Tuesday, 10 April 2018

[Review] J-Movie: Kokoro ga Sakebitagatterunda (2017)


"Kokoro ga Sakebitagatterunda" a.k.a "The Anthem of the Heart" a.k.a "Kokosake" adalah sebuah live action movie yang rilis pada Juli 2017 lalu. Movie ini diadaptasi dari sebuah anime movie berjudul sama yang tayang pada musim panas 2015 yang diproduksi oleh tim anime series Anohana. Versi anime movienya cukup populer dan bahkan mendapatkan nominasi di Japan Academy Prize ke-39.
Aku sudah menonton anime movienya dan sudah aku review di blog ini (klik disini). Aku sangat menyukai anime movie-nya, ceritanya unik dan endingnya juga cukup menarik, jadi saat tim produksi mengumumkan live action-nya, tentu saja aku sangat excited. Tapi aku tetap low expectation, mengingat dari pengalaman kalau udah nonton versi aslinya, bisanya kecewa sama live actionnya.
Tapi ternyata live actionnya tidak mengecewakan, bagus banged, meski ya pasti ada kekurangannya.

Live action movie Kokosake ini disutradarai oleh Kumazawa Naoto (Close Range Love, Jinx!!, Kimi ni Todoke) dan naskahnya ditulis oleh Manabe Yukiko (Ookami Shoujo to Kuro Ouji, Close Range Love, Kimi ni Todoke). Movie berdurasi 119 menit ini dibintangi oleh Yoshine Kyoko (Beppin-san, Senpai to Kanojo, Kuragehime), Nakajima Kento (Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai, Silver Spoon, Umareru), Ishii Anna (Girls Step, Your Lie in April, Spring Has Come), Kanichiro (The Miracle of Namiya General Store), Nishiyama Jun (20th Century Boys, Mother's Trees, Unmei ni Nita Koi), Arakawa YosiYosi (To Young To Die, Amachan, Judge!) dan banyak cast lainnya.

Movie ini jauh lebih bagus dari yang aku harapkan dan itu saja sudah membuat aku cukup puas. Aku sangat menyukai cinematography drama ini, pemilihan warnanya juga indah. Selain itu, musik drama ini benar-benar bagus, mengingat ini movie tentang musikal dan sama sekali tidak mengecewakan karena adem banged ditelinga.
Para karakter juga cocok dengan versi animenya, jadi benar-benar nggak kecewa deh sama pemilihan castnya. Ceritanya juga dirangkai sedemikian rupa meski ada beberapa perbedaan dengan versi animenya tapi aku suka mereka tidak mengubah endingnya. Karena hal yang membuat animenya berkesan adalah endingnya.
Adegan musikal dalam movie ini adalah adegan terbaik dan aku suka karena adegan musikalnya lumayan panjang, apalagi pas para cast nyanyi di part akhir, indah banged.

Tapi ada beberapa hal yang agak mengecewakan sih. Aku merasa suara Nakajima Kento disini kok terlalu lembut ya, kadang aku nggak jelas dia ngomong apa HAHHAHAHAHA.
Pengembangan ceritanya juga kurang, terutama pada perasaan 2nd lead male. Kalau di anime, ada adegan female lead dan 2nd lead berdua, tapi di live actionnya nggak ada sama sekali, jadi terasa ada yang kurang. Selain itu adegan confession 2nd lead male juga terasa terburu-buru dan dipaksakan. Kalau di versi anime, juga agak buru-buru sih, tapi entah kenapa suka aja gitu HAHAHHAHA.
Masalah male lead juga tidak terlalu dibahas, mengenai kenapa dia berhenti bermain piano hanya diperlihatkan sekilas. Bagaimana kakek dan nenek tersentuh saat dia memainkan piano lagi juga nggak ada, padahal itu adalah adegan terbaik male lead di versi anime movie.
Trauma female lead juga kurang kelihatan, kalau di versi animenya, saat sang ayah mengatakan dia banyak bicara, itu nusuk banged, tapi di live actionnya biasa aja gitu hahhahaah, atau mungkin cuma perasaan aku aja ya?
Tapi hal itu nggak mempengaruhi ceritanya sih, secara keseluruhan live action movienya masih bagus.

Oke, berikut ini aku akan menceitakan secara singkat isi dari movie ini. Mungkin nggak akan terlalu jelas, karena aku sebenarnya sudah agak lupa detailnya, soalnya aku menontonnya beberapa minggu lalu hhahahahha.
Karena isinya 100% spoiler, jadi bagi yang nggak suka mungkin bisa di skip ^^~

SINOPSIS
~spoiler alert~

Naruse Jun (Yoshine Kyoko) adalah seorang siswa SMA yang tidak pernah bicara di kelasnya, jadi teman sekelasnya berfikir kalau ia bisu. Tapi sebenarnya itu karena trauma masa kecilnya yang membuat dia dikutuk sehingga ia kehilangan kemampuan bicaranya. Sebenarnya tidak hilang sih, hanya saat jika ia mulai mengeluarkan suara, perutnya akan sakit. Karena itu ia tidak punya teman di sekolah.

Sewaktu kecil, Jun adalah anak yang banyak bicara, ia sangat suka berbicara dan mengagumi sebuah istana di pegunungan. Sepulang sekolah, ia sengaja pergi ke istana itu, karena ia berharap setelah dewasa nanti ia bisa masuk ke dalam. Tapi disana ia malah melihat ayahnya keluar bersama seorang wanita.
Jun pulang dan mengatakan pada ibunya kalau ternyata ayahnya adalah seorang pangeran, karena ia melihat ayah keluar dari istana, tapi sayangnya sang puteri bukan ibunya, karena ayah keluar dengan wanita lain.
Sang ibu tentu saja terkejut, karena istana itu sebenarnya adalah sebuah hotel.
Karena masalah itu, ayah dan ibu bercerai dan sebelum ayahnya pergi, ayah melimpahkan semua kesalahan pada Jun, karena Jun banyak bicara makanya semua ini terjadi.

Jun menangis setelah itu dan saat ia dikamar, ia menginjak telur yang pernah dibelikan ayahnya di sebuah festival, kemudian saat ia mulai bicara perutnya mulai sakit. Sejak itu Jun tidak pernah bicara lagi.
Ia percaya bahwa ia sudah dikutuk oleh telur itu. Telur itu adalah telur yang dijual di sebuah festival, ayahnya pernah mengatakan kalau dewa telur akan menghukum JUn jika Jun bicara mengenai hal yang buruk. Karena itu Jun percaya kemampuan bicaranya hilang karena kutukan sang telur.

Sekolah Jun biasanya mengadakan acara pengumpulan dana amal setiap tahunnya dengan mengadakan pertunjukan. Tahun ini, kelas mereka akan berpartisipasi dan guru memilih 4 orang panitia dari kelas mereka, Naruse Jun, Sakagami Takumi (Nakajima Kento), Natsuki Nito (Ishii Anna) dan Tasaki Daiki (Kanichiro). Mereka berempat malas menjadi panitia karena pasti sangat merepotkan + anak sekelas juga pasti tak tertarik melakukan sesuatu. Tapi mereka juga malas untuk menolaknya, karena nggak ada gunanya, sekali dipilih, guru akan kukuh pada pilihannya.
Saat semuanya diam, Jun satu-satunya yang berdiri dan mencoba untuk menolak menjadi panitia, ia mengeluarkan suaranya untuk pertama kali di kelas dan membuat semuanya terkejut karena Jun bisa bicara. Tapi perut Jun langsung sakit dan ia berlari keluar kelas.

Sakagami Takumi juga akan menolak menjadi panitia, jadi ia datang ke ruang musik (?) tempat dimana mereka diminta berkumpul. Saat itu belum ada orang disana, jadi dia mengambil sesuatu dan memainkan sebuah lagu. JUn sendiri juga datang dengan membawa note kalau dia menolak menjadi panitia. Tapi kemudian dia tertarik mendengarkan nyanyian Takumi dan terpesona pada lagu itu. Saat guru datang, ia senang melihat 2 panitia sudah ada disana, sayangnya Jun malah kabur dari sana.
Takumi sendiri mencoba menolak menjadi panitia, tapi sesuai dugaan, tak ada gunanya mencoba menolak karena guru tidak mendengarkan penolakannya sama sekali.

Untuk membuat para siswa lebih tertarik dan mendapatkan ide mengenai pementasan nanti, guru mengajak mereka menonton sebuah musikal dan saat itu Jun benar-benar terpesona pada musikal itu. Ia bahkan jadi datang saat waktu berkumpul panitia karena ia tertarik untuk mengadakan pertunjukan.
Saat itu yang datang hanya 3 orang minus Daiki. Mereka membicarakan apa yang harus mereka tampilkan dan Nito berfikir mereka harus menampilkan hal biasa seperti tahun lalu, paduan suara atau lainnya.
Tapi guru tak setuju, menurutnya terlalu biasa dan dia ingin melakukan sesuatu yang baru. Sebenarnya alasannya menunjukkan musikal pada mereka saat itu adalah untuk membuat mereka tertarik melakukan pertunjukan musikal. Ia ingin mereka menampilkan musikal.
Tapi Nito tidak terlalu setuju, karena musikal itu merepotkan + pasti anak sekelas tidak ada yang tertarik. Tapi keputusan guru memang nggak bisa mereka lawan.

Selama diskusi, Jun hanya mendengarkan tapi sebenarnya ia ingin bicara cuma tak bisa mengatakannya. Ia setuju dengan pertunjukan musikal itu. Takumi sebenarnya memperhatikan bagaimana Jun sepertinya ingin mengatakan sesuatu.
Arah rumah Jun dan Takumi ternyata sama, mereka bahkan menaiki bus yang sama, jadi dalam perjalanan ke stasiiun bus, Jun berjalan di belakang Takumi dan seolah ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak bisa mengatakannya. Takumi menyadari itu dan akhirnya ia berhenti mengatakan pada Jun kalau Jun ingin bilang sesuatu langsung katakan saja. Misalnya Jun yang ingin melakukan pertunjukan musikal.
Jun terkejut karena Takumi tahu isi hatinya, ia langsung mengambil note dan menuliskan 'apa kau bisa membaca isi hatiku?' membuat Takumi tertawa bingung.
Saat itu Jun juga ingin bicara tapi kemudian perutnya sakit dan akhirnya ia menceritakan masalahnya untuk pertama kalinya pada Takumi, kalau ia tidak bisa bicara karena perutnya sakit.
Karena repot harus menilis di notebook jika ingin mengatakan sesuatu, Takumi meminta no ponsel Jun dan begitulah Jun mulai berkomunikasi dengan Takumi menggunakan sms.
Keduanya membicarakan banyak hal, seperti masalah Jun yang dikutuk oleh telur, perutnya yang sakit kalau bicara, mengenai musikal dan mereka juga membahas mengenai lagu bisa menyampaikan kata-kata dengan baik.


Saat dirumah, Jun melipat kain sambil menonton TV dan ia mulai bersenandung, membuat ia terkejut karena ia tidak sakit perut kalau menyanyi. Jun kemudian sadar kalau dengan menyanyi, ia bisa menyampaikan kata-katanya.
Keesokan harinya saat di kelas, para panitia berdiri di depan kelas untuk menyampaikan kalau mereka berencana mengadakan musikal saat acara pengumpulan dana nanti dan sesuai dugaan banyak siswa yang mengejek dan malas, bahkan Daiki yang menjadi panitia juga tak tertarik dan mengejek Jun yang tidak bisa bicara tapi mau mengadakan pertunjukan musikal.
Hal itu menyulut pertengkaran antara Takumi dan Daiki, tapi teman Daiki-lah yang maju menyerang Takumi. Melihat kelas ribut karena dirinya, Jun yang selalu menolak bicara akhirnya mulai bicara, tapi dengan cara menyanyi dan itu membuat semuanya terkejut.
Sadar kalau ia dipandangi seisi kelas, Jun malu dan kabur dari sana. Takumi dan Nito mengejar Jun yang bersembunyi di atap dan Jun ternyata baik-baik saja, ia tidak sakit perut.
Saat itulah Nito baru tahu kalau Jun sakit perut jika bicara, ia mengetahuinya dari Takumi.

Dan setelah hari itu, 4 panitia bersatu dan membuat guru terharu, karena suatu keajaiban-lah Daiki bergabung dengan mereka.
Jadi, panitia pertunjukan musikal adalah Naruse Jun yang tidak mengikuti klub apapun, Sakagami Takumi yang ikut klub apa gitu namanya, kayaknya ada hubungan dengan anime lol; Nito Natsuki dari klub cheerleading dan Tasaki Daiki dari klub Baseball yang sedang istirahat karena cidera.
Alasan Daiki mau ikut adalah untuk menghabiskan waktu, karena kalau ia pulang cepat ke rumah ibunya pasti akan bertanya-tanya kenapa ia pulang cepat.
Ada adegan dimana mereka berempat berkumpul di sebuah cafe dan Daiki mendengar para junior mengejeknya karena selalu datang ke klub padahal nggak membantu sama sekali juga menyalahkan Daiki karena Daiki cidera mereka gagal ke koushien.
Daiki mendengar itu dan melabrak mereka, tapi si junior malah dengan kejam menyuruh Daiki menghilang saja dari dunia ini dan itu membuat Jun marah. Jun untuk pertama kalinya bicara dan mengatakan pada mereka untuk tidak menyakiti seseorang dengan kata-kata, karena kata-kata itu adalah sebuah senjata yang sangat tajam yang tidak bisa ditarik, bahkan jika mereka menyesalinya, kata-kata tidak akan pernah bisa ditarik.

Jun sakit perut setelah hal itu dan dibawa ke rumah sakit. Ibunya datang menjemput dan memarahi Jun. Selama ini ibu sangat malu karena Jun tidak mau bicara padanya, bahkan mengurung Jun dalam rumah dan tidak boleh keluar kalau ia tak ada dirumah. Ia merasa itu adalah rasa dendam Jun padanya karena Jun berhenti bicara setelah perceraiannya dan suaminya.
Tapi Takumi mencoba menjelaskan situasinya dan mengatakan kalau Jun adalah anak yang baik dan selalu berusaha keras. Saat itu ibu baru tahu kalau Jun ternyata punya teman yang melindunginya dan Jun juga saat itu menyadari kalau ia menyukai Takumi. Tapi masalah dimulai dari sana.

Anak-anak akhirnya setuju untuk melakukan pertunjukan musikal dan mereka mulai membagi tugas dan latihan. Mereka tak boleh malas-malasan karena waktu persiapan hanya satu bulan.
Jun akan menjadi female lead dalam pertunjukan musikal itu, dimana ia menulis naskahnya sendiri. Ia menulis naskahnya dari pengalamannya dan karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada ibunya, jadi ia ingin menyanyikannya nanti saat pertunjukan.
Ia meminta Takumi yang membuat aransemen musik untuk musikal itu, karena Takumi ternyata bisa bermain piano. Takumi sudah lama tak menyentuh pianonya karena trauma, tapi akhirnya demi Jun ia memainkan pianonya lagi.
Takumi sendiri ditunjuk sebagai pangeran dan awalnya ia ragu tapi Nito mendukungnya. Nito sebenarnya berfikir kalau Takumi dan Jun saling menyukai dan ia berniat mendukung mereka berdua, meski sebenarnya ia menyukai Takumi. Nito sebenarnya adalah mantan pacar TAkumi saat masih SMP dulu.

Waktu berlalu dan persiapan mereka berjalan dengan sangat lancar. Takumi juga menyelesaikan aransemen lagunya dan disukai oleh Jun dkk. Tapi sebelum final, Jun malah mengubah ending scriptnya, awalnya Jun membuat bittersweet ending tapi setelah sadar ia menyukai Takumi, Jun ingin endingnya bahagia. Karena itu Takumi mengubah lagunya lagi.
Suatu hari junior yang memusuhi Daiki mengacaukan properti mereka, hal itu membuat DAiki sangat marah karena ia tak menyangka juniornya bertindak sejauh itu. Ia tak maslaah juniornya melakukan sesuatu padanya tapi jangan pada teman-temannya. Tapi berkat hal itu, kesalahpahaman antara keduanya selesai dan mereka baikan. Tentu saja klub baseball setelah itu mulai membantu kelas Daiki untuk persiapan pertunjukan musikal itu.
Dan malam sebelum Hari-H, Jun melihat Takumi dan Nito mengantar barang ke ruang persiapan. Daiki tau kalau Jun menyukai Takumi dan sengaja menyuruh Jun ke ruang persiapan juga
Disana Jun melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat, kenyataan bahwa sebenarnya Takumi menyukai Nito dan itu membuat Jun patah hati.
Malam itu Jun berlari sambil menangis dan menyadari kalau sekarang ia tidak bisa menyanyi lagi, karena ia sakit perut kalau menyanyi.

Keesokan harinya, Hari-H, Jun tidak datang dan membuat semuanya panik. Daiki menyalahkan Takumi karena ini semuanya salah Takumi dan meminta Takumi bertanggungjawab. Takumi sendiri tidak tahu kalau Jun ternyata menyukainya dan tapi menurutnya itu bukan salahnya jika ia tak bisa membalas perasaan Jun.
Daiki sendiri membicarakan masalah lain, jika pertunjukan gagal karena Jun, semuanya akan menyalahkan Jun dan itu akan membuat trauma Jun semakin besar. Jadi Takumi akhirnya mengerti dan berusaha mencari Jun.
Sebenarnya adegan ini cukup singkat tapi cukup memmbuatku membenci Takumi sedikit HAHAHAHAHA (sama dengan di anime movie, aku juga benci sama Takumi pas bagian ini hahahaha).

Takumi berusaha mencari Jun tapi tak mudah untuk menemukannya, karena Jun tak ada di rumah dan tak ada ditempat yang biasa mereka datangi. Ia kembali melihat chat mereka untuk menemukan pentunjuk dan satu-satunya tempat yang belum ia datangi adalah hotel di atas gunung itu, jadi Takumi pergi kesana.
Jun ternyata ada disana, ia mengurung diri semalaman disana. Ia sudah tidak sakit perut jika bicara tapi sakit perut kalau menyanyi. Takumi berusaha meyakinkan Jun untuk kembali dan mengatakan padanya tidak ada yang namanya kutukan itu. Ia juga menyuruh Jun untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan padanya, karena dengan begitu hati Jun pasti akan lebih tenang.
JUn akhirnya mulai memarahi Takumi, mengatakan dia jahat dan seharusnya jangan terlalu baik padanya jika Takumi sama sekali tak ada perasaan dan lain-lain.
Pada akhirnya, kutukan itu selama ini tidak ada, itu hanya alasan yang dibuat Jun untuk menghukum dirinya sendiri. Dan saat terakhir, Jun menyatakan perasaan pada Takumi meski ia tahu jawabannya.

Nito dan Daiki berhasil meyakinkan teman-teman sekelas untuk melakukan pertujukan musikal meski tanpa Jun, karena Nito akan menggantikannya. Menurutnya tak masalah jika pertunjukan mereka tak bagus, meski gagal mereka harus tampil karena mereka sudah bersusah payah latihan selama 1 bulan ini. Dan begitulah Nito menggantikan Jun sebagai female lead dalam musikal itu.
Menjelang akhir pertunjukan, Jun dan Takumi akhirnya kembali dan mengambil posisi mereka. Pertunjukan musikal itu berakhir dengan sangat mengharukan.

Jadi cerita yang ditulis Jun itu kira-kira seperti ini.
Ada seorang gadis yang selalu kagum dengan sebuah istana dimana selalu ada pesta tari disana dan suatu hari sang gadis ingin menari disana. Tapi ternyata itu adalah hukuman bagi mereka yang jahat, untuk menari seumur hidup. Karena sang gadis sangat ingin masuk ke istana itu, ia mulai melakukan hal-hal yang jahat agar ia ditangkap, tapi entah kenapa ia tak pernah ditangkap.
Sebuah telur kemudian datang mendekatinya dan mengatakan kalau hal yang paling jahat di dunia ini adalah menyakiti dengan kata-kata, jadi sang gadis mulai mengeluarkan kata-kata jelek pada orang lain, untuk menyakiti hati orang lain, sampai suatu hari sang gadis kehilangan kemampuannya untuk bicara.
Ia bertemu dengan seorang pangeran dan jatuh cinta padanya. Tapi sang gadis tak bisa mengekspresikan cintanya dengan kata-kata karena ia tak bisa bicara.
Ending awal yang dipikirkan oleh Jun adalah sang gadis dihukum mati dan saat terakhirnya, ia berhasil mengatakan kalau ia mencintai sang pangeran.
Tapi kemudian jun mengubahnya, saat sang gadis akan dihukum, sang pangeran datang menyelamatkannya dan berdansa dengan sang gadis.

Dalam movie ini, adegan dimana Nito menjadi pemeran utama dalam musikal, narasi musikal dan Takumi yang datang menyelamatkan Jun, ditampilkan bersamaan dalam ritme yang pas, jadi sangat menarik mengikutinya.
Juga adegan musikal yang lumayan panjang diiringi nyanyian yang bagus dan adegan terakhir dimana para cast menyanyikan 2 lagu sekaligus sangat keren. Aku menyukai adegan terakhir dari musikal ini.

Aku tidak menyangka aku akan meneteskan air mata saat Jun mengatakan perasaannya pada ibunya, melalui penampilan musikalnya. Aku menyukai adegan itu, saat nenek Takumi menghalangi ibu yang akan meninggalkan pertunjukan musikal karena JUn tidak ada disana.

Menurutku LA Kokosake ini sudah cukup bagus, meski ya nggak akan bisa menandingi versi aslinya. Intinya sih nggak mengecewakan. Chemistry antara cast juga bagus. Ada beberapa bagian yang diubah dari versi aslinya tapi tidak mengubah alur ceritanya.
Aku sebenarnya merasa ending versi aslinya (anime) nanggung banged jadi agak berharap sama LA-nya dan ternyata LA-nya endingnya lebih nanggung lagi HAHAHAHAH.

Skor:
Story: 4/5
Character : 4/5
Cinematography : 3/5
Music : 4/5
Opening : 3,5/5
Ending : 3/5

Share:

1 comment:

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts