Saturday, 14 April 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 2 (Episode 7-12)


Hanbun, Aoi minggu pertama lebih fokus pada kelahiran Suzume dan Ritsu yang ditakdirkan disampingnya. Menurutku sih minggu pertama agak membosankan, tapi diminggu kedua ceritanya mulai menarik karena penyakit Suzume mulai dibahas. Awalnya aku pikir Suzume akan sakit gitu, tapi ternyata pendengarannya hilang begitu saja.

Meski aku nggak sabar untuk melihat masa remaja mereka, tapi jadi sedih juga karena masa anak-anak akan berakhir di episode ini.

Half, Blue Episode 2: Kikitai!
(I want to hear!)

Episode 7 diawali dengan ibu Ritsu yang datang ke rumah keluarga Nireno pagi-pagi sekali. Ibu Suzume sudah agak takut ibu Ritsu akan marah karena amsalah Ritsu yang tercebur ke sungai. Keduanya bicara di cafe dan ternyata ibu Ritsu menemui ibu Suzume untuk mengembalikan telpon benang milik Suzume. Ia juga mengatakan alasan kenapa Suzume melakukan itu bersama teman-temannya, itu karena Suzume sangat memikirkan kakeknya. Kakek tidak bersemangat sejak nenek meninggal, jadi Suzume ingin kakek bisa bicara dengan nenek melalui telpon benang.
Pembicaraan keduanya kemudian beralih ke memuji anak mereka, ibu Ritsu memuji Suzume yang baik dan selalu memikirkan orang lain sementara ibu Suzume merasa justru Ritsu-lah anak yang baik + pintar pula. Kedua ibu punya kekhawatiran masing-masing terhadap anak mereka. Ibu Suzume mengkhawatirkan Suzume yang selalu melakukan sesuatu diluar kendali sementara ibu Ritsu mengkhawatirkan Ritsu yang sedikit kompleks dan tak mau menunjukkan perasaannya pada orang tuanya, jadi orang tuanya sulit mengerti akan dirinya. Tapi berkat Suzume ibu Ritsu jadi tahu kalau Ritsu setidaknya punya impian. Kalau aku nggak salah dengar sih Ritsu ingin menjadi novelist gitu.

Saat jam pulang sekolah, Suzume dan Nao membuang sampah. Ryunosuke alias Butcha mendekati mereka dan mulai mengejek Suzume. Butcha ini selalu mengejek nama Suzume, dia mengatakan Suzume itu seperti nama tikus dan itu membuat Suzume marah. Ia melempar tempat sampah pada Butcha dan Ritsu yang saat itu melihatnya melindungi Butcha, jadi Ritsu-lah yang terkena tempat sampah.
Ritsu terluka dan dibawa ke klinik, Ibu Ritsu juga datang. Butcha dan Suzume merasa sangat bersalah, keduanya menangis, terutama Butcha. Ritsu sendiri malah menggunakan kesempatan itu untuk menggoda keduanya dengan mengatakan kalau ia tak bisa melihat karena sakit terkena tempat sampah tadi. Ibu tahu Ritsu berbohong dan menegurnya. LOL.
Saat Ritsu diperiksa, Butcha menangis dan mengatakan apa yang harus ia lakukan kalau Ritsu sampai terluka, Ritsu adalah satu-satunya temannya. Yang lain bingung mengatakan Butcha punya teman yang selalu berkumpul bersamanya. Tapi Butcha mengatakan anak-anak itu bukan temannya, karena mereka mendekatinya hanya karena uang, Ritsu adalah satu-satunya yang ia anggap teman.
Ritsu keluar tak lama kemudian dan mengatakan kalau ia baik-baik saja. Semuanya lega. Ibu Ritsu awalnya terlihat tenang, tapi sebenarnya saat tinggal berdua dengan dokter, sang ibu lemas karena tentu saja dia adalah orang yang paling mengkhawatirkan Ritsu.

Suzume dan Ritsu pulang berdua, mereka membicarakan apakah Suzume harus mengatakan kejadian ini pada ibunya. Ritsu mengatakan Suzume tak perlu memberitahukan ibunya, karena dia baik-baik saja. Meski Suzume khawatir akhirnya Suzume memutuskan tidak memberitahu ibunya. Karena ia juga akan kesulitan menjelaskan masalah Butcha yang mengejek namaya, mengingat ibunya adalah orang yang memberi nama pada Suzume.
Ritsu mengatakan kalau ia menyukai nama Suzume, Suzume adalah nama yang bagus. Suzume senang mendengar hal itu, karena dari yang ia dengar, saat ibunya mendengar nama Ritsu, ia juga ingin memberi nama yang tidak biasa pada Suzume, intinya nggak mau kalah dari Ritsu HAHAHAHAH.

Keduanya pulang dengan menyeberangi batu-batu disungai dan disitu adalah pertama kalinya Suzume menyadari ada yang berbeda dengannya, tapi ia belum tahu itu mengenai telinganya.
Telinga adalah pengatur keseimbangan tubuh manusia, jadi jika Suzume kehilangan pendengaran ditelinga kirinya, keseimbangannya juga terganggu, makanya saat menyeberang sungai melewati batu-batuan, ia merasa keseimbangannya goyang gitu. Ritsu sempat merasa aneh dengan Suzume dan mendekatinya. Tapi Suzume mengatakan ia baik-baik saja, tadi hanya merasa sedikit pusing saja.

Kakek yang mengetahui apa yang dilakukan Suzume untuknya berfikir untuk mengakhiri masa-masa galaunya, karena ternyata cucunya sangat mengkhawatirkannya, ia tak mau membuat cucunya sedih. Ia kemudian mengajak keluarga mengunjungi makam nenek untuk berdoa. Mereka juga piknik bersama di bukit dekat sana. Kakek membawa telpon benang milik Suzume dan Suzume menyadari kalau nenek sudah tidak ada jadi mereka tak bisa bicara padanya. kakek mengatakan nenek selalu ada dalam hati mereka dan mengawasi mereka. seluruh keluarga menatap langit dan kakek meneriakkan nama nenek. Begitu juga dengan ayah, ibu, Sota dan Suzume.

Malam harinya, ibu mengetahui mengenai masalah Suzume dan Ritsu, tentu saja ibu memarahi Suzume karena berbohong padanya dan meminta Suzume mengatakan alasannya, tapi Suzume tidak mau mengatakan alasan sebenarnya. Hal itu berakhir dengan adu mulut diantara keduanya. Suzume mengatakan kalau ia tak suka ibunya yang tidak punya aroma bagus (ibu kan sering masak di dapur jadi aromanya aroma minyak gitu) dan alangkah baiknya ia dilahirkan dikeluarga berbeda, sesuatu seperti itu.
Suzume mengatakan kalau yang ingin ia lempar adalah Butcha yang mengejeknya, bukan Ritsu tapi saat ditanya alasannya kenapa Suzume tak bisa mengatakannya. Ia juga mengatakan ibunya tidak baik seperti ibu Ritsu dan ibu jadi tersinggung menyuruh Suzume jadi anak ibu Ritsu saja kalau Suzume sangat menyukai ibu Ritsu.
Suzume mengatakan ia akan melakukannya dan ia berlari keluar rumah sambil menangis.

Suzume benar-benar pergi ke rumah ibu Ritsu, ia berdiri di depan kamar Ritsu dan meniup peluit seperti biasanya. Ritsu sedang main di rumahnya dan membuka jendela, ia melihat Suzume dibawah. Ritsu bingung kenapa Suzume ada disana malam-malam begini dan Suzume mengatakan kalau ia kabur dari rumah, ia datang untuk tinggal di rumah Ritsu. Ritsu tentu saja terkejut dan tidak mengerti.
Suzume kemudian bertanya, apakah kita harus menikah? (supaya dia bisa jadi anaknya ibu Ritsu).
Ritsu tentu saja kaget HAHAAHAHAHA.

Di rumah Suzume, Sota dan Suzume tadi sebenarnya merekam televisi sebelum ibu datang jadi semua pertengkaran terekam disana dan Sota memutar rekaman itu agar ayah dan kakek tahu apa yang terjadi. Ayah mengatakan ia tahu kalau Suzume salah, tapi ibu tak seharusnya begitu. Ibu tentu saja kesal karena ayah lebih memihak Suzume. Ayah dan kakek akan keluar mencari Suzume tapi ibu melarang, karena Suzume pasti akan segera kembali. Sota sendiri mengkhawatirkan kakaknya, bagaimana kalau wnaita menyeramkan muncul dan kakaknya pasti ketakutan. Semuanya terdiam saat telpon berdering, itu telpon dari ibu Ritsu yang memberitahukan kalau Suzume ada di rumah mereka.

Suzume bicara pada ayah dan ibu Ritsu, Ritsu juga ada disana. Suzume mengungkapkan kekesalannya pada ibunya, bagaimana ibunya tidak pernah dandan, tidak seperti ibu yang lain yang terlihat manis. Ibu Ritsu mencoba menjelaskan itu karena ibu Suzume sangat sibuk di kedai. Ibu Ritsu mengatakan pada Suzume bagaimana ibu sangat menyayangi Suzume, ibu Suzume mempertaruhkan nyawa melahirkan Suzume. Saat itu ibu seharusnya tidak mengandung tapi tetap mempertahankan Suzume. Saat Suzume lahir, ayah juga ada disamping Suzume dan terharu, ia sekalian menyinggung suaminya yang tidak ada disampingnya saat Ritsu lahir lol.
Suzume terdiam mendengarkan itu. Ibu Ritsu masih akan lanjut bicara tapi Ritsu mengatakan kalau ia harus kembali ke kamar dan mengajak Suzume bersamanya.

Ritsu dan Suzume main di kamar Ritsu. Ritsu mengatakan kalau mereka tidak pergi, ibunya akan bicara panjang lebar tak ada hentinya HAHAHAHAHA. Suzume sih mengatakan ia suka bicara dengan ibu Ritsu karena ia suka topiknya.
Suzume kemudian mulai mengantuk dan tidur di tempat tidur Ritsu, ia sangat nyaman di kamar Ritsu dan Ritsu juga tidak merasa terganggu. Suzume tidur sementara Ritsu terus main.

Tak lama kemudian ibu Suzume datang menjemput Suzume. Ritsu menemui ibu Suzume dan mengatakan alasan kenapa Suzume melempar tempat sampah pada Butcha. Ritsu mengatakan kalau Butcha selalu mengejek nama Suzume, karena nama Suzume aneh. Itu adalah nama pemberian ibu pada Suzume, jadi Suzume tidak mau memberitahu itu pada ibu (itu akan membuat ibu sedih). Ritsu juga mengatakan sebuah rahasia pada ibu Ritsu, alasan kenapa Butcha sering mengejek Suzume adalah karena Butcha menyukai Suzume. Ibu shock mendengarnya *aku juga*.
Ritsu mengatakan kalau Butcha ingin dekat dengan Suzume, karenanya dia melakukan itu. Ibu cukup kagum pada Ritsu yang sangat pengertian dan dewasa. Ritsu meminta ibu untuk tidak memarahi Suzume dan ibu mengerti, ia juga meminta maaf karena tempat sampah itu mengenai kepala Ritsu.  Ritsu mengatakan ia baik-baik saja, karena Suzume memang selalu seperti itu. Uniknya, disini Ritsu ingin mengatakan sesuatu tentang Suzume, aku menebak dia ingin mengatakan 'sifat itulah yang aku sukai dari Suzume' tapi pada akhirnya dia mengatakan 'disitulah sisi baik Suzume'. Ibu sangat berterima kasih karena Ritsu sangat pengertian pada Suzume.

Ayah Ritsu kemudian menggendong Suzume dari kamar Ritsu dan memberikan pada ibu Suzume. Ibu dan anak itu pulang berdua sambil menyanyi dan mereka langsung berbaikan.

Keesokan harinya, Suzume semakin merasakan ada yang aneh dengan telinga kirinya. Ia meminta Sota berbisik sesuatu di telinga kirinya, tapi ia tak bisa mendengarkannya. Ia juga meminta Sota bicara lebih keras lagi.
Suzume mengatakan hal itu pada ibunya, kalau ada sesuatu di telinga kirinya. Ibu dan Suzume kemudian ke klinik dan memeriksakan hal itu pada dokter Kimiko. Dokter kemudian memberikan surat rujukan agar keduanya memeriksakan hal itu ke rumah sakit yang lebih besar. Ibu mulai merasa tidak tenang, tapi ia mencoba untuk tidak khawatir, semuanya akan baik-baik saja.
Keesokan harinya lagi, Suzume dan ibunya pergi ke rumah sakit yang lebih besar dan memeriksakan telinga Suzume. Suzume diminta memakai headphone saat dokter memeriksa pendengarannya. Dan disana, Suzume sudah kehilangan pendengaran di telinga kirinya.

Suzume menjalani hari-hari seperti biasa di sekolah. Ia juga mengatakan pada teman-temannya mengenai sesuatu yang menarik pada telinganya, seperti ada sesuatu disana yang bernyanyi, ia bahkan menggambar kurcaci yang ada dalam telinganya. Suzume mengatakan ditelinga kirinya seperti ada suara ombak laut. Butcha mengatakan kalau telinga Suzume aneh dan Ritsu diam-diam menendang kaki Butcha agar tidak mengatakan hal seperti itu.
Suzume mengeluarkan obat miliknya, ia diminta dokter meminum itu dan ia akan sembuh. Suzume percaya kalau telinganya akan sembuh.

Pulang sekolah, Suzume main ke rumah Ritsu dan ibu Ritsu memasakkan cookie untuk mereka. Suzume memperkenalka kurcaci yang ada ditelinga kirinya pada ibu Ritsu. Ibu Ritsu menegur Ritsu yang belakangan sering main dan tidak latihan piano, Ritsu tiba-tiba batuk-batuk dan menyuruh Suzume untuk pulang. Suzume bingung, saat diluar, ia terus menatap ke kamar Ritsu.
Saat ibu keluar rumah akan pergi belanja, ia melihat Suzume masih dihalaman menatap kamar Ritsu dan ibu menyapanya. Suzume bertanya apakah Ritsu baik-baik saja dan ibu mengatakan dia sudah baikan. Suzume bertanya kenapa Ritsu menyuruh Suzume pulang dan ibu menjelaskan kalau Ritsu itu tidak mau memperlihatkan kelemahannya pada Suzume + dia juga nggak mau Suzume tertular.
Suzume mengerti dan mengatakan kalau Ritsu minum obat pasti akan sembuh, obat pink seperti miliknya.

Sementara itu ayah dan ibu ke rumah sakit untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan dokter mengatakan hal yang mengejutkan pada keduanya kalau Suzume sudah kehilangan pendengaran di telinga kirinya dan hal itu tak akan bisa diobati. Dokter juga menjelaskan asal penyakit, bagaimana penyakit itu dan apa yang harus mereka lakukan. Ibu sangat terpukul karena hal itu dan mengatakan ia tak mengerti apa yang dokter katakan. Dokter meminta ibu dan ayah segera memberitahu pihak sekolah dan juga teman-teman Suzume mengenai hal itu.

Malam itu, seluruh keluarga berkumpul dan mengatakan pada Suzume untuk tidak perlu minum obat lagi. Suzume tidak mengerti kenapa ia berhenti minum obat karena telinganya masih belum sembuh. Ayah dan ibu kemudian saling menatap. Sota sedang menonton TV dan ibu meminta Sota mematikan TV, awalnya Sota menolak karena film kesukaannya akan tayang. Tapi kakek meminta Sota mematikannya. Sota mengerti dan pergi ke kamarnya.
Ayah dan ibu kemudian mengatakan pada Suzume mengenai telinga kirinya yang sudah tidak bisa mendengar dan tidak akan bisa disembuhkan. Suzume bertanya apakah selamanya ia tak akan bisa mendengar dan ibunya dengan berat membenarkan hal itu. Seluruh keluarga menahan air mata mereka. Suzume mengerti dan mengatakan ia tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada 'pendengaran' ditelinga kirinya yang sudah pergi meninggalkannya, karena semuanya terasa tiba-tiba.
Suzume menahan kesedihannya dan tidak ingin membahas hal itu lagi, ia mengatakan ia akan memanggil Sota karena film kesukaan Sota akan tayang. Suzume naik ke lantai 2 dan tiduran di lantai. Ia bersenandung suara kurcaci yang ada dalam telinganya dan larut dalam pikirannya sendiri, ia tak bisa meneteskan air matanya malam itu.

Sota mengetahui kondisi kakaknya dan berusaha bersikap baik padanya. Ia memecahkan tabungannya dan membelikan sesuatu untuk kakaknya sebagai hadiah, Suzume terharu.
Ritsu sudah mengetahui mengenai telinga kiri Suzume dan mencoba untuk mengerti perasaan Suzume, ia mengetes sendiri bagaimana rasanya kehilangan pendengaran di telinga kiri dengan menutup telinga kirinya dan menyeberangi sungai, mencoba keseimbangannya. Ia ingin menjadi kekuatan bagi Suzume.

Suzume bermain ditepi sungai, ia pergi ke tempat kakek yang memiliki perahu yang sebelumnya menolak meminjamkan perahunya pada mereka. Suzume curhat pada kakek mengenai telinga kirinya dan kakek itu mengajak Suzume naik ke perahu, mereka menyeberangi sungai.
Kakek menceritakan kalau istrinya juga kehilangan pendengaran di telinga kirinya dan hidup dengan baik. Suzume mengatakan kalau ada kurcaci dalam telinganya ia yakin istri kakek juga merasakannya tapi kakek mengatakan istrinya tidak pernah menceritakan hal seperti itu padanya.
Ibu kemudian muncul di tepi sungai dan Suzume melihatnya. Suzume manggil ibunya dan ibu berteriak apa yang Suzume lakukan disana. Suzume tidak bisa mendengar dan bertanya pada kakek apa yang ibunya katakan.
Kakek mengatakan ibu bertanya apa yang dilakukan Suzume disana. Suzume tersenyum dan mengatakan meski ia tak bisa mendengar tapi ia tahu ibunya pasti menanyakan hal itu. Kakek mengatakan itu adalah kemampuan manusia membaca dengan hati (kemampuan mendengarkan dengan hati).
Suzume terus memanggil ibunya dan ibu menangis dipinggir sungai.

Malam itu ibu menangis sedih karena puterinya dan saat ayah keluar kamar, Suzume ada disana. Suzume biasanya akan ke kamar orang tuanya jika ia bermimpi buruk, tapi malam itu ayah mengajak suzume tidur bersama kakek. Mereka bertiga menghabiskan waktu bercanda sebelum tidur malam itu.

Keesokan harinya, saat jam pelajaran olahraga, kehilangan pendengaran ditelinga kiri mulai mempengaruhi aktivitas Suzume. Kehilangan pendengaran disalah satu telinga artinya keseimbangan Suzume juga terganggu, ia merasakannya saat ia akan menuruni tangga.
Pelajaran olah raga hari itu adalah tentang keseimbangan menyeberangi jembatan kayu dan Suzume tampak khawatir karena ia pasti akan jatuh saat melewati jembatan kayu itu.
Suzume deg degan menunggu gilirannya sementara di belakang, Ritsu bisa merasakan kekhawatiran Suzume. Suzume berharap jam pelajaran berakhir sebelum gilirannya dan ia juga melihat ke arah Ritsu. Ritsu menatap Suzume. Benang merah seolah menyatukan hati keduanya, mereka salung mengerti hanya dengan satu tatapan.
Saat giliran Suzume, Ritsu tiba-tiba berdiri dan mengatakan ada serangga yang terbang dekat guru. Guru takut serangga dan anak-anak juga mulai panik. Suzume terdiam menatap Ritsu, Ritsu juga menatap Suzume dalam diam.

Saat jam pulang sekolah, Suzume menemui Ritsu dan bertanya kenapa Ritsu menolongnya. Ritsu mengatakan sesuatu mengenai Maguma Taishi (?) LOL, itu adalah tokoh pahlawan populer saat itu, kalau aku nggak salah ibu Ritsu sering mengatakan kalau bagi Ritsu, Suzume adalah Maguma Taishi-nya, begitu juga sebaliknya, sesuatu seperti itu.
Keduanya menghabiskan waktu di pinggir sungai. Suzume mengatakan suara yang terdengar ditelinga kirinya sangat ribut dan meminta Ritsu mendengarkannya, jadi Ritsu menempelkan telinga kanannya ditelinga kiri Suzume. Mereka terdiam beberapa saat, Ritsu mencoba berkonsentrasi mendengarkannya, tapi Ritsu sama sekali tak bisa mendengarkan apapun. Suzume kemudian mengerti kalau hanya dia yang bisa mendengar suara itu.

Tiba-tiba Suzume terdiam dan meneteskan air mata untuk pertama kalinya. Ritsu terdiam menatapnya dan pindah ke sebelah kanan Suzume, agar Suzume bisa mendengarnya dengan jelas. Ia mengatakan kalau ibunya mengatakan Suzume sangat kuat karena tidak menangis meski mengetahui kalau ia kehilangan pendengaran. Suzume mengatakan ia tak bisa menangis saat itu, air matanya tidak mau keluar. Jika ia menangis saat itu, maka semuanya juga akan menangis. Ibunya pasti akan menjadi yang laing sedih jika ia menangis.
Ritsu hanya mendengarkan dengan diam dan Suzume mulai menangis dengan suara keras membuat Ritsu terkejut. Tapi Ritsu tidak mengatakan apapun dan hanya duduk diam disamping Suzume yang terus menangis. awwwwwww.
Suzume mengatakan jika Ritsu mau pulang Ritsu boleh pulang. Tapi Ritsu mengatakan ia akan menemani Suzume disana. Suzume terus menangis.

Ritsu kemudian meninggalkan Suzume dan ia berjalan ke pinggir sungai, melempar batu ke sungai. Suzume menghentikan tangisannya dan menatap Ritsu. Ia merasa kalau apa yang dilakukan Ritsu menarik dan bergabung dengan Ritsu. Keduanya kemudian mulai melempar batu bersama-sama ke sungai. Suzume sembuh dari kesedihannya dengan cepat karena Ritsu ada disampingnya.
Dalam narasinya, Suzume mengatakan kalau pada musim gugur 1980, ia kehilangan pendengaran ditelinga kirinya dan dunianya menjadi setengah.

Suzume ingin membuat ibunya tidak mengkhawatirkannya dan menunjukkan kalau ia baik-baik saja. Ia membuat rencana bersama Ritsu, Suzume ingin menggambar kurcaci yang ada ditelinganya dan menunjukkan pada ibunya kalau dalam telinganya ada sesuatu yang menarik seperti itu.

Ibu Suzume dan ibu Ritsu dipanggil ke sekolah oleh guru wali kelas untuk membahas mengenai Suzume dan Ritsu. Kalau aku tidak salah itu karena Ritsu sering bermain-main saat jam pelajaran (nakal) dan Suzume yang kemungkinan diganggu karena penyakitnya.
Ibu Suzume sangat mengkhawatirkan Suzume dan ibu Ritsu mencoba untuk menghiburnya, agar ibu selalu kuat karena seorang ibu tidak boleh menangis dihadapan anak-anak mereka. Ibu Suzume sedang dalam mood yang buruk yang membuatnya mengatakan hal yang keterlaluan pada ibu Ritsu.
Hal itu karena ibu Ritsu mengatakan kalau ibu Suzume tidak sendirian, ada orang-orang disamping ibu yang akan membantunya menghadapi semuanya, ia yakin semuanya akan baik-baik saja seiring berlalunya waktu. Tapi ibu Suzume tidak setuju, masalah Ritsu mungkin akan membaik setelah Ritsu dewasa, tapi puterinya, pendengaran ditelinga puterinya tidak akan kembali meskipun suzume dewasa.

Tentu saja malam harinya ibu menyesali apa yang ia katakan pada ibu Ritsu, padahal ibu Ritsu begitu mengkhawatirkan Suzume. Ayah juga mengatakan ibu tak perlu berubah sikap pada Suzume, meskipun ibu orangnya cengeng, ibu yang seperti itu adalah ibu yang disukai Suzume, jadi ibu tak perlu bersikap terlalu tegar dan menangis jika memang ingin menangis. Ibu mengerti.
Ibu Suzume kemudian datang ke rumah keluarga Hagio keesokan harinya untuk meminta maaf pada ibu Ritsu mengenai kejadian kemarin.

Ritsu dan Suzume menyelesaikan apa yang mereka buat dan mengundang keluarga mereka untuk melihat sebuah film singkat buatan mereka. Suzume memperlihatkan apa yang mereka buat (aku nggak tahu namanya, gomen ne).
Intinya Suzume dan Ritsu membuat itu untuk memperlihatkan pada semuanya dunia yang ada dalam telinganya, ada sebuah kurcaci disana. Ibu terharu melihat apa yang dibuat oleh puterinya, ia mengatakan kalau telinga Suzume sepertinya menatik dan Suzume membenarkan. Ibu juga berterima kasih pada Ritsu yang membantu Suzume.
Malam itu Suzume dan ibu tidur bersama dan menghabiskan malam dengan mengobrol dan mengatakan ia tak akan mengubah panggilan pada ibunya. Dulu ibunya meminta Suzume memanggilnya dengan Oka-san, bukan Oka-chan, tapi Suzume mengatakan ia akan tetap menanggil ibunya dengan Oka-chan.
Ayah mendengarkan pembicaraan keduanya dan ia merasa terharu. Apalagi saat keduanya mulai bercanda dan saling berpelukan. Ayah selalu diam-diam mendengarkan mereka dan menangis.

Keesokan harinya, hujan turun dengan deras. Suzume akan berangkat ke sekolah dan menemukan hal baru lagi, kalau ia tak bisa mendengarkan suara hujan ditelinga kirinya. Ia merasa kalau itu adalah hal yang menarik karena ia bisa mendengar setengah suara hujan.
Sesampainya di sekolah, Suzume disambut oleh 3 teman baiknya. Hujan berhenti, Suzume menutup payungnya,  langit menjadi cerah. Suzume menatap langit sehabis hujan dan tersenyum, langit saat itu setengah biru, langit yang disukai Suzume.

Beberapa tahun kemudian, Suzume sudah menjadi seorang siswa tahun terakhir di SMA, kemampuan melukisnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. IA sedang sibuk melukis ikan paus. Nao juga ada disana dan begitu Suzume menyelesaikan lukisannya, Nao terkagum-kagum dan bertanya apa judulnya. Suzume dengan semnagat mengatakan judulnya adalah 'Paus Terbang'.

Ritsu melewati tempat itu dan berhenti saat melihat Suzume dari jauh. Ia menatap gadis itu dan bernarasi.
"Mungkin alasan kenapa aku lahir lebih awal darinya adalah untuk melindunginya. Kami bertemu saat kami belum mempunyai nama. 7 Juli 1971, kami dilahirkan dihari yang sama. Aku dilahirkan sedikit lebih awal darinya."
Suzume merasa ada yang menatapnya dan berbalik, tapi Ritsu sudah tidak ada disana. Kisah Suzume dan Ritsu ditahun ketiga masa SMA, dimulai.

To Be Continued...

Komentar:
Akhirnyaaaaaaaaaaaa omg! Minggu depan bakalan puas melihat Mei Nagano dan Takeru Sato karena kisah Hanbun, Aoi mulai memasuki masa SMA keduanya. Ternyata 2 minggu mengisahkan masa anak-anak itu kepanjangan. Soalnya kalau di asadora yang lain biasanya minggu pertama aja yang masa anak-anaknya. Well, meski menurutku kepanjangan, masa anak-anak keduanya menarik dan bikin baper. Ritsu kecil ganteng banged, udah gede tetep ganteng sih HAHAHAHHAHHA.
Tapi sedih juga harus berpisah dengan mereka, aku akan merindukan pemeran anak-anak, semoga kapan-kapan ada flashback. Meski aku yakin nanti pemeran akan-anak akan comeback sebagai anak Suzume dan Ritsu. Biasanya sih kalau heroine asadora punya anak, pemerannya pasti pemeran masa kecil mereka hehhehehehe.

Aku sedih banged di minggu kedua ini, karena Suzume sudah kehilangan pendengaran ditelinga kirinya. Awalnya aku pikir Suzume akan sakit gitu, demam parah, tapi ternyata justru ia kehilangan pendengaran itu secara perlahan tanpa gejala apapun. Suzume memang pernah merasa kalau telinganya aneh, tapi dia pikir itu bukan apa-apa, sampai akhirnya pendengarannya hilang total.
Aku sampai lupa kalau telinga itu penjaga keseimbangan tubuh sampai aku menonton episode 12, makanya Suzume takut naik papan keseimbangan saat pelajaran olahraga, tubuhnya nggak bisa seimbang. Ritsu juga tahu karena dia sudah mencobanya sendiri.

Ritsu itu baik banged, ya ampuuuuuuuuuuun, dia melakukan apa saja untuk Suzume, mungkin karena itu dalam deskripsi karakternya, bagi Suzume, Ritsu adalah pahlawannya. Suzume selalu berkepala dingin dan menyelesaikan sesuatu dengan gaya cool. Dia juga anaknya cool gitu, meski kadang dia suka menggoda temannya. Bener sih kata mamanya Ritsu, Ritsu itu agak kompleks dan kita nggak tahu apa yang ada dipikirannya. Jadi penasaran nanti pas Takeru yang main apakah dia bisa mengimbangu karakter masa kecilnya? HAHAHHAHA

Chemistry Ritsu dan Suzume kecil sangat bagus, aku penasaran bagaimana dengan chemistry Takeru dan Mei nantinya. Tapi kalau aku lihat-lihat sih nggak ada perasaan cinta diantara mereka, karena mereka hanya teman masa kecil, karena itu mereka jatuh cinta pada orang yang berbeda nantinya. Tapi..... apakah benar hanya sebatas itu? Mengingat mereka berdua adalah pasangan yang ditakdirkan HAHAHAHAHA.

Menonton Hanbun, Aoi mengingatkan aku akan asadora Mare, karena di Mare kisah cintanya juga lumayan dibahas. Tapi sejak awal Kenta suka sama Mare sih, kalau disini kayaknya Ritsu kecil suka sama Suzume, tapi karena temannya Butcha 'kayaknya' suka sama Suzume jadinya ya gitu hehehhhehe. Tapi aku kaget lho saat Ritsu kecil mengatakan Butcha menyukai Suzume, masa sih? Aku harap Ritsu cuma salah paham aja HAHAHHAHAHAHA.

Ahhh~ drama ini masih sangat panjang saudara-saudara XD sampai akhir september 2018 nanti LOL.

Share:

5 comments:

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts