Tuesday, 16 May 2017

[Sinopsis] Hiyokko Week 3


Mineko akhirnya tahu apa yang terjadi pada ayahnya di Tokyo tapi ia berusaha untuk tidak bersedih karena itu hanya akan membuat ibunya khawatir. Ia bersama dua sahabatnya Tokiko dan Mitsuo memutuskan untuk tetap melakukan torch relay dan menghadapi masalah saat meyakinkan persatuan pemuda Ookuibaraki.


Sinopsis Hiyokko Week 3 (Episode 13-18): Run Towards Tomorrow

Mineko kembali ke rumah hari itu dan ibunya sudah bekerja di ladang bersama kakek. Melihat Mineko, ibu segera berlari menemuinya. Ia menatap puterinya yang sudah mengetahui sesuatu dan mengajaknya kerumah.
Ibu mengatakan pada Mineko kalau ia adalah ibu yang jahat karena berbohong pada anaknya. Ia meminta Mineko tenang dan mulai menceritakan semuanya, bahwa ia menerima surat yang ia kirim ke ayah di kembalikan dan pergi ke Tokyo untuk mengecek keadaan ayah, tapi ia tidak bertemu dengan ayah. Ia juga sudah melpor ke kantor polisi untuk melaporkan orang hilang.
Ia bahkan mengatakan ia tidak menemukan jejak ayah, apakah ayah masih hidup atau sudah meninggal. Sadar kata-katanya sudah kelewatan, ibu meminta maaf pada Mineko.
Mineko tidak mempermasalahkan hal itu karena ia tahu ibunya sendirian ke Tokyo, sebuah kota besar yang tidak pernah ibu kunjungi sebelumnya, ia yakin ibu juga takut saat di Tokyo. Mineko mengatakan seandainya ia lebih dewasa ia akan pergi bersama ibu saat itu.
Ibu menangis mendengar puterinya dan memeluknya. Keduanya menangis.
Ibu mengatakan mereka harus percaya bahwa ayah akan kembali. Ayah berjanji akan kembali saat tahun baru, mereka harus mempercayai hal itu. Mineko setuju.

Keesokan harinya Mineko seperti biasa berangkat ke sekolah. Ia ceria seperti biasa tapi Tokiko mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.
Bahkan di bus, Mineko tak seperti biasanya, ia bernyanyi bersama Jiro-san, seolah-olah mencoba sangat keras untuk terlihat ceria.
Tokiko tak tahan lagi dan mengajak Mineko  bicara, apa yang sebenarnya terjadi. Mineko mengatakan kalau ia tidak melakukannya, mencoba ceria, ia mungkin bisa gila.  Tokiko mengerti, karena Mineko bukan tipe yang bisa menyimpan kesedihannya sendirian.
Mineko akhirnya mengatakan yang sebenarnya pada teman-temannya, mengenai apa yang terjadi pada ayahnya di Tokyo. Teman-temannya bertanya apakah Mineko baik-baik saja dan tentu saja Mineko mengatakan ia tidak baik-baik saja,tapi harus berusaha baik-baik saja, kalau tidak ibunya akan sedih.

Sementara itu ibu Tokiko mengunjungi ibu Mineko di ladang seperti biasa, membantu pekerjaan + bergosip. Awalnya ibu Mineko mencoba menyambutnya dengan senyuman, tapi ibu Tokiko merasa ada yang berbeda dengan ibu Mineko dan akhirnya ia tahu kalau sesuatu terjadi, karena ibu Mineko tiba-tiba menangis di pelukannya.

Karena masalah Mineko, Mitsuo merasa tak enak melakukan acara membawa obor olimpiade di desa mereka, karena ini sama saja dengan festival dan semuanya akan berbahagia, sementara teman mereka sedih. Ia berniat membatalkan acara itu. Tapi Mineko tidak setuju, acara itu justru akan membantunya menyibukkan diri, ia juga tidak ingin melihat wajah sedih ibunya kalau ia mengatakan mereka berhenti melakukannya, karena ibunya pasti berfikir ini karena masalah ayah Mineko.
Mineko mengatakan ia ingin menghibur keluarganya dan have fun di acara itu, jadi bagaimanapun mereka harus melakukannya. Tokiko sendiri menyampaikan idenya, bagaimana jika mereka menghubungi stasiun TV dan surat kabar, siapa tahu mereka tertarik untuk meliput dan mereka akan masuk TV dan surat kabar. Ayah Mineko bisa saja membaca dan menontonnya di suatu tempat.
Mineko menyukai ide itu. Tentu saja Tokiko juga punya niat lain, agar perusahaan hiburan tertarik padanya.
Mereka mendapatkan semangat baru untuk melakukan hal ini.
Mineko berterima kasih pada teman-temannya, dan ia mulai menangis. Tokiko memeluknya. Mitsuo tersenyum melihat mereka meskipun Mineko kemudian menggodanya apakah ia cemburu karena Tokiko memeluknya hehhhehehe.

Mineko menjalani hari seperti biasa. PUlang sekolah ia membantu pekerjaan rumah, malamnya ia bermain bersama adik-adiknya, ia berusaha menghadapi hari seperti biasanya.
Kakeknya sempat bertanya apakah Mineko baik-baik saja dan Mineko menjawab ia baik-baik saja.
Mineko, Mitsuo dan Tokiko juga bekerja keras untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung untuk rapat persatuan pemuda nantinya,untuk meyakinkan mereka agar mau membantu dan menyetujui acara ini.

Rapat persatuan pemuda diadakan hari minggu. Para pemuda desa berkumpul, meski nggak semuanya muda-muda HAAAHHA
Ketua pemuda adalah kakak Mitsuo, Taro dan wakil ketua adalah kakak Tokiko, Toyosaku.
Hari itu, Mitsuo mencoba pergi diam-diam tapi tertangkap basah oleh ayah dan ibu. Mereka meminta Mitsuo membantu di kebun karena Taro tak akan ada di rumah seharian, tapi Mitsuo mengatakan ia ada acara penting. Ia berhasil kabur dari ayah dan ibunya.
Tokiko juga ingin pergi diam-diam tapi tertangkap oleh ibunya. Ibu Tokiko meminta Tokiko membantu pekerjaan, tapi Tokiko mengatakan ia ada janji. Ia berusaha meyakinkan ibu tapi ibu tak mau tahu, akhirnya Tokiko kabur.
Sementara itu Mineko berangkat dengan sangat gugup, ia bahkan berjalan dengan cara aneh, membuat ibu dan kakek tertawa. Ibu menyemangatinya semoga berhasil.

Tokiko dan Mitsuo datang duluan kesana dan bersembunyi di balik mobil, mereka sangat deg degan, Mineko datang kemudian dan mereka saling menyemangati untuk tidak terlalu gugup bicara dengan persatuan pemuda yang menyeramkan. Karena ketuanya adalah Mitsuo jadi nanti Mitsuo yang akan bicara disana, mereka menyemangati Mitsuo.
Ketikanya menarik nafas dalam dan masuk ke kantor. Saat itu, Ibu Mitsuo lewat disana dan melihat mereka, ia bingung kenapa ketiganya ikut rapat. Ia memutuskan mengintip. Ibu Tokiko yang datang membawa cemilan juga ikut mengintip dan ibu Mineko yang disuruh kakek untuk melihat juga mengintip mereka dari luar.
Para pemuda yang sedang membicarakan sesuatu terkejut melihat Mitsuo, Tokiko dan Mineko masuk, mereka bertanya ada apa.
Mitsuo bicara terbata-bata mengatakan kalau ia dan temannya punya proposal dan berharap disetujui oleh persatuan pemuda. Mereka mengeluarkan kertas yang berisi usulan mereka dan membagikannya pada anggota.

Mitsuo menjelaskan maksud mereka yang ingin mengadakan 'torch relay' di Ookuibaraki sebagai bagian dari perayaan olimpiade. Menurut mereka sangat sayang jika momen olimpiade Tokyo dilewatkan begitu saja. Karenanya mereka ingin menunjukkan kalau desa mereka juga bagian dari olimpiade Tokyo dan ingin para pemuda mempertimbangkannya.
Tapi tentu saja para pemuda menolak rencana ini. Mereka mengatakan ini rencana yang bodoh, mereka sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan tak ada waktu untuk melakukan hal ini. Usulan mereka diolak dalam waktu satu menit. PAra pemuda menghina usulan itu sebagai usulan yang kekanak-kanakan, mereka tak memikirkan kalau hal seperti itu butuh biaya dan lain sebagainya. Mereka juga mengatakan kalau Mitsuo sebentar lagi akan meninggalkan desa, kenapa susah-susah membuat hal seperti itu.
Mitsuo yang mendengarnya menjadi kesal, ia mengatakan itu benar ia akan segera meninggalkan desa, tapi ia sangat mencintai desa mereka, tapi bagaimana pun karena ia nak ketiga ia harus meninggalkan desa dan mandiri. Itu sudah ditakdirkan sejak ia dilahirkan, tapi meskipun begitu ia sangat menyukai desa, orang seperti mereka yang menyukai desa harus meninggalkan desa dan mereka hanya ingin membuat sebuah kenangan sebelum meninggalkannya. Mitsuo juga mengatakan mengenai Tokiko dan Ayah Mineko yang menyukai desa tapi harus meninggalkan desa.
Mitsuo menangis saat ia mengatakan hal itu, ini pertama kalinya ia memohon sesuatu pada kakaknya, ia harap kakaknya mau mempertimbangkan kembali.

Taro mengatakan tak ada yang perlu di bicarakan, ini hanya ide anak-anak manja. Ia sangat membenci anak ketiga karena mereka tak pernah melihat pada kenyataan diluar, selalu melihat diri mereka sendiri. Ia marah karena Mitsuo mengatakan ia ditakdirkan untuk meninggalkan desa karena ia anak ketiga keluarga petani tapi Mitsuo tak pernah memikirkan perasaan mereka yang menjadi anak pertama yang tidak boleh meninggalkan desa. Mitsuo selalu menunjukkan wajah menyedihkan memikirkan dirinya dan tidak memikirkan orang lain.
Mineko ingin membela Mitsuo tapi Taro menyuruhnya diam. Ketiganya cuma bisa diam dan menunduk mendengarkan ceramah Taro.
Tapi tiba-tiba Taro dan Toyosaku berdiri dan malah membicarakan biaya, kemudian mengenai biaya obor dan mereka juga perlu polisi untuk berjaga-jaga, minuman untuk para tetua, surat untuk dikirim ke surat kabar dan TV dan bla bla bla.
Tiba-tiba mereka mulai bersemangat untuk menata kostum, souvenir dan lain sebagainya.
Mineko dkk tentu saja bingung kenapa tiba-tiba pembicaraan berubah. Taro mengatakan mereka akan melakukannya, mereka juga ingin menunjukkan apa yang ookuibaraki bisa lakukan saat olimpiade ini.
Mineko dkk sangat senang mendengarnya, mereka berpelukan karena mereka bisa melakukan relay obor olimpiade seperti harapan mereka.
Para pemuda sibuk membicarakan mengenai siapa yang akan jadi pelari dan pelari terakhir sebagai orang yang paling penting. Mitsuo mengatakan kalau Mineko yang akan melakukannya. Mineko cukup kaget karena ia tak diberitahu sebelumnya. Tapi Mitsuo dan Tokiko setuju Mineko harus melakukannya agar ayahnya melihat di Tokyo nanti.
Rapat berakhir dengan lancar, para ibu di luar juga meneteskan air mata melihat anak-anak mereka untuk pertama kalinya mengatakan apa yang mereka inginkan.

Persiapan torch relay dilakukan sebelum acara tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluarga Mineko bertugas untuk membuat poster yang akan di tempel di papan pengumuman, agar seluruh warga tahu mengenai acara ini, dan agar desa lain yang tertarik juga bisa datang menonton.
Keluarga Tokiko bertugas menulis nama pelari yang akan di pakai di dada nantinya. Sementara Mitsuo dan kakaknya sibuk membangun obor besar yang akan dinyalakan nantinya. Mineko dan Tokiko menyebar selebaran dan menempel poster. Para pemuda desa sibuk memilih siapa saja yang akan mereka undang, baik sebagai pelari dan lain-lain, mereka berniat mengundang walikota (?) dll.
Para pelari dilatih oleh guru di sekolah Mineko dkk, bagaimana lari yang baik dengan membawa obor. Obor sendiri dibuat oleh guru disekolah mereka juga.
Semuanya bersemangat, mereka juga membangun gapura di lapangan, tempat dimana relay akan dimulai dan berakhir. Persiapan berlangsung dengan cepat dan akhirnya besok adalah acara utamanya.

Seluruh warga Ookuibaraki berkumpul, ini benar-benar terlihat seperti festival. Ada musik, ada yang jualan juga. Wartawan dari surat kabar dan Stasiun TV juga datang meliput.
Pelari pertama adalah Mitsuo yang kelihatan sangat gugup. Ibunya bahkan menangis melihat puteranya berlari. Mitsuo berlari sambil memikirkan desanya, desa yang ia cintai dan ia akan segera meninggalkannya. Ia berterima kasih pada Ookuibaraki dan mengatakan ia tak akan pernah melupakan desanya. Mitsuo menangis, ini adalah caranya mengucapkan selamat tinggal pada desanya.
Pelari selanjutnya adalah para petugas desa dan beberapa pemuda. Tokiko adalah pelari 2 terakhir, dimana ia tentu saja bersiap dengan cantik karena ada kamera disana.
Ia mendapatkan obor dari kakaknya dan memberikannya pada pelari terakhir, Mineko.  Mineko tentu saja berlari sambil memikirkan ayahnya, ia berharap ayahnya melihatnya dan baik-baik saja, ia percaya janji ayahnya yang akan kembali dan ia ingin menunjukkan kalau mereka baik-baik saja di desa. Ia berharap perasaannya mencapai ayahnya.
PAra keluarga dan warga menonton acara itu dengan sangat bersemangat, mereka memberi semangat pada para pelari. Mineko akhirnya sampai dititik akhir dimana keluarganya menunggu dan ia kembali ke titik start dan menyalakan obor besar disana.
Seluruh warga bersuka cita, acara berjalan dengan sangat lancar.

Acara torch relay di Ookuibaraki menjadi berita di TV, katanya sih berita singkat tapi ternyata sangat panjang HAHAHAHAH.
Seluruh keluarga menonton, keluarga Mineko, keluarga Tokiko dan Keluarga Mitsuo. Mereka melihat acara dari awal sampai akhir, Mitsuo yang berlari, Tokiko dan Mineko. Bahkan pembawa acaranya menceritakan mengenai Mitsuo yang akan meninggalkan desa, Tokiko yang ingin jadi artis dan Mineko yang ayahnya bekerja di Tokyo.
Selain itu kakek Mineko juga direkam, ibu Tokiko dan Mineko, ayah dan ibu Mitsuo, kakak Mitsuo tentu saja, bahkan Chiyoko dan Susumu punya segmennya sendiri.
PAman Mineko agak kesal karena ia hanya muncul sedikit tapi ia tak dibahas. Ayah Tokik lebih kesal karena ia tidak muncul sama sekali, hanya separuh wajahnya yang kelihatan HAHAAHAHHA.
TApi after tastenya kata mereka kurang heboh, setelah acara selesai ya sampai segitu aja. Chiyoko dan Susumu berharap kalau ayah melihat acara itu, mereka yakin kalau ayah melihatnya.
Seluruh keluaga kemudian berpesta setelah menonton acara mereka sendiri.

Malam harinya Mineko memandangi bulan dan ia menangis. Ia teringat ayahnya lagi.

Satu minggu setelah acara itu, olimpiade Tokyo dimulai.
Keluarga YAtabe menonton di TV acara pembukaannya dan melihat gedung yang dibangun oleh ayah mereka.
Mineko memikirkan dalam hatinya kalau gedung yang ayahnya bangun, ribuan orang disana dan seluruh jepang menyaksikannya. Ia berharap ayahnya juga menyaksikan olimpiade itu di suatu tempat.

Olimpiade Tokyo berakhir.
Memasuki musim gugur, Tokiko dan Mitsuo tampak tidak bersemangat.
Saat acara torch relay, Mitsuo diperlakukan berbeda di rumah, dan ia mulai percaya diri, tapi setelah acara berakhir mereka memperlakukannya seperti biasa lagi, menyuruhnya ini dan itu. Apalagi kakaknya kembali bicara dengan nada kasar padanya.
Tokiko juga merasakan hal yang sama, padahal saat acara, ibunya seperti mendukung impiannya untuk jadi aktris, tapi setelah acara torch relay, ibunya malah mengatakan kalau ia tidak setuju anaknya jadi artis, kembali ke awal ibu menentangnya ke Tokyo.
Mineko sendiri mengatakan kalau ia sudah membuat sebuah keputusan besar. Saat teman-temannya bertanya apa itu, Mineko mengatakan ia tak bisa mengatakan pada mereka, karena ia belum mengatakan pada ibunya.

IA mengatakan ini tak mudah untuk mengatakan pada ibu, karena jika ia mengatakannya maka itu seolah-olah mengatakan pada ibu kalau ayahnya tidak akan pernah kembali. Ibu percaya dan akan menunggu ayah, jadi ia tak bisa mengatakannya.
Teman-temannya makin bingung, tapi Mineko hanya bisa menjelaskan sampai disitu, ia akan mengatakan pada keduanya kalau ia sudah mengatakan pada ibunya dan mendapat persetujuan.

Sementara itu di Tokyo, Watahiki Masayoshi, seorang polisi  yang berjanji pada ibu Mineko akan mencoba mencari ayah Mineko saat ia libur, menepati janjinya. Ia berusaha kesana kemari mencari Minoru, ayah Mineko dengan membawa foto ayah. Ia menunjukkan ke pekerja apakah mengenali ayah tapi tentu saja hasilnya nihil. BAhkan ada pekerja yang mengatakan untuk tidak mencari orang hilang karena sia-sia saja.
Tapi watahiki tidak menyerah. Ia sempat mendapat kabar kalau ada pria berusia 40 tahunan dan berfikir kalau itu adalah orang yang ia cari, tapi saat melihatnya dan mencocokkan dengan foto yang ada, ternyata orang itu bukan Minoru.

Mineko sedang bekerja bersama kakeknya. Kakek bertanya apakah Mineko suka bekerja dan Mineko tanpa ragu menjawab kalau ia sangat suka. Kakek bersyukur dan menurutnya itu saja sudah cukup, dengan keinginan untuk bekerja ada dalam diri seseorang, maka menandakan kalau orang itu hidup.
Ibu Mineko kemudian datang menemui mereka, ibu baru pulang dari suatu tempat, koperasi tani. Ibu mengaakan pada kakek kalau mereka bisa menunda pembayaran dan mereka merasa bisa tenang bulan ini. Mineko yang mendengarnya merasa kalau ia harus segera mengatakan keputusannya lagi.

Tiba-tiba ada pak pos datang membawa surat. Ibu terkejut karena itu surat dari Watahiki, ia takut membukanya. Ia menjelaskan pada Mineko dan kakek kalau Watahiki adalah orang yang berjanji padanya akan mencari ayah di Tokyo diwaktu luang.
Mineko meyakinkan ibu kalau semuanya akan baik-baik saja.
Ibu mulai membuka surat itu dan membacanya, ternyata itu surat permintaan maaf Watahiki karena ia belum bisa menemukan ayah Mineko. Tapi ia akan berusaha lagi.
Kakek membaca surat itu dan mengatakan mereka harus benar-benar berterimakasih pada orang itu. Ibu setuju. Mereka berfikir kalau Watahiki adalah pria yang sangat baik.
awwwwwwwww jangan-jangan bener nih dia yang bakalan jadi jodohnya Mineko XD

Ibu meletakkan surat itu di altar, sepertinya itu tempat berdoa untuk keselamatan ayah, bukan latar orang mati.
Chiyoko dan Susumu sedang bermain berdua saat tidak ada orang di rumah dan Chiyoko melihat surat itu. Ia membukanya dan sepertinya membacanya.

Malam harinya, Mineko sedang menyiapkan makan malam sementara ibu masih menjahit karena ia belum menyelesaikan pesanan untuk besok.
Mineko bingung kenapa Chiyoko nggak muncuk-muncul, ia memanggil Chiyoko tapi Chiyoko tidak ada di rumah. Ibu terkejut dan segera melihat surat dari ayah dan menyadari ada yang hilang. Ibu terkejut dan khawatir, tapa menjelaskan apa-apa, ibu berlari ke luar rumah, Mineko yang khawatir mengikutinya.

Mineko berlari mengikuti ibu dan bertanya apa yang terjadi. Ibu mengatakan sepertinya Chiyoko pergi mencari ayah dan Mineko terkejut. Tapi di halaman rumah, mereka melihat Jiro-san menggendong Chiyoko dan bertanya apa yang terjadi. Ibu sangat khawatir dan memeriksa puterinya apakah ada yang terluka.
Chiyoko kelihatan marah dan tidak menjelaskan apa-apa. IBu, Mineko dan Jiro mengikutinya ke rumah. Chiyoko masuk ke kamar dan mengunci diri di tempat menyimpan futon. Jiro-san meminta ibu Mineko jangan marah pada Chiyoko.

Ibu mengajak Jiro masuk untuk istirahat. Jiro hendak menjelaskan apa yang terjadi tapi ibu khawatir karena ada Susumu disana.
Chiyoko keluar dan mengajak Susumu bersamanya, ia marah pada ibu yang tidak mengatakan apa-apa padanya karena ia hanya anak kecil. Ia ngambek.
Ibu mengajak JIro ke ruang makan mereka dan bicara disana. Jiro menjelaskan ia melihat Chiyoko menunggu bus sendirian dan saat ia bertanya Chiyoko mengatakan ia ingin menemui ayahnya. Tapi saat Jiro bertanya apakah ibu tahu, Chiyoko diam. Karena itu ia menyuruh Chiyoko masuk ke bus, Chiyoko menangis saat itu dan akhirnya ketiduran, begitulah ia bisa membawa Chiyoko pulang.
Keluarga Yatabe meminta maaf pada Jiro karena Chiyoko menyebabkan masalah. Jiro mengatakan kalau itu juga bagian dari tugasnya sebagai konduktor bos, untuk menjaga keselamatan penumpangnya. Ia mengerti perasaan Chiyoko yang merindukan ayahnya, karena itu ia meminta ibu jangan marah pada Chiyoko.

Setelah Jiro pulang, ibu memeriksa Chiyoko dan Susumu, mereka berdua sudah tidur. Ibu ingin memindahkan mereka, tapi kakek mengatakan biarkan saja mereka seperti itu dulu.
Ibu semakin khawatir karena suatu hari mereka harus mengatakan hal yang sebenarnya pada Chiyoko dan Susumu mengenai ayah yang menghilang. Melihat ibu yang khawatir, Mineko akhirnya memutuskan untuk bicara.
Ia mengatakan pada ibu dan kakek kalau ayah pasti akan kembali, karena begitulah janji ayah pada mereka. Ayah mengatakan kalau ia akan kembali saat tahun baru. Ibu mengangguk ia mengatakan ayah akan kembali dan pasti kembali.

Mineko tiba-tiba duduk hormat di hadapan kakek dan ibu membuat ibu terkejut dan bertanya ada apa.
Mineko mengatakan kalau ia sudah membuat keputusan dan ingin kakek dan ibu jangan menentangnya. Seandainya ayah tidak juga kembali saat tahun baru nanti, ia berfikir untuk pergi ke Tokyo dan bekerja. Seperti ayahnya, ia akan berkerja dan mengirim uang setiap bulan. Itu adalah hal terbaik yang ia pikirkan lebih tepatnya ia ingin melakukan itu. Dan lagi jika ia di Tokyo ia mungkin saja bisa menemukan ayah. Karena itu ia sudah memutuskan hal itu.
Mineko meneteskan air mata saat mengatakan itu pada ibunya. Ibu dan kakek hanya diam, mereka tak mengatakan sepatah katapun. Mineko menangis dan bertanya, ayah pasti pulang kan?
Ibu mengangguk meyakinkan kalau ayah akan pulang.

-The End-

Komentar:
Wow, keputusan yang dibuat Mineko cukup cepat, kita masih di minggu ketiga. Ternyata ia memutuskan ke Tokyo secepat ini ya, karena seingat aku di Mare dulu, Mare berfikirnya agak lama, meski masalah mereka berdua beda 100% seih ya.
Minggu sedapn sepertinya MIneko dkk akan berangkat ke Tokyo dan pasti akan banjir air mata lagi, omg.

Hiyokko tiap episodenya memang nggak pernah gagal mebuat aku menangis. Aku menangis saat Ibu mengatakan pada Mineko mengenai ayah yang menghilang, saat Mitsuo menyampaikan perasaannya sebagai anak ketiga pada kakaknya dan anggota pemuda, saat Chiyoko menghilang dan saat Mineko mengatakan ia memutuskan bekerja di Tokyo.
Namanya juga family drama ya, slice of life drama ini kental banged dan kalau yang suka genre kehidupan sehari-hari pasti suka banged.

Tapi di episode ini menurut aku acara olimpiadenya kepanjangan LOL. Jadi terasa banged plot-nya draggy.
Acara torch relay-nya memakan waktu 1 episode dan acara nonton barengnya juga 1 episode lho. Katanya suaran singkat tapi ternyata sangat panjang bahkan hal yang nggak penting juga dimasukkan.
Tapi mungkin niatnya biar yang dulu melewati masa kecil saat olimpiade jadi merasa teringat lagi dengan pengalaman mereka ya, jadi wajar aja sih. Karena di awal Hiyokko diumumkan mereka menekankan kalau kisahnya akan ada diseputar olimpiade Tokyo.

Aku memang selalu mengatakan siapa kira-kira yang bakal jadi jodoh Mineko, tapi asadora itu nggak sama dengan Reply series ya, ini bukan tentang  tebak suami HAHAHAHAHAHA. Sepertinya banyak yang salah paham karena aku sering membahas itu.
Disini kisahnya mengalir, jadi siapa saja bisa menjadi suami tokoh utama, nggak ada istilah tebak-tebakan, cuma akunya aja yang kebetulan di asadora kali ini, ikemennya banyak, jadi penasaran dengan siapa Mineko akan menikah nantinya. Setidaknya love interestnya lah ya, meski asadora nggak banyak sweet sweet momentnya LOL.
Watahiki kayaknya mulai berpotensi. Aku baru nyadar kalau Mitsuo artinya nggak akan kembali ke desa lagi nanti setelah kerja di Tokyo, jadi kemungkinan dia akan tetap di Tokyo dan bisa jadi dia memang sama Tokiko yang ingin jadi aktris.

Watahiki sendiri sejak awal dikatakan kalau dia orang ibaraki, jadi ia satu desa dengan Mineko meski usianya beda jauh sih, tapi bisa jadi nanti kalau mereka bersama mereka kembali ke desa, scara gitu Mineko kan sangat mencintai kampung halamannya HAHAHAHHA.
Tapi masih ada si chef muda dan Ryoma TAkeuchi sih, perlu dilihat perkembangannya juga dan ingat, pasti ada plot twist nantinya, karena Mineko punya banyak teman wanita juga ^^
Tapi aku jadi ingat di asadora, keluarga tokoh utama biasa ada yang nikah sama temannya tokoh utama. Jangan-jangan Chiyoko nanti sama Mitsuo BUWHAHAHHAHHA.
Aih masih week 3 HAHAHAHA

Aku nggak ngerti kenapa rating Hiyokko susah banged naiknya, padahal ceritanya bagus, penggemar asadora enjoy banged sih menonton drama ini. Tapi menurut aku Hiyokko slice of life-nya kental banged dan plot-nya agak sedikit lambat dari asadora biasanya dan mungkin karena konfliknya kurang kali ya.
Tapi sejauh ini asik-asik aja sih :)
Aku nggak sabar dengan episode selanjutnya~

Share:

1 comment:

  1. *spoiler*
    Di amachan yang settingnya 20 tahun kemudian dalam asadora universe, amano haruko datang tiba di stasiun ueno untuk jadi idol di tokyo. Sementara di sini yatabe mineko tiba di stasiun ueno untuk jadi buruh pabrik barang elektronik (radio transistor). Kadang-kadang menarik ngeliat konteks sejarah dalam asadora. Yang pertama settingnya pas zaman bubble dimana jepang lagi berada di puncak perekonomiannya dan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Sedangkan satu lagi settingnya zaman postwar growth dimana jepang baru bangkit dari kehancuran sehabis perang dunia 2 dan tumbuh menjadi powerhouse economy asia bahkan dunia. Lalu apa kaitannya? Tentunya ekses yang ditimbulkan konteks sejarah saat itu terhadap karakternya. Budaya konsumerisme yang kental mewarnai zaman bubble menjadikan apa saja bisa dikomodifikasi, termasuk juga idol itu sendiri. Maka tidak heran haruko menjadi terobsesi menjadi idol merupakan ekses dari massifnya industri budaya pop jepang saat itu memproduksi komoditas bernama idol dan mampu jauh menyasar gadis-gadis desa seperti haruko sebagai market terbesarnya. Ekses lainnya dari zaman ini adalah makin kentaranya individulitas dan mulai pudarnya nilai2 kekeluargaan. Hal itu bisa terlihat dari keegoisan haruko untuk lebih memilih lari ke tokyo menjadi idol. Sedangkan dalam konteks mineko kebutuhan besar industri jepang setelah perang untuk memproduksi barang2 ekspor dalam tujuannya untuk memenangkan perang ekonomi, menjadikan pasar tenaga kerja jepang setelah perang menjadi agresif dalam mencari tenaga kerja yang pada akhirnya juga menyasar pekerja di bawah umur yang notabene bahkan digambarkan di drama hanya lulusan smp. Bahkan terlihat juga disini sekolahpun hanya menjadi perpanjangan tangan industri untuk merekrut buruh untuk pabriknya. Makanya agak miris juga melihat beberapa scene di episode2 di week 4, sepertinya misalnya anak2 lulusan smp yang datang bersama mineko berkerumun menunggu dijemput majikannya satu2 untuk menjadi buruh di pabriknya. Selain itu hal melihat latar belakang keluarga mineko dan teman2nya yang petani, terlihat juga disini bahwa ada gap yang besar dalam tingkat perekonomian yang besar antara kota dan desa yang ternyata belum teratasi. Keluarga yatabe tetap saja miskin dan hanya sedikit lebih sejahtera dibanding keluarga hana ando atau bahkan oshin di periode sebelum perang. Bahkan hal ini terus terjadi sampai 20 tahun kemudian pada zaman haruko yang cenderung stagnan. Alhasil eksesnya adalah urbanisasi yang mendorong depopulasi daerah perdesaan di jepang.
    IMHO, sorry kalo kepanjangan.

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts