Saturday, 6 October 2018

[Recap] Manpuku Week 1 (Episode 1-6)

Rencananya aku nggak akan membuat recap asadora Manpuku, karena aku sangat kesulitan saat membuat recap Hanbun, Aoi. Tapi ternyata aku tergoda juga HAHAHHAHAHAH. Kenapa? Manpuku lebih menarik dari yang aku perkirakan. Aku pikir aku nggak akan baper sama dramanya, tapi ternyata minggu pertama cukup menarik, Ando Sakura sangat manis sebagai heroine dan senyuman Hasegawa Hiroki mengalihkan perhatianku. Ya ampun, aku baru tau senyumannya itu manis bangeeeeeeed XD XD XD
Gara-gara Hasegawa Hiroki aku jadi memutuskan membuat recap asadora ini. Nggak tahu deh apakah recap ini bisa selesai atau tidak, yang penting buat aja dulu ya LOL.

Manpuku adalah NHK asadora ke-99 yang dibintangi oleh Ando Sakura. Drama ini mengangkat kisah nyata pendiri Nissin Foods yang berhasil menemukan dan mengembangkan mi instan pertama di dunia. BAgi yang ingin membaca detailnya, silakan klik [Cast & Details: 99th Asadora Manpuku].

Manpuku bisa diartikan sebagai 'perut yang kenyang' atau' kebahagiaan' tapi aku rasa bisa diartikan sebagai 'Man'pei dan 'Fuku'ko, pasangan utama drama ini XD

Sinopsis Manpuku Week 1: Kekkon wa mada mada saki!
-Marriage is still ahead-

Drama ini dimulai dari tahun 1938, Imai Fukuko (Ando Sakura), 19 tahun adalah puteri bungsu dari keluarga Imai. Dia baru saja lulus sekolah para gadis dan berhasil mendapatkan pekerjaan di hotel paling besar di Osaka, Osaka Toyo Hotel sebagai penerima telpon. Ia berasal dari keluarga miskin tapi dibesarkan dengan penuh cinta oleh ibu dan 2 kakak perempuannya. Ayah mereka sudah meninggal saat ia masih kecil. Kakak keduanya, Kouda Katsuko (Matsushita Nao) menikah dengan seorang pelukis yang lukisannya tidak laris, Kouda Tadahiko (Kaname Jun). Mereka dikaruniai 3 anak dan anak keempat akan segera lahir.
Kakak keduanya, Imai Saki (Uchida Yuki) akan segera menikah dengan seorang pebisnis yang cukup kaya, Onozuka Shinichi (Otani Ryohei). Selama ini Saki adalah orang yang menghasilkan uang di keluarga Imai, setelah ia menikah, maka Fukuko-lah yang harus mendukung kehidupan keluarga Imai. Fukuko cukup positif kalau ia bisa melakukannya dengan baik, karena ia ingin kakaknya berbahagia dengan orang yang ia cintai.
Ibu mereka, Imai Suzu (Matsuzaka Keiko) tidak terlalu menyukai suami Katsuko yang miskin dan bahagia karena Saki akan menikah dengan pria Kaya. Bukan karena ibu mata duitan, tapi karena ia sudah tahu rasanya hidup dikeluarga miskin, jadi ia tidak mau anak-anaknya hidup susah.

Hari pertama Fukuko bekerja sebagai penerima telpon di Osaka Toyo Hotel, ia sangat kesulitan, karena ia tidak bisa mengingat pekerjaan dengan baik, ia sering salah bicara dan mudah panik. Seniornya selalu memarahinya karena hal itu. Jadi pekerjaan Fukuko adalah menerima telpon dari orang-orang yang ingin telponnya dihubungkan pada tamu hotel mereka.
Costumer pertama yag dilayani Fukuko adalah seseorang yang bernama Tachibana Manpei (Hasegawa Hiroki). Pria itu ingin Fukuko menghubungkan telponnya dengan seseorang yang menginap di hotel tersebut. Fukuko melakukan banyak kesalahan dan bicaranya masih tidak lancar, tapi ia berhasil melakukannya.

Saat istirahat makan siang, Fukuko makan bento sendirian di ruang khusus staf. Disana ada seseorang yang mengenali Fukuko sebagai karyawan baru dan saat tahu kalau Fukuko bekerja di bagian telpon, pria itu menertawakannya. Ia mengatakan wajar Fukuko nggak bekerja di meja depan (resepsionis) karena yang bekerja di sana hanya gadis cantik. Intinya sih dia mengatakan kalau Fukuko itu nggak cantik, makanya dia dipekerjakan sebagai penerima telpon.
Meja depan atau resepsionis adalah wajah dari hotel, jadi Fukuko percaya aja hanya gadis cantik yang dipekerjakan disana. Diam-diam Fukuko selalu menatap meja resepsionis dan mendambakan pekerjaan itu.

Setelah lulus sekolah para gadis (sekarang namanya SMA), Fukuko masih sering bertemu dengan 2 sahabatnya, Kano Toshiko (Matsui Rena) dan Ikegami Hana (Kureshiro Kumi). Toshiko melanjutkan sekolah ke bidang farmasi sedangkan Hana melanjutkan sekolah ke sekolah mengetik. Mereka adalah sahabat baik, setidaknya sekali sebulan mereka akan berkumpul untuk sekedar mengobrol atau menonton atau makan-makan.
Pada masa itu, ramen pertama kali masuk ke Osaka dan mereka bertiga pergi makan ramen untuk pertama kalinya. Fukuko sangat suka makan, jadi ia makan dengan lahap dan cara makannya itu juga membuat kita lapar.
Fukuko kemudian curhat mengenai tempat kerjanya, ia mengatakan kalau hanya gadis cantik yang bekerja di meja depan, sedangkan dia tidak cantik. Toshiko dan Hana meminta Fukuko tidak mengatakan hal seperti itu, karena yang penting adalah hati, bukan wajah. Alasan kenapa mereka menyukai Fukuko adalah karena Fukuko tidak pernah peduli pada hal seperti itu dan selalu menjadi dirinya sendiri, mereka ingin Fukuko tetap seperti itu.
Well, selama ini Fukuko memang nggak pernah pusing sama wajahnya, pas kerja dia baru menyadari hal seperti itu hahahaha.

Beberapa hari sebelum pernikahan Saki, keluarga berkumpul. Katsuko dan Fukuko juga sangat bahagia karena Saki akan menikah. Tapi tiba-tiba ibu sakit perut dan sepertinya cukup parah. Dokter datang memeriksa dan sepertinya dokter nggak bisa mendiagnosis penyakit ibu, ia meminta mereka ke rumah sakit, tapi ibu menolak. Ibu takut rumah sakit jadi dia tidak mau pergi.
Saki dan Fukuko sangat khawatir. Tapi Katsuko biasa aja, dia bahkan mengatakan jangan-jangan ibu hanya berpura-pura karena tidak mau Saki menikah. Fukuko tentu saja marah pada kakaknya, ibu nggak mungkin melakukan hal itu karena ibu-lah yang paling senang karena Saki akan menikah dengan Shinichi.
Tapi semakin lama terasa semakin aneh, karena saat Shinichi datang berkunjung untuk mengajak ibu ke ruamh sakit, ibu malah meminta mereka menunda pernikahan sampai dia sembuh. Shinichi tidak punya pilihan selain melakukannya. Fukuko tidak setuju dan meminta kakaknya untuk tidak menunda pernikahan, karena siapa tahu ibu sembuh sebelum hari H.
Tapi Saki dan Shinichi juga nggak mungkin tetap menikah kalau ibu sakit saat hari H. Jadi mereka berdua akan membicarakan lagi masalah itu.

Di tempat kerja, ada seorang chef yang tertarik pada Fukuko pada pandangan pertama. Namanya adalah Noro Kokichi (Fujiyama Senjiro). Tapi Fukuko terlalu dense untuk menyadarinya. Noro selalu menemui Fukuko saat jam makan siang dan memberikan makanan kaleng padanya.
Hari itu, Fukuko pulang membawa tuna kaleng pemberian Noro-san. Ia meminta ibunya untuk makan agar cepat sembuh, tapi ibu menolak, perutnya sakit dan ia tidak berselera makan. Fukuko hanya bisa mendesah saja, karena meski ia mencoba meyakinkan, ibu tetap tidak mau makan.

Keesokan harinya, Fukuko tidak berkonsentrasi bekerja, karena ibu yang sakit dan masalah pernikahan kakaknya. Saat itu, Tachibana Manpei kembali menelpon untuk meminta dihubungkan dengan tamu kamar no xxx. Fukuko yang tidak konsentrasi salah menghubungkan telpon tersebut dan itu membuat Manpei marah padanya. Fukuko benar-benar meninta maaf dan akhirnya menghubungkan ke kamar yang benar.

Senior Fukuko kembali marah padanya dan Fukuko harus meminta maaf pada tamu kamar no xxx yang salah ia sambungkan tadi. Saat Fukuko meminta maaf ke kamar tersebut, ternyata tamunya adalah orang asing. Dan aku cukup terkejut karena Fukuko ternyata bisa berbahasa inggris. Fukuko benar-benar merasa sangat bersalah, meskipun tamu hotel mengatakan tidak apa-apa.
Karena tamu hotel merasa kalau Fukuko masih tidak tenang dengan kesalahannya, saat ia check out dari hotel, tamu itu meminta resepsionis menyampaikan pada penerima telpon (Fukuko) kalau ia tidak mempermasalahkan kesalahan Fukuko, jadi Fukuko nggak perlu merasa bersalah.

Fukuko pulang dari pekerjaannya dan tidak melihat ibu di kamar. Fukuko mendengar suara aneh dari dapur dan saat ia mengeceknya, ia terkejut melihat ibu makan diam-diam di dapur, makan tuna kaleng miliknya. Ibu yang menyadari Fukuko melihatnya kemudian pura-pura sakit perut lagi HAHAHAHAAHAH.
Malam harinya, Ibu, Katsuko, Saki dan Fukuko berkumpul. Tentu saja mereka ingin meminta penjelasan kenapa ibu pura-pura sakit seperti itu. Fukuko juga nggak ngerti karena ibu kelihatan bahagia Saki akan menikah.
Ternyata ibu tidak terlalu menyukai Shinichi, karena Shinichi kelihatan dingin banged, nggak pernah tersenyum. Dia mengkhawatirkan Saki nanti kalau hidup dengan Shinichi bagaimana. Saki tentu saja mengatakan kalau Shinichi dari luar tampak begitu, tapi dia orangnya baik.
Katsuko nggak percaya kalau cuma itu alasan ibu dan meminta ibu mengatakan alasan yang sebenarnya. Dan seperti dugaan Katsuko, Ibu sebenarnya nggak rela Saki menikah karena setelah Saki menikah hanya tinggal dirinya dan Fukuko yang tidak bisa diandalkan. HAHAHHAHAHAHAHAH.
Fukuko tentu saja terkejut karena ternyata semua ini adalah kesalahannya lol.

Malam itu, Saki jadi berfikir ulang mengenai pernikahannya, ia bertanya-tanya apakah ia harus membatalkan pernikahannya. Fukuko tentu saja tidak setuju. Setelah ayah mereka meninggal, Saki bekerja untuk menafkahi keluarga dan sekarang Saki sudah menemukan seseorang yang bisa mendukungnya, Fukuko ingin kakaknya berbahagia. Fukuko meyakinkan kakaknya kalau ia pasti bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.

Keesokan harinya, Fukuko mulai serius bekerja lagi, ia berusaha tidak melakukan kesalahan. Saat istirahat makan siang, Noro-san kembali datang memberikan makanan kaleng, kali ini daging sapi kalengan. Fukuko benar-benar tidak mengerti kenapa Noro memberikan itu padanya.
Hoshina Megumi (Hashimoto Manami), resepsionis Osaka Toyo Hotel, wanita cantik yang dikagumi oleh Fukuko datang menemuinya dan mengajaknya bicara. Ia menyampaikan pesan dari tamu hotel waktu itu dan Hoshina-san terkejut karena Fukuko ternyata bisa berbahasa inggris. Fukuko mengatakan ibunya mengajarinya sedikit demi sedikit sejak kecil.
Fukuko lega karena tamu hotel itu tidak marah padanya tapi ia khawatir pria di telpon waktu itu masih marah padanya. Keesokan harinya, Fukuko di panggil ke ruang manager dan Hoshina sudah ada disana. Hoshina ternyata merekomendasikan Fukuko pada Manager hotel untuk bisa bekeja di meja depan sebagai resepsionis dan manager setuju. Fukuko tentu saja terkejut mendengarnya. Ia bertanya apakah benar tidak apa-apa jika dia bekerja sebagai resepsionis karena dia tidak cantik. lol.
Kalau kata manager sih cantik memang penting tapi yang dibutuhkan lebih dari pada itu. Sepertinya saat itu yang bisa berbahasa inggris sangat terbatas dan Hoshina satu-satunya yang lancar, dia kepercayaan manager makanya saat Hoshina merekomendasikan Fukuko, manager setuju.

Fukuko tentu saja dengan senang hati menerima pekerjaan itu dan membuat keluarganya bahagia. Saki dan Katsuko memuji Fukuko yang mendapatkan pekerjaan sebaagi resepsionis, wajah dari hotel tersebut. Mereka menggunakan kesempatan itu untuk meyakinkan ibu agar merestui pernikahan Saki.
Fukuko mengatakan pada ibu kalau ia akan berusaha dengan keras melakukan pekerjaannya agar ibu tidak khawatir, jadi ia meminta ibu merestui pernikahan kakaknya. Ibu awalnya masih ragu, tapi ia tak mungkin menghalangi kebahagiaan puterinya. Ia akhirnya menyerah dan merestui pernikahan Saki dan Shinichi.
Malam itu, keluarga Imai sangat bahagia.

Hari pertama Fukuko bekerja sebagai resepsionis, ia dilatih oleh Hoshina. Fukuko selalu memasang wajah tersenyum cerah dan Hoshina mengatakan kalau Fukuko tidak perlu terus seperti itu heheehhe.
Shinichi datang ke tempat kerja Saki di toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan. Tadahiko-san sibuk dengan lukisannya, ia akan memberikan lukisannya sebagai hadiah pernikahan Saki.
Akhir pekan, Fukuko berkumpul dengan Toshiko dan Hana, makan ramen lagi. Fukuko mengatakan semuanya berjalan dengan lancar tapi ia iri kana Tadahiko memberikan lukisan spesial untuk kakaknya, ia juga ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk kakaknya. Rencananya Fukuko meminta saran pada 2 temannya itu, tapi jawaban mereka tidak membantu sama sekali.
Pulang dari ngumpul-ngumpul, Fukuko jalan-jalan di Osaka dan ia tertarik pada sebuah toko 'Tachibana's Shop'. Ia berhenti di toko tersebut untuk melihat-lihat. Toko itu adalah milik Tachibana Manpei, pria yang ada di telpon, pelanggan pertama Fukuko, tapi tentu saja mereka berdua sama sekali tidak saling mengenal.
Tachibana Manpei adalah seorang hatsu-maker/hatsumei-sha/penemu, atau bahasa mudahnya, orang yang suka membuat sesuatu/menemukan sesuatu yang baru. Ia sedang mengembangkan sebuah proyektor. Hari itu, Fukuko melihat proyektor buatan Manpei dan ia menyukainya, ia memutuskan ia akan menggunakan itu untuk pernikahan kakaknya. Ia mengatakan pada Manpei kalau ia akan menyewa itu.

Malam sebelum pernikahan Saki, kakak adik berkumpul dan mengobrol dengan bahagia. Mereka tak menyangka kalau Saki akhirnya menikah. Saki sejak dulu populer dikalangan pria dan mereka teringat seorang pria datang ke rumah mereka menggunakan kuda, Maki Zennosuke (Hamano Kenta). Dia datang untuk meminta izin pacaran dengan Saki, pada ibu Saki, tapi ibu langsung menolak. Katsuko dan Fukuko tertawa mengingat hal itu, Saki malu sendiri dan meminta mereka jangan menertawakan kisah cintanya. Ibu sendirian di kamarnya sambil melihat foto ayah dan sepertinya ia lega Saki akhirnya akan menikah.
Malam itu, Saki menemui ibunya sebelum tidur dan berterima kasih karena ibunya sudah menjaganya selama ini. Ibu meminta Saki berbahagia dan keduanya berpelukan sambil menangis.
Fukuko saat itu masih terbangun mendengarkan percakapan ibu dan kakaknya, ia juga terharu karena bahagia.

Hari pernikahan Saki, semuanya berjalan dengan lancar. Fukuko akan memperlihatkan hadiahnya pada kakaknya, tapi ada masalah dengan proyektor, jadi Manpei harus memperbaikinya terlebih dahulu. Untuk mengulur waktu, Fukuko mulai membicarakan mengenai kakaknya pada tamu undangan.
Fukuko mengatakan kakaknya menjadi pendukung keluarga sejak ayah mereka meninggal dunia. Ia bisa bersekolah juga karena kakaknya. Kakaknya sangat populer sejak dulu, banyak pria yang datang untuk berpacaran dengan kakaknya. Tapi saat ia melihat Shinichi, Fukukosudah punya firasat kalau Shinichi adalah orang yang akan melindungi kakaknya. Karena itu ia sangat bahagia kakaknya aakhirnya menikah. Kakaknya selalu menjadi kekuatan bagi keluarga dan kali ini ia ingin kakaknya mengejar kebahagiaannya sendiri. Karena itu Fukuko meminta Shinichi untuk menjaga kakaknya mulai dari sekarang. Shinichi mengangguk.
Fukuko mengatakan hal itu sambil menangis bahagia, semua orang fokus pada Fukuko, termasuk Manpei. Manpei sebenarnya dengan cepat memperbaiki proyektor, tapi ia membiarkan Fukuko terus bicara karena momen itu benar-benar mengharukan.
Saat Fukuko berbicara, Manpei menatapnya dengan tatapan yang berbeda.

Lalu, Fukuko memperlihatkan hadiahnya pada sang kakak. Proyektor yang memutar foto-foto kakaknya dan Shinichi-san sejak kecil sampai akhirnya mereka bersama-sama. Diiringi dengan musik yang menangkan hati, hadiah Fukuko adalah hadiah terbaik di pernikahan Saki. Semua orang fokus pada layar melihat foto masa kecil kedua mempelai.
Ibu bahkan sampai menangis terisak-isak karena hal itu. Saki diam-diam mengucapkan terima kasih pada Fukuko. Manpei ikut bahagia karena semua undangan bahagia dengan hadiah Fukuko itu. Aku suka bagaimana Manpei terus menatap Fukuko hehehehhe.

Setelah acara berakhir, Fukuko menemui Manpei untuk memberikan bayaran. Tapi Manpei menolak, Fukuko terkejut. Manpei mengatakan kalau ia sudah cukup puas melihat orang lain tersenyum dengan apa yang ia buat. Ia ingin membuat barang yang bisa membuat orang lain bahagia, jadi ia sudah cukup puas dengan hal itu.
Manpei kemudian meninggalkan Fukuko dengan senyuman diwajahnya. Karena MAnpei menolak bayarannya, Fukuko berterima kasih dan terus membungkuk sampai Manpei pergi. Fukuko menatap kepergian Manpei.

Waktu berlalu dengan cepat. Tahun 1941, 3 tahun setelah pernikahan Shinichi dan Saki. Shinichi dan Saki hidup sebagai pasangan suami istri dengan baik. Tadahiko seperti biasa masih sibuk dengan lukisannya yang tidak laku, sementara Katsuko sibuk mengurusi 4 anaknya. Anak tertua, Taka-chan sudah mulai sekolah. Sementara anak bungsunya sudah berusia 3 tahun, seorang laki-laki. Jadi anak keluarga Kouda, 2 perempuan dan 2 laki-laki.
Fukuko sekarang sudah berusia 22 tahun. Ia sibuk dengan pekerjaannya setiap hari. Hubungannya dan ibunya seperti biasa, sering adu mulut.

Untuk pekerjaan, Fukuko sudah bisa melakukannya dengan baik, bahkan Hoshina memujinya Fukuko lebih baik dari dirinya sekarang.
Noro-san masih belum bisa menyatakan perasaan pada Fukuko, tapi ia tetap memberikan makanan kaleng pada Fukuko dijam istirahat makan siang dan Fukuko masih nggak tahu juga kalau Noro menyukainya HAHAHAHHAAH.

Suatu hari, di hotel tersebut ada sebuah acara. Aku nggak tahu nama acaranya apa, tapi kayaknya pertemuan para pebisnis di Osaka. Itu adalah kesempatan besar bagi pemula untuk saling tukar kartu nama dan mengembangkan bisnis. Manpei datang ke acara tersebut bersama Kajitani Keisuke (Kataoka Ainosuke). Sejak 3 tahun lalu, Manpei bekerja sama dengan Kajitani-san.
Fukuko yang bekerja di hotel tersebut ikut membantu menyambut tamu dalam acara itu. Ia sempat berselisih dengan Manpei, tapi mereka berdua tidak saling melihat.
Dalam acara ini, kepribadian Manpei sedikit diperlihatkan. Dari pengamatanku, Manpei tidak bagus dalam bersosialisasi, mengambil hati orang lain. Saat Kajitani memberi kesempatan padanya untuk berkenalan dengan Mitamura Ryozo-san (Hashizume ISao), Manpei bahkan tidak bisa memberikan kartu namanya pada Mitamura-san. Ia terlalu gugup. Bahkan saat ia berbicara menjelaskan perusahaannya, ia terbata-bata.
Lalu seseorang kemudian menganggu mereka, pria itu dengan ramah dan dengan mudah mengambil hati Mitamura-san. Kajitani mengatakan pada Manpei kalau Manpei harus seperti pria itu, tapi Manpei mengatakan ia tidak mungkin bisa mendekati orang dengan cara seperti itu.

Saat Manpei berfikir tidak ada harapan baginya lagi, matanya tertuju pada seorang gadis yang menyambut tamu. Fukuko. Manpei langsung mengenali Fukuko, gadis yang menyewa proyektornya 3 tahun lalu. Manpei terkejut karena melihat Fukuko disana dan ia langsung menghampiri Fukuko, matanya fokus pada Fukuko dan ia nggak melihat-lihat langkahnya sehingga ia tak sengaja bertabrakan dengan pelayan yang membawa minuman. Minuman tumpak ke celana Manpei.
Sempat terjadi kehebohan dan Fukuko kemudian mengajak Manpei ikut dengannya untuk mengeringkan celana Manpei. Fukuko tidak mengenali Manpei.

Saat Fukuko dan Manpei berdua saja, Fukuko sudah menyiapkan setrika dan meminta Manpei membuka celananya dengan polos. Manpei jadi serba salah sih tapi Fukuko mengatakan ia akan melihat ke arah lain dan tidak akan melihat Manpei. Manpei dengan tenang bertanya ia akan kesulitan jika ia melakukan itu. Fukuko kemudian baru menyadari sesuatu, setidaknya ia harus menyiapkan handuk untuk Manpei HAHAHAHHAHAHAHAH. Fukuko lucu banged,  Ia meminta maaf dan mengambilkan handuk untuk Manpei. Saat Fukuko sibuk menyetrika, Manpei menatap Fukuko dari belakang dan mencari waktu yang tepat untuk bicara pada Fukuko.
Manpei kemudian bertanya, kau Imai-san bukan?
Fukuko terkejut dan berbalik dengan tatapan 'kok orang ini tau namaku?'
Manpei bahkan tahu nama kecilnya dan itu membuat Fukuko makin curiga. Manpei akhirnya menjelaskan, apakah Fukuko tidak ingat 3 tahun lalu di pernikahan kakak Fukuko, dia adalah yang menyewakan proyektor.
Fukuko kemudian akhirnya mengingat siapa Manpei, dia bahkan tahu nama keluarga Manpei. Fukuko meminta maaf karena ia tidak mneyadarinya, Manpei memaklumi karena itu 3 tahun lalu.
Fukuko berterimakasih pada Manpei dan Manpei berdiri dengan handuknya, bertanya apakah Fukuko bekerja di hotel itu. Fukuko mengatakan sebelum kakaknya menikah, dia sudah bekerja disana. Manpei lupa dia sedang memegang handuk dan karena terkejut dia nggak sengaja melepaskan tangannya dari handuk dan handuknya jatuh HAHAHHAHAHHAHA.
Fukuko langsung menurup wajahnya sambil berteriak wkkwkwkkwkw. Manpei dengan cepat menutupnya lagi lol. BTW MAnpei pake boxer gede kok XD

Fukuko yang panik langsung menyetrika lagi. Ia mengatakan kesan Manpei yang dulu dan sekarang berbeda, ia bisa melihat kalau Manpei lebih sukses sekarang. Manpei mengatakan sekarang ia bekerja sama dengan temannya dan menjelaskan mengenai pekerjaannya. Sepertinya Manpei sudah tidak membuat proyektor lagi, ia mengembangkan hal baru. Fukuko mengerti karena Manpei adalah hatsu-maker. Manpei mengatakan ia tidak sehebat itu, ia hanya suka memikirkan sesuatu dan membuatnya, mengenai penjualan dan lain sebagainya, ia menyerahkan pada temannya. Fukuko mengerti dan lanjut menyetrika.
Manpei kelihatan senang banged bertemu dengan Fukuko lagi dan terus menatapnya diam-diam sambil tersenyum.

Setelah celana Manpei kering, keduanya kembali ke tempat acara. Manpei berterima kasih dan Fukuko meminta maaf karena sudah menyita waktu Manpei. Manpei mengatakan ia senang bisa bertemu dengan Fukuko lagi dan Fukuko mengatakan dia juga. Fukuko kemudian akan kembali ke pekerjaannya dan meninggalkan Manpei.
Tapi Manpei kemudian memanggilnya dan bertanya, Fukuko-san, apakah kau menikah?
Fukuko bingung. Manpei bertanya lagi, Apakah kau sudah menikah?
Fukuko dengan polos mengatakan kalau ia belum menikah dan Manpei nggak bisa menyembunyikan wajah bahagianya. Fukuko sama sekali tidak mengerti dan meninggalkan Manpei.
Manpei terus menatap kepergian Fukuko dengan senyuman bahagia di wajahnya, BAHAGIA BANGEEEEEED!.

Saat itu seseorang menyapa Manpei, Sera Katsuo (Kiritani Kenta), ia memberikan kartu namanya pada MAnpei, tapi Manpei nggak terlalu peduli padanya karena ia sedang dilanda cinta, ia terus menatap ke arah perginya Fukuko HAHAHAHHAHAAHA.
Sera mengatakan kalau ia mengenal Manpei sejak lama, Manpei terkejut. Sera membuat proyektor sama seperti Manpei tapi ia mneyadari kalau milik Manpei lebih bagus dan Manpei punya bakat lebih dari dirinya. Ia memutuskan untuk berhenti membuat sesuatu dan pindah kebagian penjualan. Sekarang perusahaannya lumayan laris, ia membuka perusahaan sendiri, mencari barang unik sendiri. Ia mendekati Manpei agar Manpei mau bekerja sama dengannya, ia ingin menjual barang yang dibuat Manpei.
Ia bertanya sekarang Manpei sedang membuat apa dan Manpei menjelaskan sesuatu, kalau nggak salah dengar sih MAnpei sedang membuat alat pemotong. Sera kayaknya tertarik, takutnya dia mencuri ide Manpei HAHAHAHAHAHA.

Dalam sepersekian detik, perhatian Sera beralih pada seseorang dan langsung meninggalkan MAnpei. Sera ini orangnya mudah banged akrab dengan orang lain, bertolak belakang dengan Manpei. Manpei saat itu sih nggak terlalu kepikiran karena perasaannya sudah cukup bahagia karena bisa bertemu dengan Fukuko. Sampai akhir, Manpei terus menatap ke arah Fukuko pergi dan saat pulang, Manpei terus memikirkan Fukuko, ia tidak dapat menahan senyumannya saat membayangkan apa yang dikatakan Fukuko tadi, bahwa dia belum menikah HAHAHAHAHHAHA.

Di rumah, Fukuko menceritakan pada ibunya kalau ia bertemu dengan Tachibana yang dulu menyewakan proyektor untuk pernikahan kakaknya. IA mengatakan orang itu sudah terlihat lebih keren sekarang.
TApi ibu sama sekali tidak ingat + tidka tertarik. Fukuko mengingatkan padahal waktu itu ibu menangis. Ibu mengatakan ia menangis karena melihat gambar Saki, tapi tidak mengingat orang dibalik proyektor itu HAHAHAHHAH.
Fukuko bete dan meninggalkan ibunya, tapi ibu kemudian mengatakan kalau hari ini KAtsuko datang berkunjung dan mengatakan kalau sepertinya Saki sakit. Fukuko terkejut.

Keesokan harinya, Fukuko mengunjungi kakaknya. Saki mengatakan kalau ia hanya demam, seharusnya Fukuko tidak perlu datang. Fukuko mengatakan kalau hari ini ia libur. Saki bertanya apakah Fukuko tidak punya orang untuk diajak jalan-jalan, nonton film misalnya. Fukuko mengatakan kalau Toshiko dan Hana sedang sibuk, tapi maksud Saki adalah teman pria Fukuko.
Fukuko mengatakan ia tak punya seseorang seperti itu. Saki terus bertanya, misalnya pria yang disukai Fukuko atau pria yang membuat Fukuko penasaran. Fukuko tidak mau membicarakan hal itu karena nggak ada orang seperti itu. TApi sebenarnya dalam pikiran Fukuko, ia teringat akan Manpei meskipun pada Saki ia mengaku tidak ada orang seperti itu. CIEEEEHHH!!!
Tak lama kemudian Shinichi pulang ke rumah dan Saki terkejut kenapa Shinichi pulang cepat sekali. Shinichi mengkhawatirkan istrinya, karena itu ia pulang cepat. Ia sangat perhatian pada Saki, ia memeriksa apakah demam Saki sudah turun dan akan menyiapkan makan untuk Saki. Fukuko yang melihat keduanya seidkit iri, Shinichi ternyata orangnya pengertian banged. hehheheheh.

Fukuko pulang ke rumah sambil bergumam mengenai Saki dan suaminya yang sangat mesra. Tiba-tiba Fukuko mendengar suara kuda dan ia terkejut karena pria yang menyukai kakaknya, Maki Zennosuke ada disana. Maki memperkenalkan dirinya pada Fukuko dan bertanya kabar Saki. Fukuko mengatakan kalau Saki sudah tidak tinggal di rumah keluarga Imai lagi karena dia sudah menikah. MAki ternyata nggak tahu sama sekali dan ia shock berat saat tahu Saki sudah menikah.
Ia dengan linglung kembali ke kudanya, naik kudanya aja dia kesusahan dan Fukuko terus menatap sambil menahan tawa hAHHAHAHAHAH.
Ia langsung lari ke rumah untuk melaporkan pada ibunya kalau Maki si dokter gigi datang lagi dengan kuda dan mengatakan sepertinya Maki benar-benar menyukai kakaknya.
Ibu tidak tertarik dengan pria berkuda dan bertanya bagaimana keadaan Saki. Fukuko mengatakan kalau Saki hanya demam dan ibu lega. Ibu bertanya bagaimana dengan suami Saki. Fukuko menceritakan bagaimana Shinichi-san orangnya baik banged, pulang kerja lebih awal dan merawat Saki.
Ibu lega mendengarnya dan mulai membandingkan Shinichi dengan suami Katsuko si pelukis miskin. Ia mengatakan hari ini dia datang lagi untuk meminjam uang, tapi ia menolaknya. Fukuko mengatakan apa salahnya ibu meminjamkan sedikit, tapi ibu tidak mau melakukannya.

Keesokan harinya, Fukuko main ke rumah kakaknya Katsuko dan memberikan sedikit uang pada mereka. Keadaan Rumah Katsuko beda banged dengan rumah Saki. Rumah Saki sangat tenang, tapi rumah Katsuko sangat ribut karena ada 3 anak kecil yang berlari kesana kemari.
Fukuko kemudian menceritakan kalau dokter gigi itu datang lagi ke rumah mereka dan Katsuko tertarik mendengar cerita Maki Zennosuke. Sepertinya mereka menghabiskan waktu membicarakan tentang Maki dan kudanya lol.

Pulang dari rumah Katsuko, Fukuko jalan-jalan di kota. Kemudian ia tak sengaja bertemu dengan Tachibana Manpei. Manpei bertanya apa yang dilakukan Fukuko disana, apakah dia sedang berbelanja. Fukuko mengatakan ia pulang dari rumah kakaknya. Fukuko balik bertanya pada Manpei dan Manpei mengatakan ia sedang mengurus sesuatu.
Keduanya cukup awkward, malu-malu gitu, tapi aku suka bagaimana Manpei nggak mau kehilangan kesempatan bertemu dengan Fukuko begitu saja dan mengajaknya minum teh. Fukuko malu-malu gitu, tapi kemudian perutnya berbunyi dan ia tambah malu. Manpei bertanya apakah Fukuko belum makan siang dan akhirnya keduanya memutuskan makan siang bersama-sama.
Keduanya makan ramen di gerobak pinggir sungai. Fukuko mengatakan kalau ia sangat menyukai ramen dan MAnpei juga menikmati ramen pertamanya.

Mereka mengobrol banyak sambil makan ramen. Fukuko mengatakan sebelum bekerja sebagai resepsionis, ia bekerja dibagian penerima telpon. Manpei teringat 3 tahun lalu ia pernah menelpon ke Osaka Toyo Hotel dan penerima salah menyambungkan ke kamar orang asing. Ia sempat kesulitan karena ia tidak bisa berbahasa Inggris.
Fukuko yang mendengar itu tersedak dan Manpei memberinya minum. Fukuko berusaha menelan ramen dengan cepat dan mengatakan pada Manpei kalau penerima telpon itu adalah dirinya. Ia benar-benar meminta maaf pada Manpei dan malu banged nggak nyangka kalau orang itu adalah Manpei. Manpei mengatakan tidak apa-apa, karena itu kejadian 3 tahun lalu.
Manpei sebenarnya lebih bahagia karena ternyata sebelum pernikahan kakak Fukuko, mereka sudah pernah bicara di telpon sebelumnya. Manpei dengan malu mengatakan kalau hal ini seperti takdir dan Fukuko tersenyum malu juga.
Manpei dan Fukuko saling melirik dan tertawa malu-malu XD.
AAACKKKK ini pasangan bikin baper HAHAHAHHAAHA.

Fukuko dan Manpei kemudian berpisah pada sore harinya, sepertinya mereka menghabiskan waktu yang lama mengobrol. Keduanya masih malu-malu gitu. Saat Manpei meninggalkan Fukuko, ia tersenyum disepanjang jalan sementara Fukuko terus menatap kepergian Manpei.
Pertemuan keduanya sangat berkesan. Fukuko kembali ke rumah dan terkejut karena ibunya sudah menunggu di rumah. Fukuko yang kekenyangan langsung diajak makan nabe karena ibunya sudah masak banyak HAHAHHAAHAHHA.

Sementara itu, Manpei mendapat masalah di perusahaan. Manpei bekerja bersama Kajitani-san, sepertinya mereka akan membuat senjata gitu. Tapi untuk sekarang mereka masih membuat alat pemotong seperti yang diceritakan Manpei pada Sera. Kajitani tahu kalau Manpei memperbolehkan Sera melihat alat itu dan itu membuat Kanjitani marah pada Manpei.
Keesokan harinya, saat Manpei memperlihatkan alat itu pada Sera, Kajitani mendapat informasi dari tangan kanannya mengenai Sera. Ia mengatakan kalau Sera mencuri ide Manpei, makanya Sera datang melihat alat pemotong buatan Manpei. Manpei tentu saja terkejut, ia juga tidak percaya, tapi Sera memang terlihat mencurigakan. Kajitani marah pada Manpei dan mengatakan kalau Manpei sama sekali tidak bisa mengenal karakter orang.

Manpei sedang galau berat karena hal itu, ia ada dalam mobil dan membaca koran tentang berita perang antara Jepang dan Amerika sudah dimulai. Saat itu, mobil melewati Osaka Toyo Hotel dan dengan keputusan yang tiba-tiba, ia meminta mobil berhenti disana. Saat Manpei turun dari mobil, ia masih ragu, tapi ia sudah membuat keputusan dan masuk ke hotel tersebut. Ia mencari-cari Fukuko disana dan melihatnya di lobi hotel.
Manpei berjalan mendekati Fukuko. Fukuko terkejut melihat Manpei dan menyapanya.
Manpei langsung berkata, Fukuko-san. Perang antara Amerika dan Jepang sudah dimulai kan?
Fukuko bingung dan membenarkan.
Manpei melangkah mendekati Fukuko, tapi... Apakah kau mau berpacaran denganku?
Fukuko terkejut + bingung. Manpei sampai membungkuk memohon dan Fukuko makin bingung.
Noro-san dan Hoshino-san menjadi saksi penyataan cinta Manpei yang tiba-tiba itu.

-To Be Continued-

Komentar:
HAHAHHAHAHHAHAHHA. Aku tahu kalau perkembangan kisah cinta Manpei dan Fukuko akan berkembang dengan cepat karena inti drama ini adalah kehidupan pernikahan mereka, tapi apa hubungannya perang dan pacaran dengan Fukuko? HAHHAHAHAHAH.
Drama ini lebih menarik dari yang aku bayangkan. Setidaknya untuk minggu pertamanya aku sama sekali nggak bosan. Minggu pertama masih dalam tahap perkenalan karakter, tapi Manpei sudah menyatakan perasaan aja wkkwkwwkwkw.

Ando Sakura sebagai Fukuko manis banged ya ampun, cute! Dia cocok banged jadi Fukuko, anak bungsu yang berusaha menjadi dewasa. Perubahan antara dia yang baru diteroma kerja dan 3 tahun kemudian kelihatan banged. Wajah malu-malunya itu, manis banged.
Aku suka setidak kali dia bersama Manpei, dia berusaha menyembunyikan rasa nervousnya. Fukuko orangnya memang agak dense, makanya dia nggak nyada perasaan Noro padanya. Oleh karena itu, Fukuko butuh seseorang seperti Manpei yang to the point, nggak pake basa basi.
Aku suka bagaimana Manpei nggak mau kehilangan kesempatan yang ada dihadapannya.

Hasegawa Hiroki sebagai Tachibana Manpei ya ampuuuuuuun, aku nggak tahu kalau dia manis banged! Terutama saat tersenyum. Aku jatuh cinta pada HaseHiro melalui drama ini dan aku mencari-cari info tentang dia HAHAHAHAHHA. Nggak nyangkadia kelahiran 1977, tapi wajahnya masih muda banged huhuhuhu.
Aku masih ingat saat pertama kali namanya diumumkan sebagai suami heroine, dia mengatakan kalau saat dia berusia 20 tahunan, dia sering ikut audisi asadora tapi nggak pernah lolos. KAli ini di asadora pertamanya dia langsung jadi suami heroine. PAs banged deh, Tachibana
diperankan HaseHiro, bikin BAPER!!!! Kalau aku bilang sih perannya disini bahaya bagi kesehatan hati wanita HAHAHHAHAHAHHA.

Untuk minggu pertama, ceritanya cukup menarik. Perkenalan Fukuko dan Manpei, takdir yang mengikat mereka berdua, ada banyak sekali kebetulan yang menyatukan mereka.
Spoiler Manpuku sudah sampai minggu ke-10, jadi aku sudah mendapat gambaran apa yang akan terjadi sampai minggu ke-10, apakah aku harus menceritakan spoiler disini? HAHAHAHAHHAHHA. Sepertinya nggak perlu ya. Karena sudah jelas, meskipun banyak rintangan Manpei dan Fukuko akan menikah. Mereka menikah diminggu ke-3 :)
Salah satu rintangan mereka adalah ibu Fukuko. Udah kelihatan ibu Fukuko ingin nggak pengen anak perempuannya menikah dengan pria yang miskin, jadi dia nggak setuju hubungan Manpei dan Fukuko.

Saki sakit di minggu pertama ini dan dilihat dari preview minggu depan, sepertinya sudah bisa menebak apa yang akan terjadi. Di Cast & Details aku juga menuliskan apa yang terjadi pada Saki dan aku rasa sih sudah bisa ditebak ya.
Saki mungkin cuma muncul sebentar tapi perannya cukup berkesan. Aku penasaran apa yang akan terjadi pada keluarga mereka setelah Saki tidak ada. Katsuko diceritakan punya keluarga miskin tapi aku melihat rumah mereka kok bagus gitu, nggak kelihatan seperti keluarga miskin. Makanya awalnya aku ragu, benera nggak sih mereka nggak punya uang.
Tapi melihat mereka meminjam uang dari Fukuko, kelihatannya mereka memang kesulitan keuangan.

Untuk masalah akting, di drama ini nggak perlu diragukan, semua castnya sudah berpengalaman akting. Opening songnya, pertama dengar saat episode 1 tayang, aku nggak terlalu suka, berantakan banged. Klipnya juga nggak sebagus yang aku harapkan.
Tapi setelah 6 episode mendengarnya, entah kenapa melodinya nggak bisa hilang dari kepala HAHAHAAHHA. Aku jadi menikmati openingnya yang nggak biasa.
Musik di drama ini juga bagus lho, aku baru menyadari kalau musik yang ditampilkan menambah indahnya drama ini. Instrumen demi instrumen aku harap aku bisa mengingatnya.

Awalnya aku tidak berniat membuat recap drama ini, karena temanya tentang bisnis, jadi pasti banyak hal yang nggak aku mengerti karena aku membuat recap tanpa subtitle. Tapi selagi aku masih menikmatinya, aku akan mencoba menulisnya hehehhee.

Share:

2 comments:

  1. Nonton drama ini dimana yaa,,yang sub��‍♀️��‍♀️��‍♀️

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts