Thursday, 19 September 2019

[Sinopsis] Nagi no Oitoma Episode 8

Episode 8 ini mulai membahas mengenai ibu Nagi dan penonton diajak melihat lebih dekat lagi bagaimana sih ibu Nagi ini yang ternyata berpengaruh besar pada sifat Nagi yang terlalu membaca situasi. Melihat Nagi ini dan sifatnya itu sebenarnya bikin sesak, bayangin aja harus berpura-pura terus memasang topeng dihadapan orang lain bahkan ibu sendiri. Boleh sih baca situasi, tapi ya nggak terlalu juga. Gamon juga memulai liburan panjangnya bersama Nagi dan para penghuni apartemen.

Sinopsis Nagi's Long Vacation Episode 8

Di akhir episode 7, untuk pertama kalinya Gamon menangis dihadapan Nagi dan mengakui kalau ia sangat mencintai Nagi. Nagi cukup terkejut dengan apa yang ia lihat itu dan saat ia akan melakukan sesuatu, seperti biasa Gamon kembali ke dirinya yang dulu meminta Nagi untuk segera pulang karena kereta terakhir akan segera berangkat. Jadinya Nagi ga bisa mengatakan apapun dan memutuskan untuk meninggalkan apartemen Gamon. Saat Nagi keluar, Madoka yang datang untuk menemui Gamon melihat Nagi dan tentu saja ia terkejut karena Nagi keluar dari apartemen Gamon, karena Madoka juga tau kalau NAgi adalah mantan Gamon. Pada akhirnya malam itu MAdoka nggak jadi menemui Gamon.
Keesokan harinya, Gamon bangun tidur dan bersiap akan ke kantor. Seperti apapun kejadian kemarin di kantor, Gamon tetap harus berangkat, tapi kemudian Gon menelpon Gamon menanyakan bagaimana kabar Gamon karena ia mendengar dari Eri kalau Gamon kemarin akhirnya bertemu dengan kakaknya. Ia bahkan mengajak Gamon untuk sarapan bersama sambil mengobrol. Dan secara tidak terduga, Gamon yang seperti itu, pegawai teladan lah bisa dibilang, hari itu memutuskan untuk tidak ke kantor, bolos untuk pertama kalinya. wew.
Gon sepertinya tahu sesuatu terjadi pada Gamon meski Gamon mengatakan tidak ada yang terjadi, ia cuma kelelahan saja.

Hari itu, semuanya berkumpul di rumah Nagi untuk membuat gyoza karena akan ada gyoza party di bar mama. Mama, An, Eri, Nenek, Urara dan ibunya juga ada disana. Nagi yang menyarankan untuk membuat gyoza di apartemennya karena ia juga ingin mengatakan sesuatu pada mereka. Tetangganya yang tertarik datang karena ingin membantu dan juga mengobrol. Sakamoto-san juga datang meski ia datang untuk menemui Nagi dan nggak tahu kalau mereka sibuk membuat gyoza. PAs Sakamoto-san datang mereka membuat gyoza sambil berkenalan dan disini aku juga baru tahu kalau nama sebenarnya mama adalah Morizo-san.
Yang ingin Nagi bicarakan adalah sesuatu yang otaknya tidak bisa memprosesnya tapi ia agak gimana gitu bicara dihadapan orang banyak. Lucunya mama bisa menebak kalau ini pasti masalah Gamon dan bahkan Eri juga bisa menebak kalau Gamon pasti sudah menangis di hadapan Nagi. Nagi shock karena semuanya sudah tahu LOL. Eri sudah pernah melihat Gamon menangis 2 kali, ibu Urara juga mengakuinya meski saat itu Nagi mengatakan ia cuma salah lihat tapi ia yakin itu Gamon. Sakamoto-san mengatakan ia yakin itu Gamon yang menangis sambil makan White LOver. Bahkan Urara mengatakan gosip mengenai pria yang sering menangis di stasiun sudah menyebar di sekolahnya HAHHAHAHAHHAHA. Mama dan An sih udah nggak aneh karena sejak putus dari Nagi, Gamon menangis tiap malam di bar mereka.
Nagi kaget banged karena mereka mengatakan seolah-olah it hal yang biasa mereka lihat tapi bagi Nagi ini adalah perubahan yang tiba-tiba. Nenek mengatakan kalau mereka melihat dari sisi penonton dimana mereka tahu apa yang terjadi dan hanya heroine yang nggak menyadarinya, sebuah plot yang klise. Nagi bertanya apanya yang ia tidak sadari dan Urara mengatakan fakta bahwa mantan Nagi itu sangat menyukai Nagi. Nagi shock dan menatap semuanya, semuanya megangguk HAHHAAHAHHAHAHA.

Nagi langsung membantah hal itu, sepertinya hatinya masih tidak bisa menerima. Ibu Urara mengatakan Gamon sudah sering datang ke Tachikawa (apartemen mereka) hanya untuk menemui Nagi tanpa alasan apapun. Nagi mengatakan kalau itu karena Gamon cuma pengen tidur dengannya (Nagi cukup pengertian dengan menutp telinga Urara saat dia mengatakan itu hahaha).
Eri mengatakan dia kasihan pada mantan Nagi dan An mengatakan ia yakin saat Gamon mengatakan itu Gamon tidak bermaksud begitu. Mama menambahkan Gamon memang punya sisi tidak jujur dalam dirinya, sama seperti Nagi. Nenek bertanya bagaimana perasaan Nagi saat melihat Gon memangis, apakah hati Nagi sedikit tergerak?
Nagi memainkan matanya mencari jawaban, atau mungkin dia nggak bisa jujur menjawabnya jadi Nagi memutuskan mencari udara segar di beranda. Saat itu terdengar seseorang membuka beranda Gon dan Nagi berfikir itu adalah Gon. Tapi Nagi shock saat wajah yang muncul adalah wajah Gamon HAHAHHAHA.
Gamon mengatakan ia mengambil libur seminggu dari kantor untuk main game di rumah Gon wkwkkwkwkw. Ngakak banged saat melihat Gamon membawa tanaman kacang milik Nagi ke rumah Gon HAHAHAHAHAHA.

Sakamoto-san dan Nagi pergi ke koin laundry untuk mengurus kontrak karena mereka akan segera membayarnya dalam minggu ini. Tapi selama berdiskusi, Nagi nggak bisa konsentrasi karena ia terus kepikiran Gamon. Masa sih Gamon menangis setelah putus dengannya, kalau benar Gamon sangat menyukainya, apa yang Gamon sukai darinya, Nagi masih nggak mengerti.
Mama membagi gyoza ke rumah Gon. Aku ngakak saat Mama bertanya apakah Gon mau gyoza dan Gon mengatakan dia mau lalu bertanya siapa mama? LOL. Gon fokus sama makanannya dulu baru orang yang mengantar XD
Sementara itu Gamon nonton movie di rumah nenek, ia tersentuh dengan movie itu dan nenek menegurnya karena yang gamon itu adalah movie horror, bukan sesuatu yang akan membuat orang tersentuh HAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHA.
Gamon ternyata nggak fokus nonton karena masih kepikiran Nagi dan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan mulai sekarang, Nagi sudah melihatnya menangis, tahu kalau ia masih sangat mencintai Nagi. Nenek berkomentar kalau Gamon yang jujur ini terlihat cute wkwkkkwkwkwk.

Mama dan Gon makan gyoza sambil membicarakan Gamon dan Nagi. Gon mengatakan kalau Gamon kelihatan rapuh banged makanya ia memaksa Gamon datang ke rumahnya karena Gamon mungkin akan menemukan semangatnya lagi saat melihat Nagi.
Mama berkomentar kalau Gon adalah orang baik. Gon mengatakan ia juga ingin berkonsultasi tentang sesuatu pada Gamon. Mama bertanya apa itu dan Gon mengatakan sambil tersenyum kalau ia jatuh cinta pada Nagi. Mama sampai tersedak mendengarnya, ia mengatakan kalau itu adalah dua hal yang nggak bisa disatukan (fakta bahwa Gon ingin Gamon bersemangat setelah melihat Nagi dan Gon yang menyukai Nagi). Tapi ternyata Gon tidak mengerti hal itu dan mama shock banged jadi maksud Gon mereka akan berbagi Nagi berdua dengan Gamon, karena mereka kan sama-sama menyukai Nagi dan Gon malah menyemangati Gamon untuk balikan dengan NAgi.
Gon kemudian baru menyadari hal itu LOL. Mama mengatakan kalau dia nggak akan ikut campur dan membiarkan Gamon karena Gamon cute XD XD (Mama sejak awal ada dipihak Gamon tapi dia nggak akan menghalangi Gon karena Gon cute LOL).

Sakamoto-san mengkhawatirkan Nagi yang kelihatan mulai galau masalah cinta lagi tapi Nagi mengatakan ia tidak akan kembali pada Gamon atau Gon, karena sekarang ia mau fokus pada bisnis mereka. Meski begitu Nagi masih awkward dengan Gamon.
Bisnis Sakamoto-san dan Nagi akan memasuki tahap tanda tangan kontrak dan pembayaran minggu ini. Gamon mendengar hal itu dan kaget karena mereka berdua berani banged membuat bisnis dengan membayar sebesar itu padahal mereka pengangguran. Gamon mengatakan kalau itu tidak mungkin berjalan dengan lancar tapi Nagi mengatakan Gamon tidak punya hak mengatakan hal itu, ini adalah pertama kalinya ia ingin melakukan sesuatu jadi ia akan berusaha melakukannya. Ia tidak melakukannya setengah-setegah kali ini.
Gamon menyadari kalau ia tidak boleh mengatakan hal seperti itu lagi pada Nagi dan meminta maaf. Mama kemudian keluar dari kamar NAgi dan mengajak Nagi untuk berangkat kerja. Nagi kelihatan lega banged karena ia akan kabur dari Gamon, sebenarya Nagi masih takut sama Gamon.

Di tempat kerja, Nagi masih tidak bisa mengerti dengan Gamon. An mengatakan yang Gamon perlihatkan sekarang mungkin adalah wajah sebenarnya dari seorang Gamon Shinji, Gamon bahkan menangis di hadapan Nagi. Nagi sebenarnya juga khawatir karena Gamon tiba-tiba mengambil libur seminggu padahal Gamon tidak pernah melakukan hal seperti itu, tapi tentu saja Nagi tidak mau mengakui kalau ia khawatir. Mama menambahkan kalau Gamon sudah tahu mengenai rambut asli Nagi sejak awal mereka berkencan, melihat Nagi dengan susah payah meluruskan rambutnya selama 1 jam tiap hari, itu membuat Gamon jatuh cinta pada Nagi dan berniat melindungi Nagi. Nagi terkejut karena Gamon tahu rambut aslinya sejak awal, tapi kenapa Gamon tidak pernah mengatakan padanya.
An mengatakan Gamon mengatakan hal itu pada mereka sambil menangis dan mama menambahkan kalau Gamon memang bukan tipe yang akan mengatakan hal seperti itu. Nagi semakin bingung dengan sisi baru Gamon yang baru ia ketahui ini. Hal itu membuat ia bertanya-tanya apa sih sebenranya yang ia lihat dari Gamon dulu makanya ia mau berpacaran dengannya.
Sementara itu Gamon di kamar Gon membaca rencana bisnis Sakamoto-san dan Nagi karena ia mengkhawatirkan mereka, ia tak menduga rencana bisnis itu terlihat rapi dan meyakinkan.

Keesokan harinya, meski Gamon liburan, ia tetap bangun pagi-pagi sekali dan minum teh di halaman, mungkin nungguin Nagi keluar LOL. JAdi saat Nagi keluar karena ada paket datang, Gamon pura-pura sibuk minum seolah-olah nggak peduli.
Paket yang datang adalah dari ibu Nagi di Hokkaido, isinya jagung. Nagi sepertinya sudah mulai nggak cuek pada Gamon dan mengajak Gamon ke rumahnya kalau mau makan jagung, Gamon sampai kaget karena dia nggak nyangka dia diajak. Tentu saja Gon ikut bersama mereka.
Gamon dan Gon mengupas jagung di kamar Nagi. Nagi menerima telpon dari ibunya dan ia masih berbohong mengatakan kalau ia sedang sibuk bekerja dan sedang istirahat makanya ia bisa mengangkat telpon ibunya. Gon bertanya apakah Nagi masih belum mengatakan hal yang sebenarnya dan Nagi mengatakan ia tak bisa mengatakannya, kalau ibunya tahu dia hidup seperti ini, ibunya akan memaksanya pulang ke Hokkaido. Gon juga nggak mau hal itu terjadi.

Gon minta maaf karena ia selalu menerima sesuatu dari Nagi tapi Nagi nggak masalah karena justru ia terbantu dan lagi ia tidak terlalu suka jagung. Ia suka rasanya dan ia bisa makan kalau jagungnya udah dilepaskan dari bonggolnya, tapi jagung utuh ia tidak suka karena terlihat agak menjijikan (lah kenapaaa?).
Gamon cukup terkejut dengan hal itu karena ia sama sekali tidak tahu mengenai hal itu. Nagi mengatakan ia sudah begitu sejak kecil, tapi ibunya tidak tahu. Saat ia menolak makan jagung, ibu membuang jagung itu ke tempat sampah dan mengatakan kalau itu adalah salah Nagi jagung itu dibuang karena Nagi nggak mau memakannya, karena itu sejak saat itu Nagi selalu makan jagung berpura-pura kalau itu enak dihadapan ibunya. Nagi menceritakan itu dengan wajah berkerut dan Gon berkomentar kalau Nagi sepertinya benar-benar membencinya.
Nagi mengatakan bukan begitu, setelah dewasa ia mulai menyadari bagaimana sulitnya ibunya membesarkannya seorang diri setelah ayahnya menghilang jadi tidak mungkin ia membenci ibunya. Gon mengoreksi maksudnya adalah jagung, bukan ibu Nagi. Nagi mengerti. Gamon dari tadi diam saja tapi ia merasa ia tidak tahu apa-apa tentang Nagi, fakta bahwa NAgi tidak suka jagung atau Nagi yang dibesarkan sendiri oleh ibunya.
Suasana makin awkward saat Gon meninggalkan Nagi dan Gamon berdua saja, karena Gon ke kamarnya mengambil sesuatu untuk bahan memasak jagung itu.

Di kantor Gamon, semuanya bingung karena Gamon mengambil libur seminggu. Gamon nggak pernah melakukannya jadi makanya mereka agak aneh. Gosip juga menyebar dengan cepat mengenai Gamon yang pingsan saat presentasi. 3 mantan teman kerja Nagi ingin mengorek informasi pada Madoka sebagai orang yang paling dekat dengan Gamon tapi Madoka mengatakan ia sama sekali tidak tahu apa-apa (mengenai penyebab kenapa Gamon pingsan). Setidaknya Madoka kelihatan sudah bisa mengatasi 3 orang yang suka menganggunya itu.
Gamon kelihatan bosan banged dengan hari liburnya. Sore itu ia belanja di mini market, makan es krim di jembatan sambil melihat orang lewat. Gamon mengatakan kalau Nagi hatinya kuat juga dengan melakukan ini setiap hari alias Nagi kuat banged nggak melakukan apapun tiap hari padahal Gamon baru beberapa hari udah bosan banged wkwkkwkw.
Urara pulang sekolah melihat Gamon di jembatan dan ia menuduh Gamon datang ke apartemen mereka lagi untuk membully Nagi, tapi Gamon membantah ia tidak akan melakukannya lagi, karena itu ia jadi bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Urara mengatakan apa susahnya tentang hal itu, toh Gamon bisa berteman baik dengan Nagi. Gamon diam saja seolah-olah mengatakan 'anak-anak nggak mengerti' HAHAHAHAHAHA.

Nagi dan Sakamoto-san sibuk dengan bisnis baru mereka, mereka berdua udah mengukur sana sini dengan bersemangat untuk merenovasi koin laundry. Kakek pemilik koin laundry sudah mengenal nenek sejak lama dan sedikit rahasia nenek itu terungkap kalau ternyata nenek itu adalah puteri keluarga kaya pemilik penginapan terkenal, yang bahkan punya pengawal sendiri. Tapi nenek memilih kehidupan yang ia sukai daripada mewarisi hotel.
Malam itu Nagi makan pikel di beranda, Gamon yang mendengar pintu beranda Nagi terbuka, ikutan minum di beranda Gamon. Jadi meski terhalangi oleh dinding, mereka berdua sama-sama tahu masing-masing ada di seberang.
Gamon mengatakan cerita Nagi hari ini tentang jagung dan keadaan orang tua Nagi itu, ia sama sekali tidak tahu padahal mereka selalu bersama-sama. Saat masih kecil mereka selalu melakukan hal yang tidak mereka sukai untuk membuat orang tua mereka tertawa, mereka membaca situasi dan entah sejak kapan mereka kehilangan diri mereka sendiri. Gamon mengatakan ia mulai mengerti apa yang Nagi rasakan.
Nagi bertanya apakah terjadi sesuatu pada Gamon dihari ia ke rumah Gamon dan Gamon mengatakan kalau ia pingsan hari itu, kakaknya membuat masalah dan ada masalah di tempat kerja juga, ia jadinya nggak bisa bernafas dan pingsan saat event. Nagi terdiam.
Nagi kemudian menawarkan pikel untuk Gamon dan Gamon sepertinya udah lama nggak makan pikel dari nukadoko milik Nagi dan ia merindukan rasa itu. Keduanya makan pikel bersama-sama sambil tersenyum. Awwwwwwww.

Tapi hal itu nggak berlangsung lama karena ada yang menelpon Nagi, itu adalah dari saudara Nagi yang mengkhawatirkan keadaan ibu Nagi. Jadi ternyata ada badai di Hokkaido gitu, ibu Nagi tidak terluka, hanya saja ada masalah dengan rumah mereka. Jadi Nagi memutuskan besok ia akan ke Hokkaido menemui ibunya. Nagi mengatakan itu pada Sakamoto-san dan Gon-san. Gon bertanya apakah Nagi khawatir menemui ibunya dengan penampilan seperti ini. Nagi mengatakan ia pikir hari dimana ia mengakui pada ibunya masih lama, tapi sepertinya ia akan melakukannya besok. Gon mengatakan kalau ia menyukai Nagi yang sekarang dan Nagi terkejut. Gon sadar dia sudah nembak Nagi tapi Gon langsung mengalihkan pandangan dan minta Sakamoto-san mengatakan sesuatu. Sakamoto-san mengatakan kalau ia akan menunggu Nagi kembali dan Nagi meyakinkan mereka apapun yang ibunya katakan, ia akan kembali. Gamon saat itu ada di kamar Gon, diam-diam mendengarkan percakapan mereka.

Malam itu, Nagi sudah menyiapkan baju untuk berangkat ke Hokkaido, t-shirt dan celana jins. Tapi subuh-subuh Nagi keluar dari apartemen menggunakan dress, heels dan rambutnya sudah diluruskan. Gamon sudah menunggu Nagi di tempat parkir dekat jalan karena ia sudah tahu kalau Nagi pasti akan kembali ke penampilan lamanya yang dulu. Nagi mencoba membuat alasan tapi Gamon sudah tahu kalau Nagi masih nggak akan bisa menemui ibunya dengan dirinya yang sebenarnya. Nagi membuat alasan itu karena ibunya nggak akan dengan mudah menerimanya. NAgi ingin segera kabur dari sana tapi Gamon menghalanginya dan bertanya apakah Nagi yakin bisa memenangkan pertandingan dengan begini? Karena Nagi dengan penampilan begitu sudah kalah sebelum bertanding.
Nagi mengatakan kalau Gamon tidak tau apa-apa mengenai keluarganya tapi Gamon mengatakan ia tahu. Nagi tidak peduli dan akan pergi, tapi Gamon memintanya jangan pergi. Nagi tidak peduli dan mengayuh sepedanya.

Nagi kembali ke rumahnya di Hokkaido dan ibunya senang melihat Nagi datang. Ibu baik-baik saja, bahkan rumah yang katanya ada rusak itu sebenarnya bukan rumahnya yang rusak tapi cuma seng yang melindungi apa gitu, pokoknya bukan bagian dari rumahnya. Saat NAgi mengatakan ini bukan masalah besar, ibu tampak kecewa dan NAgi lagi-lagi membaca situasi mengatakan kalau ibu pasti kesusahan karena hidup sendiri.
Mereka berdua kemudian masuk ke rumah dan ibu mulai menceritakan mengenai teman Nagi yang menikah, ibu temannya itu mengatakan kalau level anaknya akhirnya meningkat dan ibu Nagi mengejek hal itu seolah-olah anak dijadikan barang dan bla bla. Nagi membaca situasi lagi, tersenyum sambil membenarkan. Ibu mengatakan kalau setidaknya ia bisa membanggakan Nagi yang bekerja di Tokyo dan punya pacar dari keluarga bagus, nanti saat ibu ke Tokyo dipernikahan teman Nagi itu, ia ingin Nagi memperkenalkan pacar Nagi padanya. Nagi mengerti.
Ibu kemudian mengatakan kalau saudara mereka sempat datang ke rumah ini setelah badai terjadi dan mengatakan kalau rumah mereka harus segera di renovasi, karena Nagi kan kerja di Tokyo diperusahaan bagus pasti gajinya juga bagus jadi mereka meminta ibu meminta uang pada Nagi untuk renovasi. Tapi ibu mengatakan pada merek ia tidak mau merepotkan Nagi dan melakukan renovasi dengan biaya minimun sudah cukup baginya.
Nagi sudah mengerti apa maksud ibunya ini, dan ia melirik kertas di meja, udah ada biaya renovasi disana, 691.730 yen.

Nagi berfikir untuk menjawab apa dan memberanikan diri mengatakan pada ibunya kalau ia punya sesuatu yang ingin ia lakukan  dan itu membutuhkan uang. Ini pertama kalinya ia ingin melakukan sesuatu untuk diinya sendiri. Jadi jika ada uangnya yang tersisa setelah ia melakukan itu, baru-lah mereka melakukan renovasi, jadi ia meminta ibunya menunggu sedikit lebih lama.
Ibu mengatakan ia mengerti, kalau begitu ia akan meminjam uang kesana kemari, karena bagaimanapun juga semua orang mengkhawatirkannya sampai memberikan harga terendah, ia tidak bisa menolaknya karena mereka pasti akan menggosipkannya. Nagi mengatakan mereka nggak akan menggosipkan hal itu tapi ibu mengatakan pasti mereka akan bergosip, itu selalu terjadi di desa kecil seperti ini. Ibu mengatakan Nagi seharusnya tahu akan hal itu.
Nagi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Ibu mengatakan Nagi tidak perlu mengkhawatirkannya, karena kebahagiaan NAgi adalah kebahagiaannya.
Nagi kembali merasa kalau ia tenggelam dan tidak bisa bernafas. Ia mengambil jagung yang disajikan ibunya dan memakan seolah-olah itu enak.

Nagi kemudian ke ATM mengambil uang dan mentransfer ke rekening ibunya. Hujan turun saat Nagi dalam perjalanan ke stasiun bus. Sakamoto-san menelpon karena ini sudah saatnya membayar uang untuk koin laundry, kemarin malam Nagi janji akan mentransfer saat ia tiba di Hokkaido. Nagi tidak mengangkatnya.
Rambut Nagi kembali seperti semula, dan bahkan udah kering aja selagi ia menunggu bus. Setelah Nagi agak tenang, Nagi baru menelpon Sakamoto-san dan meminta maaf karena sepertinya ia tidak akan bisa melakukan bisnis koin laundry itu bersama Sakamoto-san. NAgi mengatakan itu menahan air mata melihat tabungannya tinggal 93 ribu yen lagi. Nagi meminta maaf pada Sakamoto-san dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati Nagi.
Nagi melihat siapa yang datang dan terkejut karena itu adalah Gamon. Nagi tiba-tiba tersenyum sedih mengatakan kalau ia sama sekali tidak bisa berubah. Seperti yang Gamon katakan, ia tak akan pernah bisa berubah.

Gamon hanya terdiam menatap Nagi. Ia kemudian duduk di samping Nagi dan mengatakan apa yang ia sukai dari Nagi adalah rambut Nagi yang lurus dan lembut, masakan Nagi yang sederhana tapi enak, Nagi yang selalu berusaha memperbaiki mood-nya dan sifat Nagi yang selalu rendah hati. Tapi sekarang baginya rambut afro Nagi terlihat lebih baik.
Nagi menangis mendengar hal itu. Gamon menatap Nagi yang menangis sambil menunduk dan membelai rambut Nagi. Dari jauh, Gon ada di dalam mobil melihat mereka berdua. Gon untuk pertama kalinya merasakan yang namanya rasa cemburu, tidak suka melihat kedekatan Nagi dan Gamon, saking kesalnya ia bahkan membunyikan klakson mobil HAHAHHHAHAHAHHAA.
Tak lama kemudian, setelah Nagi tenang, Gon datang dengan mobil mendekati mereka. Gamon membukakan pintu untuk Nagi dan mereka masuk ke mobil. Hal itu dilihat oleh ibu Nagi yang datang mengejar Nagi untuk membawakan jagung pada Nagi. Ibu terkejut melihat rambut afro NAgi dan 2 pria tak dikenal yang menjemput Nagi.

Di rumah, Sakamoto-san menemui Nagi mengatakan kalau pemilik koin laundry sudah menemukan pembeli lain yang tetap akan mempertahankan koin laundry itu. Nagi benar-benar meminta maaf tentang apa yang terjadi.
Sakamoto-san mengatakan kalau itu menyenangkan, Ia menyadari kalau masih ada hal yang membuatnya deg degan, ia merasa kembali ke masa kecilnya saat merencanakan koin laundry itu bersama Nagi. Karena itu setelah ini mereka pasti akan menemukan impian lainnya.
Sakamoto-san benar-benar positif thinking akan semuanya dan Nagi tersentuh, ia berterima kasih pada Sakamoto-san.

Tiba-tiba seseorang datang menganggu pembicaraan mereka mengatakan pada Nagi ada apa dengan penampilan Nagi yang seperti itu.
Nagi terkejut karena yang datang adalah ibunya. Ibu juga kaget Nagi tinggal di apartemen seperti ini dan bertanya bagaimana dengan pekerjaan Nagi karena sekarang adalah hari kerja. Nagi tidak bisa menjawab saking shocknya.
Ibu bertanya lagi siapa 2 pria yang ia lihat menjemput Nagi di Hokkaido, apa hubungan Nagi dengan mereka. Nagi ingin mengatakan sesuatu saat Gamon muncul dari kamar Gon dan memanggil ibu Nagi dengan 'Oka-san'. Ibu terkejut.
Gamon langsung memperkenalkan diri sebagai rekan kerja Nagi yang berpacaran dengan Nagi, Gamon Shinji dan menjelaskan kalau mereka berdua sekarang sedang liburan makanya mereka pindah ke apartemen ini, karena Nagi ingin menghemat uang untuk biaya menikah.
Gamon benar-benar membuat semua orang kaget dengan kebohongan tiba-tibanya itu. Tapi ibu Nagi percaya dan justru bahagia dan langsung bertanya kapan ia bisa menemui orang tua Gamon untuk membicarakan masalah pernikahan.
Nagi dan Gamon langsung terdiam kaget HAHAHHAHAHAHAHAH.

-To Be Continued-

Komentar:

HAHHAHAHAHAHAHA. Makanya kata orang jangan berbohong, sekali berbohong kamu akan menutupi kebohongan pertama dengan kebohongan lainnya dan itu nggak akan bisa berhenti begitu saja. Ibu Nagi langsung aja percaya dan langsung minta ketemu orang tua Gamon. Well, ibu Nagi memang sudah lama pengen ketemu dengan pacar Nagi sih, makanya dia senang banged dan bahkan lupa tujuan utamanya datang ke sana.

Ibu Nagi ini toxic banged, aku sedih banged melihat Nagi yang bahkan tidak bisa jadi diri sendiri dihadapan ibunya. Sifat ibu Nagi juga mirip Nagi, terlalu memikirkan kata-kata orang lain, terlalu gengsi gitu atau gimana sih. Ya tipe kayak Nagi sih nggak bisa nolak. Nagi yang jadi korban  dan harus makan hati. Makanya kata orang beruntunglah kamu kalau punya orang tua pengertian yang nggak minta apa-apa dari anaknya atau nggak membebani anak.
Aku kasian banged sama Nagi, tapi ya gimana Nagi juga nggak bisa jujur mengatakan kalau ia berhenti kerja karena nggak tahan tekanan dan ingin berubah. Tapi berubah memang nggak mudah ya, pada akhirnya Nagi kembali ke titik awal saat ia memutuskan menggunakan pakaian bagus menemui ibunya.

Aku suka bagaimana Gon dan Gamon langsung terbang ke Hokkaido menjemput Nagi. Tapi mereka tau dari mana ya alamat ibu Nagi? Mantap juga mereka bisa menemukannya.
Kasihan juga sama Gon yang akhirnya tahu gimana rasanya cemburu. Awalnya dia nggak masalah kalau penyemangat Gamon adalah Nagi tanpa sadar kalau Nagi sama Gamon ya dia nggak bisa sama Nagi. Jadi Gamon memang masih harus banyak belajar tentang cinta.
Disini aku juga bisa melihat kalau Gon akan patah hati karena Nagi kemungkinan besar akan kembali pada Gamon. Well, Gamon yang begitu sebenarnya cinta mati sama Nagi, sekarang tinggal Nagi maunya gimana, balikan lagi atau enggak?

Tapi para sih ya, seharusnya sifat asli itu ditunjukkan pada orang yang akan bersamamu selamanya, tapi Nagi dan Gamon sama-sama nggak menunjukkan sifat asli mereka satu sama lain. Bayangin kalau jadi menikah itu nanti selamanya mereka akan membaca situasi, selamanya mereka nggak bisa jadi diri sendiri dan sesak nafas? Duh, nggak kebayang.
Makanya sih kata orang sifat asli itu baru keluar setelah pernikahan dan itu juga salah satu penyebab banyak perceraian kalau memang komitmen-nya nggak kuat.

Share:

1 comment:

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts