Wednesday, 17 July 2019

[Sinopsis] Natsuzora Week 16: Episode 91-93

Minggu ke-16 ini, Sakaba mendapat masalah karena ia melawan atasannya demi tujuannya menciptakan sesuatu yang baru dan mengajak Natsu untuk bekerja sama dengannya, tanpa ia sadari kata-katanya itu seperti lamaran HAHAHHAAH. Sepertinya Natsu akan mulai serius memikirkan Sakaba mulai dari minggu ini. Dan masalah Yumiko juga sedikit demi sedikit mulai terkuak. Yumiko kawin lari tapi nggak mau menikah? Hmmmmm.

Sinopsis Natsuzora Week 16: Natsu yo, Koi no Kisetsu ga Kita!
-Natsu, Season of Love has Come!-

Masih dimalam yang sama dengan akhir minggu ke-15 yang lalu, setelah Natsu dkk menari, mereka minum-minum lagi di kedai Ayami-san. Natsu banyak minum dan kayaknya dia udah mabuk gitu. Natsu meminta Yumi menginap di kamarnya malam ini tapi Yumi menolak. Mako berkomentar kalau Natsu dan Yumi terlihat seperti saudara kandung. Yumi membenarkan, diantara mereka bahkan tidak ada rahasia. Natsu tersinggung dengan hal itu karena Yumi jelas-jelas merahasiakan sesuatu padanya karena Yumi tidak mau memberitahunya dengan siapa ia di Tokyo dan karena apa. Yumi mengatakan kalau Natsu itu tidak mengkhawatirkannya, tapi mengkhawatirkan keluarga di Hokkaido.
Kasumi-san kemudian bertanya apakah Yumiko kawin lari dengan seseorang. Yumi dengan tenang menjawab kalau ia mengerti dari luar orang lain pasti berfikir begitu. Natsu kaget karena Yumi bahkan tidak membantah dan itu membuatnya makin khawatir. Akane bertanya apakah pasangan Yumi adalah mahasiswa sama seperti Yumi dan Yumi membenarkan. Mako bertanya apakah Yumi melakukannya meski orang tuanya melarangnya dan Yumi mengatakan kalau orang tuanya tidak tahu, jadi nggak bisa dibilang dia melawan orang tuanya. Kalau pandangan orang lain/masyarakat, memang apa yang ia lakukan sekarang adalah kawin lari.
Natsu kesal dan meminta Yumi jangan membahas pandangan masyarakat karena ia bertanya langsung pada YUmi apakah benar Yumi kawin lari. Sakaba ikutan nimbrung mengatakan kalau orang tidak akan bisa terlepas dari pandangan masyarakat. Natsu kesal dan menyuruh Sakaba untuk diam. Yumi mengatakan kalau keadaannya sekarang kawin lari karena ia nggak bisa lepas dari pandangan masyarakat.

Yukijiro yang sejak tadi juga nggak tenang bertanya pada Yumiko apakah Yumiko mencintai pria itu. Yumiko balik bertanya pada Yukijiro apa itu cinta dan Yukijiro bingung karena dia juga nggak tahu.
Yumiko mengatakan cinta itu adalah pemikiran/aspirasi. Kau dapat mencintai hanya dengan sebuah aspirasi/keinginan yang kuat. Tapi bukan berarti kau bisa menyukainya hanya karena orang itu ada disana (kalau nggak ada keinginan dalam hati). Bahasa Yumiko memang terlalu dalam mengingat dia adalah anak sastra jadi Akane dan Horiuchi bingung dengan maksudnya.
Yumi bahkan menambahkan kalau seorang wanita menjadi tidak bahagia karena dia mengakui irasionalitas cinta. Yumi menyebutkan pemikiran lama dan baru mengenai Cinta. Tapi Natsu mengatakan cinta itu nggak ada yang baru atau lama, karena itulah cinta.
Natsu terlalu mabuk saat itu dan hampir jatuh, Sakaba menolongnya. Sakaba kemudian bertanya apa itu cinta bagi Natsu dan Natsu nggak menjawab dan malah menyuruh Sakaba jangan tanya-tanya lol.
Kasumi iri pada anak-anak muda yang sedang dilanda cinta dan ia menjadi mellow kemudian konser part 2 dimulai, dengan lagu yang lebih romantis.

Malam itu Yumi akhirnya menginap di kamar Natsu. Natsu sudah sedikit sadar dari mabuknya dan mengajak Yumi bicara. Bagaimanapun ia penasaran pria seperti apa yang ditemui oleh Yumi itu. YUmi mengatakan kalau pria itu tertarik dengan menulis. Natsu bertanya apakah dia seorang novelis?
Yumi mengatakan pria itu menyukai musik jazz dan menulis kritik-kritik mengenai musik jazz di universitas. Natsu bertanya apakah pria itu benar-benar menyukai Yumi? Yumi meminta Natsu jangan khawatir ia akan ditipu oleh pria, karena jika Natsu bertemu dengan pria itu Natsu pasti akan tahu apa yang membuat ia menyukai pria itu (atau apakah pria itu mencintainya atau tidak). Natsu kesal meski Yumi mengatakan hal itu tapi Yumi tidak mau memperkenalkannya pada pria itu.
Natsu dan Yumi kemudian bersiap untuk tidur. Sebelum tidur, Yumi meminta maaf karena sudah merepotkan Natsu, Natsu tersenyum mengatakan kalau ia tidak kerepotan sama sekali.

Pagi harinya, Yumi sarapan dengan Natsu, Ayami dan Saitaro. Natsu bertanya apa yang akan Yumi lakukan selanjutnya dan Yumi mengatakan untuk sekarang ia harus mencari pekerjaan terlebih dahulu. Ayami bertanya apakah Yumi akan berhenti kuliah dan YUmi mengatakan belum pasti, tapi kalau ia sudah memutuskan tinggal di Tokyo, mau tak mau dia akan berhenti.
Ayami merasa kalau bagaimanapun Yumi harus memberi tahu orang tuanya, mengingat Yumi juga masih mendapat kiriman uang dari orang tuanya. Tapi Yumi mengatakan kalau ia sudah membuat keputusan sendiri. Yumi menyelesaikan sarapannya dengan cepat dan akan pergi, tapi Ayami kemudian bertanya apakah Yumi tidak tertarik untuk bekerja di kedainya. Ia tidak bisa menjanjikan gaji yang banyak, tapi Yumi bisa bekerja sambilan ditempatnya, atau mungkin di kantor Saitaro.
Yumi bertanya apakah ia bisa melakukannya? Ayami dan Saitaro membenarkan, Yumi nggak perlu bekerja full-time, kapan ada waktu saja. Yumi tentu saja dengan senang hati menerima tawaran itu, sampai ia menemukan pekerjaan. Ia berterima kasih pada Ayami-san dan Saitaro.
Natsu bertanya apakah Ayami-san dan kakaknya yakin mempekerjakan Yumi. Ayami-san mengatakan setidaknya jika Natsu sering bertemu Yumi, Natsu akan lebih tenang dan tidak perlu khawatir. Natsu merasa nggak enak, tapi ia tetap berterima kasih pada ayami-san.

Tim film pendek Hansel and Gretel mulai menggambar untuk animasinya. Kamiji Kouya kelihatan sangat bersemangat dengan tugasnya, gambar-gambar yang ia hasilkan-pun kelihatan sangat bagus dan diakui oleh Natsu & Mako, mengingat gambar Kamiji itu bahkan lebih bagus dari gambar pertama Natsu dulu. Mako bahkan sudah memutuskan nama panggilan untuk Kamiji, yaitu Kamitsu. (btw nama panggilan untuk Sakaba adalah Ikkyu, tapi aku akan tetap menggunakan nama asli mereka disinopsis ini).
Sementara itu, Sakaba ada di ruangan bersama Shimoyama, Idohara dan Naka-san. Idohara menginterogasi Sakaba mengenai ide Hansel and Gretel ini, ia bertanya Sakaba memutuskan membuat ceritanya begini bukan untuk konspirasi. Pada masa itu kayaknya situasi politik di Jepang masih panas gitu, banyak yang melakukan protes-protes pada pemerintah. Makanya Idohara-san agak hati-hati mengingat cerita film pendek Hansel and Gretel ini pertarungan antara penyihir dna iblis seolah-olah menyindir Jepang dan Amerika gitu (pokoknya sesuatu seperti itu).
Tapi Sakaba mengatakan tentu saja mereka membuatnya tanpa pemikiran seperti itu. Sementara itu Naka-san ragu kalau film ini akan bisa dinikmati oleh anak-anak, karena banyak pertarungannya. Sakaba sebenarnya sejak dulu agak kesal karena tim animasi selalu punya pemikiran bahwa animasi hanya untuk anak-anak, menurutnya pemikiran seperti itu ketinggalan zaman. Meski disini masih belum disebutkan, tapi Sakaba ini ingin mengubah pemikiran itu bahwa film animasi bukan hanya untuk anak-anak tapi bisa dinikmati oleh orang dewasa.
Malam itu, Natsu dan Mako-san bekerja sampai malam. Mako sepertinya tertarik dengan pemikiran Yumiko mengenai kebebasan wanita. Menurutnya pernikahan adalah salah satu aspirasi wanita. Aku kurang paham kalimat selanjutnya tapi kayaknya Mako mengatakan kalau cara hidup itu ditentukan oleh apa yang dipikirkan oleh wanita terlebih dahulu, apapun yang mereka pilih, orang-orang seharusnya tidak menyalahkan mereka. Natsu bertanya apakah maksud Mako adalah memilih antara pekerjaan atau pernikahan?
Judge dari masyarakat memang kejam sih ya.

Hujan turun cukup deras saat Natsu tiba di kedai Ayami-san. Saat ia mengeringkan dirinya dengan handuk, ada seorang pelanggan di kedai Ayami-san yang menatap Natsu dan NAtsu shock karena penampilan pria itu mengingatkan Natsu pada kakek. Yumi saat itu bekerja di kedai Ayami dan memberi kode pada Natsu, Ayami juga memberi kode pada Natsu. Natsu shock dan mulai sadar kalau pria yang ada disana adalah pria yang disukai oleh Yumiko, yang kabur bersamanya ke Tokyo, yang menyukai musik jazz.
Natsu kemudian berkenalan dengan pacar Yumiko yang dipanggil Sho-chan. Yumi tahu Natsu pasti kaget karena Sho mirip kakek, karena Sho memang meniru gaya kakek. Yumi mengatakan saat Sho ia memperlihatkan foto kakek pada Sho, Sho menyukai gaya kakek dan mulai meniru kakek dengan menumbuhkan jenggotnya. Natsu kaget karena Sho menyukai *gaya* kakek.
Tak lama kemudian, Saitaro kembali bersama Yukijiro dan Remiko. Natsu mencoba memberi kode pada kakaknya mengenai pria itu. Saitaro bingung dan bertanya siapa pelanggan itu. Natsu berusaha memberi kode pada kakaknya meski ia tak tahu harus menyebut pria itu dengan apa (Natsu nggak yakin apakah pria itu pacar Yumi atau tidak). Yukijiro kemudian shock karena ia paham dengan cepat kalau pria itu adalah pria yang kawin lari bersama Yumi. Yukijiro mengatakan hal itu cukup keras dan Natsu memukul Yukijiro karena hal itu wkwkkwkkwkkww.

Saitaro kemudian berkenalan dengan Sho dan mencoba mengorek informasi dimana Sho tinggal tapi Sho tidak mengatakannya karena ia dan Yumi kawin lari. LOL. Saitaro cukup kagum karena Sho orangnya berhati-hati.
Yumi kemudian bertanya pada Yukijiro apakah Remiko adalah pacar Yukijiro dan Yukijiro membantah, mengatakan kalau Remiko adalah pacar Saitaro LOL. Yukijiro mengatakan kalau ia dan Remiko hanya teman dan Yumi mengatakan kalau ia dan Sho juga adalah teman.
Yukijiro bertanya apa pekerjaan orang itu dan Natsu mengatakan kalau dia adalah penulis, kritikus jazz gitu. Ayami tertarik karena Sho menyukai musik jazz, ia punya beberapa piringan jazz dan bertanya apa yang disukai oleh Sho. Tapi Sho mengatakan yang ia sukai adalah jazz modern dan menyebutkan beberapa yang terkenal, tapi nggak ada yang mengerti jadi ia berkomentar zaman sekarag kalau nggak tahu modern jazz itu ketinggalan zaman banged.
Natsu tersinggung dengan hal itu, setiap orang pasti punya sesuatu yang dihargai/disayangi, dan aneh banged ada yang bilang kalau itu ketinggalan zaman. Sho kemudian berkata, kau mengatakan hal seperti itu padahal kau adalah pembuat film. Baik itu musik maupun film, sudah sewajarnya berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Memangnya apa salahnya mengatakan sesuatu yang memang ketinggalan zaman. Aku tidak mengatakan kalau tidak boleh menyukai sesuatu yang lama, karena setiap orang punya kesukaan masing-masing.
Natsu terdiam, ia tak bisa membalas. Sho kemudian memutuskan untuk meninggalkan tempat itu karena suasananya menjadi nggak enak.
Setelah Sho pergi, Yumi mengatakan kalau Sho adalah penerus keluarga kaya yang jalan hidupnya sudah ditentukan oleh orang tuanya.

Keesokan harinya, Shimoyama memutuskan untuk ikut membantu tim animasi pendek. Tapi hal itu membuat Natsu dan yang lain bingung karena Shimoyama-san kelihatan nggak tenang gitu, mereka bisa menebak kalau sesuatu terjadi.
Shimoyama-san akhirnya menceritakan apa yang terjadi waktu itu, saat Sakaba melawan pada Naka dan Idohara. Menurut Sakaba pemikiran Idohara dan Naka itu terlalu ketinggalan zaman, memutuskan seenaknya kalau animasi itu hanya untuk anak-anak. Karena menurut Sakaba mulai dari sekarang mereka harus memikirkan animasi untuk orang dewasa juga. Tapi Naka-san tidak setuju, karena animasi adalah sesuatu yang dibuat untuk anak-anak.
Sakaba kemudian bertanya, lalu bagaimana jika anak-anak itu dewasa? Melihat animasi yang sama, selain rasa nostalgia apakah dia akan berfikir kalau itu menarik seperti saat ia menonton waktu kecil?
Naka mengatakan pasti ada, rasa menarik saat ia menonton wkatu kecil, pasti bisa dirasakan lagi setelah ia dewasa. Itulah sebabnya salah satu tujuan animasi adalah meninggalkan harapan dan impian pada yang menontonnya.
Sakaba mengatakan jika impian itu hanya main-main saja, mungkin baik-baik saja. Tapi ada sesuatu yang saat kecil kita tidak paham, tapi setelah dewasa kita baru mengerti. Jika animasi seperti itu tidak lahir, animasi yang hanya seperti mainan anak-anak bisa hilang begitu saja (mungkin maksudnya animasinya jadi nggak berkesan lagi ditonton setelah dewasa).
Sakaba mengatakan kalau animasi itu tidak boleh kalah dari film biasa, bahkan harus lebih bagus dan menarik, jadi jika mereka tidak bisa meningkatkan kualitas pekerjaan, maka pekerjaan itu tidak akan ada lagi di masa depan.
Naka-san mengerti dan mengatakan pada Sakaba jika Sakaba tidak bisa membuat animasi yang dinikmati sepenuhnya oleh anak-anak, jangan bermimpi membuat animasi yang bisa dinikmati oleh orang dewasa. Ia dan idohara-san memberikan Sakaba kesempatan dalam film pendek kali ini, mereka menyetujui storyboardnya, tapi jika film itu membosankan maka Sakaba didiskualifikasi dati tim animasi (dipecat apa ya, nggak tau deh). Sakaba mengerti.

Natsu terkejut mendengar cerita itu dari Shimoyama-san, karena itu mereka harus membuat animasi pendek Hansel and Gretel ini semenarik mungkin. Akane merasa kok tujuannya jadi berubah gini, apakah sekarang mereka melakukannya untuk membantu Sakaba?
Shimoyama-san mengatakan bukan itu maksudnya, mereka melakukannya tentu saja untuk animasi yang akan mereka buat. Karena itu bagaimanapun mereka harus segera menyelsaikan genga animasi ini dan ia akan membantu mereka. Kamiji datang tak lama kemudian memecahkan ketegangan, Kamiji ini santai banged padahal dia datang telat. Tapi Kamiji melakukan pekerjaannya dengan baik, ia mengeluarkan yang digambarnya di rumah dan meminta mereka melihat, dia nggak tahu itu menarik atau enggak, jadi minta bantuan yang lain menilainya.

Natsu menemui Sakaba dan bertanya kenapa Sakaba mengatakan hal itu pada Naka-san. Sakaba mengatakan ia tak bermaksud begitu awalnya dan ia nggak tahu kenapa jadinya begini. NAtsu kesal karena Sakaba mengatakan kalau manga eiga buatan Naka-san itu ketinggalan zaman. Sakaba mengoreksi yang ia katakan ketinggalan zaman bukan manga eiga-nya, tapi cara berfikir Naka-san. Natsu mengatakan kalau itu sama saja.
Sakaba bertanya kenapa Natsu marah padanya, apakah karena Natsu menghargai hubungannya dengan Naka-san?
NAtsu membenarkan. Sakaba mengatakan kalau gambar Naka-san sangat bagus, menarik, kawaii (lucu/cute), menggerakkan hati anak-anak, bahkan saat orang dewasa melihatnya mereka juga berfikir itu kawaii. Natsu berkomentar kalau Sakaba ternyata punya hati juga berfikir sesuatu itu kawaii. Sakaba membalas kalau ia menyukai sesuatu yang kawaii. HAHAHAHAHAHAHA.
Sakaba melanjutkan kalau ia tidak ingin anak-anak hanya merasakan perasaan kawaii atau menarik saja, karena ada banyak emosi yang ada di dunia ini, ia ingin animasi menunjukkan berbagai emosi.
Natsu mengatakan kalau ia juga setuju dengan hal itu.
Sakaba kemudian menceritakan sedikit tentang masa lalunya, serangan udara di kyushu, ia juga merasakannya waktu itu. Ia sempat terpisah dengan orang tuanya dan mencari-cari mereka. Untungnya, orang tuanya masih hidup dan menemukannya. Ia tidak akan pernah melupakan perasaannya saat itu, rasa putus asa dan kelaparan, bagaimana rasanya saat orang dewasa bersikap dingin pada anak-anak yang tidak mereka sukai. Tapi meski begitu, ada orang asing yang yang bersikap baik, bagaimana rasanya dicintai oleh orang asing. Pengalaman saat mereka masih kecil itu adalah yang membuat mereka bisa seperti sekarang. Sakaba bertanya, bukankah begitu?
Natsu bertanya jadi apa yang sebenarnya ingin Sakaba katakan?
Sakaba menjawab, membuat sesuatu yang berbeda dengan pemikiran Naka-san dan yang lain, itu adalah tujuannya. Natsu terdiam.

Disaat yang sama, Mako-san menemui Naka-san dan meminta Naka-san mengizinkan ia dan yang lain menyelesaikan film pendek Hansel and Gretel ini. Naka-san mengatakan kalau Mako sudah salah paham, karena ia sama sekali nggak bermaksud mengganggu pekerjaan mereka.
Mako meminta Naka-san membiarkan mereka menyelesaikan film pendek ini sesuai dengan apa yang sudah mereka putuskan bersama. Naka-san mengerti dan berkomentar kalau sepertinya Mako-san juga sudah terpengaruh oleh Sakaba.
Mako tersenyum dan mengatakan awalnya ia juga ragu, tapi antusiasme Sakaba dan Natsu benar-benar nyata, keduanya memikirkan animasi jauh ke depan. Naka nggak menyangka kalau Mako sampai berfikir begitu.
Mako mengatakan ia tak tahu mengenai Sakaba, tapi Natsu adalah animator yang ditemukan oleh Naka-san, Naka-san adalah orang pertama yang mengakuinya. Naka-san terdiam.

Kembali ke Natsu an Sakaba.
Sakaba mengatakan kalau ia ingin Natsu menjadi animator yang berbeda dengan Naka-san dan yang lain. Natsu bertanya animator seperti apa?
Sakaba menjawab, seorang animator yang bisa memperlihatkan kenyataan pada dunia melalui gambar yang membuat anak-anak/penonton bisa merasakan sendiri pengalaman itu melalui animasi (kayaknya sih gitu ya, maaf kalau salah). Sakaba mengatakan kalau ia juga ingin menjadi sutradara yang seperti itu.
Natsu terdiam, ia hanya bisa mengangguk karena ia mengerti apa yang dikatakan oleh Sakaba. Sakaba kemudian menambahkan lagi, Aku ingin melakukannya bersama-sama denganmu.
Natsu terkejut, bersama-sama?
Sakaba melanjutkan, tak peduli berapa lama itu, aku ingin membuatnya bersamamu.
NAtsu terkejut. Ia hanya bisa terdiam mendengar hal itu.
(!!!!! did he just proposed to her?)

Hari minggu, Natsu sendirian di kedai Ayami-san sambil merenungi maksud Sakaba waktu itu. Natsu ternyata kepikiran juga wkwkkwkw *ya iya lah*
Yumi datang ke kedai tanpa tahu kalau hari itu kedai Ayami-san juga libur. Karena kebetulan Yumi datang dan Natsu juga nggak ada kerjaan, Natsu mengajak Yumi menghabiskan hari libur bersama-sama.
Natsu dan Yumi mengujungi apartemen kecil Yukijiro dan Yukijiro sibuk banged membereskan kainnya yang bergantungan, futon yang belum dirapikan, sebelum menyuruh Yumi dan Natsu duduk. LOL. Natsu bertanya apakah Yumi sudah menelpon keluarga di Hokkaido dan Yumi mengatakan belum, Natsu kesal padahal Yumi bilang akan menelpon sendiri nanti. Yumi mengancam Natsu kalau masih merengek mengenai hal itu ia akan pergi meninggalkan Natsu. Natsu akhirnya diam.
Yumi bertanya pada Yukijiro pacaran dengan seseorang. Yukijiro mengatakan ia tidak punya waktu untuk hal itu karena ia sibuk. Yumi kemudian bertanya bagaimana dengan seseorang di teater, apakah tidak ada gadis yang Yukijiro sukai?
Reaksi Yukijiro mencurigakan jadi Yumi curiga pasti ada. Natsu iri karena Yukijiro punya seseorang yang ia sukai. Yukijiro mengatakan ia tidak suka secara romantis, hanya mengagumi saja. Natsu kemudian kecewa karena ia tahu orang itu adalah Ranko-san wkkwkkwkwkwkw.
Yukijiro tersinggung dengan reaksi Natsu dan Natsu bertanya apakah Yukijiro benar-benar menyukai Ranko-san. Yukijiro menjelaskan ia hanya mengagumi Ranko-san sebagai sesama aktor, hanya itu.

Yumi kemudian bertanya bagaimana dengan Natsu dan belum sempat Natsu mengatakan apapun, Yumi sudah bisa menebak kalau Natsu punya orang yang ia sukai dan Yukijiro tiba-tiba excited, siapa? siapa? siapa? teman sekantor?
Yumi bertanya apakah orang yang dulu datang ke kedai Ayami-san? Yumi dan Yukijiro sama-sama excited menebaknya, Yumi menebak orang itu adalah Sakaba, tapi Yukijiro menebak orang itu adalah Horiuchi wkkwkwkwkw.
Natsu membantah keras dan meminta mereka jangan membicarakan hal itu, kalau mereka nggak berhenti ia akan pulang wkkwkkwkwkw. Natsu menjelaskan kalau sekarang baginya pekerjaan adalah segalanya.
Yukijiro tiba-tiba memikirkan hal lain dan menebak kalau Natsu masih belum bisa melupakan Tenyo HAHAHHAAHAHA. Ia mengatakan Natsu tidak boleh begini, sebaiknya Natsu segera menyerah akan Tenyo. Natsu mendesah dan dengan lemas mengatakan kenapa Yukijiro mengatakan hal seperti itu. Yukijiro bertanya, jadi bukan begitu?
Yumi mengatakan sepertinya bukan begitu, kau hanya menabur garam diatas lukanya. Yukijiro meminta maaf.

Natsu, Yumiko dan Yukijiro akhirnya pergi menonton film di bioskop. Film romance bahasa asing dengan subtitle jepang. Yukijiro sempat-sempatnya latihan jadi voice actor sambil menonton, membuat orang yang duduk disamping Yukijiro kesal dan pergi HAHAHAHHA. Sementara itu Yumi yang duduk disamping Yukijiro malu karenanya.
Setelah film selesai, Yumi protes pada Yukijiro yang terus bisik-bisik saat film diputar. Yukijiro mengatakan ia melakukannya untuk latihan pengisi suara. Natsu cukup kagum karena Yukijiro bahkan latihan saat menonton film karena itu Yukijiro mengajak mereka tadi nonton film. Entah kenapa Yumi jadi badmood karenanya dan mengatakan kalau Yukijiro menganggunya. Yukijiro kaget dan bertanya pada Natsu apakah tadi suaranya kedengaran dan Natsu membenarkan.

Pulang dari nonton film, mereka bertiga singgah di Kawamura-ya. Nogami-san seperti biasanya menyambut Natsu dengan tidak ramah. Natsu memperkenalkan Yumiko pada Nogami-san dan saat Nogami-san bertanya siapa yang kakak, siapa yang adik, Natsu mengatakan mereka seumuran, sementara Yumi mengatakan mereka kembar HAHAHAHAHAHAH.
Sachiko-san juga menyapa Natsu dan bertanya kabar Saitaro. Natsu kaget karena berfikir Sachiko masih menyukai kakaknya. Sachiko mengatakan sebentar lagi ia akan menikah dan Natsu makin kaget. Yukijiro mengucapkan selamat pada Sachiko. Calon Sakchiko adalah orang yang dikenalkan oleh madam melalui omiai, pria itu baik dan berkecukupan, jadi Sachiko menerimanya. Sachiko ini lucu saat mengatakan ia merasa bersalah pada Saitaro, tapi semua ini salah Saitaro karena tidak melakukan apapun. lol.
Natsu dkk memesan butter kari, setelah Sachiko pergi, Yukijiro berbisik pada Natsu jadi selama ini Sachiko menunggu Saitaro. Natsu juga kaget karena Sachiko serius tapi ia bersyukur Sachiko menemukan orang baik.

Yumi bertanya apakah Natsu juga berfikir hal terbaik bagi wanita adalah menemukan seseorang dengan kehidupan stabil dan menikah?
Natsu balik bertanya apakah Yumi tidak ingin menikah dengan pria itu?
Yumi menjawab, karena untuk bisa hidup bersama pria itu, ada jalan lain selain pernikahan.
Natsu bertanya lagi, bukankah itu kalian bisa membicarakannya dengan pasanganmu pernikahan seperti apa yang akan kalian lakukan?
Yukijiro kemudian nimbrung, bukankah itu karena kau tidak bisa menikah? Karena orang itu punya pasangan yang ditetapkan oleh orang tuanya.
Yumiko mengatakan bersama dengan seseorang yang mulai hidup dari 0 tanpa apa-apa, karena orang itu adalah orang itu ia rasa ia bisa hidup bersama tanpa pernikahan.

Madam datang menyapa mereka semuanya. Natsu memperkenalkan Yumiko pada madam dan madam mengenal Yumiko sebagai saudara Natsu yang masuk Universitas Hokkaido, bahkan sampai diwawancara di koran. Yumiko kelihatan nggak terlalu senang karena hal itu.
Natsu juga membahas mengenai pernikahan Sachiko dan madam mengatakan Saitaro selalu memintanya untuk membahagiakan Sachiko, padahal meski tidak diminta ia juga akan melakukannya. Madam membahas mengenai Saitaro yang membuka perusahaan baru dan ia senang karena Saiatro akhirnya melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.
Yumiko tertarik pada madam yang merupakan pengusaha muda dan ingin berdiskusi pada madam mengenai rencananya membuka cafe jazz di Shinjuku. Natsu kaget karena ia tidak tahu kalau Yumi punya tujuan seperti itu.

Natsu menceritakan hal itu pada Saitaro dan Ayami. Saitaro bertanya apakah madam tahu kalau Yumi itu kawin lari, Natsu mengatakan madam tidak tahu, sepertinya madam berfikit kalau Yumi sudah lulus kuliah. Saitaro nggak heran sih pada madam yang pasti akan membantu mereka yang meminta bantuan, bahkan memanggil madam dengan 'aitsu' ('dia' tidak formal) dan Natsu meminta kakaknya jangan memanggil tidak sopan begitu.
Ayami-san mengatakan sepertinya Yumiko ingin mendukung impian pria yang ia sukai dengan caranya sendiri. Natsu khawatir apakah akan baik-baik saja jika ia diam saja dan tidak melakukan apapun. Ayami juga nggak tahu karena itu memang hal yang sulit, jika Yumi adalah teman biasa, ia pasti akan meminta Natsu membiarkannya saja. Tapi Yumi adalah keluarga, jadi ia tak bisa mengatakan begitu. Dan ini juga bukan masalah yang harus dipikirkan oleh Natsu sendirian.

Malam itu, Natsu memutuskan untuk menelpon keluarga di Hokkaido. Natsu menelpon saat semuanya sudah tidur, jadi Fujiko yang mengangkat telpon kaget kenapa Natsu menelpon malam-malam begini.
Natsu kemudian mengatakan pada ibunya mengenai Yumiko dan Fujiko sangat terkejut. Natsu meminta ibunya jangan mengatakan pada Yumi kalau ia menelpon, karena kalau Yumi tahu, Yumi nggak akan datang ke sini lagi. Fujiko mengerti dan bersyukur karena Natsu mengatakan padanya, ia meminta Natsu untuk selalu ada disisi Yumi. Natsu mengatakan tentu saja, ia akan melakukan apapun yang bisa ia lakukan.
Fujiko mengatakan ia akan memikirkan apa yang harus mereka lakukan. Fujiko kelihatan khawatir setelah ia menutup telpon. Tiba-tiba Takeo dan Kakek sudah ada di belakang dan bertanya siapa yang menelpon. Fujiko sebenarnya ingin merahasiakannya, karena itu ia dengan gugup menjawab itu telpon dari Natsu. Takeo dan kakek bertanya ada apa dengan NAtsu dan Fujiko mengatakan bukan apa-apa. Tentu saja keduanya tidak percaya mengingat Natsu menelpon tengah malam begini pasti karena sesuatu.
Fujiko mengatakan kalau Natsu menelpon karena ia nggak bisa tidur tapi Takeo tadi sempat mendengar Fujiko meminta sesuatu pada Natsu (onegai) gitu. Fujiko jadi bingung mau mengatakan apa.
Tiba-tiba kakek mengambil gagang telpon dan meletakkan di telinganya, Fujiko dan Takeo bingung. Fujiko mengatakan telponnya sudah terputus. Kakek meletakkan kembali telpon dan mengatakan ia tahu. Krik krik.

-To Be Continued-

Kamentar:
HAHHAHAHAHAHAAHAH. Kakek memang sayang banged sama Natsu, sesuatu yang berhubungan sama Natsu bikin kakek sensitif. Aku nggak sabar melihat kakek ke Tokyo untuk pertama kalinya dalam drama ini. Di preview kakek datang sendirian ke Tokyo. Mungkin karena Fujiko nggak mau memberitahu kakek mengenai apa yang terjadi, jadi karena khawatir kakek pergi sendirian ke Tokyo? HAHHHAHAHAHAHA.

Yumiko sangat mengejutkan dengan meninggalkan kuliahnya dan kawin lari dengan seseorang. Yumiko sejak dulu suka belajar dan ingin menjadi wanita yang bebas, makanya ia masuk Universitas Hokkaido, tapi pada akhirnya ia melepaskan semua itu demi seorang pria. Meski ia dan pria itu nggak ada rencana menikah, tapi sepertinya keduanya ingin hidup bersama gitu, seperti yang Yumi katakan, jalan untuk bersama tanpa ikatan pernikahan.
Sedih banged sih melihat Yumi begitu, apalagi kayaknya dia menyimpan sesuatu dibalik rasa percaya dirinya. Apakah benar Yumi tidak ditipu oleh pria itu? Bagaimana dengan impian Yumiko untuk menjadi wanita karir?
Aku berharap Yumiko menemukan jawabannya tanpa penyesalan dengan keputusan yang ia ambil.

Semakin kesini pembicaraan pernikahan sepertinya semakin banyak ya. Mungkin ini cara penulis menunjukkan kalau Natsu bukan anak-anak lagi dan sebentar lagi akan menikah?
Seandainya Hirose Suzu nggak mengatakan spoiler dalam wawancaranya kalau ia akan menikah dan punya anak di Natsuzora, aku mungkin akan menebak kalau Natsu akan menjalani hidupnya seperti Takahata Mitsuki di Toto Nee-chan, wanita karir tanpa menikah. Tapi karena Suzu udah ngasih spoiler begitu, ya pasti Natsu akan menikah dengan seseorang yang ada di drama ini.
Minggu ke-16 ini membuatku berfikir kalau Nakagawa Taishi sepertinya memang akan menjadi pasangan hidup Natsu apalagi dia sudah mengatakan sesuatu seperti lamaran pada Natsu. Ingin membuat animasi berbeda dengan yang lain, bersama-sama dengan Natsu, tak peduli berapa lama dibutuhkan waktu, bahkan jika itu butuh waktu seumur hidupnya. Wew, mantap deh. Tapi apakah Sakaba tahu itu lamaran? HAHAHAHAHHAHAHA. Natsu dan Sakaba terlalu dense masalah cinta nih.

Tapi karena Yumi menyinggung sebuah kehidupan bersama seseorang tanpa pernikahan, aku jadi ingat judul wawancara Suzu dan Taishi di Guide Book Part 2 adalah 'Two Comrades, sometimes a lover', apakah nantinya Natsu dan Sakaba akan menjadi rekan kerja yang sanagt dekat atau menjadi kekasih? HAHAHHAHAAHA. Mungkin hubungan mereka bisa jadi rekan kerja yang cocok satu sama lain tapi mereka menikah dengan orang lain. Tapi untuk saat ini aku pikir bagus juga sih kalau mereka berdua menikah dan meraih mimpi bersama-sama, feels-nya itu udah dapet gitu. Cuma chemistry-nya menurutku masih kurang, karena mereka kurang banyak adegan bersama-sama diluar pekerjaan HAHAHAHAHA.
Aku baru tahu kalau Sakaba ternyata juga sama seperti Natsu, pernah merasakan serangan udara. Mungkinkah itu nanti akan menjadi tema animasi pertama keduanya, mengingat model mereka Okuyama Reiko dan Takahata Isao bekerja sama dalam animasi Hotaru no Naka / Grave of the Fireflies. Pasti tahu donk animasi Ghibli itu, udah ada hint juga di awal episode kalau sepertinya animasi itu nantinya akan dibahas.
Nggak sabar nih.

Aku masih menuggu guide book part 2 rilis, pengen liat spoiler agar hati ini tidak bimbang lagi. Kayaknya harapan untuk ship aku Nobu-Natsu sudah kandas wwkwkwkw, soalnya Nobu nggak muncul lagi T_T
Nobu tuh ya cuma muncul kalau Chiharu udah mau muncul lagi, jadi sepertinya masih lama T_T.

Aku suka pendapat Sakaba mengenai ingin meruntuhkan pemikiran mengenai animasi yang harus dinikmati anak-anak. Ia memulai langkah baru dengan keinginannya membuat animasi yang juga bisa dinikmati oleh orang dewasa. Sepertinya pada masa itu yang namanya animasi atau film kartun memang ditujukan untuk anak-anak, karena itu Sakaba ingin membuat sesuatu yang ditujukan untuk orang dewasa. Meski sekarang ada banyak animasi yang ditujukan untuk orang dewasa, tapi kesan dimasyarakat itu memang kalau animasi atau film kartun ya untuk anak-anak. Mengenai Sakaba yang mengatakan menonton animasi lama itu memang nostalgia tapi efek deg degannya udah nggak ada saat anak-anak menjadi dewasa, itu benar banged. Beberapa animasi yang sangat aku sukai waktu masih kecil, sebenarnya kalau aku nonton sekarang, nostalgia sih, cuma nggak terlalu wah lagi dan aku kadang bertanya dulu kok aku suka banged sama animasi itu wkwkwkkww. Pemikiran Sakaba ini memang gebrakan studio ghibli dan studio animasi lainnya yang mulai membuat animasi untuk remaja dan orang dewasa, seperti banyak film animasi sekarang ini~

Share:

1 comment:

  1. aku dulunya ship natsu-nobu tapi sekarang shipnya dengan natsu-sakaba. Hope the ship will sail xD

    ReplyDelete

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts