Tuesday, 30 July 2019

[Sinopsis] Nagi no Oitoma Episode 2

Episode 2 Nagi no Oitoma ini membahas mengenai tetangga kecil Nagi, Urara-chan. Akhirnya bisa melihat siapa ibu Urara-chan yang ternyata sudah muncul di episode 1 kemarin. Nagi juga mendapat teman baru yang sepertinya akan sangat merepotkan Nagi untuk selanjutnya. Gamon masih belum menyerah akan Nagi dan terus berusaha mengganggu Nagi. Nyebelin banged. Sementara itu Nagi sepertinya mulai tertarik pada Gon tetangganya.

Sinopsis Nagi's Long Vacation Episode 2

Nagi masih menikmati liburan panjangnya sebagai seorang pengangguran. Pekerjaanya sehari-hari adalah menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri, melakukan sesuatu yang ingin ia lakukan tapi belum sempat ia lakukan saat ia masih sibuk bekerja. Misalnya mencari bambu dan membuat sesuatu seperti yang biasa dilakukan dimusim panas, makan somen yang dialirkan di bambu yang diberi air gitu. LOL.
Nagi hanya punya sedikit baju kaos dan karena itu musim panas jadi cepat keringatan, Nagi pergi ke laundry koin untuk mencuci baju dan disana ia bertemu dengan tetangganya Gon yang juga akan mencuci baju. Gon selalu menganggap Nagi menarik karena Nagi selalu melakukan sesuatu yang membuatnya tertarik, misalnya hari itu untuk menghabiskan waktu menunggu cuciannya selesai, Nagi olahraga menendang kantong plastik seolah-olah itu adalah bola.
Teman-teman Gon yang kebetulan lewat disana juga meminta maaf pada NAgi kalau Gon ini suka bicara dengan mendekatkan badannya karena Gon tipe yang nggak tahu cara menjaga jarak. Semalam Gon dan teman-temannya cukup ribut di kamar Gon karena mereka melakukan sesuatu untuk event klub yang akan datang. Ternyata Gon adalah event organizer dan teman-temannya adalah performers.

Nagi sejak awal selalu merasa kalau Gon ini berbeda dari yang lain dan ia harus berhati-hati kalau ada disekitar Gon. Sebisa mungkin jangan terlibat dengan Gon dkk. Saat Nagi tahu Gon bekerja di klub, Nagi udah membayangkan hal-hal aneh aja, misalnya Gon yang menjadi pengedar narkoba. HAHHHAHAHAHA.
Teman-teman Gon saat itu dalam perjalanan piknik BBQ jadi mereka dengan cepat meninggalkan Gon. Nagi dan Gon hanya berdua saja di koin laundry dan itu membuat Nagi takut, ia juga nggak tahu apa yang harus ia bicarakan, awkward. 30 menit adalah waktu yang dibutuhkan agar cucian Nagi selesai, 30 menit diam saja tentu saja Nagi jadi bingung dan memutuskan untuk kembali ke rumah saja. Tapi Gon menahannya dan memberikan minuman untuk Nagi
Awalnya Nagi ragu gitu, tapi aroma minuman itu memang menggoda, aroma kelapa gitu. Akhirnya Nagi memutuskan tetap disana, menunggu sambil minum dan hanya dalam sekejab, 30 menit sudah berlalu. Nagi kaget karena waktu sama sekali tidak terasa panjang saat ia bersama Gon.

Sementara itu, pacar Nagi, Gamon masih dengan dirinya yang terlihat baik-baik saja di kantor tapi galau setelah pulang kerja. Ia bahkan belakangan datang ke bar temannya saat bar masih belum buka, mengeluh tentang Nagi yang katanya ingin mengubah diri tapi tinggal di apartemen bobrok, dibenci anak tetangganya dan dikelilingi oleh clubber yang sibuk. Gamon juga nggak setuju saat temannya mengatakan ia dicampakkan oleh Nagi dan bahkan mengatakan kalau Nagi tuk cewek jelek yang sok cantik. Teman Gamon yang dipanggil Mama kemudian mengatakan kalau Nagi mungkin akan menyukai clubber tetangganya itu tapi Gamon PD banged mengatakan kalau Nagi punya selera sendiri terhadap pria alias mengatakan selera Nagi tuh ya dia. Ughhh.
Mama mengatakan kalau pria yang terlihat buruk itu sangat cocok dengan wanita yang ingin mengambil resiko. Dan selama 30 menit setelah itu Gamon galau sendiri sambil guling-guling di bangku bar. Gimana ya menjelaskan ekspresi Gamon itu, dia tuh sebenarnya khawatir banged, tapi nggak mau menunjukkannya makanya dia ketawa sambil mengejek Nagi yang nggak mungkin suka sama si clubber.
Tentu saja Gamon nggak tahu kalau Nagi sudah mulai jatuh cinta pada si clubber Gon, mungkin belum bisa dibilang jatuh cinta ya, tapi Nagi merasa hati-nya deg degan gitu kalau ada di dekat Gon, apalagi karena senyuman Gon HAHAAHAHAHAH.

Hari itu, Nagi mengecek uang tabungannya yang mulai berkurang, Nagi memutuskan untuk mendaftar asuransi pengangguran. Disana, Nagi melihat seorang wanita yang diminta oleh petugas untuk menggunakan pengalaman kerja sebelumnya untuk mencari pekerjaan baru tapi wanita itu menolak karena ia ingin mengembangkan karirnya, mungkin dia nggak mau bekerja dibidang yang sama lagi. Pegawai meminta wanita itu lebih realistis, mengingat umur dan wanita itu hanya diam.
Nagi bertemu wanita itu di kamar mandi dan berfikir kalau wanita itu mungkin depresi karena katak-kata pegawai tadi. Nagi ingin bicara pada wanita itu tapi lagi-lagi ia terlalu memikirkan situasi, kalau dia bicara nanti tanggapan wanita itu nggak ramah gimana dan lain sebagainya.
Nagi memutuskan untuk tidak terlalu membaca situasi dan mulai bicara mengatakan kalau pegawai di kantor ini sangat keras. wanita itu menjawab, ia pikir yang lebih keras lagi adalah tekanan kerja sekarang, mungkin karena aku adalah pengangguran dan merasa berhutang budi padanya, jadi ia terdengar melebih-lebihkan.

Nagi dan wanita yang bernama Sakamoto-san itu memutuskan untuk mengobrol ditaman. Sakamoto-san mengatakan kalau ia tidak ingin menurunkan standarnya. Dipekerjaannya sebelumnya, ia terlalu banyak berkompromi dan membuatnya lelah, kali ini ia tidak ingin gagal lagi. Ia tidak ingin berbohong pada dirinya sendiri lagi.
Nagi mengatakan kalau Sakamoto-san sangat hebat, berfikir positif dan menatap kedepan. Sakamoto-san mengatakan meski begitu ia selalu gagal dalam setiap interviewnya. Tapi ia pikir usahanya nggak sia-sia semua, meskipun ia tidak bisa mendapat pekerjaan, ia bisa bertemu dengan seseorang seperti Nagi. Nagi mengatakan kalau ia juga berfikir begitu, ia senang ia memberanikan diri bicara pada Sakamoto-san.
Sakamoto-san kemudian mengajak Nagi minum teh bersama-sama karena ia masih ingin mengobrol banyak dan Nagi setuju. TApi........
Saat keduanya ada di cafe, Sakamoto-san malah tiba-tiba menjadi sales mempromosikan batu keberuntungan gitu, yang akan membuatmu berfikir positif dan membantu mencari kerja, gelang yang dijadikan batu yang akan membuat beruntung HAHAHAHAHAHAHHA.
Nagi cuma bisa tersenyum sambil mendengarkan padahal dalam pikirannya kenapa ini selalu terjadi padanya. Karena ibu bukan pertama kalinya, teman-teman Nagi yang menjadi sales banyak yang tiba-tiba ingin bertemu dan ternyata mempromosikan dagangannya.

Nagi lagi-lagi dihadapkan dengan pilihan apakah ia harus menolak karena ia memang nggak tertarik atau membelinya, agar yang bersangkutan nggak marah dan tetap berteman dengannya. (Ughhhh, ini sering banged terjadi di dunia nyata, temen yang mempromosikan sesuatu untuk kita dan bingung mau gimana, I can related Nagi!!!).
Nagi kemudian teringat percakapannya dengan Gamon, pernah ia curhat pada Gamon kalau ia dipaksa membeli sesuatu dan Gamon mengatakan kalau ia penjualnya ia juga akan melakukan hal yang sama, menjualnya pada Nagi karena Nagi terlihat seperti orang baik yang nggak akan bisa menolak, orang baik dalam artian orang nggak tertarik pada Nagi alias memandang rendah Nagi.
Karena hal itu Nagi memutuskan untuk tidak menjadi orang baik kali ini, ia menolak Sakamoto-san dan mengatakan kalau ia tak tertarik dengan batu itu, ia akan mencari pekerjaan dengan caranya sendiri.

Setelah itu, Nagi meninggalkan Sakamoto-san dan mengayuh sepedanya, ada kepuasan tersendiri dalam dirinya karena ia berhasil menolak sesuatu yang tidak ia inginkan. Tapi Nagi juga sedih karena ia kehilangan satu calon temannya + ia harus kembali ke cafe karena ia baru sadar ia meninggalkan tasnya di cafe.
Saat Nagi berbalik untuk kembali ke cafe, Sakamoto-san terlihat berlari mengejar Nagi sambil membawa tas Nagi. Nagi terkejut. Sakamoto-san meminta maaf pada Nagi, meski Nagi tidak percaya tapi ia mengatakan hal yang sebanarnya kalau gelang batu itu memberi keberuntungan. Ia mengatakan kalau Nagi adalah orang pertama yang mendekatinya dan mengajaknya bicara dan ia sangat senang. Ia sebenarnya selalu melakukan itu, membicarakan batu itu pada orang lain dan pada akhirnya ia tak punya teman karena mereka menjauhinya.
Sakamoto-san meminta maaf pada Nagi dan meninggalkan Nagi. Tapi Nagi kemudian mengatakan kalau batu itu, ia benar-benar tidak tertarik dengan batu itu, tapi ia berharap tetap bisa mengobrol dengan Sakamoto-san lain kali. Sakamoto-san terlihat berkaca-kaca dan berterima kasih pada Nagi.
Nagi bahagia banged hari itu.

Gamon nongkrong di bar temannya lagi, Mama bertanya kenapa pas pacarnya pingsan Gamon sama sekali nggak menjenguknya, bahkan nggak menghubunginya. Gamon mengatakan setelah Nagi pingsan malam itu, besoknya ia ada perjalanan bisnis ke Hokkaido, daripada menelpon ia ingin meminta maaf secara langsung saat ia kembali nanti.
Teman wanita Gamon yang juga bekerja di bar, An, bertanya, minta maaf untuk yang mana? Karena kau mengatakan kau bersamanya hanya karena hubungan seksual? atau karena aku tidak membantunya saat ia pingsan? Pantas saja dia mencampakkanmu dan ingin mengubah hidupnya. Gamon kesal dan mengatakan kalau Nagi tak harus mengubah dirinya, ia baik-baik saja jika Nagi seperti dulu yang selalu membaca situasi sebelum mengatakan sesuatu atau mengobservasi wajah orang lain sambil ketakutan dan nervous.
Mama bingung kenapa Gamon kejam banged sama pacarnya. An menebak, kau suka membully orang yang kau sukai? Kau ini anak SD?
An mengatakan Gamon harus lebih belajar mengenai hati wanita karena Gamon itu payah banged. Mama mengatakan sepertinya akan sangat sulit bagi Gamon kembali pada pacarnya, karena diantara wanita yang ingin berubah dan pria yang tidak ingin si wanita berubah, keduanya akan pergi ke arah yang berbeda.

Nagi dan Urara-chan mulai dekat sejak Urara meminta izin menyentuh rambut Nagi yang fuwafuwa. Ada saat dimana Urara bersembunyi saat Urara melihat teman-temannya dan Nagi berfikir kalau Urara nggak dekat dengan teman-temannya itu, tapi ternyata itu karena Urara tahu saat itu teman-temannya sedang memainkan aplikasi TikTok dan Urara nggak tau apa asiknya permainan itu, jadinya dia malas pagi-pagi udah membahas permainan itu. Urara malasnya cuma itu sih, setelah itu ia menyapa teman-temannya dan mereka kelihatan akrab berangkat ke sekolah bersama-sama.
Tapi Nagi sempat melihat Urara diantar oleh teman-temannya ke sebuah apartemen bagus, dan Urara say goodbye pada mereka, masuk ke apartemen itu. Setelah teman-temannya pergi, Urara keluar dari sana. Urara bohong kalau itu adalah apartemen tempat dia tinggal, ia juga bohong pada teman-temannya saat temannya megajak main Urara mengatakan kalau ia harus membuat cookies bersama ibunya.
Nagi cukup khawatir karena hal itu dan Urara juga sempat melihat Nagi saat itu. Sebenarnya Urara ini anak kesepian, ibunya selalu bekerja dan jarang di rumah, ia tidak punya HP yang banyak permainan seperti teman-temannya jadi kalau ngobrol kadang nggak nyamung, ia juga selalu makan biskuit nggak enak sebagai cemilan. Ia iri pada teman-temannya yang punya kehidupan bagus. Nagi memberi nasehat pada Urara mengatakan kalau orang lain punya kehidupan sendiri, begitu juga dengan mereka, dan mereka nggak boleh membanding-bandingkan. Itu adalah yang ibunya katakan padanya saat ia masih kecil. Tapi pada kenyataannya, kita nggak bisa nggak membandingkan kehidupan dengan orang lain. Nagi mengatakan kalau Urara bukanlah anak yang tidak baik.
Pagi tadi, Urara memberikan benang pada Nagi sebelum berangkat ke sekolah dan Nagi sudah mengubah benang itu menjadi hair pin yang bagus. Ia memberikannya pada Nagi. Nagi juga mengatakan biskuit yang nggak enak itu akan lebih enak jika dimakan bersama-sama dengan susu. Nagi mengatakan Urara tidak perlu memikirkan anak yang lain, saat Urara iri pada mereka, kenapa nggak mencoba memainkan sesuatu yang ada disekitar Urara, jika nggak ada mereka bisa bermain dengan diri mereka sendiri.
Urara diam saja mendengarkan Nagi dan ia kemudian masuk ke rumahnya.

Nagi saat itu merasa kalau ia bicara terlalu banyak pada Urara, sok menasehati dan mungkin Urara membencinya. Tapi kemudian Urara muncul di pintu rumah Nagi dengan membawa biskuit yang sudah ia tuang susu dan Urara mengatakan kalau rasanya jauh lebih enak. Nagi senang banged karena Urara tidak membencinya dan mereka makan biskuit itu bersama-sama.
Nagi bertanya apakah Urara membenci ibunya dan Urara mengatakan kalau ia menyukai ibunya. Saat itu ibu Urara pulang dan untuk pertama kalinya Nagi dan ibu Urara berkenalan. Ibu Urara ini sebenarnya muncul di episode 1, sempat berselisih dengan Gamon yang menangis saat pulang dari rumah Nagi.
Nagi kemudian kembali ke beranda kamarnya dan ia lega karena ia salah, ia pikir kalau Urara tidak menyukai ibunya karena sering meninggalkannya.
Nagi tidak tahu kalau sebenarnya pembicaraannya dan Urara itu di dengar oleh Gon yang ada di sebelah dan Gon selalu tersenyum saat mendengar pembicaraan Nagi dan Urara. Gon juga untuk pertama kalinya menyentuh rambut Nagi dan ia kagum karena memang rambut Nagi lembut banged, fuwafuwa.
Nagi terkejut karena Gon disana dan bertanya sejak kapan Gon ada disana, Gon mengatakan sejak awal dan Nagi malu banged berarti Gon mendengar semua pembicaraanya dan Urara.

Hari itu, Gon mengajak Nagi untuk piknik BBQ, awalnya Nagi ragu karena ia nggak terlalu suka BBQ + dia nggak mau menganggu Gon dan teman-temannya. Tapi Gon mengatakan hari ini mereka akan BBQ berdua saja.
Gon dan Nagi BBQ di taman luas, padang rumput gitu, pokoknya tempat piknik asik banged kayaknya. BBQ ala Gon adalah BBQ dengan biaya 500 yen, nggak mahal. Yang dibutuhkan cuma kompor kecil, panggangan kecil, kemudian tuna kaleng, mayo dan roti. BBQ murah cuma untuk berdua HAHAHHAAHHA.
Rasanya enak, makan dibawah langit biru yang indah dan Nagi sangat menyukainya. Gon lega karena Nagi menyukainya. Gon kemudian bertanya apakah Nagi punya kenangan tentang BBQ dan Nagi teringat kenangannya saat Gamon mengajaknya ke pesta BBQ teman-temannya (teman satu SD, SMP, SMA, Universitas, Gamon sekolah di sekolah private gitu). Nagi satu-satunya yang nggak ada hubungan dengan teman-teman Gamon dan ia merasa itu bukan tempatnya, tapi ia berusaha melakukan dengan baik, atau mungkin terlalu berusaha jadi Nagi sibuk memanggang dan mencuci piring seolah-olah dia bukan tamu disana.
Saat itu salah satu teman Gamon menemui Nagi yang sedang mencuci piring dan bertanya apakah Nagi pacar Gamon, karena Gamon mengatakan kalau Nagi hanya rekan kerja saja, bukan pacarnya. Nagi dan Gamon saat itu sempat saling pandang, tahu apa yang terjadi tapi memutuskan seolah-olah nggak terjadi apa-apa.

Mendengar cerita Nagi itu, Gon berkomentar mungkin Nagi sebenarnya hanya ingin makan sesuatu yang enak dibawah langit biru. Nagi nggak tahu itu benar atau tidak, tapi mungkin juga itu benar.
Setelah makan, Gon dan Nagi tiduran menatap langit biru dan Nagi baru menyadari kalau selama ini ia ada dibawah langit biru yang indah itu. Selama ini ia terlalu sibuk berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar, khawatir apakah ia melakukan sesutau pada sekitarnya, ia hanya melihat dirinya sendiri. Karena itu fakta bahwa kopi terasa nikmat jika diminum pelan-pelan atau ia bisa pesta BBQ dengan 500 yen, ia tidak tahu kalau itu akan membuatnya sebahagia ini.
Nagi berterima kasih pada Gamon. Gamon mengatakan kalau Nagi benar-benar wanita yang menarik dan cute. Gon tiba-tiba sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Nagi dan membuat Nagi terkejut. Lucunya, orang-orang disekitar mereka mulai berkumpul melihat keduanya XD XD

Hari itu, sepulang kerja, Gamon lagi-lagi datang ke rumah Nagi. Tapi Nagi tidak dirumah. Nenek lantai atas melihat Gamon dan mengajak Gamon ke rumahnya untuk nonton film sambil menunggu Nagi pulang. Gon awalnya bingung gitu diajak sama nenek-nenek nggak dikenal tapi si nenek kayaknya lebih tertarik pada oleh-oleh yang dibawa oleh Gamon untuk Nagi, nenek minta 3 potong kue itu sebagai balasan membiarkan Gamon menunggu Nagi di rumahnya HAHAHAHHAH.
Nenek dan Gamon benar-benar menonton film di rumah nenek. Film romance dimana tokoh utama prianya sulit untuk mengungkapkan rasa cintanya dan kalau ketemu teman-teman si pria juga sulit mengatakan kalau gadis itu adalah pacarnya, jadi si cewek nggak tenang gitu. Gamon berkomentar kenapa ceweknya ragu-ragu padahal udah jelas si pria mencintainya. Nenek bertanya apakah adalah Gamon tipe pria yang dengan mudah memperkenalkan pacarnya pada teman-temannya. Gamon kemudian teringat apa yang terjadi di pesta BBQ waktu itu, kali ini dari sudut pandang Gamon.
Ternyata saat itu teman Gamon sedang patah hati  karena baru diputusin pacarnya dan mengatakan pada Gamon dia iri karena Gamon punya pacar, Gamon juga termasuk yang terlalu membaca suasana dan ujung-ujungnya karena ia pikir itu bukan situasi yang pas untuk memperkenalkan pacarnya, ia mengatakan kalau gadis yang datang bersamanya itu bukan pacarnya. Makanya si teman langsung bertanya pada Nagi saat itu.
Nenek berkata sayangnya apa yang terjadi udah nggak bisa diulang lagi. Nenek bertanya apakah Gamon tau apa ending dari movie ini dan Gamon mengatakan palingan mereka akan happy ending bersama-sama lagi. Tapi nenek mengatakan dua tokoh utama dalam movie itu pada akhirnya berpisah karena kesalahpahaman. Tidak membicarakan sesuatu dengan baik akan berakhir menjadi sebuah tragedi diantara pria dan wanita. Padahal pria itu hanya ingin wanita itu mengatakan 'aku mencintaimu' padanya. (Well, mungkin karena gengsi kali ya, sama-sama menahan diri dan cuma ngasih kode, jadinya terjadi kesalahpahaman yang berujung perpisahan, meski mereka sebenarnya saling menyukai).
Gamon shock mendengar ending movie itu dan ia mulai memikirkan akhir kisahnya dan Nagi, kalau ia tidak melakukan sesuatu, mungkin mereka akan berakhir.

Nagi dan Gon baru pulang ke rumah malam harinya dan bertemu dengan Gamon di pagar apartemen saat GAmon akan pulang. Nagi terkejut melihat Gamon disana dan Gamon lagi-lagi nggak mau jujur kalau dia datang untuk menemui Nagi, dia mengatakan kebetulan dia melakukan penelitian di sekitar stasiun dan ia ingat kalau itu dekat rumah Nagi jadi ia sekalian kesana.
Gamon kayaknya mengajak Nagi bicara tapi Nagi menolak karena ia sudah punya rencana malam ini, ia akan main kartu bersama Urara dan yang lain. Dan Gamon berakhir menjadi salah satu pemain malam itu bersama Gon, Urara dan Nenek HAHAHAHAHA.
Gamon benar-benar nggak mau menyerah dengan mudah untuk mendekati Nagi dan Nagi selalu terlihat lemah jika berhadapan dengan Gamon, ia tak bisa menolak. Dan lagi, Gamon ini pandai banged menarik hati orang lain, jadi ia dengan mudah akrab dengan Urara dan Nenek. Nagi ketakutan sendiri. Ia bahkan sudah kalah 5 kali berturut-turut. (Permainan kartu mereka ini adalah permainan dimana orang yang memegang joker akan kalah, jadi secara bergiliran mengambil satu kartu dari lawan dan berusaha membuat lawan memilih joker kalau kartu itu ada padamu).

Gamon puas banged karena ia masih bisa mengendalikan emosi Nagi, ia tahu Nagi masih tidak tenang kalau bersamanya jadi dengan mudah ia bisa membaca ekspresi wajah Nagi kalau Nagi yang memegang kartu joker, makanya Nagi selalu kalah. Gamon kemudian mulai menceritakan permainan Amerika dimana pemain mejadikan kentang panas sebagai bola, secara bergilir diberikan pada pemain dan kalau musik berhenti, yang memegang kentang pana situ adalah yang kalah. Permainan itu bisa dimanipulasi oleh orang yang memutar musiknya seolah-olah yang kalah sudah ditentukan sejak awal. Permainan psikologi dimana kentang panas akan diberikan pada orang yang mentalnya lemah dan mudah dimanipulasi. Gamon mengatakan berbeda dengan permainan itu, dalam permainan ini yang memegang joker adalah seseorang yang secara sukarela menarik kartu itu, dia dibully, dia menahannya , dia tak bisa menolak. Gamon mengatakan orang seperti itu hanya terlalu terpaku pada sisi lembut dirinya untuk mejadi orang baik. (Mungkin maksudnya sengaja menahan semuanya agar orang lain menganggapnya orang baik?). Saat itu, giliran Gamon yang menarik kartu dari Nagi. Nagi hanya punya 2 kartu yang salah satunya adalah joker. Gamon memulai permainan psikologinya lagi, mencoba membuat Nagi menunjukkan kartu mana yang joker dengan membaca ekspresi wajah Nagi. Gamon mengatakan kalau Nagi pasti ingin membuang kentang panas itu, ingin agar dia mengambil kartu joker.
Dalam hatinya, Nagi mengakui kalau ia takut pada mata Gamon yang menatapnya dan membaca isi pikirannya, ia merasa Gamon bisa melihat semuanya, Nagi merasa dimakan oleh situasi yang menegangkan itu dan itu menyakitkan baginya.

Tiba-tiba Gon yang sejak tadi diam saja mulai bicara, jika kentang itu dilempar padanya, ia akan memakan kentang itu karena itu enak. Nagi menatap Gon dan terkejut, Gon hanya tersenyum pada Nagi dan Nagi juga tersenyum. Karena kata-kata Gon itu, Nagi nggak takut lagi pada kentang panas karena itu rasanya enak.
Gamon benar-benar nggak suka dengan situasi itu, kesal melihat Nagi nggak menunjukkan rasa takut pada tatapannya lagi. Gamon kemudian mengambil satu kartu dari Nagi dan Nagi senang banged karena Gamon mengambil joker, artinya dia menang. Tapi ternayta kartu yang dipegang Gamon juga adalah joker LOL. Jadi Gamon punya 2 joker dan semuanya kaget.
Nenek yang tadi keluar, kembali ke kamar membawa kentang rebus sambil mengatakan kalau sepertinya ia membuat kesalahan saat membagikan kartu LOL. Nenek mengatakan gara-gara mereka membicarakan kentang panas ia jadi ingin makan kentang rebus dan ia membawakan untuk mereka juga. Nagi, Gon dan Urara senang banged, kentang rebus memang enak.
Gamon satu-satunya yang kesal dan memutuskan untuk pulang setelah mengatakan kalau suasana di rumah itu membuatnya ingin muntah. (lo yang bikin gue pengen muntah!).

Setelah Gamon keluar, Nagi meminta maaf pada semuanya karena Gamon memang punya lidah yang begitu, kalau bicara pedas banged. Mereka bertanya apakah Nagi baik-baik saja, membiarkan Gamon pulang begitu saja?
Nagi mengatakan ia baik-baik saja, lagian Gamon datang cuma untuk menggodanya. Tapi nenek mengatakan Gamon menunggu Nagi selama berjam-jam hari ini, ia bahkan membelikan Nagi oleh-oleh dari perjalanan bisnisnya di Hokkaido dan nenek menunjukkan bungkus oleh-oleh Gamon, kue White Lover.
Nagi memutuskan untuk mengejar Gamon dan kaget melihat Gamon ternyata masih diluar, ditangga menuju lantai atas. Nagi berterima kasih karena Gamon membelikan kue itu untuknya, karena Gamon ingat itu kue kesukaannya.
Gamon teringat kata-kata nenek tadi, kalau diantara pria dan wanita, tidak membicarakan sesuatu yang penting bisa berakhir dengan tragedi.
Gamon kemudian mendekati Nagi dan dengan berbisik-bisik ia mengatakan sesuatu tapi Nagi nggak bisa mendengarnya karena suara Gamon pelan banged (kayaknya Gamon mau bilang kalau ia merindukan Nagi, 'aku ingin selalu melihat wajahmu' gitu).

Tiba-tiba Gon keluar dari rumah Nagi (tempat mereka main kartu) dan kemudian memanggil Nagi, mengucapkan bye bye karena ia akan kembali ke kamarnya. Nagi tersenyum pada Gon dan itu membuat Gamon tidak suka. Ia memaksa mencium Nagi dan Nagi shock banged, ia mendorong Gamon. Gamon nggak tahu diri banged mengatakan kalau Nagi pasti ingin bilang 'I Love You' padanya, Nagi ingin menarik perhatiannya lagi. Ia ingin Nagi jujur dan kembali padanya.
Nagi sangat marah dan menampar Gamon, ia berteriak pada Gamon untuk jangan mengejeknya. Ia melempar kue pemberian Gamon dan Nagi berlari ke kamarnya.
Gamon juga kesal dan meninggalkan apartemen itu, ia berselisih dengan ibu Urara-chan dan ibu Urara mengenali Gamon sebagai pria yang menangis di dekat stasiun waktu itu (Ewwwww, jangan bilang nanti ibu Urara menceritakan itu pada Nagi trus Nagi hatinya lemah lagi dan kembali pada Gamon, uggggh).

Gamon lagi-lagi berjalan dengan cepat sambil menangis, ia masih membawa kue White Lover dan berceceran dijalan, dipungut oleh Sakamoto-san yang kebetulan lewat disana. Sakamoto-san bingung melihat Gamon.
Nagi sendiri udah nggak bergalau-galau lagi, keesokan harinya ia sudah melupakan kejadian semalam dan bangun dengan senyuman diwajahnya. Hari itu, Nagi mengecek kotak surat dan melihat ada kartu pos untuknya, dari ibunya yang mengatakan ia akan ke Tokyo. Nagi terkejut.
Tiba-tiba Nagi juga mendengar suara seseorang meneriakkan namanya. Nagi shock melihat Sakamoto-san ada di apartemen seberang sungai dan melambai-lambai padanya. Sakamoto-san pindah ke apartemen seberang apartemen Nagi.

To Be Continued

Komentar:
Sepertinya aku mulai ngerti karakternya Gamon, tipe pria paling menyebalkan, tipe mantan paling memuakkan HAHAHAHAHAHHAHHA.
Tsundere banged jadi orang, tapi lebih parah sih dari tsundere biasa. Mulutnya tajam oi, nggak bisa bilang jujur perasaan sebenarnya justru yang keluar malah hal-hal menyakitkan.
Pokoknya apapun alasannya aku nggak rela Nagi balikan sama mantannya ini, sumpah deh. Tapi Nagi nih tipe yang nggak bisa lepas kayaknya, tahu Gamon membelikan kue kesukaannya hatinya mulai lemah lagi, duh.
Tapi move on memang susah sih ya, apalagi yang masih sayang.

Nakamura Tomoya duh, manis banged di drama ini, makin manis. Semoga adegannya dan Nagi dibanyakin di episode selanjutnya. Gon kayaknya masih menganggap Nagi ini wanita yang menarik, belum ke arah cinta, kalau menurutku. Dan aku malah curiga Gon ini suka sama orang lain, cuma dia baik sama Nagi karena Nagi itu menarik dan enak diajak ngobrol gitu.
Nagi dan Gon memang cocok sih jadi teman yang saling mendukung, meski begitu aku ship mereka karena ga mau Nagi sama Gamon lagi ughhh. Gamon benar-benar memuakkan. Tapi cocok sih, didrama ini punya tokoh yang manis banged kayak Gon dan memuakkan kayak Gamon HAHAHHAHA. Lengkap hidup Nagi.

Nagi menemukan kepuasan lainnya dari langkah kecil yang ia lakukan. Cuma mengajak ngobrol seseorang tanpa terlalu memikirkan situasinya nggak pas, Nagi punya teman. Menolak sesuatu yang tidak ia inginkan juga membuat dadanya terasa lapang.
Ngerti sih banyak yang jualan dan memaksa membeli gitu, terutama target mereka adalah orang-orang yang sulit menolak kayak Nagi atau orang yang pengen semuanya berakhir jadi beli aja. Sangat sulit mengahdapinya, apalagi kalau tipe orang kayak Nagi, banyak mikir dulu, dibeli ga butuh sebenarnya, ditolak takut membuatnya kecewa. Jadi serba susah sih memang. Bener juga kata Gamon kalau Nagi tuh tipe orang baik dalam artian orang yang terlalu baik yang jadi target orang-orang padahal orang nggak peduli sama dia.
Aku beraharp Nagi berubah seiring berlalunya waktu, menjadi pribadi yang baru tanpa melupakan pengalaman yang ia peroleh saat ia masih menjadi dirinya yang dulu.

Nagi enjoy banged dengan kehidupan barunya tapi nggak bisa lama-lama juga terlalu menikmati suasana, meski kata orang uang nggak akan bisa membuatmu bahagia, tapi tanpa uang juga nggak bisa bahagia. Tabungan Nagi lumayan banyak, tapi pasti akan habis perlahan-lahan.
Aku pikir Nagi akan melakukan kerja sambilan selama masa liburannya ini, tapi yang namanya liburan ya liburan sih ya, menikmati hidup dengan cara sendiri. Setelah liburannya berakhir, kira-kira Nagi tetap tinggal di apartemen itu atau gimana ya?
Lagian Nagi juga sepertinya punya masalah dengan ibunya, aku nggak mau nih ibu Nagi muncul trus merusak suasana. Cukup Gamon aja yang menyebalkan di drama ini HAHAHAHAHA.

Share:

3 comments:

  1. Nakamura tomoya disini mirip sama takahisa masuda ga sih...btw suka sama doramanya­čść

    ReplyDelete
  2. Gon emang manis banget sama Nagi, aku pun pengen Nagi sama Gon. Gamon emang ngeselin tapi tiap diliatin Gamon beneran suka sama Nagi sebelnya jadi berkurang. Atau karena efek yang main Issei Takahashi ya, hahaha. Yang penting Nagi bahagia, sekarang udah punya temen beneran....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, efek yang main TAkahashi Issei jadi malah bawaannya lucu kalau liat Gamon HAHHAHAHA

      Delete

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts