Sunday, 14 October 2018

[Recap] Manpuku Week 2 (Episode 7-12)

Minggu kedua Manpuku, penyakit Saki ternyata bukan demam biasa. Keluarga Imai yang mengetahui hal itu sangat terkejut. Saki tidak ingin membuat keluarganya khawatir dan menyembunyikan hal yang sebenarnya. Fukuko yang tidak bisa memikirkan hal lain selain kakaknya ingin berpisah dari Manpei untuk sementara waktu, sampai kakaknya sembuh. Ibu menggunakan kesempatan itu untuk meyakinkan Fukuko memilih pria yang ia pilihkan. Semuanya tidak berjalan lancar dan Fukuko memutuskan putus dari Manpei. Tapi Fukuko tidak bisa membohongi perasaannya sendiri.

Sinopsis Manpuku Week 2: Aimasen... Ima wa.
-I will not see you now-

Manpe datang menemui Fukuko di Toyo Hotel dan tiba-tiba menyatakan perasaannya. Ia ingin berpacaran dengan Fukuko dengan niat untuk menikah. Tentu saja Fukuko sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Manpei. Mereka baru beberapa kali bertemu dan sudah dilamar aja. Manpei kemudian sadar dengan apa yang ia lakukan dan meminta Fukuko untuk melupakan apa yang baru saja ia katakan.
Manpei kabur meninggalkan Fukuko yang masih shock. Pernyataan cinta itu dilihat oleh Hoshina dan Noro, Noro shock berat karena selama ini ia menyukai Fukuko. Fukuko masih shock berat dan tidak bisa berkata-kata saat Noro dan Hoshina mendekatinya bertanya apa yang terjadi. Fukuko juga panik gitu menjelaskannya karena ia tidak tahu bagaimana menceritakannya lol.
Sementara itu Manpei yang sudah kabur juga kesal pada dirinya sendiri kenapa ia melakukan hal itu.

Manpei yang sedang galau karena Fukuko makan di kedai pinggir jalan. Saat itu Sera datang dan duduk disampingnya. Sera ini suka sok akrab pada Manpei dan mengatakan kalau Manpei adalah sahabatnya. Manpei nggak begitu ramah pada Sera sebenarnya, karena pikirannya penuh dengan Fukuko dan juga ia tidak terlalu mengenal Sera.
Sera menanyakan mengenai pekerjaan Manpei karena Sera memang tertarik pada bakat Manpei tapi kemudian pembicaraan mereka berubah ke masalah MAnpei. Sera ingin Manpei sekali-kali curhat padanya mengenai sesuatu karena mereka berteman. Manpei juga nggak punya teman curhat sih, jadinya ia bertanya pada Sera apa yang harus ia lakukan pada gadis yang ia sukai dan Sera memberikan saran dengan cara aneh pada Manpei. Intinya sih Sera ingin Manpei terus mendekati gadis itu dan jangan menyerah.
Manpei mulai tidak fokus pada pekerjaannya karena ia terus memikirkan Fukuko. Ia teringat saran Sera untuk terus mendekati Fukuko dan teringat senyuman Fukuko yang manis. Manpei benar-benar jatuh cinta pada Fukuko dan ia tidak bisa menahannya.

Saat hari libur, Fukuko mengunjungi kakaknya Saki dan Katsuko. Awalnya dia ke rumah Saki untuk mengobrol sekaligus melihat keadaan kakaknya. Saki sudah terlihat lebih baik sekarang dan sudah sibuk dengan pekerjaan rumah. Rumah Saki sangat tenang karena hanya ada mereka berdua disana sementara Shinichi tidak ada di rumah.
Sementara itu di rumah Katsuko suasananya sangat berbeda. Katusko punya 4 orang anak, 2 perempuan dan 2 laki-laki. Yang satu masih bayi sedangkan 3 lainnya berlari kesana kemari. Fukuko berkomentar kalau suasana rumah Katsuko jauh lebih hidup dari rumah Saki.

Ibu Fukuko sudah tidak mau berlama-lama lagi dan mulai membicarakan mengenai pernikahan Fukuko. Ia ingin Fukuko menikah dengan pria yang ia pilih tapi Fukuko mengatakan ia belum memikirkan pernikahan untuk sekarang ini. Tapi ibu tetap membuat keputusan kalau ia yang akan mencarikan jodoh untuk Fukuko, pria pilihannya, pria yang mapan dengan pekerjaannya. Ibu tidak ingin Fukuko seperti Katsuko dan Saki yang menikah dengan pria pilihan mereka tapi hatinya tidak tenang karena ia tidak bisa mempercayai suami dua kakak Fukuko itu.
Ibu Fukuko meminta temannya untuk mencarikan seorang pria untuk Fukuko dan wanita itu datang membawa foto omiai. Ibu menyukai calon Fukuko yang itu karena dia punya pekerjaan bagus, kalau nggak salah kerja di bank gitu, jadi penghasilannya stabil. Fukuko ingin menolak tapi ia tidak bisa mengatakannya.

Keesokan harinya, Fukuko berangkat bekerja dan Manpei sudah menunggunya di pintu masuk Toyo Hotel. Fukuko terkejut melihat Manpei disana.
Manpei memberanikan diri mendekati Fukuko dan meminta maaf atas kejadian waktu itu tapi ia serius mengenai perasaannya pada Fukuko. Manpei menyatakan perasaannya sekali lagi pada Fukuko, ia ingin Fukuko berpacaran dengannya dengan pikiran untuk menikah.
Fukuko tentu saja terkejut, ia mendapat pernyataan cinta dari orang yang sama 2 kali. Fukuko sempat terdiam sejenak dan memikirkan jawabannya. Tapi aku bisa melihat Fukuko tanpa ragu menjawab 'yes' dan wajah Manpei langsung sumringah hohohohohoh.
Keduanya saling pandang dan tersenyum. Cute banged ya ampuuun XD

Kencan pertama Manpei dan Fukuko. Mereka berdua jalan-jalan di taman. Mereka masih awkward satu sama lain tapi wajah mereka terlihat bahagia.
Fukuko menceritakan mengenai keluarganya. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih kecil, mereka hidup miskin. Kakak keduanya menikah dan kakak pertamanya menjadi tulang punggung keluarga. Sekarang dirinya-lah yang menjadi tulang punggung keluarga setelah Saki menikah dan menemukan kebahagiaannya.
Dari taman, mereka makan siang di kedai ramen. Kali ini giliran Manpei menceritakan tentang hidupnya. Manpei adalah anak tunggal dan orang tuanya meninggal dunia saat ia masih kecil. Ia dirawat oleh keluarga dari ayah dan ibunya setelah orang tuanya meninggal dunia. Tinggal bersama saudara tidaklah mudah jadi Manpei memutuskan untuk mulai bekerja setelah lulus sekolah. Ia sering pindah-pindah sebelum akhirnya menetap di Osaka. Manpei bukan orang Osaka asli jadi logat Osakanya tidak terlalu bagus.

Manpei juga mengajak Fukuko ke tempat kerjanya dan memperlihatkan dimana dan bagaimana ia bekerja. Ia mengatakan kalau impiannya adalah membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain, sebuah pekerjaan yang membuat orang lain bahagia.
Fukuko terpesona pada Manpei saat Manpei mengatakan hal itu. Fukuko memang sudah jatun cinta pada Manpei dan ia jadi makin cinta awwwww.
Saat mereka sedang mengobrol, Kajitani masuk ke sana dan bertanya siapa Fukuko. Manpei mengatakan kalau hubungannya dan Fukuko bukan seperti yang dibayangkan Kajitani. Kajitani sih nggak peduli, ia hanya tidak mau Manpei membawa orang asing masuk ke tempat mereka, apalagi seseorang yang bekerja di Toyo Hotel. Fukuko meminta maaf.

Manpei mengantar Fukuko pulang sampai ke depan rumahnya. Manpei meminta maaf pada Fukuko karena tadi ia mengatakan hal seperti itu dihadapan Kajitani. Tapi ia mengatakan perasaannya pada Fukuko adalah serius, ia ingin berpacaran dengan Fukuko dengan pikiran untuk menikah.
Fukuko malu-malu sambil menyentuh rambutnya dan mengatakan kalau dia tidak cantik. TApi Manpei langsung mengatakan itu tidak benar. MAnpei mengatakan kalau Fukuko itu cute, hatinya baik, pintar dan saat Fukuko makan ramen, ramennya tampak enak sekali.
Fukuko jadi malu mendengarnya tapi ia bahagia. Manpei juga tersenyum bahagia banged dan mengajak Fukuko bertemu lagi lain kali. Fukuko setuju.
Manpei kemudian permisi dan ia terus tersenyum saat meninggalkan Fukuko sementara itu Fukuko menatap kepergian Manpei sampai Manpei menghilang dari pandangan. AACKKK, pasangan ini bikin baper parah XDXD

Ibu Fukuko tahu kalau seorang pria mengantar Fukuko pulang karena ia mendengar suara Manpei dari dalam rumah. Untungnya ibu nggak langsung keluar dan menganggu mereka. Ia menunggu Fukuko masuk dan menginterogasinya. Ia mengingatkan Fukuko kalau ia tidak setuju Fukuko berhubungan dengan Manpei dan Fukuko harus menikah dengan pria pilihannya.
Fukuko mengatakan pada ibunya kalau Manpei adalah orang yang baik tapi ibu tetap tidak menyukainya.

Noro-san mendengar gosip menyebar kalau pria waktu itu datang lagi dan menyatakan cinta pada Fukuko dipintu masuk untuk pegawai hotel. Noro langsung bertanya pada Hoshina apakah itu benar. Hoshina membenarkan karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Noro kesal sekali, ia langsung patah hati apalagi saat tahu kalau Fukuko menerima cinta pria itu.
Fukuko tidak konsentrasi bekerja dan Hoshina bertanya ada apa karena wajah Fukuko terlihat berbeda. Fukuko nggak punya teman curhat dan akhirnya curhat pada Hoshina. Ia mengatakan kalau ibunya tidak menyukai Manpei dan ingin ia menikah dengan pria pilihan ibunya, ia tidak tahu harus bagaimana. Hoshina sebenarnya tidak punya pengalaman dalam percintaan dan saat ia mengatakan hal seperti itu, Fukuko nggak percaya. Tapi Hoshina mengatakan hal yang sebenarnya dan malah balik curhat ke Fukuko untuk bertanya apa yang harus ia lakukan HAHAAAHHAAHHA.

Saat mereka bicara, tiba-tiba Maki Zennosuke muncul karena ia ada janji di hotel itu. Fukuko terkejut melihat Zennosuke dan mengatakan pada Hoshina kalau Zennosuke adalah seorang dokter kenalan kakaknya.
Zennosuke terkejut melihat Fukuko dan bertanya kenapa Fukuko ada disana. Fukuko mengatakan ia mulai bekerja di Toyo Hotel sejak 3 tahun lalu. Maksud Zennosuke bukan itu, ia mendengar Saki dirawat di rumah sakit dan bertanya kenapa Fukuko tidak menjenguknya.
Fukuko terkejut mendengar hal itu, ia sama sekali tidak tahu kalau kakaknya dirawat. Zennosuke mengetahui hal itu dari temannya yang bekerja di rumah sakit, semalam Saki pingsan dan dibawa ke rumah Sakit. Hoshina langsung menyuruh Fukuko untuk segera ke rumah sakit dan Fukuko panik.

Fukuko berlari sekuat tenaga ke rumah sakit dan masuk ke kamar kakaknya. Saki sedang tertidur dan Shinichi ada disampingnya. Fukuko bertanya apa yang terjadi, bukankah kakaknya hanya demam biasa. Shinichi mengatakan kalau ia juga berfikir begitu karena saat mereka periksa ke dokter, dokter mengatakan hanya demam biasa. Semalam keadaan Saki memburuk sampai muntak darah dan kemudian ia pingsan, sejak semalam mereka sudah di rumah sakit.
Shinichi mengatakan kalau penyakit Saki ternyata adalah TBC. Fukuko terkejut.

Ibu, Katsuko, Shinichi dan Fukuko menemui dokter yang merawat Saki dan mendengarkan penjelasan dari dokter yang intinya sangat sulit mengobatinya. Saki menderita TBC dan sepertinya sudah cukup parah. Pada masa itu, TBC termasuk penyakit yang mematikan karena tidak ada obatnya, tentu saja keluarga sangat mengkhawatirkan Saki.
Saat Saki akhirnya membuka mata, seluruh keluarga sudah berkumpul disana mengkhawatirkannya. Saki mengatakan kalau ia baik-baik saja. Ibu bertanya kenapa mereka tidak menyadarinya sampai separah ini dan Katsuko mengatakan di rumah sakit yang lain dokter mengatakan hanya demam biasa, makanya mereka pikir hanya demam biasa. Ibu mengatakan harusnya mereka tahu beda demam biasa dan tidak. Fukuko menegur ibunya, meminta ibu jangan mengatakan hal seperti itu pada Saki. Saki meminta maaf pada ibunya, Shinichi juga meminta maaf karena tidak menyadarinya. Ibu mengatakan kalau ia mengerti, ia tidak akan khawatir berlebihan karena hal itu.
Saat keluarga Imai pulang, Fukuko sangat mengkhawatirkan kakaknya, karena dokter sampai mengatakan itu sulit diobati. Katsuko mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Ibu kemudian jatuh lemas dan meminta mereka jangan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja dengan mudah. Ibu menangis sambil memanggil nama puterinya.
Ibu terlihat kuat dihadapan Saki, tapi sebenarnya hatinya paling terluka karena itu.
Saki sebenarnya menyadari kalau ibunya pasti sangat khawatir. Shinichi meminta Saki jangan memikirkan hal lain, pikirkan saja bagaimana agar bisa sembuh. Saki mengerti.
Katsuko juga kepikiran pada kakaknya dan curhat pada suaminya yang sibuk melukis sementara Anak-anak membuat bangau kertas untuk bibi mereka.
Tadahiko bertanya apakah Saki akan sembuh dan Katsuko yakin kalau Saki akan sembuh. Tadahiko mengatakan kalau dokter saja tidak tahu, kenapa Katsuko yakin sekali. Katsuko mengatakan disaat seperti ini, yang bisa mereka lakukan adalah percaya kalau Saki akan sembuh. TAdahiko terdiam.

Kajitani dan Manpei ada acara di Toyo Hotel dan sebelum masuk ke ruangan, Manpei menyempatkan diri menemui Fukuko di meja depan. Manpei bisik-bisik paa Fukuko mengenai rencana kencan mereka berikutnya. Fukuko mengatakan kalau sepertinya ia tidak bisa hari itu. Manpei mengerti dan mengatakan kalau mereka bisa bertemu minggu berikutnya. Fukuko mengatakan kalau hari itu dia juga tidak bisa.
Manepi bingung dan bertanya apakah terjadi sesuatu. Fukuko tidak mau membicarakan hal itu karena ia sedang bekerja. Kajitani juga memanggil Manpei dan Manpei harus meninggalkan Fukuko.
Hoshina mengkhawatirkan Fukuko dan mengatakan kalau Fukuko boleh pergi menemui Manpei, karena tamu mereka belum banyak, ia bisa melayaninya sendirian. sebaiknya Fukuko menjelaskan pada Manpei apa yang terjadi. Fukuko mengerti dan berterima kasih pada Hoshina.

Fukuko dan Manpei bicara berdua. Fukuko menjelaskan kalau kakaknya Saki sedang dirawat di rumah sakit karena TBC, ia pikir ia tidak bisa menemui Manpei untuk sementara waktu karena ia tidak mungkin kencan sementara kakaknya sakit. Fukuko meminta maaf, tapi Manpei mengerti, kesehatan kakak Fukuko adalah yang paling utama. Manpei bertanya apakah ada yang bisa ia lakukan untuk membantu Fukuko dan Fukuko nggak enak meminta sesuatu.
Manpei bertanya mengenai rumah sakit tempat Saki dirawat, apakah ada dokter khusus yang menangani penyakit TBC dan Fukuko nggak terlalu mengerti mengenai hal itu. Manpei mengatakan kalau dokter punya bidangnya masing-masing dan ia menawarkan diri untuk mencarikan dokter yang bagus untuk Saki. Fukuko terkejut. Manpei mengatakan ia akan menghubungi Fukuko jika ia sudah menemukan dokternya. Fukuko terkejut dan ingin mengatakan sesuatu tapi Manpei langsung meninggalkan Fukuko.
Noro mendengar pembicaraan keduanya dan wajahnya memperlihatkan kalau ia mengakui Manpei adalah pria baik untuk Fukuko.

Di rumah, ibu tidak berselera makan dan hanya makan sedikit. Fukuko juga memutuskan untuk tidak lanjut makan karena ia juga nggak berselera. Ibu merasa aneh bagaimana mungkin Shinichi tidak menyadari kalau sakit Saki bukan sakit biasa padahal mereka tinggal serumah. Ibu mulai berfikiran jangan-jangan Shinichi baik dihadapan mereka tapi memperlakukan Saki dengan buruk dibelakang mereka.
Fukuko meminta ibu untuk tidak mengatakan hal seperti ibu. Ibu tidak tenang karena Shinichi bukan pria pilihannya, jadi ibu mengatakan pada Fukuko kalau ia yang akan mencarikan suami untuk Fukuko. Ibu mengambil foto omiai untuk Fukuko dan mengatakan kalau dia adalah pria baik.
Fukuko kesal dan mengatakan kalau ia tidak akan ikut omiai. Ia tidak bisa melakukannya disaat kakaknya sedang sakit. Ibu mengerti dan meminta Fukuko untuk tidak bertemu Manpei lagi. Fukuko mengatakan ia tidak akan menemui Manpei untuk sekarang ini dan ibu makin kesal. Fukuko mencoba memuji Manpei mengatakan kalau Manpei sangat mengkhawatirkan Saki tapi ibu nggak mau dengar dan mengambil sumpitnya lanjut makan. Fukuko bingung karena tadi ibu bilang kalau dia nggak selera. Ibu mengatakan karena Fukuko ia jadi lapar lagi dan mulai mengeluh kenapa puterinya selalu nggak benar nyari jodoh HAHAHHAHAHHA.

Tiba-tiba terdengar suara kuda di luar rumah, keduanya terkejut. Ibu dan Fukuko keluar, Zennosuke sudah ada diluar bersama kudanya, Ranmaru. Fukuko bertanya kenapa Zennosuke datang malam-malam ke ruamh mereka. Zennosuke memperkenalkan namanya pada ibu yang mengingat kalau Zennosuke adalah pria yang pernah melamar Saki.
Zennosuke datang membawakan obat untuk Saki, ia mendapatkannya dari orang terpercaya. Ia datang hanya untuk memberikan obat itu dan kemudian pulang, dengan susah payah ia naik ke punggung kudanya HAHHAHAHAHAHA. Fukuko dan ibunya hanya menatap Zennosuke.
Zennosuke lucu banged, aku suka tiap dia muncul.

Keesokan harinya, ibu membawa obat itu ke rumah sakit tapi perawat tidak bisa memberikan obat yang bukan resep dokter. Meski begitu ibu tetap memaksa karena itu obat bagus. Fukuko meminta ibunya berhenti memaksa perawat. Tapi ibu tidak peduli, akhirnya perawat membawa obat itu dan mengatakan akan bertanya pada dokter dulu.
Saki mengatakan pada ibunya untuk tidak perlu melakukan hal itu tapi ibu mengatakan ini demi Saki. Saki berterima kasih karena mengkhawatirkannya, tapi kemudian Saki batuh lagi dan lagi. Fukuko sangat mengkhawatirkan kakaknya.

Manpei berhasil menyelesaikan alat pemotong buah dan sayurannya. Kajitani puas dengan pekerjaan MAnpei. Manpei menggunakan kesempatan itu untuk bertanya pada Kajitani apakah dia punya kenalan dokter di rumah sakit yang bagus, kalau bisa yang khusus penyakit dalam. Kajitani sibuk dengan alat buatan Manpei dan bahkan sama sekali nggak melihat ke arah Manpei. Tapi ia mengatakan ia akan membantu Manpei mencarikannya.

Keadaan Saki benar-benar semakin memburuk. Ibu terus berdoa pada suaminya agar suaminya menyelamatkan Saki. Fukuko juga mulai merasa kalau penyakit Saki benar-benar tidak mudah disembuhkan. Malam itu, Manpei datang ke rumah Fukuko dan membuat ibu terkejut. Fukuko menemui Manpei di luar dan Manpei memberikan alamat rumah saki yang bagus untuk Fukuko dan meminta Fukuko dan keluarga membawa Saki untuk dirawat disana. Manpei mengatakan kalau ia ingin Saki segera sembuh. Fukuko berterima kasih.
Ibu memperkenalkan diri pada Manpei dan Manpei mengatakan kalau ia mengingat wajah ibu karena mereka pernah bertemu 3 tahun lalu. Ibu meminta maaf karena dia tidak ingat pada Manpei dan Fukuko menegurnya.
Ibu berterima kasih karena Manpei membantu mereka mencarikan rumah sakit bagus, tapi ibu tidak ingin Manpei bertemu lagi dengan puterinya. Manpei mengatakan kalau ia sudah membicarakan itu dengan Fukuko, sampai Saki sembuh, mereka tidak akan bertemu.
Ibu mengatakan kalau maksudnya adalah selamanya. Ia akan menikahkan Fukuko dengan pria yang mapan. Fukuko menegur ibunya.
Manpei terdiam, tapi kemudian ia mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan hal itu. Ia mengatakan setelah Saki sembuh, ia berniat untuk menikah dengan Fukuko. Fukuko terkejut mendengarnya, apalagi ibu. Manpei tidak gentar sama sekali, dia serius dengan hal itu dan kemudian permisi meninggalkan mereka.

Waktu berlalu, memasuki musim semi, Fukuko mengirim surat pada Manpei. Ia menceritakan kalau ia melakukan pekerjaannya seperti biasanya. Keadaan kakaknya juga semakin membaik sejak dipindahkan ke rumah sakit yang direkomendasikan oleh Manpei. Dokter dan perawat disana juga baik, jadi mereka tenang. Fukuko juga meminta maaf karena ibunya sudah mengatakan hal yang kejam pada Manpei malam itu. Fukuko mengatakan ia menunggu saat kakaknya sembuh dan ia bisa bertemu dengan Manpei lagi. Ia meminta Manpei berjuang dengan pekerjaannya dan menjaga kesehatan dengan baik sampai hari itu tiba.
Manpei terdiam membaca surat Fukuko, sepertinya ia punya perasaan yang tidak enak. Tiba-tiba seseorang menelpon Manpei dengan suara yang aneh, menanyakan apakah Tachibana ada. Manpei mengatakan kalau dia yang menjawab telpon dan seseorang dibalik telpon lega, mengeluarkan suara aslinya. Ternyata yang menelpon adalah Sera, ia khawatir Kajitani yang mengangkat telpon jadi ia mengubah suaranya HAHAAHHHAHA. Kajitani tidak menyukai Sera dan Sera juga agak takut pada Kajitani lol. Sera menelpon sebenarnya bukan karena ada urusan penting, dia cuma nanya bagaimana kabar Manpei dan gadis yang ia sukai itu LOL.

Ibu menjenguk Saki di rumah sakit dan menceritakan kalau Sakura sudah mulai bermekaran, sayang sekali di rumah sakit itu tidak bisa melihat sakura. Saki berterima kasih ibunya datang menjenguk, tapi Saki tidak mau merepotkan dan meminta ibunya tidak perlu datang setiap hari.
Ibu mengatakan kalau Saki pasti bosan saat Shinichi tidak disana, jadinya ia datang menemani Saki. Katsuko kemudian datang bersama Tadahiko dan ibu terkejut tumben Tadahiko datang.
Katsuko mengatakan kalau Tadahiko melukis sesuatu untuk Saki dan TAdahiko membuka lukisannya. Tadahiko melukis sakura mekar untuk Saki karena ia tahu dari kamar Saki tidak kelihatan bunga sakura. Lukisan Tadahiko sangat indah dan Saki tersentuh. Ia berterima kasih pada Tadahiko.
Tapi Saki kemudian batuk-batuk lagi. Ibu mengelus punggung Saki dan mengatakan mereka yakin Saki akan sembuh sebelum musim panas, Katsuko juga percaya akan hal itu.

Manpei makan ramen bersama Sera dan menceritakan masalahnya. Ia mengatakan kalau ia dan Fukuko memutuskan untuk tidak bertemu sampai kakak Fukuko sembuh. Manpei mengerti dengan keputusan itu, karena Fukuko pasti memikirkan kakaknya.
Sera mengatakan dengan begitu Manpei bisa fokus pada pekerjaannya dan bertanya apa yang sedang dibuat Manpei sekarang, ia ingin Manpei bercerita padanya. Manpei mengingatkan kalau Kajitani akan marah lagi jika ia mengatakan rahasia perusahaan.
Sera bertanya-tanya kenapa Kajitani tidak menyukainya dan bagaimana cara agar Kajitani menyukainya lol.

Fukuko bekerja dengan baik, tapi senyumannya berbeda dari biasanya. Fukuko sangat mengkhawatirkan kakaknya dan ia juga memikirkan ibunya yang tidak menyukai Manpei dan Manpei yang berniat menikahinya.
Saat sedang makan dan termenung, Noro-san datang menemuinya, memberikan makanan kaleng seperti biasa, kali ini beef stew. Noro meminta Fukuko memberikan itu pada Saki.
Fukuko merasa nggak enak pada Noro dan memintanya jangan melakukan hal seperti itu lagi, tapi Noro mengatakan kalau itu tidak ada hubungannya lagi, kali ini ia tulus memberikan itu pada Fukuko untuk Saki. Noro kemudian pergi.
Hoshina kesal pada Noro dan meminta Noro untuk menyerah akan Fukuko, ia mengingatkan kalau Fukuko dan Manpei tidak putus, mereka hanya berhenti bertemu sampai kakak Fukuko sembuh.
Noro mengatakan ia dengan tulus memberikan makanan kaleng itu agar kakak Fukuko sembuh, tidak ada niat lainnya. Hoshina bingung. Noro kemudian mengeluarkan satu makanan kaleng untuk Hoshina dan Hoshina bingung.
Ia bertanya kenapa Noro memberikan itu padanya dan Noro hanya tersenyum mengatakan kalau tidak ada alasan khusus, ia hanya berfikir ingin memberikan itu pada Hoshina HAHAHAHHAHAAHHA. Hoshina terkejut XD XD

Pulang kerja, Fukuko mengunjungi kakaknya di rumah sakit. Fukuko melihat lukisan pemberian Tadahiko dan memuji lukisan itu. Saki mengatakan kalau Tadahiko punya bakat, mereka tidak mengerti kenapa lukisannya tidak terjual. Fukuko tidka tahu kalau kakak iparnya ternyata baik padahal selalu terlihat dingin.
Saki dan Shinichi meminta Fukuko mengucapkan terima kasih mereka pada Manpei karena sudah memperkenalkan rumah sakit bagus untuk Saki. Saki bertanya kapan Fukuko akan bertemu Manpei dan Fukuko mengatakan harinya, tapi sebenarnya ia berbohong karena Fukuko dan Manpei sudah berjanji tidak akan bertemu sampai Saki sembuh.

Saat makan malam, ibu bertanya lagi apakah Fukuko masih menemui Manpei dan Fukuko mengatakan ia tidak menemui Manpei sejak malam itu. Ibu senang mendengarnya, ia mengatakan ia berterima kasih karena Manpei memberi rekomendasi rumah sakit bagus untuk Saki tapi bukan berarti ia merestui mereka. Fukuko meminta ibunya membicarakan itu setelah Saki sembuh tapi ibu merasa khawatir karena Manpei mengatakan akan menikahi Fukuko kalau Saki sudah sembuh.
Fukuko tidak mengerti kenapa ibu tidak menyukai Manpei, padahal Manpei orangnya baik, punya pekerjaan yang baik juga. Fukuko ingin menjelaskan mengenai barang buatan Manpei tapi ibu tidak mau mendengarkan. Ibu mengatakan kalau ayah Fukuko sudah membuat hidupnya menderita karena ayah penuh dengan impian, ingin coba ini dan itu, bisnis ini dan itu. Ia tidak ingat puterinya merasakan kehidupan yang sama dengannya. Saat pekerjaannya bagus, mereka mendapat untung dan bisa hidup dengan baik, tapi saat bangkrut, mereka hidup miskin, ayah mencoba bisnis ini dan itu tapi tidak berjalan lancar dan pada akhirnya ayah meninggal dunia.
Fukuko mengatakan dalam hidup tentu saja ada saat kita berada diatas dan ada juga saat kita berada dibawah. Ibu mengatakan bagi pria, hidup penuh impian mungkin menyenangkan, tapi bagi istri yang harus mendukung keluarga, itu sangat menyulitkan, itu bukan hal yang mudah. Ia ditinggalkan sendiri, tidak ada uang dan ia harus membesarkan mereka bertiga, ia sangat kesulitan tapi ia tidak menyerah karena ia harus menyekolahkan ketiga puterinya dengan baik dan bahkan mengajarkan bahasa inggris pada mereka.
Ibu mengatakan kalau impiannya adalah menjadi seorang guru bahasa inggris, tapi demi mendukung ayah, ia harus melepaskan impiannya. Fukuko terdiam. Ibu mengatakan seorang pria yang sudah mapan dan punya pekerjaan tetap adalah yang paling utama. Ia tidak ingin Fukuko merasakan kehidupan sepertinya, menjadi seorang istri yang suaminya suka berbisnis. Fukuko tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Di tempat kerjanya, Kajitani meminta Manpei berhenti mengembangkan alat pemotong buah dan sayur karena mereka akan membuat alat baru. Kajitani ingin Manpei memikirkan untuk membuat senjata, karena sekarang adalah masa perang, ia yakin senjata akan laku dipasaran karena pihak militer sangat membutuhkannya.
Manpei menolak karena ia tidak punya niat membuat hal seperti itu, tapi Kajitani mengingatkan dia adalah bos di perusahaan mereka, Manpei harus mengikuti apa yang ia perintahkan, kalau tidak ia tidak akan memberi uang pada Manpei untuk pengembangan alat baru yang Manpei akan buat.
Manpei jadi galau karena hal itu, padahal masih banyak yang ingin ia lakukan. Saat ia membuka-buka buku designnya dan ia melihat surat dari Fukuko yang ia simpan disana. Manpei membaca surat itu lagi, ia sangat merindukan Fukuko.
Di malam yang sama, Fukuko tidak bisa tidur dan memikirkan Manpei. Ia sangat ingin bertemu dengan Manpei. Dua orang itu merindukan satu sama lain tapi mereka tidak bisa bertemu.

Malam itu, keadaan Saki semakin memburuk. Keesokan harinya, Shinichi, Katsuko dan Fukuko menemui dokter dan dokter mengatakan kalau keadaan Saki sudah tidak tertolong lagi. Ia ingin mereka mempersiapkan hati untuk kemungkinan terburuk. Fukuko dan Katsuko terkejut. Dokter ternyata sudah mengatakan hal itu pada Shinichi. Shinichi merahasiakan hal itu atas permintaan Saki. Saki tidak ingin membuat keluarganya khawatir.
Saat Saki terbangun, Shinichi mengatakan pada Saki kalau ia sudah mengatakan hal sebenarnya pada Katsuko dan Fukuko. Saki menggenggam tangan kedua adiknya dan meminta maaf. Katsuko mengatakan ia percaya kalau Saki akan sembuh, Fukuko juga.
Katsuko dan Fukuko kembali ke rumah bersama-sama dan mengatakan hal yang sebenarnya pada ibu. Ibu sama sekali tidak percaya dan mengatakan kalau mereka berbohong. Fukuko menangis mengatakan kalau ia juga ingin Saki sembuh.
Ibu tidak percaya dan berdoa pada suaminya agar suaminya menyelamatkan Saki. Ibu berdoa sambil menangis dan Fukuko juga tidak bisa berhenti menahan air matanya. Katsuko tidak menangis saat di rumah ibunya tapi ia tak bisa menahan air matanya dihadapan suaminya. Katsuko bertanya-tanya kenapa harus Saki/
Malam itu, Fukuko tidak bisa tidur dan menghabiskan malam dengan menangis.
Seluruh keluarga berdoa agar keajaiban terjadi.

Manpei bertemu dengan Sera, mereka makan ramen lagi. Sera menceritakan sesuatu pada Manpei tentang gosip yang sedang menyebar. Katanya ada penyeludupan besi/baja gitu dan pihak militer sedang mencari pelakunya. Masa perang itu adalah masa dimana para masyarakat harus menyerahkan semua peralatan yang terbuat dari besi pada pihak militer untuk dijadikan senjata dan kalau ada yang melakukan penyeludupan, tentu saja itu adalah kejahatan besar.
Manpei bertanya siapa yang melakukannya tapi Sera juga nggak tahu. MAnepi bertanya apakah Sera menemuinya hanya untuk mengatakan hal itu dan Sera mengatakan kalau ia hanya ingin makan bareng Manpei sekali-kali, apakah ia harus punya alasan khusus. Sera mengingatkan lagi kalau mereka adalah teman baik HAHAHHAHHAHA. Manpei bingung, dia nggak tahu kalau mereka teman baik wkwkkkwkkwkw.

Saat makan siang, Hoshina bertanya keadaan Saki, apakah sudah lebih baik. Fukuko hanya mengangguk dan Hoshina senang mendengarnya, karena artinya Fukuko akan bisa bertemu dengan Manpei. Fukuko hanya tersenyum.
Noro menemui Hoshina dan memberikan makanan kaleng lagi padanya dan mengatakan kalau ia tidak bisa menyampaikan perasaannya dengan kata-kata. Hoshina bingung. Noro kemudian mengumpulkan keberaniannya dan mengatakan kalau ia menyukai Hoshina. Tapi kemudian ia langsung kabur meninggalkan Hoshina yang shock HAHAHAHAHAHAHA.
Hoshina kembali ke meja depan dan menatap makanan kaleng pemberian Noro, ia bingung karena tiba-tiab ditembak. Tapi kemudian tiba-tiba Zennosuke muncul dihadapannya mengatakan kalau sejak pertama kali bertemu dengan Hoshina, ia sudah merasakan benang takdir diantara mereka. Zennosuke menyatakan perasaannya pada Hoshina kalau ia menyukai Hoshina dan Hoshina shock lagi HAHAHHAHAHAHAH.
Hoshina populer banged, sehari ditembak dua cowok wkwkkwwkwkw.

Fukuko menjenguk kakaknya, sebelum masuk ia mengatur ekspresi wajahnya. Fukuko lega saat ia masuk ibu ada disana dan keadaan kakaknya terlihat lebih baik. Ibu menceritakan banyak hal dan membawakan bunga untuk Saki, Saki terlihat sangat senang.
Saat di rumah, ibu memutuskan kalau setiap hari dia akan menjenguk Saki di rumah sakit. Ibu merasa jika ia datang, Saki selalu terlihat lebih ceria, ia juga jadi jarang batuk-batuk, ibu yakin kalau Saki pasti sembuh. Ibu mulai berfikir kalau dokter salah mendiagnosis Saki, karena ia lihat Saki lebih baik dan ceria, tidak seperti seseorang yang akan meninggal dunia. Ibu berfikir karena itu adalah dokter yang direkomendasikan Manpei jadi mungkin dokternya salah.
Ibu meminta Fukuko untuk tidak bertemu Manpei lagi, jangan membuatnya semakin khawatir. Fukuko mengangguk dan ibu lega.
Tiba-tiba seseorang datang ke rumah mereka mengantar telegram. Fukuko dan ibu langsung terkejut, perasaan mereka tidak enak.

Isi telegram itu mengatakan kalau Saki sedang sekarat. Ibu dan Fukuko langsung berlari ke rumah sakit. Katsuko, Tadahiko dan Shinichi sudah ada disana.
Ibu bertanya kenapa tiba-tiba karena siang tadi Saki masih baik-baik saja. Seluruh keluarga meminta Saki membuka mata, mengatakan kalau ia tidak boleh meninggalkan mereka.
Saki perlahan membuka matanya, ia menatap suaminya yang menggenggam tangannya dan dengan suara yang lemah ia meminta maaf. Ia meminta maaf pada Katsuko, Tadahiko, Fukuko dan ibu. Saki berterima kasih pada mereka semuanya sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Seluruh keluarga terkejut dan dokter memeriksa untuk memastikan. Setelah dokter mengumumkan waktu kematian, seluruh keluarga menangis. Fukuko masih tidak percaya dan terus memanggil nama kakaknya sambil menyentuh pipinya. Tapi Saki tidak terbangun lagi.
T_____T Sedih banged T_T

Beberapa hari setelah kepergian kakaknya Saki, Fukuko datang menemui Manpei. Manpei sangat senang melihat Fukuko. Fukuko mengatakan kalau kakaknya meninggal beberapa hari yang lalu.
Fukuko mengatakan 'osewa ni narimashita' kemudian ia membungkuk dan meninggalkan Manpei. Fukuko memangis saat ia berjalan meninggalkan Manpei sementara Manpei hanya terdiam karena shock dan saat ia berbalik, Fukuko sudah tidak ada disana lagi.

Waktu berlalu. Fukuko bekerja seperti biasa meskipun tamu hotel mereka semakin lama semakin berkurang. Ia tetap tersenyum seperti biasa, tapi semuanya tahu kalau Fukuko memaksakan diri.
Ibu masih tidak bisa menerima kepergian puterinya, ia terus bersedih sejak hari itu. Ia terus membayangkan Saki masih hidup. Tapi ibu berusaha terlihat baik-baik saja.
Fukuko juga berusaha tersenyum dihadapan semua orang, tapi saat ia sendirian, ia teringat pada Saki dan menangis sendirian karena ia tidak percaya kakaknya Saki yang sangat ia cintai sudah tidak ada di dunia ini lagi.

Manpei bertanya pada Kajitani mengenai pengembangan alat pemotong buah dan sayur yang ia buat tapi Kajitani meminta Manpei berhenti membuat itu, karena mereka harus membuat alat baru. Kajitani tahu belakangan pikiran Manpei penuh dengan pacarnya, ia bertanya apakah mereka tidak akan bertemu lagi.
Manpei mengatakan kalau kakak gadis itu meninggal dunia dan Kajitani mengatakan mereka tidak bisa melakukan apapun, Manpei dan Fukuko berjanji bertemu lagi kalau kakaknya sembuh, tapi kakak Fukuko meninggal dunia, artinya mereka tidak bisa bertemu lagi.
Kajitani menganggap itu hal mudah, karena Manpei toh bisa mencari wanita lain. Manpei terdiam, ia sebenarnya kesal pada Kajitani belakangan ini.

Zennosuke sudah tidak menaiki kuda lagi karena pihak militer mengambil kudanya Ranmaru. Zennosuke sangat sedih.
Di hotel, barang-barang yang dibuat dari besi diambil satu per satu dan Hoshina bergumam kalau ia sangat sedih melihat itu, tapi manager menegurnya, ia mengatakan itu semua demi mereka.
Setelah manager pergi, Noro mendekati Hoshina dan mengatakan ia juga sedih, sama seperti Hoshina, tapi setelah Jepang menang, semuanya akan kembali seperti semula.
Noro kemudian tampak serius dihadapan Hoshina, ia ingin melamar Hoshina, memintanya menikah tapi ia tak sempat mengatakan hal itu karena Zennosuke tiba-tiba memanggil nama Hoshina.
Zennosuke mendekati Hoshina dan langsung melamar Hoshina, ia ingin menikah dengan Hoshina begitu Jepang memenangkan perang. Hoshina saking shocknya nggak bisa mengatakan apapun. Zennosuke sih senyam senyum aja, habis bilang itu dia pergi HAHAHHAHA.
Noro langsung shock melihat Hoshina dilamar didepan matanya sebelum ia sempat melamar Hoshina. Ia berfikir kalau Hoshina pacaran dengan Zennosuke tapi Hoshina mengatakan ia tidak ada hubungan apa-apa dengan Zennosuke lol.

Fukuko datang ke rumah Katsuko untuk menghabiskan waktu karena ia disuruh pulang oleh manager, soalnya tamu mereka nggak ada.
Katsuko bertanya pada Fukuko apakah Fukuko tahu kabar Shinichi, karena sejak Saki meninggal dunia, mereka tidak melihat Shinichi. Katsuko bertanya-tanya apakah Shinichi akan tetap tinggal di rumah itu setelah Saki meninggal. Fukuko juga jadi kepikiran dan datang menemui Shinichi setelah pulang dari rumah kakaknya.
Fukuko melihat altar kakaknya dipajang bersamaan dengan lukisan pemberian Tadahiko. Fukuko bertanya apakah Tadahiko baik-baik saja. Shinichi mengatakan ia baik-baik saja dan kebetulan akagami sudah datang padanya, jadi ia akan segera berangkat berperang. Shinichi mengatakan ia akan membawa foto Saki bersamanya. Fukuko mengatakan ia yakin Saki akan melindungi Shinichi.
Shinichi bertanya apakah Fukuko sudah mengucapkan terima kasih pada Manpei karena sudah merekomendasikan rumah sakit bagus untuk Saki. Fukuko mengatakan kalau ia dan Manpei sudah tidak pernah bertemu lagi sejak Saki meninggal dunia. Shinichi bertanya kenapa dan Fukuko mengatakan ia sedang tidak memikirkan pacaran dengan seseorang atau menikah, selain itu ibu juga tidak menyukai Manpei.
Shinichi bertanya apakah Fukuko baik-baik saja dengan hal itu, ia yakin Manpei adalah orang yang penting bagi Fukuko. Ia ingin Fukuko jujur pada perasaannya sendiri karena hal itu tidak ada hubungan dengan ibu Fukuko. Jika ada orang yang penting bagi Fukuko, jika orang itu mash hidup, ia ingin Fukuko untuk tidak melepaskan tangan orang itu dengan mudah. Fukuko tidak boleh melakukan itu. Fukuko terdiam.

Fukuko terus memikirkan kata-kata Shinichi saat ia dalam perjalanan pulang ke rumah. Fukuko teringat betapa bahagianya ia saat bersama Manpei dan Fukuko membuat keputusan.
Fukuko datang ke tempat Manpei bekerja dan permisi, tapi tidak ada jawaban jadi Fukuko masuk sendiri ke ruanga tempat Manpei bekerja. Manpei saat itu sedang sangat fokus melakukan sesuatu, makanya ia tidak mendengar. Saat ia melihat Fukuko, Manpei langsung berdiri karena terkejut.
Fukuko meminta maaf karena masuk tanpa izin, ia sudah memanggil berkali-kali tapi tidak ada jawaban, ia tidak tahu kalau Manpei sedang sibuk. Manpei mengatakan tidak apa-apa, ia tidak sibuk.
Fukuko mengucapkan lama tidak bertemu dan Manpei ingin menyiapkan teh, tapi Fukuko masuk dan mendekati Manpei. Ia meminta maaf karena tidak menghubungi Manpei sejak hari itu.
Air mata Fukuko jatuh saat ia mengatakan pada Manpei sejak kakaknya meninggal, ia sibuk bekerja dan ia tidak bisa memikirkan apapun. MAnpei mengatakan ia mengerti. Fukuko mengatakan ia pikir sebaiknya ia tidak bertemu dengan Manpei lagi, tapi ia menyadari kalau ia menyukai Manpei.
Sayangnya, Fukuko nggak sempat mengatakan hal itu, tiba-tiba ada beberapa tentara masuk ke ruangan dan bertanya apakah dia adalah Tachibana Manpei.

Manpei dan Fukuko bingung. Manpei membenarkan kalau itu adalah namanya dan tiba-tiba para tentara menangkap Manpei atas tuduhan penyeludupan.  Manpei memberontak karena ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tentara memukul Manpei karena melawan. Mereka menarik paksa Manpei dan Manpei berusaha melepaskan diri.
MAnpei mengatakan pada Fukuko kalau ini semuanya salah paham, dia tidak melakukan apapun yang salah, ia ingin Fukuko mempercayainya.
Fukuko karena shock tidak tahu harus melakukan apa. Ia hanya bisa melihat Manpei diseret oleh para tentara itu.

-To Be Continued-

Komentar:
Huwaaa, nggak nyangka Manpei sampai ditangkap sama pihak militer. Alasannya aku nggak jelas sih, karena nggak terlalu mengerti bahasa jepang, tapi aku menebak itu karena apa yang dikatakan Sera tentang penyeludupan. Biang keroknya kayaknya KAjitani sih, MAnpei jadi kambing hitam.
Seelum drama ini tayang, aku pikir Kajitani itu adalah orang baik, karena katanya partnet bisnis pertama Manpei, nggak nyangka dia jahat. Dia cuma memanfaatkan Manpei dan memaksa Manpei membuat sesuatu untuknya. Dia mau membiayai Manpei cuma karena ada maunya aja, dia sebenarnya nggak tertarik pada barang yang dibuat MAnpei.
Aku kesal sekali saat Kajitani menunjukkan kekuasaannya sebagai bos dan menganggap masalah Manpei itu nggak penting.

Sedih banged Saki meninggal dunia diminggu ke-2. Aku tahu karakter Saki akan meninggal saat aku membuat Cast & Details drama ini sebelum dramanya tayang, aku tahu dia akan meninggal di episode 2 karena aku sudah membaca spoilernya. Jadi sebenarnya aku nggak kaget, tapi tetap sedih banged.
Saki sakit TBC dimana saat itu obatnya masih belum bisa ditemukan karena itu seluruh keluarga sangat khawatir. Aku suka bagaimana Manpei dengan tulus mengkhawatirkan Saki dan mencarikan rumah sakit yang bagus untuk Saki. IA juga dengan sabar menunggu Saki sembuh meski ia sangat merindukan Fukuko.
Dalam suranya, Fukuko mengatakan jika kakaknya sembuh, mereka akan bertemu lagi, mungkin Manpei udah merasa khawatir, jika kakak Saki tidak sembuh, mereka tidak akan bertemu. Karena itu ia tidak mengatakan apa-apa saat Fukuko berpisah dengannya.

Aku suka bagaimana Manpei tidak memaksa Fukuko. Ia bahkan tidak mengejar Fukuko karena ia tahu Fukuko masih bersedih atas kematian kakaknya, dia nggak mungkin menambah beban lagi pada Fukuko. Fukuko juga nggak bisa membuat ibunya semakin khawatir karena ibunya tidak menyukai Manpei, karena itu ia memutuskan berpisah dengan Manpei. Untungnya ada Shinichi yang menyadarkan Fukuko.
Aku nggak menyangka Shinichi akan berperan besar dalam kehidupan Fukuko dan Manpei. Nggak hanya sekarang, tapi nanti setelah Manpei dan Fukuko menikah, Shinichi akan membantu mereka berdua. Setidaknya kita tahu Shunichi nggak akan gugur dalam perang.
Spoiler drama ini sudah sampai minggu ke-15, jadi aku sudah tahu garis besarnya sampai minggu ke-15 lol. Tapi aku nggak akan kasih banyak spoiler di setiap komentar.

Aku suka banged pada supporting karakter dalam drama ini, Noro-Hoshina-Zennosuke. Screentime mereka tidak banyak tapi berkesan banged. Aku nggak menyangka kalau kisah cinta Hoshina akan berkembang pesat. Dua orang yang pernah menyukai keluarga imai sekarang menyukainya Ditembah di hari yang sama, dilamar di hari yang sama hehehheheh. KIra-kira siapa yang akan memenangkan hati Hoshina? Di spoiler kayaknya nggak disebutkan, jadi masih menjadi rahasia.
Aku suka sama Noro dan aku ingin Noro sama Hoshina, kayaknya mereka berdua cocok. Hoshina juga kayaknya suka sama Noro sih, mengingat saat Noro shock karena pengakuian cinta Zennosuke, Hoshina menjelaskan padanya kalau dia tidak ada hubungan seperti itu dengan Zennosuke.
Lalu, Zennosuke sama siapa? HAHAHAHAHHA. Zennosuke sebaiknya menunggu Ranmaru pulang dari perang dulu baru memikirkan wanita ehehehhe.

Ando Sakura dan Hasegawa Hiroki chemistrynya luar biasa. Nggak ada adegan yang wow diantara mereka, cuma kokuhaku, makan ramen, saling pandang, saling tersenyum tapi aduuuh, bikin doki-doki. Cocok banged mereka berdua. Aku suka sekali pada pasangan Manpuku ini XD
Hasegawa Hiroki membuat aku menonton drama romancenya yang lain, yaitu Deto bareng Anne. Aku menyesal menonton itu karena image MAnpei langsung menghilang setelah aku menonton aktingnya di Deto HAHAHHAHAHA. Sekarang tiap liat Manpei ingat sama karakternya di Deto LOL. Hasegawa Hiroki atau HaseHiro jarang banged main drama romance ya, jadi sedih padahal pengen liat aktingnya di drama romance yang bikin doki-doki XD
Aku berharap setelah menikah, Manpei dan Fukuko makin mesra hehehhehe. Sedikit spoiler, Manpei dan Fukuko akan menikah minggu depan ^^~

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts