Monday, 23 April 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 3 (Episode 13-18)


Seperti dugaanku, kisah anak-anak asadora ini hanya sampai minggu ke-2 dan diminggu ke-3 akhirnya Nagano Mei muncul. Accckkk. Aku sangat excited dengan penampilan para tokoh setelah mereka remaja. Meski sebenarnya sudah banyak spoiler bertebaran jadi udah ketebak sih apa cerita minggu ke-1 sampai minggu ke-4. Nanti pas minggu ke-5 dan seterusnya sepertinya baru akan seru HAHAHHAHAAHAHHA.

Takeru Satoh ya ampuuunn, meskipun dia bukan nama yang aku harapkan main di drama ini, tapi aku sudah nggak bisa membayangkan aktor lain memerankan peran Ritsu XD. Ritsu bikin baper huuhuhuhu.

Half Blue Week 3: Koi Shitai!

Waktu berlalu dengan cepat. Suzume lahir pada tahun 1971. Ia kehilangan pendengarannya pada tahun 1980. Dan sekarang Suzume dkk sudah ada ditahun 1989, mereka duduk di bangku kelas 3 SMA.
Suzume sudah terbiasa dengan telinga kirinya dan ia juga sudah bisa mengatur keseimbangan tubuhnya dengan baik, tentu saja untuk kegiatan sehari-hari. Suzume juga mengikuti pelajaran dengan baik, meski ia harus lebih fokus dari anak biasanya.
Jika suara guru yang mengajar di depan kelas sangat kecil, ia akan mengeluarkan alat bantu pendengaran buatannya, sebuah telinga tambahan agar ia bisa mendengar dengan lebih jelas. Jika Suzume sudah mengeluarkan itu, maka para guru akan sadar kalau suara mereka kecil dan mereka akan memperbesar volume suara mereka. Kalau aku lihat sih, para guru waspada banged kalau Suzume mengeluarkan benda itu HAHAHHAAHHAHA.
Teman sekelas sudah terbiasa dengan hal itu, meski aku lihat ada beberapa gadis yang tidak menyukai Suzume.

Tapi Suzume diperlakukan dengan baik di kelas, tidak ada yang menganggunya, kenapa? Karena Suzume adalah teman Ritsu. Apa hubungannya? Ritsu adalah siswa populer di sekolahnya, ace dari klub basket, punya banyak penggemar. Karena Suzume dekat dengan Ritsu dan Ritsu juga nggak sombong karena pepuler, jadi yang lain nggak bisa membully Suzume.
Sekolah itu terkenal dengan sebuah roti yang cepat habis, jadi kalau mau maka harus cepat-cepat ke kantin, biasanya anak-anak rebutan. Hari itu, Suzume terlambat karena Butcha menganggunya dalam perjalanan dan ia kecewa karena nggak bisa makan roti enak itu. Begitu tiba di depan kelas, ia terkejut karena Ritsu udah enak-enak aja makan roti itu. Suzume kan kaget, kenapa Ritsu bisa mendapatkan roti itu padahal dia sibuk di tim dan pasti nggak sempat berlomba ke kantin. Jawabannya adalah karena penggemar Ritsu mempertaruhkan nyawa membeli roti itu HAHAHHHAHA. Hidup Ritsu enak banged XD
Suzume iri banged sama Ritsu dan Ritsu menawarkan satu untuknya. Suzume sangat senang tapi ternyata Ritsu cuma mau menggodanya dan Suzume dengan cepat mengambil roti dari tangan Ritsu, itu membuat keseimbangan Ritsu yang duduk di jendela jadi terganggu dan ia jatuh ke lantai. Suzume kaget dan mendekatinya, Ritsu memberi tanda ia baik-baik saja dan langsung merebut rotinya lagi saat Suzume lengah. Awwwwwwww. Mereka berdua benar-benar manis XD XD
Ackkk, belum apa-apa aku udah baper ya ampuunnn.

Bisnis sedang tidak berjalan dengan lancar dan itu membuat ibu sangat khawatir karena grafik keuntungan mereka terus mengalami penurunan. Ayah malah nggak peduli dan membeli daging banyak-banyak membuat ibu kesal. Ayah meminta ibu jangan mengkhawatirkan masalah uang, nggak ada gunanya membuat grafik dan mengingatkan dulu ibu juga sering membuat grafik kehamilan dan ujung-ujungnya ibu hamil, tidak sesuai dengan harapan mereka (mereka awalnya nggak niat punya anak karena penyakit ibu). LOL.
Malam harinya, ibu sendirian di kedai sambil mengemil. Ia berfikir nggak akan ada pelanggan yang datang lagi. Tapi tiba-tiba seorang pria tampan datang ke kedai dan membuat ibu terkejut. Entah kenapa ibu agak gugup menghadapi pria itu karena pria itu terus memandanginya sambil tersenyum.
Saat ibu menghidangkan teh, tiba-tiba pria itu mengatakan 'kirai desu ne' (cantik, ya) dan membuat ibu terkejut. Ibu pikir pria itu membahas mengenai kedai mereka. Tapi si pria malah mengatakan yang ia maksud cantik adalah ibu. Ibu terkejut mendengarnya.

Suzume seperti biasa masih suka menggambar dan gambarnya semakin lama memang semakin baik. Tapi keahlian Suzume hanya menggambar saja, ia tidak bagus dalam hal pelajaran. Jadi biasanya kalau ada waktu luang ia akan datang ke rumah Ritsu untuk meminta Ritsu membantunya belajar. Sama seperti saat kecil, Suzume selalu meniup peluit dan Ritsu yang mendengarnya akan muncul di jendela lantai 2.
Mereka sepertinya sering menghabiskan waktu belajar bersama. Ritsu akan mengajari Suzume yang memang agak sulit mengerti. Kadang pembicaraan mereka beralih ke hal lain, seperti hari itu, Suzume menceritakan alat bantu pendengaran yang ia buat sendiri dan ia pikir akan lebih bagus kalau benda itu lebih besar.
Mereka juga membicarakan mengenai Furansowa, seekor kura-kura peliharaan Ritsu. Sebenarnya ibu yang membelikan itu dan ingin Ritsu merawatnya. Ritsu sangat menyayangi kura-kura itu dan membuat Suzume kasihan pada Ritsu, karena sampai kelas 3 SMA, Ritsu masih belum punya teman selain Butcha. Disaat anak lain menghabiskanw aktu diluar, Ritsu malah menghabiskan waktu bersama seekor kura-kura LOL.

Suzume masih di rumah Ritsu sampai malam, mereka banyak mengobrol. Salah satunya adalah membicarakan mengenai telinga Suzume. Suzume mengatakan ia tak mengerti kenapa telinga kirinya masih ada dan untuk apa padahal ia tidak bisa mendengar itu. Ritsu terdiam mendengarkan pertanyaan itu.
Tiba-tiba Ritsu mengatakan, bukankah itu ada karena telingamu imut? Telingamu adalah hal yang imut. (Your ears are cute).
Suzume terkejut mendengarnya. Ritsu langsung mengalihkan pandangan ke arah Butcha dan sibuk dengan Butcha. Suzume berfikir dan kemudian mulai menginterogasi Ritsu, siapa yang mengatakan hal seperti itu tentang telinganya, karena kalau Ritsu pasti tidak akan berfikir seperti itu. Suzume menatap Ritsu dengan curiga dan meminta Ritsu mengatakan siapa yang mengatakan seperti itu tentang telinganya.
Ritsu batuk-batuk kecil dan mengatakan kalau Butcha yang mengatakan hal itu. Suzume menghela nafas kecewa, karena kalau Butcha yang mengatakannya nggak ada gunanya. LOL.
Ritsu ingin menjelaskan pada Suzume kalau ia rasa sejak kecil Butcha itu menyukai Suzume, karena Butcha sering menganggu Suzume,  tapi Suzume memotong dan mengatakan kalau Butcha adalah sahabat Ritsu, masa Ritsu nggak mengerti bagaimana Butcha. Ritsu berfikir dan menarik kesimpulan Butcha mungkin bukan sahabatnya HAHHAHAHHHAHAHA.

Sementara itu di kedai, ibu masih bersama pria itu. Ibu benar-benar nggak tenang karena ada pria muda yang mengatakan kalau ia cantik, tapi ibu tetap excited dan bahkan sempat bercermin dengan nampan dan merapikan rambutnya HAHAHHAHAAHHA.
Pria itu selesai makan dan memanggil ibu, ibu menemuinya. Pria itu menanyakan dimana suami ibu dan ibu makin panik mengatakan kalau suaminya masih ada dan bahkan punya anak. Pria itu bingung dan mengatakan pada ibu kalau ia hanya ingin menyapa. Ibu terkejut dan menyadari kalau ia salah paham HAAHHAHAHAHAHHA. Cinta sesaat XD

Kembali ke masa-masa SMA Suzume dkk. Suzume ada di klub melukis. Kadang-kadang Nao akan datang membantunya menyelesaikan lukisan.
Nao sendiri masuk ke klub memanah, ia terlihat sangat pandai memanah dan badannya tegap, pokoknya dia kelihatan serius sekali. Tapi ternyata sudah 3 tahun di klub memanah, menarik busur saja dia nggak bisa HAHHAHHA. Bisa sih, cuma kadang saking gugupnya jadi salah.
Butcha ada di klub bulu tangkis, ia selalu terlihat tebar pesona dan naksir pada salah satu anggota klub. Tapi tentu saja mereka nggak tertarik pada BUtcha. Sepertinay masa SMA Butcha dipenuhi dengan cinta sebelah pihak HAHAHAHHAHA.

Ritsu sendiri ada di klub bakset. Seperti yang aku katakan diatas, dia adalah ace dari tim basket dan sangat populer dikalangan wanita.
Ritsu sejak kecil sangat pintar, tapi kenapa dia berakhir di SMA biasa bersama Suzume dkk?
Ritsu sebenarnya mendaftar di SMA yang bagus, ia belajar dengan keras untuk ujian masuk ke SMA tersebut. Tapi dihari ujian, dalam perjalanan ke lokasi ujian, ia melihat seekor anak anjing terluka. Ritsu bahkan menangis histeris saat memeluk anak anjing itu. Ritsu tidak bisa membiarkan anak anjing itu sendirian dan ia memutuskan membawanya ke dokter. Ia bahkan mencari pemilik anak anjing itu. Ritsu sangat senang saat anak anjing itu kembali pada pemiliknya, tapi karena hal itu dia melewatkan ujian.
Setelah kejadian itu, Ritsu mengurung diri di rumahnya, ia tidak pernah keluar dan terus bermain piano. Ritsu kalau galau suka bermain piano yang musiknya sedih.
Suzume selalu mendengarkan suara piano Ritsu dari luar. Saat musim semi tiba, Ritsu untuk pertama kalinya membuka jendela dan Suzume sudah menunggu disana. Ritsu tersenyum untuk pertama kalinya setelah sekian lama dan bagi Suzume, itu adalah senyuman terindah yang pernah dilihat Suzume selama ini.

Suatu hari, di SMA Suzume dkk ada pertandingan memanah. Sekolah mereka menjadi tuan rumah perlombaan itu, jadi sekolah lain banyak yang datang kesana. Suzume mendukung Nao, jadi ia datang ke klub memanah. Sayangnya Nao tidak bisa melakukan dengan baik. PAdahal Nao udah serius banged dan menarik busurnya dengan benar, panah tertancap tepat di lingkaran yang nilainya 10, tapi ternyata itu bukan papan milik Nao tapi yang disebelahnya LOL.

Sementara itu, Butcha menemui Ritsu di klub basket dan tiba-tiba membicarakan hal menyedihkan. Ia mengatakan tahun depan ia tak akan bisa bersama dengan Ritsu lagi bermain basket seperti ini. Ritsu meminta Butcha tidak mengatakan hal seperti itu, karena mereka bisa bertemu bahkan setelah lulus, lebih tepatnya ia mengajak Butcha untuk terus bermain basket setelah lulus. Butcha sedikit senang dengan hal itu.
Saat Butcha mencoba melempar bola dan gagal, Ritsu menatapnya dan bertanya apakah Butcha sedang menyukai seseorang. Butcha terdiam dan mulai terlihat dengan serius. Butcha akan mengatakan sesuatu, tapi Ritsu malah memotong dan mengatakan sepertinya tidak ada yang disukai Butcha, ia bahkan mengalihkan pembicaraan dan mengajak Butcha ke klub memanah karena hari ini Nao ada pertandingan.
Butcha lupa akan hal itu dan keduanya langsung berlari ke klub memanah.
*lho lho lho, kok aku curiga ya Ritsu sengaja nggak mau mendengar siapa yang disukai Butcha karena ia menebak itu Suzume? are? are are?

Saat Ritsu dan Butcha tiba di klub memanah, kali ini adalah giliran siswi dari SMA lain. Salah satunya adalah seorang gadis cantik bernama Ito Saya (Furuhata Seika). Mata Ritsu langsung tertuju pada gadis itu dan tidak bisa melepaskan pandangannya. Gadis itu juga menatap ke arah Ritsu dan mata mereka bertemu. Ritsu merasakan detak jantungnya berbeda saat sang gadis menarik panahnya dan berhasil mendapatkan poin 10, tepat saat panah menancap dipapan, Ritsu jatuh cinta pada pandangan pertama.
Suzume ada diseberang dan memperhatikan tatapan Ritsu yang hanya tertuju pada satu arah.

Setelah pertandingan selesai, Ritsu menghabiskan waktu bersama Butcha, mereka main bulu tangkis bersama-sama. Terlalu bersemangat bermain, Butcha memukul terlalu keras dan bola bulu tangkis/kok milik mereka tersangkut di ranting pohon. Mereka mencoba mengambilnya tapi terlalu tinggi, akhirnya Butcha pergi mengambil sesuatu yang lebih panjang.
Ritsu sendirian saat tiba-tiba gadis yang tadi lewat disana dan mendekati Ritsu. Ia membantu Ritsu mengambil kok itu dengan busur panahnya yang lumayan panjang.
Gadis itu berhasil mengambilnya dan memberikan kok pada ritsu. Ritsu berterima kasih. Saat gadis itu akan pergi, Ritsu memanggilnya dan bertanya apakah ia boleh tahu nama gadis itu. Gadis itu tahu kalau Ritsu tadi melihat pertandingannya dan ia ingin Ritsu lebih dahulu mengatakan siapa namanya.
Ritsu tidak ragu dan mengatakan namanya jadi gadis itu juga mengatakan namanya, Ito Saya. Musiknya pas adegan itu bagus banged, cocok deh sama cinta pertama HAHHAHAHA.
BTW, Butcha melihat keduanya dari jauh.

Sepulang sekolah, 4 sahabat itu berkumpul di cafe Tomoshibi dan mulai menginterogasi Ritsu, tentu saja Butcha-lah yang menyebarkan gosip itu.
Mereka sangat bersemangat dnegan hal ini, karena ini pertama kalinya Ritsu menunjukkan rasa tertarik pada seseorang. Suzume bahkan tahu banyak info tentang gadis itu.
Butcha mendukung percintaan Ritsu karena gadis itu cantik HAHAHAHAHA. Ritsu kemudian meminta mereka untuk tidak membicarakan hal itu disini dan semuanya menatap Ritsu, ternyata Ritsu malu karena pemilik cafe mendengarkan pembicaraan mereka HHAHAHAHHAHHA.

Jadi, selesai makan di cafe, mereka mengikuti Ritsu pulang ke rumah. Ritsu protes kenapa semuanya jadi mengikutinya HHAHAHAHAHA. Nao mengatakan ini pertama kalinya Ritsu menyukai seseorang, jadi mereka harus mendengar detailnya. Nao mengatakan ia tak percaya kalau Ritsu bisa jatuh cinta LOL.
Butcha kemudian melihat sesuatu dipunggung Furansowa, pesan dari ibu Ritsu kalau ada puding di kulkas. Suzume mengatakan puding buatan ibu Ritsu sangat enak dan Ritsu menyuruh mereka makan kalau mau. Yang lain bersemangat, Suzume bersiap akan ke dapur saat Butcha tiba-tiba membahas mainan yang ada dikamar Ritsu dan juga bicara pada Furansowa.
Pembicaraan nggak berguna, begitu pikir Suzume dan ia akan kedapur mengambil puding. Tiba-tiba Ritsu mulai bicara, sebenarnya kalian ngapain sih datang ke kamarku?
Yang lain terdiam dan menatap Ritsu dan Ritsu melanjutkan, bukannya kalian datang karena ingin mendengar ceritaku?
Yang lain saling pandang dan Nao mulai menggoda Ritsu tapi ditahan oleh Suzume, ia mengingatkan Nao kalau mereka harus membahas ini perlahan-lahan HAHAHAHHAHAHAHA. Tapi kemudian Suzuke dkk mulai menyanyi gitu mengejek Ritsu dan Ritsu menahan senyumannya, dia malu banged dan menutup wajahnya dengan tas sekolahnya HAHHAHAHAAHA. KAwaii!
Ritsu ini orangnya lucu ya, dia awalnya nggak mau diejek tapi pas temen-temen ngomongin hal lain dianya malah kesal, intinya dia sebenarnya pengen curhat gitu wkkwwkkwkw.

Sementara itu, di pusat perbelanjaan Fukurocho terjadi sesuatu yang membuat heboh. Seorang gadis cantik awalnya muncul di studio foto keluarga Hagio dan gosip mulai menyebar. Kabarnya, akan dibangun sebuah tempat yang dinamakan 'Samba Land' di Fukurocho, gadis itu adalah pihak pengembangnya. Malam itu, para ayah berkumpul di cafe Tomoshibi membicarakan mengenai samba land itu. Tak lama kemudian, gadis yang muncul di studio foto keluarga Hagio datang. Gadis itu cukup seksi dan para ayah terdiam menatapnya.
Tapi si gadis sepertinya mudah mabuk, dia mabuk berat sambil curhat pada para ayah. Kebiasaan mabuknya juga agak aneh dan membuat para ayah bingung menghadapinya. Aku nggak tahu mereka ngomongin apa lol, harus nunggu sub ini. Tapi intinya samba land adalah impian gadis itu, jadi ia harap bisa dibangun di Fukurocho.

Sementara itu di kamar Ritsu, Ritsu mulai curhat mengenai perasaannya. Ia merasa pertemuannya dan gadis itu seperti takdir. Jika memang mereka ditakdirkan, mereka berdua akan bertemu lagi. Nao dan Butcha merasa yakin kalau keduanya pasti akan bertemu lagi. Suzume ternyata nggak yakin, tapi karena yang lain yakin jadi ia juga berfikir mungkin keduanya memang akan bertemu lagi. Butuh waktu cukup lama baginya untuk mencerna kalau Ritsu sudah bertemu dengan 'unmei no hito' atau orang yang ditakdirkan untuknya.
Ritsu juga merasa kalau gadis itu mungkin memang ditakdirkan untuknya. Suzume mengerti dan mencoba tersenyum.

Di rumah, Suzume melukis wajah Ito Saya saat adiknya masuk membawa minuman. Sota bertanya apa yang Suzume lukis dan Suzume mengatakan itu adalah lukisan gadis yang disukai Ritsu pada pandangan pertama, ia melukisnya untuk diberikan pada Ritsu sebagai hadiah.
Sota nggak percaya Suzume melakukan itu untuk Ritsu dan menatap kakaknya, ia pikir selama ini Suzume menyukai Ritsu. Aku rasa Sota tahu kalau Suzume menyukai Ritsu, dimana perasaan itu, Suzume sendiri juga belum menyadarinya. Dari narasi, nenek Suzume mengatakan ada sesuatu yang mengganjal dihati Suzume saat tahu kalau Ritsu menyukai orang lain, tapi Suzume tidak menyadarinya.

Waktu berlalu, sepertinya itu adalah pembukaan samba land milik si wanita waktu itu, atau mungkin masih dalam tahap pengenalan samba itu apa, jadi masyarakat Fukuroch menerimanya. Pria yang waktu itu datang ke kedai ibu juga salah satu anggota di samba land itu. Dia kokinya.
Keluarga Suzume, Nao dan Ritsu datang untuk melihat-lihat acara pembukaan. Tentu saja hanya orang dewasa, anak-anak tidak boleh masuk ke sana. Ayah Butcha sendiri sepertinya menjadi sponsor tempat itu.
Acara berlangsung dengan meriah dan semua yang hadir cukup terhibur dengan tarian samba dan masakan brazil. Tapi kemudian mereka mulai bosan karena acara pembukaan itu kepanjangan ceramah dan malah jadi ajang promosi produk sponsor LOL.

Saat orang tua ada di samba land, Suzume dan Nao di cafe dan Suzume tampak kesal pada Nao karena Nao merahasiakan sesuatu darinya. Nao ternyata selama ini cukup populer karena dia mendapatkan banyak surat cinta. Suzume menuduh Nao merahasiakan itu padanya karena ia tidak populer. Nao mengatakan Suzume itu cute dan Suzume menambahkan dia memang cute tapi tidak populer LOL.
Suzume meminta Nao memperlihatkan surat cintanya dan saat itu Nao hanya membawa satu, jadi memperlihatkan pada Suzume. Suzume membacanya dan ia geli sendiri HAHAHAHHAHAHAHA. Ia menyukai aroma harum dari surat cinta.

Sementara itu Ritsu dan Butcha berdua di kamar Ritsu. Mereka membicarakan para orang tua yang samba land dan Butcha tak mengerti kenapa ayahnya membangun tempat seperti itu, meskipun sebenarnya ia tertarik juga, sayangnya ia belum cukup umur. Tapi Butcha punya hal lain yang lebih ia pikirkan, yaitu masa depan.
Di Jepang, kalau sudah kelas 3 SMA, akan ada konsultasi masa depan pada wali kelas, biasanya diberikan angket gitu dan siswa mengisinya. Wali kelas akan berusaha untuk melihat impian siswa dan mencocokan dengan nilai mereka kemudian membimbing mereka masuk universitas mana dan jurusan apa.
Butcha belum tahu apa yang ingin ia lakukan.
Butcha kemudian melihat lukisan Saya tertempel di dinding lemari dekat meja belajar Ritsu dan Ritsu mengatakan Suzume melukis itu untuknya. Butcha bertanya apakah Ritsu tak ingin bertemu dengan gadis itu lagi, Ritsu bisa saja datang ke SMA gadis itu. Tapi Ritsu mengatakan kalau ia akan menunggu takdir mempertemukan mereka.

Malam itu Suzume sedang bersama adiknya dan ia menyadari kalau musim panas terakhir masa SMA-nya akan berakhir. Semua orang jatuh cinta kecuali dirinya. Sota nggak percaya kalau Suzume belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Suzume mengatakan kalau ia tidak tertarik pada hal begituan + dia nggak populer. Dia pikir Nao juga sama dengannya, tapi Nao berakhir dengan mengkhianatinya, karena Nao punya banyak banged surat cinta HAHAHHAHHAHA.
Sota mengatakan kalau itu tidak mengejutkan baginya, karena Nao sangat cantik. Suzume mendekatkan wajahnya pada Sota dan bertanya apakah dia tidak cantik. Sota mengatakan kalau kakaknya menakutkan LOL . (Kawaii = imut/cantik, Kowai = menakutkan).
Suzume kecewa banged dan Sota mengatakan cinta itu bukan sesuatu yang harus dicari, tapi akan datang dengan sendirinya seperti takdir. Suzume nggak ngerti LOL.

Keesokan harinya, Suzume menuggu bus seperti biasa. Saat ia menunggu, seseorang lewat dengan sepeda dan menjatuhkan sesuatu. Suzume melihat hal itu, ia mengambil benda yang dijatuhkan anak laki-laki itu dan berusaha mengejarnya.  Anak laki-laki itu berhenti setelah ia mendengar seseorang memanggilnya.
Suzume kemudian mengembalikan benda yang terjatuh itu dan anak laki-laki itu sangat berterima kasih pada Suzume. Karena sejak kemarin Suzume selalu memikirkan 'orang yang ditakdirkan', maka kali ini Suzume juga memikirkan hal yang sama, ia berfikir jangan-jangan anak laki-laki ini adalah orang yang ditakdirkan untuknya.

Saat jam istirahat, Suzume curhat pada Nao. suzume bahkan sudah membicarakan mengenai pernikahan dengan orang yang ia temui pagi ini HAHAHHAHAHAHA. Nao tak menyangka suzume sudah memikirkan sejauh itu. Suzume mengatakan kalau ia tak populer seperti Nao, jadi ia sudah memutuskan akan setia orang yang mencintainya.
Butcha mendengarkan pembicaraan mereka dan tertarik dengan apa yang mereka bicarakan. Ia membawa roti legendaris sekolah yang biasanya langsung habis 1 menit setelah bel berbunyi, ia berbagi dengan mereka.
Ritsu sedang sibuk di pintu bicara pada anggota klub yang lain saat Butcha memanggilnya dan mengajaknya makan bersama, tapi Ritsu menolak.
Butcha kemudian masuk dalam pembicaraan mereka berdua, ia pikir yang ketemu sama orang yang ditakdirkan adalah Nao, ia shock saat tahu kalau itu adalah Suzume. Suara Butcha agak keras saat itu, jadi Ritsu yang tadi katanya sibuk langsung menoleh ke belakang. Ia mendengar kalau Suzume baru saja menemukan orang yang ia sukai HAHAHHAHAHA.

Para suami sedang bersama gadis samba menikmati wkatu sambil bernyanyi. Sementara ada gerak gerik mencurigakan dengan pria yang dulu menemui ibu.
Pata ibu berkumpul di kedai milik keluarga Nireno membicarakan mengenai samba land saat Suzume dkk pulang.
Mereka berempat berkumpul di rumah Suzume, tentu saja mereka membicarakan orang yang disukai Suzume itu. Mereka meminta pendapat Ritsu dan Ritsu mengatakan mungkin itu adalah takdir. Suzume yang menemukan tape milik si anak laki-laki dan mengembalikannya, kalau dilihat dari sudut pandang biasa, itu bukan apa-apa. Tapi jika Suzume bertemu dengan anak itu sekali lagi, maka itu adalah takdir.
Butcha tidak setuju, yang terjadi pada Ritsu dan Saya adalah takdir, tapi apa yang terjadi pada Suzume, menurutnya itu bukan takdir LOL. Suzume kesal sekali dan menyipitkan mata pada Butcha.
Nao sendiri setuju kalau itu adalah takdir. Suzume mengerti dan ia mulai yakin, ia akan menunggu saat dimana mereka berdua bertemu lagi, kalau itu terjadi, maka orang itu adalah orang yang ditakdirkan untuknya.

Saat pulang dari rumah Suzume, Ritsu bertemu dengan Kimika sensei. Mereka membicarakan mengenai samba land. Sepertinya Kimika-sensei tidak terlalu setuju pada samba land itu, baginya dan orang dewasa disana perubahan itu sedikit menakutkan.
Kimika sensei juga mengatakan sesuatu tentang ia sudah melihat banyak anak-anak yang tumbuh sejak ia mulai bekerja menjadi dokter disana, ia membantu para ibu melahirkan dan sekarang mereka sudah besar, misalnya seperti Ritsu.
Ritsu dan yang lain akan meninggalkan kota itu suatu hari nanti tapi mereka para orang tua akan tetap disana. Ia hanya berharap setelah kelulusan dan mereka pergi dari kota untuk kuliah, mereka tidak boleh melupakan kota tempat mereka dilahirkan. Ritsu mengerti.

Keesokan harinya, Suzume menunggu bus seperti biasanya. Tiba-tiba ada yang memanggil-manggil 'ano... kamu yang kemarin, yang membantuku dengan mengembalikan tape-ku', sesuatu seperti itu. Suzume mendengar suara itu, tapi ia tak tahu dimana sumber suaranya. Ia melihat ke kanan dan kiri, tak ada siapa-siapa. Ternyata orang itu ada diseberang sungai. Suzume terkejut, itu anak laki-laki yang kemarin.
Saat Suzume masih terkejut, bus datang dan menghalagi pandangannya. Suzume harus naik ke bus itu, kalau tidak ia akan terlambat. Tapi hari itu ia membuat pilihan untuk tidak menaikinya dan menghadapi takdirnya sendiri bersama anak laki-laki itu.

Hari itu, Suzume terlambat ke sekolah dan ia dimarahi di depan kelas, tapi lucunya, Suzume senyam senyum sendiri.
Ia teringat kejadian pagi ini, ia akhirnya bisa bicara dengan anak laki-laki itu. Laki-laki itu mengatakan kalau ini bukan kebetulan, tapi ia sengaja menemui Suzume hari ini. IA sebenarnya sudah memikirkan menemui Suzume sejak hari pertama mereka bertemu, tapi ia selalu ragu dan ia takut, akhirnya ia menemukan keberanian itu pagi ini.
Ia juga jadi merasa bersalah karena Suzume ketinggalan bus dan akan meminjamkan sepedanya, tapi Suzume menolak karena ia tak bisa naik sepeda (karena telinga kirinya tak bisa mendengar, Suzume masih punya masalah keseimbangan jadi ia tak bisa naik sepeda).
Pertemuan keduanya itu benar-benar terasa seperti takdir dan Suzume merasa kalau anak laki-laki itu sangat baik dan cocok dengannya.

Saat pulang sekolah, Suzume jalan bersama Ritsu. Suzume menyombongkan apa yang terjadi pagi tapi, mengatakan kalau anak laki-laki bernama Kobayashi itu mengatakan ia sangat cantik, ini pertama kalinya ia bertemu gadis secantik Suzume dan Suzume bagai seorang puteri.
Ritsu tidak tertarik dan mengatakan kalau Suzume pasti berbohong. Suzume memang sengaja membesar-besarkan pujian Kobayashi tapi bagian 'kamu cantik' itu benar.
Ritsu mengatakan padahal Suzume itu jelek kayak monyet, Suzume bingung. Ritsu mengatakan saat Suzume lahir dulu Suzume kayak monyet HAHAHAHAHAHAHAHA.

Sementara itu Nao dan Butcha membicarakan hal yang berbeda. Menurut Nao, justru yang ditakdirkan bersama itu adalah Ritsu dan Suzume. Mereka dilahirkan dihari yang sama dan tempat yang sama. Sejak kecil mereka bersama-sama. Sepertinya NAo berencana menjadi pengamat mereka berdua, ia yakin meski mereka memilih jalan berbeda nanti akan dipersatukan diakhir LOL.

Suzume akan kencan akhir pekan ini dan ia meminta saran pada Ritsu bagaimana caranya agar pria tertarik padanya. Ritsu bingung, bukannya karena Kobayashi tertarik padanya makanya mereka kencan. Suzume menjelaskan maksudnya adalah karena ini kencan pertama mereka, ia harap memberikan kesan yang dalam.
Ritsu kemudian membisikkan sesuatu padanya dan mereka mulai latihan bicara. Jadi, Suzume menunjukkan berbagai reaksi kalau misalnya nanti Kobayashi bicara padanya, tapi Ritsu merasa kalau reaksi Suzume terlalu berlebihan dan sebaiknya Suzume jangan banyak bicara saat kencan nanti. Suzume jadi cemberut.
Suzume kemudian latihan menunjukkan reaksi tanpa bicara tapi makin berlebihan HAHHAHAHAHAH. Ritsu juga jadi bingung. Ia mengatakan kelebihan Suzume adalah kalau bicara, Suzume selalu menarik dan lucu. Suzume setuju karena memang banyak yang bilang begitu padanya.
Ritsu kemudian berkata, Seorang wanita sebaiknya tidak perlu lucu. Seorang wanita yang imut dan dewasa (pendiam) lebih menarik. Suzume shock mendengarnya. Selama ini ia tidak tahu akan hal itu dan kesal pada Ritsu kenapa Ritsu tidak mengatakan itu sejak awal padanya LOL.
Kalau nggak salah mereka juga membicarakan mengenai makanan, kalau kencan sebaiknya jangan makan ramen dan Suzume heboh karena itu, padahal dia suka banged ramen HAHAHHAHA.

Malam harinya, Suzume memilih baju untuk kencan bersama ibunya. Saat ayah masuk ke kamar dan tahu Suzume akan kencan bersama seorang pria, dia heboh sendiri dan langsung melapor pada kakek dan Sota HAHHAHAHAHAA.
Sota ternyata sudah tahu apa yang terjadi, mengenai Suzume yang menolong si anak laki-laki mengambilkan kaset yang terjatuh dan disana mereka saling tertarik.
Kakek sendiri khawatir apakah baik-baik saja kalau Suzume pergi sendiri dan Sota mengatakan kalau kencan ya perginya sendiri sama pasangan HAHAHAHHA.

Keesokan harinya, dihari kencan Suzume, Ritsu di di kamarnya. Tidak seperti biasanya, ia termenung di meja belajarnya. Ibu bingung melihat Ritsu yang begitu, jadi ia mendekatinya dan bertanya apa yang Ritsu pikirkan. Ritsu mengatakan bukan apa-apa dan berjalan keluar.
Ia menuju ruang tengah dan mulai membuka pianonya. Entah kenapa hari itu ia tampak lesu dan mulai memainkan piano dengan nada sedih. Saat Ritsu memainkan piano, ia mendengar seperti suara peluit yang ditiup Suzume, menandakan kalau Suzume ada diluar.
Ritsu mendekati jendela dan membukanya, tapi tidak ada siapa-siapa disana, itu hanya suara burung. Ritsu kembali duduk di dekat pianonya dan meletakkan kepalanya diatas tuts piano. Ritsu menekan tuts dengan tidak bersemangat. Awwwwwwwwwwww. Ritsu nggak semangat karena kencan Suzume hehehehhe.

Sementara itu, Suzume bersemangat untuk kencan pertamanya, ia datang lebih awal ke tempat kencan dan bertemu dengan Kobayashi disana. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama dan terlihat menikmati kencan itu.

To Be Continued.

Komentar:
KYAAAAAA!!!! Setelah tokoh remaja masuk ceritanya mengalir dan untung saja, tokoh remajanya mirip sama tokoh masa kecil mereka, sifatnya juga mirip jadi nggak terasa ada perbedaan aktingnya.
Suzume dan teman-temannya sudah ada ditahun ketiga masa SMA mereka, tahun terakhir, musim panas terakhir. Tentu saja dalam asadora kisah cinta nggak pernah ketinggalan ya, makanya disini pas banged judulnya, 'aku ingin cinta' mewarnai masa muda mereka.

Sesuai dugaan, Ritsu menjadi siswa populer di SMA-nya. Fans-nya banyak banged dan dia juga baik sama fansnya. Suzume dan Nao seperti biasanya, Butcha juga seperti biasa, selalu heboh. Mereka bertiga masih berteman baik sejak kejadian di sungai waktu itu.
Aku suka saat semua teman-teman kaget karena Ritsu akhirnya menunjukkan rasa tertarik pada manusia HAHAHHAHA. Cinta pada pandangan pertama terasa biasa ya, tapi aku baper banged lho, sutradaranya pinter banged menurutku saat adegan Ritsu dan Saya, kerasa banged feelnya, ditambah dengan musiknya aduh.

Suzume nggak populer karena nggak tertarik pada hal sepert itu, karena selama ini mereka sepertinya nggak membicarakan masalah cinta cintaan. Saat satu orang jatuh cinta, barulah sadar kalau dia juga pengen cinta.
Tapi Suzume perkembangannya lumayan cepat sih, pertemuan ketiga mereka langsung kencan hehehhehe. Kobayashi kayaknya orang baik, aku harap setelah episode ini dia akan muncul lagi di episode-episode mendatang, jangan cuma jadi guest aja :)
Aku penasaran kisah cinta Suzume ini mau dibawa kemana nantinya, apakah Suzume sadar kalau itu bukan cinta?
Karena di preview minggu ke-3, masalahnya sudha berubah ke pencarian impian Suzume. Bahkan di akhir minggu ketiga nanti Suzume akan meninggalkan Gifu, kampung halamannya.

Ritsu anaknya pemalu banged ya sama masalah cintanya, tapi dia juga pengen curhat pada teman-temannya. Tapi sesuai spoiler, nantinya dia dan Saya memang akan bertemu lagi dan sepertinya menjalin hubungan.
Ritsu kayaknya nggak sadar sama perasaannya pada Suzume. Dia beneran nggak semangat saat Suzume pergi kencan tapi dia nggak tau alasannya. Suzume yang selama ini sellau ada diluar jendelanya sudah tidak ada disana. Awwwww, dia merasa sedikit kehilangan tapi dia tidak mengerti kalau itu artinya dia menganggap Suzume lebih dari teman masa kecil.
Aku penasaran apakah nanti keduanya sempat terlibat cinta atau tidak sebelum mereka menikah dengan orang pilihan masing-masing heheheheheh. Karena dari spoilernya mereka akan menikah dengan oarng berbeda.

Hanbun, Aoi adalah asadora slice of life, jadi nggak akan terlalu banyak konflik disini. Bisa dibilang sih ceritanya menenangkan hati dan bikin baper, apalagi kayaknya Hanbun, Aoi ini banyak romancenya. Semoga penulis tidak mempermainkan hati ini HAHHAHAAHHA.
Tapi kalau asadora aku nggak ragu sih, karena memang dramanya panjang jadi pasti akan puas XD

Share:

1 comment:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts