, anak-anak akan memikirkan banyak hal dan ia mengerti akan hal itu, tapi itu bukan waktunya bagi Xiao Xi sekarang karena Xiao Xi harus memikirkan mengenai nilainya.
Xiao Xi hanya menunduk mendengarkan. Saat wali kelas menyuruhnya kembali ke kelas, Xiao Xi pergi.
Tapi Xiao Xi tidak masuk ke kelas melainkan duduk di luar dan merenung. Guru laki-laki yang pemarah sedang keliling sekolah dan melihat Xiao Xi tidak masuk ke kelas padahal bel sudah berbunyi. Guru itu marah dan membawa Xiao Xi ke kelasnya.

Wali kelas sedang memberi nasehat pada siswanya karena sebentar lagi ujian semester dan meminta mereka jangan memikirkan/melakukan hal yang tidak penting.  Karena perbedaan nilai dikelas mereka terlalu mencolok, wali kelas memutuskan membagi kelompok belajar dimana setiap kelompok ada anak yang pintar.
Saat wali kelas membacakan nama-nama kelompok, teman sebangku JIng Jing mengatakan kalau Xiao Xi belum datang dan disaat yang sama guru pemarah datang membawa Xiao Xi masuk ke kelas mereka. Semuanya terkejut.
Guru mulai marah-marah pada wali kelas karena Xiao Xi membolos dan mengatakan siswi seperti Xiao Xi harus diberi nasehat dan bla bla bla.
Xiao Xi hanya menunduk saat guru marah-marah dan ia kembali ke tempat duduknya sambil menunduk. Teman-temannya mengkhawatirkannya. Teman sebangku JIng Jing malah menanyai Xiao Xi siapa yang Xiao Xi sukai itu dan ia dimarahi oleh Jing Jing.  Bo Song juga memarahi teman sebangku Jing Jing karena menganggu Xiao Xi.
Xiao Xi sedang tak peduli apapun dan tidak mau bicara pada siapapun. Ia hanya duduk dengan wajah cemberut.
Jam pelajaran selanjutnya adalah belajar sendiri, Bo Song permisi pada Xiao Xi karena ia harus latihan renang, ia mengatakan jika seseorang membully Xiao Xi katakan saja padanya. Jing Jing menyukai cara Bo Song.
Xiao Xi mulai digosipkan dikelas, terutama teman Li Wei itu yang mengatakan kalau ia jadi Xiao Xi ia pasti akan pindah sekolah karena malu.
JIng Jing kesal mendengarnya dan membawa Xiao Xi untuk keluar dari kelas.

Xiao Xi dan Jing Jing pergi mengambil air minum dan Jing Jing bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja, apa yang dikatakan wali kelas padanya saat Xiao Xi dipanggil tadi?
Xiao Xi mengatakan wali kelas hanya mengatakan hal yang sama seperti biasa. JIng Jing mengerti dan menebak kalau wali kelas pasti mengatakan cinta monyet itu adalah hal yang buruk, kita harus kasihan pada orang tua kita dan kata-kata bijak lainnya.
Xiao Xi hanya mendesah dan tidak bersemangat, ia bahkan nggak sadar kalau air yang ia ambil adalah air panas dan malah meminumnya seperti biasa, mulutnya hampir terbakar karenanya.

Saat kembali ke kelas, Xiao Xi meletakkan kepalanya dimeja dan murung. Jing Jing jadi khawatir melihatnya. Lu Yang datang membawa 2 botol susu dan memberikan pada Xiao Xi untuk menyemangatinya. Tapi Xiao Xi sedang malas menghadapi Lu Yang dan membalikkan badannya membelakangi Lu Yang.
Jing Jing meminta Lu yang jangan menganggu Xiao Xi tapi Lu Yang mengatakan ia ingin mengatakan sesuatu untuk menyemangati Xiao Xi. Ia akan berganti kelompok belajar dengan Xiao Xi.
JIng Jing bertanya, bukankah kau satu grup dengan Jiang Chen? Kenapa kau mau berganti, bukannya bagus satu grup dengannya.
Lu Yang mengatakan ia tak ingin satu grup dengan Jiang Chen, karena ia malas dengan sikap Jiang Chen yang dingin dan tidak sabaran. Akan lebih baik baginya jika ia satu grup dengan Jing Jing. (Xiao Xi dan Jing Jing satu kelompok belajar, lol, makanya Lu Yang ingin ganti kelompok dengan Xiao Xi).

Xiao Xi malas mendengarkan mereka berdua dan mengatakan ia akan ke toilet. Saat ia berjalan menuju pintu, ia bertemu Jiang Chen. Xiao Xi terdiam. Jiang Chen mengatakan wali kelas ingin bertemu dengan Xiao Xi. Xiao Xi mengerti.

Xiao Xi ke ruang guru dan dimarahi oleh wali kelas karena Xiao Xi tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, jawaban Xiao Xi salah semuanya. Ia bertanya apa rencana masa depan Xiao Xi, apakah Xiao Xi hanya akan tinggal di rumah saja setelah lulus SMA? Dengan nilai begini ia bahkan tak yakin Xiao Xi bisa lulus SMA.
Xiao Xi hanya terdiam. Wali kelas mengatakan ia tak punya pilihan selain bicara dengan orang tua Xiao Xi secara langsung. Xiao Xi tidak bisa menolaknya, karena itu juga salahnya. Ia kembali ke kelas dengan wajah makin cemberut.
Ia kesal sekali karena tidak ada yang berjalan lancar sejak kejadian itu. Ia mengambil tasnya dan akan mengemasi barangnya. Ia kemudian melihat secarik kertas di mejanya, pesan dari seseorang, 'temui aku di perpustakaan'.

Xiao Xi masuk ke perpustakaan dengan tidak bersemangat dan terkejut melihat Jiang Chen ada disana. Xiao Xi menghentikan langkahnya dan berfikir apa mungkin pesan itu dari Jiang Chen.
Xiao Xi kemudian mendapatkan sms dari Lu Yang yang mengatakan kalau mereka berganti kelompok belajar. Lu Yang mengatakan kali ini ia membantu Xiao Xi dan anaknya & Jing Jing nanti juga akan berterima kasih pada Xiao Xi HAHAHAHHA.
Xiao Xi terkejut membaca pesan Lu Yang (yang meninggalkan kertas itu juga Lu Yang), karena Xiao Xi sedang tidak mood bertemu Jiang Chen. Tapi karena ia sudah ada disana, ia terpaksa bergabung dengan Jiang Chen dan Song Song.

Xiao Xi duduk dihadapan Jiang Chen dan mengeluarkan bukunya. Suasana hening. Xiao Xi mulai mengerjakan soal matematika dan Jiang Chen memperhatikannya. Ia melihat jawaban Xiao Xi salah dan mencoba menjelaskan kesalahan Xiao Xi. Xiao Xi mengatakan ia akan mengerjakannya sendiri, lagian jawabannya ada dihalaman belakang.
Xiao Xi mencoba melihat jawaban soal yang ia kerjakan tapi ia tak mengerti. Song Song mengatakan kalau jawaban dibuku tidak jelas. Xiao Xi mengatakan ia akan menyelesaikannya sendiri. Melihat Xiao Xi yang badmood, Song Song bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja, apakah guru sangat marah padanya dan bertanya apakah Xiao Xi sednag menyukai seseorang?
Xiao Xi kesal sekali mendengarnya dan mengatakan itu bukan urusan Song Song. Xiao Xi malas berlama-lama disana dan memutuskan mengemasi barangnya dan meninggalkan mereka berdua. Song Song tak mengerti ada apa dengan Xiao Xi.

Bo Song sedang mengayuh sepedanya berputar-putar dan tenyata ia sedang menunggu Xiao Xi. Saat ia melihat Xiao Xi berjalan sendirian, ia menghampirinya dan bertanya dimana sepeda Xiao Xi. Xiao Xi akan ke parkiran sepeda dan Bo Song menawarkan diri mengantarnya kesana.
Di parkiran sepeda, Xiao Xi kehilangan kunci sepedanya dan Bo Song berencana untuk menghancurkan gemboknya. tapi Xiao Xi melarang, ia mengatakan kalau ia punya kunci cadangan di rumah.
Bo Song mengerti dan menawarkan diri mengantar Xiao Xi pulang ke rumah tapi Xiao Xi menolak. Bo Song khawatir dengan sikap Xiao Xi belakangan ini dan meminta Xiao Xi menceritakan padanya kalau ia ada masalah.
Xiao Xi terdiam. Bo Song mengatakan kalau Xiao Xi adalah bos-nya, kalau ada yang menbully bos-nya, ia akan menghukum mereka.
Xiao Xi tersenyum dan mengatakan ia baik-baik saja, ia meminta Bo Song pulang dan tidak perlu mengkhawatirkannya. Bo Song mengerti dan meninggalkannya.
Setelah Bo Song pergi, Xiao Xi murung lagi.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Xiao Xi melihat 2 preman sedang meminta uang pada teman sebangkunya. Xiao Xi tidak bisa membiarkannya dan menolong temannya. 2 preman itu menertawakan Xiao Xi yang sok jadi pahlawan padahal badannya 2 kali lebih kecil dari temannya. Ia mengatakan Xiao Xi hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
Xiao Xi kesal dengan kata-kata itu, karena itu kalimat yang sama yang dikatakan Jiang Chen padanya saat hari pertunjukan, Xiao Xi marah, Kau ingin membully orang kan? Kau sama sekali tidak berfikir kalau orang lain sudah cukup menderita! Hanya karena harimu baik, mengatakan orang lain mempermalukan diri sendiri, memangnya apa yang memalukan dari menyukai seseorang?
Xiao Xi sebenarnya ingin mengatakan itu pada Jiang Chen dan membuat temannya dan preman-preman itu bingung karena Xiao Xi mengatakan hal yang mereka tidak mengerti.
Preman itu tak peduli pada Xiao Xi dan meminta uang pada Xiao Xi, Xiao Xi tidak gentar dan bertanya apakah mereka tidak mengenalinya, apakah mereka tidak tahu siapa yang berkuasa di daerah ini?
Preman itu bertanya siapa?
Xiao Xi dengan cepat berfikir dan mengatakan Bosnya, Jiang Chen!
Xiao Xi bahkan mengambil ponselnya untuk menelpon Jiang Chen. Para preman itu merasa kalau Xiao Xi bersunggung-sungguh dan mereka takut.

Sementara itu Xiao Xi benar-benar menelpon Jiang Chen lol, kenapa nggak pura-pura nelpon aja HAHHAHAHAHA.
Jiang Chen ada di depan pintu rumahnya saat ia melihat panggilan Xiao Xi dan ia mengangkatnya.
Tepat saat Xiao Xi mendengar suara Jiang Chen, ia mematikan telponnya, karena para preman itu langsung kabur, mereka takut pada bos-nya Xiao Xi.
Jiang Chen tidak mengerti apa yang terjadi dan ia masuk ke rumahnya.

Jiang Chen merasa ada sesuatu yang berbeda saat ia masuk ke rumahnya, ia masuk perlahan dan seorang anak laki-laki berlari memeluknya, anak laki-laki itu memanggilnya kakak.
Ternyata ibu dan adik Jiang Chen kembali ke rumahnya. Ibu memuji Jiang Chen yang makin tinggi dan tampan, menyuruhnya untuk duduk, mereka akan makan malam.
Jiang Chen tidak mengatakan sepatah katapun saat itu, ia hanya masih bingung karena ibu dan adiknya benar-benar datang.
Saat mereka makan malam, ibu sangat protective pada adik Jiang Chen, mengatakan dia tak boleh makan duluan sebelum kakak mencicipinya, tidak boleh makan ini dan itu karena dilarang dokter.
Ibu juga memperhatikan Jiang Chen, memberikan lauk padanya, bertanya mengenai sekolahnya dan memuji Jiang Chen yang mendapat ranking 1 lagi.
Saat adiknya meminta susu, ibu juga tak memperbolehkannya dan malah menuangkan untuk Jiang Chen.
Kata-kata pertama Jiang Chen setelah bertemu keluarganya adalah, 'ku sudah selesai makan', dan meninggalkan ruang makan.
Adik Jiang Chen mengingatkan pada ibunya kalau kakaknya itu alergi susu.
Ibu terdiam. Awwwww, akhirnya ibu Jiang Chen kembali tapi lama berpisah ibu jadi melupakan kalau Jiang Chen alergi susu T_T

Jiang Chen masuk ke kamarnya. Ia duduk di meja belajar dan mengeluarkan lembaran soal. Ia menatap ke luar jendelanya, ke arah jendela kamar seseorang.

Xiao Xi dikamarnya sedang belajar. Ayah dan ibu masuk dan mengintip, mereka ingin mengatakan sesuatu pada Xiao Xi. Ibu dan ayah saling menolak siapa yang bicara duluan, akhirnya ayah maju.
Ia bertanya apakah Xiao Xi sedang belajar dan mengatakan kalau ia ingin bicara pada Xiao Xi. Ayah mengatakan pihak sekolah menelpon lagi siang tadi dan bertanya apakah sesuatu terjadi disekolah. Xiao Xi terdiam.
Ayah mengatakan ia dan ibu sudah mendiskusikan untuk memindahkan Xiao Xi ke sekolah yang lebih ketat.
Xiao Xi mengatakan kalau ia tak mau pindah sekolah. Ayah mengingatkan mengenai nilai Xiao Xi, nilai Xiao Xi sekarang adalah nilai terendah di kelas.
Ibu kemudian datang menengahi mereka, ia mengatakan pada Xiao Xi kalau ia pikir Xiao Xi itu tidak bisa mengontrol diri. Ada sebuah sekolah di kota yang lebih ketat dari sekolah Xiao Xi yang sekarang, ia dan ayah sudah mengeceknya dan mereka pikir itu cocok untuk Xiao Xi. Ibu mengatakan ia tak ingin memaksa Xiao Xi, pada awalnya Xiao Xi sudah berusaha dan akhirnya masuk ke sekolahnya yang sekarang, tapi setelah setahun nilai Xiao Xi terus turun. Ia pikir kalau Xiao Xi pindah ke sekolah yang lebih ketat, Xiao Xi pasti bisa masuk universitas kalau ia berusaha keras selama 2 tahun kedepan.
Xiao Xi terdiam.
*wait, jadi maksud orang tua Xiao Xi semakin ketat sekolahnya, semakin bagus untuk menaikkan nilai? Gitu kah?

Xiao Xi berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Ia berjalan sambil waspada untuk agar tidak bertemu dengan Jiang Chen. Ia bertemu Bo song dijalan dan Bo song bertanya kenapa Xiao Xi tidak naik sepeda, apakah Xiao Xi tidak menemukan kunci cadangannya?
Xiao Xi mengatakan bukan begitu, hanya saja ia tidak mau naik sepeda lagi. Bo Song mengerti dan mengatakan pada Xiao Xi kalau ia akan menjemput Xiao Xi setiap pagi.
Xiao Xi dan Bo Song berangkat bersama, Bo Song bertanya aapakh Xiao Xi sudah memilih tema untuk essay-nya dan Xiao Xi mengatakan belum. Bo Song mengerti dan memintanya memilih pelan-pelan.
Xiao Xi kemudian bertanya, Apa kau pikir orang-orang akan merindukanku jika aku pindah sekolah?
Bo Song terkejut dan menghentikan sepedanya. Ia menatap Xiao Xi, Kau mau pindah kemana? Aku juga akan ikut.
Xiao Xi mengatakan ia hanya mengumpakan saja. Bo Song curiga, Xiao Xi mengalihkan pandangannya dan mengatakan kalau ia tidak akan pindah sekolah.
Bo Song lega mendengarnya dan mengayuh sepedanya lagi.

Saat jam pelajaran matematika berlangsung, Xiao Xi tidak memperhatikan pelajaran dan guru memintanya berdiri, ia meminta Xiao Xi mengatakan rumus-rumus yang sudah mereka pelajari. Xiao Xi tidak bisa menjawabnya.
Guru mulai memarahinya yang tidak mengerti tapi tidak memperhatikan selama pelajaran, guru mengatakan jika Xiao Xi ada dikelasnya ia pasti sudah mengeluarkan Xiao Xi.
Xiao Xi hanya diam mendengarkan ceramah guru. Tiba-tiba Bo Song berdiri dengan sengaja, izin ke toilet untuk menghentikan guru memarahi Xiao Xi.
Saat guru mulai lagi, Jing Jing yang berdiri izin ke toilet. Saat guru mulai lagi, Lu Yang mengangkat tangan dan mengatakan Jiang Chen sudah menemukan jawaba untuk pertanyaan di papan tulis. Lu Yang memberi kode pada Jiang Chen.
Jiang Chen mengerti dan maju ke depan untuk mengerjakan. Guru jadinya lupa sama Xiao Xi dan Lu Yang mengataakn agar Xiao Xi tidak perlu takut karena mereka ada disaa untuk membantu Xiao Xi.
Xiao Xi terdiam dan menatap Jiang Chen yang mengerjakan soal.  Xiao Xi masih berdiri saat itu dan guru bertanya kenapa Xiao Xi masih berdiri, ia menyuruh Xiao Xi duduk dan mencatat di buku catatannya.

Sementara itu Bo Song dan Jing Jing bertemu di toilet, keduanya memberi salam dan Jing Jing bertanya-tanya, padahal ia pintar tapi kenapa ia menggunakan alasan yang sama dengan Bo Song?
Bo Song bertanya bagaimana keadaan Xiao Xi dan Jing Jing mengatakan ia tak tahu karena ia sudah keluar. JIng Jing kemudian akan pergi dan Bo Song bertanya dia mau kemana?
JIng Jing berkata, aku bukan tipe orang yang suka berbohong, aku benar-benar ingin ke toilet.
Bo Song tersenyum mendengarnya.
Awwwwwwwww dua orang ini XD XD XD

waktunya belajar kelompok. Jiang Chen, Xiao Xi dan Song Song belajar seperti biasa di perpustakaan.
Jiang Chen memperhatikan Xiao Xi yang kesulitan mengerjakan soal dan mengatakan ia akan membantu Xiao Xi. Xiao Xi menarik bukunya dan menolak, ia akan mengerjakannya sendirian.
Jiang Chen kesal dengan sikap Xiao Xi, ia mengatakan semua jawaban Xiao Xi salah dan Xiao Xi membalas kalau ia menulis untuk dirinya sendiri, Jiang Chen tidak perlu peduli padanya dan urus dirinya sendiri.
Jiang Chen berkata, kau pikir aku mau peduli padamu? Guru membentuk kelompok belajar ini untuk menaikkan nilaimu.
Song Song yang ada ditengah mereka jadi bingung dan mengatakan pada Jiang Chen agar tidak mengatakan hal seperti itu pada Xiao Xi.
Xiao Xi mengatakan karena si sempurna Jiang Chen sudah bicara, ia akan meninggalkan mereka. Ia juga tak akan kembali ke kelas dan mengatakan semester depan ia akan pindah sekolah.
Jiang Chen berkata, pindah sekolah? baguslah kau meninggalkan sekolah ini.
Xiao Xi kesal dan meninggalkan mereka berdua.

Xiao Xi menangis dipinggir jalan dan 2 preman sebelumnya datang menemui Xiao Xi. Mereka sudah tahu kalau Xiao Xi berbohong dan tak takut lagi pada Xiao Xi meski Xiao Xi mengancam akan meyakiti mereka.
Xiao Xi dalam bahaya saat Bo Song tiba-tiba muncul dengan sepedanya. Xiao Xi langsung naik ke sepeda Bo Song dan preman itu bertanya apakah Bo Song adalah bos Xiao Xi.
Bo Song mengatakan kalau Xiao Xi adalah bos-nya. Ia memukul kepala mereka dan segera kabur dengan sepedanya.
Dua preman itu sangat marah dan akan mengejar keduanya, tapi tiba-tiba seseorang muncul.
Jiang Chen muncul dan menghentikan mereka yang akan mengejar Bo Song dan Xiao Xi.

Xiao Xi dan Bo Song ada di restoran dan Xiao Xi bingung kenapa Bo Song membawanya kesana. Bo Song mengatakan ia sudah janji akan mentraktir Xiao Xi untuk makan steak.
Xiao Xi menunduk sedih dan mulai makan steaknya dengan lahap. Bo Song bertanya apakah Xiao Xi sudah baikan, tapi Xiao Xi masih terlihat murung.
Bo Song kemudian mengajak Xiao Xi untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan dan Xiao Xi mengatakan kalau ia belum selesai makan.
Bo Song tertawa mendengarnya, ia menunggu sampai Xiao Xi selesai makan.

Bo Song membawa Xiao Xi ke kolam renang dan meminta Xiao Xi menutup matanya sambil menghitung sampai 10. Xiao Xi mengerti dan mulai menutup matanya, menghitung sampai 10 dalam waktu 2 detik HAHAHHAHAHHA.
Bo Song terkejut dan kebingungan, ia jadinya menyuruh Xiao Xi menghitung 1-100 saja wkwkkwkkkwkwkwkww. Xiao Xi mengerti dan mulai menghitung.

Saat Xiao Xi menutup matanya dan berhitung, terdengar sesuatu tercebur ke kolam dan Xiao Xi membuka matanya.
Bo Song sudah ada di kolam renang dengan sebuah pelampung berbentuk nenas. Xiao Xi terkejut melihatnya, Bo Song tersenyum dan meminta Xiao Xi untuk masuk dan mencobanya. Xiao Xi menolak karena ia takut jatuh. Bo Song mengatakan kalau ia akan memegangi pelampungnya.
Setelah ragu beberapa saat, akhirnya Xiao Xi setuju. Bo Song membantunya naik ke pelampung dan keduanya mulai bermain, Bo Song berenang sambil mendorong pelampung dimana Xiao Xi ada diatasnya dan bertanya apakah Xiao Xi merasa kalau ia ada di Maldives?
Xiao Xi berkomentar kalau sepertinya Bo Song harus periksa ke dokter HAHAHHAAHA.
Bo Song meminta Xiao Xi jangan berfikiran negatif, jadilah positif seperti dirinya, bukankah duduk mengapung diatas air menyenangkan?
Xiao Xi membenarkan.
Bo Song: Bukankah ini keren?
Xiao Xi: Yeah.
Bo Song: Bukankah sekarang semua masalah terasa bukan apa-apa?
Xiao Xi: Yeah.
Bo Song: Ayo teriakkan!
Xiao Xi: Jika aku harus pindah sekolah, aku akan pindah sekolah! Seluruh dunia bisa meninggalkan Xiao Xi sendirian! Tapi Chen Xiao Xi adalah yang terbaik! Paling pintar! Paling cantik!
Bo Song: Chen Xiao Xi yang terbaik! Makan dengan baik! berpakaian terbaik!
Xiao Xi: Nothing is a big deal anymore! Nothing is a big deal anymore!
Xiao Xi dan Bo Song tertawa bersama. Bo Song mendorong pelampung dengan kencang, Xiao Xi dan Bo Song saling menyiram dengan air.
Keduanya menikmati waktu mereka bersama-sama.

Tiba-tiba seseorang datang ke kolam renang dan membuat keduanya terkejut, itu adalah pelatih renang Bo Song. Ia berteriak menyuruh mereka keluar dari kolam renang.
Xiao Xi dan Bo Song berdiri dihadapan pelatih yang memarahi mereka habis-habisan, terutama pada Bo Song, Apa kau pikir kau adalah nomor 1 di tim renang? Apa kau tidak ingat aturan tim renang?
Xiao Xi meminta maaf pada pelatih dan mengatakan ini semuanya karena ia sedang badmood, Bo Song mengajaknya kesini untuk menghiburnya. Ia harap pelatih jangan menyalahkan Bo Song.
Pelatih mengatakan kalau ia sedang mendisiplinkan atlitya dan menyuruh Xiao Xi pergi.
Xiao Xi khawatir pada Bo song, Bo Song tersenyum dan menyuruh Xiao Xi pergi karena ia baik-baik saja.

Bersambung ke Part 2

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts