Tuesday, 10 September 2019

[Sinopsis] Soshite, Ikiru Episode 3

Episode 3 ini banyak bahasa Thailand-nya dan aku bisa melihat Sakaguchi Kentaro agak awkward pake bahasa Thailand, bahasa Inggrus juga. Tapi Episode 3 ini menurutku episode yang sama sekali tidak terasa, tiba-tiba udah selesai aja. Apakah karena aku terlalu menikmatinya?
Intense banged episodenya, plot twist yang sama sekali nggak aku duga, berapa kalipun adegan itu di ulang aku bakalan tetap kaget.

Sinopsis 'And, Live' Episode 3

April 2013.
Waktu berlalu setelah kepergian Han-san ke Thailand dan Kiyotaka ke Filipina. Tokyo menjalani hari-harinya seperti biasa bersama ayahnya yang sekarang sudah menerima bayi dalam kandungannya. Touko sudah tidak bekerja di cafe lagi setelah kepergian Han-san, ia sekarang bekerja di perusahaan kecil (toko keramik tradisional gitu) pelanggan barber shop ayahnya. Ia bekerja disana untuk menginput data dan sepertinya ia juga mengikuti sekolah gitu, jadi Touko juga sibuk dengan belajar. Touko diperlakukan dengan baik oleh suami istri pelanggan barber shop ayahnya tempat dimana ia bekerja sekarang, mereka sudah menganggap Touko seperti puteri mereka sendiri.
Ayah Touko berencana untuk membeli kursi baru untuk barber shop-nya, meski ia tidak bisa membeli yang mahal. Ayah Touko sudah cukup tua dan ia sepertinya mulai kesulitan melanjutkan pekerjaannya, karena tangannya mulai kaku dan penglihatannya juga menurun, tapi ia tak bisa mengatakannya pada Touko. Mengingat Touko akan menjadi seorang ibu tanpa suami, ayahnya harus berusaha untuk mendukung Touko sampai akhir.

Kiyotaka juga menjalani harinya di San Juan, Filipina dan ia sudah mulai terbiasa, bahkan sudah bisa bahasa tagalog. Kiyotaka sudah dekat dengan para penduduk di sana, membantu kegiatan mereka sehari-hari, bermain dengan anak-anak di desa tersebut. Tapi pekerjaan utama Kiyotaka adalah menulis jurnal mengenai kondisi desa tersebut, apa kira-kira yang paling dibutuhkan disana dan setelah mengamati selama beberapa bulan, Kiyotaka menyimpulkan kalau hal yang paling dibutuhkan penduduk adalah pendidikan. Ada banyak warga yang nggak sekolah, keterbelakangan pendidikan yang harus diperhatikan lebih dalam.
Kiyotaka tertarik pada seorang anak laki-laki disana yang jarang tersenyum dan tidak dekat dengan siapapun, nama anak itu adalah Justin.  Kiyotaka mendengar kalau Justin adalah penduduk baru disana dan kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan. Kiyotaka yang tertarik pada Justin karena mereka mirip, kehilangan orang tua diusia muda. Kiyotaka berusaha mendekati Justin dan berteman dengannya. Kiyotaka dengan cepat akrab dengan Justin, mereka bermain bersama dan bahkan curhat tentang orang yang disukai. Kiyotaka juga curhat pada Justin tentang Touko yang kata Kiyotaka Touko menolaknya. Saat Kiyotaka memperlihatkan foto Touko pada Justin, Justin merasa Touko cantik sekali pantas Kiyotaka ditolak LOL. Justin pernah bertanya pada Kiyotaka kenapa Kiyotaka datang ke tempat mereka, apakah karena mereka menyedihkan dan Kiyotaka sempat tidak bisa menjawab, ia hanya mengatakan kalau ia ingin membantu mereka.
Kiyotaka juga tidak lupa menulis surat untuk keluarganya di Tokyo. Setiap kali ibu menerima surat dari Kiyotaka, ibu tak bisa tersenyum bahagia karena hatinya mengkhawatirkan Kiyotaka yang jauh di negeri orang lain.

Suatu hari, sesuatu terjadi pada Touko yang kelihatan baik-baik saja. Dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis kerja, tiba-tiba Touko merasa perutnya sakit, keluar darah dan ia pingsan di jalan. Saat ia membuka matanya, ia sudah ada di rumah sakit dan ayahnya ada di sampingnya. Hati Touko hancur berkeping-keping saat mendengar kalau ia keguguran, bayinya tidak bisa diselamatkan.
Selama di Filipina, Kiyotaka sebenarnya masih terus berusaha mengubungi Touko dengan mengirim email, tapi Touko selalu hanya membacanya saja, tidak pernah membalasnya.

Suatu hari, Morioka kedatangan tamu bernama Kubo Shinji (Okayama Amane) yang saat melihat poster Touko langsung memanggilnya 'our queen' dan bahkan mencoba mencium poster itu wkwkwkkkwwk. Ia dan Touko adalah teman satu SMA dulu dan jelas kelihatan kalau Shinji ini mantan fansnya Touko atau masih fans Touko LOL.
Saat itu, Touko sedang sibuk di barber shop, ia dan ayahnya memperbaharui suasana barber shop karena kursi baru yang dipesan sang ayah sudah datang. Mereka juga ingin membuat barber shop itu jadi lebih nyaman, ada cafe kecil juga untuk minum kopi gratis bagi pelanggan.
Shinji kemudian datang ke barber shop itu dan terpesona dengan Touko yang sudah lama tidak ia temui, sayangnya Touko tidak ingat siapa Shinji. LOL. Shinji mengatakan ia setahun dibawah Touko saat SMA dan pernah menyatakan cinta pada Touko meski Touko menolaknya. Tapi orang yang menyatakan cinta pada Touko banyak, jadi dia nggak ingat satu per satu. Saat Shinji mengatakan namanya, Touko ingat satu orang bernama Kubo yang pernah menyatakan cinta padanya, Kubo dari klub sepak bola, sayangnya itu Kubo yang lain dan Shinji baru tahu kalau Kubo yang itu pernah menyatakan cinta juga pada Touko HAHAHAHHAHAHAH.

Shinji datang bukan untuk potong rambut, tapi ayah Touko menganggap dia pelanggan dan memaksa Shinji untuk potong rambut. Saat Shinji mengatakan ia bukan pelanggan, Touko tampak kecewa dan Shinji mau nggak mau harus menggunakan jasa barber shop agar Touko nggak kecewa padanya, meski barber shop tidak menyediakan jasa cuci rambut aja wkwkwkkwkw.
Saat cuci rambut, Shinji menceritakan kisahnya bagaimana ia ke Tokyo setelah lulus SMA dan juga masa-masa dimana ia dan teman-temannya menjadi fans Touko. Tapi pada akhirnya Shinji menawarkan sesuatu pada Touko dan ayahnya. Shinji ternyata bekerja sebagai sales. Shinji curhat kalau ia kesulitan menjual dan ia merasa ia tidak cocok menjadi sales karena ia tak punya rasa percaya diri.
Shinji mulai menceritakan mengenai bosnya yang percaya padanya. Bos-nya sangat baik, memperlakukan pegawainya dengan penuh respek meski ia sangat ketat kalau mengenai pekerjaan. Saat ia pertama kali di Tokyo, ia tak bisa melakukan apapun dengan baik, ia merasa tidak berguna dan hampir menjadi sampah. Tapi bosnya yang sekarang mengatakan "sangat disayangkan, jangan memandang rendah dirimu. Jangan meremehkan dirimu sendiri."
Shinji mengatakan bosnya menangis sambil mengatakan itu padanya, ia tak pernah bertemu dengan orang seperti itu selama ini dan itu membuatnya ingin mempercayai dirinya lagi dan mencoba sekali lagi. Karena itu ia serius melakukan pekerjaannya sekarang.
Touko dan ayah hanya tersenyum menatap Shinji. Saat makan malam, Touko dan ayahnya masih membicarakan Shinji. Touko merasa sudah lama sekali ia tidak tertawa lepas seperti hari ini.

Suatu hari, Kiyotaka melihat Justin yang melakukan hal mencurigakan. Justin terlihat bersama seorang pria bermotor yang memberikan Justin segepok uang. Justin kelihatan nggak bersahabat dengan Kiyotaka belakangan ini jadi saat Kiyotaka mengajaknya bicara ia tak bersemangat seperti biasa.
Kiyotaka akan ke kota besok dan bertanya apakah ada sesuatu yang ingin Justin beli, ia akan membelikannya untuk Justin. Justin mengatakan kalau ia tak butuh bantuan Kiyotaka karena ia bisa membeli apa yang ia inginkan.

Keesokan harinya, Kiyotaka ke kota untuk bertemu dengan orang penting mengenai masalah yang dihadapi tempat yang ia tinggali sekarang. Saat sedang berdiskusi di sebuah cafe, Kiyotaka melihat Justin bersama pria yang kemarin. Justin juga menatap Kiyotaka yang ada di sana seolah-olah ia tak percaya kalau Kiyotaka benar-benar ada disana. Justin sepertinya diminta oleh pria yang memboncengnya melakukan sesuatu tapi karena ada Kiyotaka di sana, Justin ragu. Tapi setelah dipaksa, Justin akhirnya mau melakukannya, ia turun dari motor, pergi ke dekat cafe, melempar tas ransel yang ia bawa, naik ke motor dan pergi dengan cepat.
Kiyotaka bingung apa yang dilakukan oleh Justin saat Justin dan pria bermotor itu pergi, Justin berteriak 'aku tidak membutuhkanmu, pergi sana dan mati saja!'.
Kiyotaka masih di tengah kebingungannya dan saat ia berfikir tiba-tiba terjadi ledakan besar yang membuat Kiyotaka terlempat beberapa meter dari tempat duduknya. OMG! Ternyata si Justin itu melempat bom T_T

Di Morioka, Shinji datang lagi ke barber shop ayah Touko, sepertinya ia datang setiap hari ke sana untuk cuci rambut wkwwkkwkw. Sebenarnya ia berharap Touko yang mencuci rambutnya, tapi ia juga nggak rela Touko punya lisensi salon, nanti malahan banyak yang datang pengen cuci rambut HAHAHAHAHHAHHA.
Shinji benar-benar tipe yang pantang mundur dan juga nggak malu bicara mengenai perasaannya, misalnya saat ia dengan jujur mengatakan ia jauh-jauh ke Morioka menemui gadis yang selalu ia sukai, meskipun dulu ia tak bisa bicara pada Touko, sekarang ia bisa bicara  + Touko makin cantik, lebih cantik dari sebelumnya. Jadi dia nggak akan berhenti datang ke barer shop ini meski Touko melarangnya datang. HAHAAHAHA. Mantap deh XD
Touko mengatakan pada Shinji agar tidak buang-buang uang cuci rambut tiap hari/minggu tapi Shinji mengatakan ia datang ke barber shop bukan untuk bersenang-senang, ia punya tujuan lain, ya jelas pengen PDKT sama Touko wkwkwkw.

Saat itu, Touko mendapat pesan dari Sakamaoto-san (pemilik barber shop di Kisennuma yang ia bantu saat Tsunami) yang menanyakan pada Touko apakah Touko sudah melihat berita mengenai Kiyotaka, apakah Kiyotaka sudah menghubungi Touko atau belum karena ia mengkhawatirkan Kiyotaka.
Touko tidak mengerti dan berlari ke dalam rumah, ia langsung menghidupkan TV dan mencari siaran berita. Lalu Touko shock melihat berita ledakan yang terjadi di Filipina yang memakan korban jiwa, dimana dua korbannya adalah warga negara Jepang yang belum diketahui keadaannya, konsultan internasional Hikawa Masaki (38, bos Kiyotaka) dan Shimizu Kiyotaka (23).
Touko shock melihat berita itu dan langsung mencoba menghubungi Kiyotaka, tapi entah kenapa ia tak jadi melakukannya. Melihat reaksi Touko, ayah Touko bertanya apakah itu adalah pria yang itu (ayah bayi Touko).

Sementara itu di Tokyo, keluarga Kiyotaka juga mencoba mengubungi nomor Kiyotaka tapi tidak bisa terhubung. Ibu sangat lemas dan hampir pingsan saat melihat berita itu. Sepertinya mereka menghubungi kantor pemerintahan juga untuk mengetahui kabar puteranya, apakah selamat atau tidak. Ibu menangis karena Kiyotaka tidak mau mendengarkan nasehatnya dulu, padahal ia sudah bilang pada Kiyotaka untuk tidak ke sana.
Lalu ada telpon yang masuk lagi, sepupu Kiyotaka (kakak/adiknya) yang mengangkatnya. Awalnya tidak ada suara jadi sepupunya cuma 'halo, halo' aja. Nggak tahu deh apakah Kiyotaka memang bicara di balik telpon atau tidak, jadi sepupunya merasa kalau itu adalah Kiyotaka dan memanggil nama Kiyotaka tapi telpon langsung terputus.
Yang menelpon benar adalah Kiyotaka yang ada di sebuah rumah sakit di Filipina. Ia dan bosnya selamat, tapi mengalami luka serius dibagian tangan dan Kiyotaka tidak bisa berjalan normal. Aku curiga Kiyotaka kehilangan kemampuan bicaranya karena Kiyotaka kok nggak ada ngomong sama sekali.
Polisi meminta keterangan hanya pada bos Kiyotaka saja yang mengatakan kalau ia tak mengetahui siapa pelakunya, sepertinya Kiyotaka memang tidak mengatakan ia melihat pelakunya.

Kiyotaka di kamar rumah sakit terlihat diam saja, mungkin trauma dengan apa yang ia lihat dan apa yang terjadi. Lalu ada berita di TV yang mengatakan kalau dua pelaku pemboman sudah tertangkap dan sedang diinvestigasi. Pengejaran itu sempat direkam oleh drone camera memperlihatkan kalau pelaku berusaha menembak polisi jadi polisi juga terpaksa mengeluarkan tembakan. Dua pelaku terlihat jatuh dari motor, entah pingsan atau ditembak mati, yang jelas nggak bergerak.
Kiyotaka shock melihat hal itu, karena ia jelas mengenal satu pelakunya adalah Justin, anak yang membuatnya tertarik untuk pertama kali, sempat menjadi teman dekarnya. Kiyotaka menangis tapi ia kesulitan mengeluarkan air matanya, ia sesak nafas, akting Sakaken mantap banged disini T_T

Pada akhirnya, Touko tidak bisa menghubungi Kiyotaka, ia hanya mengecek berita Kiyotaka melalui news di TV dan artikel di internet.
Ayah bertanya apakah pria itu baik-baik saja dan Touko mengatakan kalau yang ia tahu hanya tidak ada luka serius. Ayah tahu kalau Touko sangat khawatir dan bertanya apakah itu adalah pria itu (ayah bayi Touko), tapi Touko membantahnya. Ayah mengerti dan tidak bertanya lagi.

Suatu hari, Kiyotaka ada di bandara dengan barang bawaannya. Kiyotaka yang sekarang berjalan pincang, entah karena kakinya belum sembuh atau tidak akan sembuh meninggalkan bekas kejadian itu. Kiyotaka duduk sendirian, seolah-olah manusia bernyawa tapi nggak berjiwa. Ia merenungi sesuatu. Tiba-tiba seseorang memanggilnya dan Kiyotaka terkejut. Itu adalah Han-san yang kaget melihat Kiyotaka disana, ia tak tahu kalau Kiyotaka ada di Filipina. HAn-san sendiri dalam penerbangan dari Bangkok menuju Denpasar dan sedang transit di Filipina.
HAn-san sepertinya tidak tahu mengenai kejadian itu jadi ia bicara seperti biasa pada Kiyotaka dan bertanya apakah Kiyotaka dalam perjalanan kembali ke Jepang?
Kiyotaka hanya menatap Han-san dengan mulut terbuka, seolah-olah tak menyangka ia menemukan seseorang yang mengenalinya disana. Kiyotaka berusaha berdiri dan Han-san mulai bingung dengan ekspresi Kiyotaka. Kiyotaka yang mencoba berdiri kehilangan keseimbangannya karena ia tak bisa bertumpu pada kaki kanannya, Han-san menangkapnya. Han-san bingung. Kiyotaka memeluk Han-san dan menangis sejadi-jadinya. Meski tidak mengerti apa yang terjadi, Han-san menepuk punggung Kiyotaka dan mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.

-To Be Continued-

Komentar:
Plot twist banged episode 3 ini, nggak menyangka plotnya berubah drastis begini. Siapa sangka Kiyotaka akan bersama dengan Han-san?
Kiyotaka sepertinya ingin Han-san merahasiakan kondisinya dari Touko tapi mungkin Han-san akan menghubungi Touko suatu hari nanti jika ia merasa saatnya sudah tepat.
Kasihan banged melihat Kiyotaka, dia kayak jadi zombie gitu, nggak punya semangat hidup lagi T_T

Memang sih, saat kita dewasa nggak semuanya harus kita lakukan sesuai dengan kata-kata orang tua. Tapi ada kalanya dan bahkan sangat sering, alasan kenapa orang tua melarang kita melakukan sesuatu itu pasti karena ada sesuatu. Mungkin ada sesuatu yang tidak baik di ujung jalan yang hanya bisa dirasakan oleh orang tua.
Aku bertanya-tanya apakah Kiyotaka menyesal dengan keputusannya itu atau dia masih shock dan trauma anak yang ia kenal jadi tersangka pelaku bom.

Preview episode 4 memperlihatkan kalau Shinji melamar Touko, mengajaknya menikah. Kondisi ayah Touko juga terlihat semakin buruk. Touko akan membuat pilihan, apakah yang akan ia pilih?
Meninggalkan kebahagiaannya atau memilih kebahagiaannya?

Share:

0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts