Sunday, 20 May 2018

[Review] J-Drama Special: Musume no Kekkon (2018)


Setelah Boukyaku no Sachiko, drama special tahun baru 2018 yang menarik lainnya adalah Musume no Kekkon / My Daughter's Marriage yang tayang pada 8 January 2018 lalu. Drama ini tayang di TV Tokyo sebanyak 1 episode dan dibintangi oleh Nakai Kichii (Second to Last Love, Kinpika, Priceless), Haru (Momefuyu, Anata no Koto wa Sore Hodo, Asa ga Kita), Mitsushima Shinnosuke (Renai Jidai, Umechan Sensei, BG: Personal Bodyguard) dan cast lainnya.
Drama ini diangkat dari sebuah novel dengan judul sama karya Shoji Yukiya dan naskahnya ditulis oleh Mizuhashi Fumie (Haha ni Naru).
Sesuai dengan judulnya, ini adalah drama keluarga yang menceritakan seorang ayah dan puterinya yang akan segera menikah. Udah bisa ditebak ini drama bakalan sedih banged. Atau lebih tepatnya mengharukan. Aku selalu menangis disetiap adegan pernikahan dalam drama Jepang T_T

Sebenarnya ini bukan drama yang aku tunggu-tunggu. Tapi kebetulan link-nya ada dan subtitlenya juga ada + ini drama juga cuma satu episode, jadi kayak nonton movie, enak diikuti.
Tapi memang harus siap-siap hati menontonnya dan siapin tissu, mengharukan banged.

Drama ini menceritakan tentang seorang ayah bernama Kunieda Takahiko (Nakai Kiichi) yang tinggal bersama puteri satu-satunya, Kunieda Miki (Haru). Miki kehilangan ibunya saat ia masih berusia 9 tahun dan ayahnya membesarkannya sendirian.
Kunieda-san bekerja disebuah mall dan ia selalu bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan makanan untuk Miki. Ia berangkat bekerja sebelum Miki bangun. Saat Miki bangun, makanan sudah tersedia di meja dan ia akan bersiap-siap ke kantor.
Bagi Miki, hubungannya dan ayahnya sangat dekat, mereka selalu SMS-an setiap hari dan ia pikir tidak ada anak gadis yang sedekat itu dengan ayah mereka. Sementara bagi ayah Miki sendiri, hubungannya dan puterinya semakin jauh, mereka sudah lama tidak duduk dan bicara bersama. Karena ia berangkat kerja sebelum Miki bangun, saat ia pulang, memasak makan malam, Miki pulang dan sudah kelelahan.

Miki sekarang sudah berusia 25 tahun. Selama membesarkan puterinya sendirian, Kunieda-san mulai melihat perubahan puterinya. Miki sama dengan anak perempuan biasa pada awalnya, suka malas-malasan, mengenakan training di rumah sambil menonton TV sambil ngemil dan tertawa sendiri.
Tapi belakangan ia melihat perubahan puterinya. Entah sejak kapan puterinya mulai berdandan rapi, selalu menelpon seseorang dengan suara manis, kadang suka telat pulang dan lain-lain. Kunieda-san kemudian tahu kalau puterinya sudah punya pacar. Kunieda-san punya prinsip kehidupan puterinya adalah milik puterinya sendiri, jadi apapun keputusan puterinya, ia akan mendukung, apakah puterinya mau melajang seumur hidup, atau menyukai sesama jenis, ia tidak akan ikut campur, tapi tentu saja sebagai orang tua ia ingin puterinya dengan normal menyukai seorang pria.
Sebagai seorang ayah yang tahu puterinya punya pacar, Kunieda-san tahu saat dimana Miki akan membawa seseorang ke rumah mereka akan tiba, dan ia sudah mempersiapkan hatinya.

Suatu hari saat sedang beres-beres rumah karena tahun baru akan tiba, Kunieda-san menemukan sebuah amplop yang tidak pernah ia buka. Judul amplop itu adalah nama apartemen tempat mereka tinggal dulu dan surat itu ditujukan padanya. Karena penasaran, Kunieda-san membukanya dan terkejut melihat isi aplop itu adalah sebuah artikel mengenai orang bunuh diri di gedung apartemen mereka dulu.
Sebelum pindah ke rumah tradisional, Kunieda-san, istrinya dan Miki dulu tinggal di gedung apartemen itu, tapi setelah istrinya meninggal, mereka memutuskan pindah dari sana.

Hari dimana Miki mengatakan kalau ia ingin memperkenalkan seorang pria pada ayahnya akhirnya tiba. Awalnya Kunieda-san pikir dia akan baik-baik saja, karena prinsipnya hidup anaknya adalah milik anaknya. Tapi setelah tahu siapa yang akan dibawa oleh Miki ke rumah, membuat Kunieda-san tidak tenang.
Kunieda-san curhat pada temannya mengenai masalah itu. Pacar puterinya adalah Makoto (Mitsushima Shinnosuke), teman masa kecil Miki saat mereka masih tinggal di gedung apartemen. Dulu Miki memanggil Makoto dengan Mako-chan dan sekarang Miki memanggilnya dengan Makoto-kun. Masalahnya adalah Kunieda-san mengenal keluarga Makoto dan tahu rumor mengenai ibu Makoto.
Amplop yang ia temukan itu juga membawanya ke ingatan masa lalu kalau ibu Makoto adalah si pembuat masalah di apartemen mereka, para ibu yang lain tidak menyukai ibu Makoto. Apalagi ada yang bunuh diri karena dibully ibu Makoto, hal itu membuat Kunieda-san semakin khawatir akan puterinya. Ia ingin puterinya bahagia, tapi kalau ibu mertua Miki kejam begitu, Kunieda-san tidak tenang.
Suatu hari, Kunieda-san bertemu dengan teman kuliahnya dulu atau lebih tepatnya mantan pacarnya dan menceritakan mengenai masalah itu juga. Ternyata mantan pacar Kunieda-san itu sekarang membuka les minum teh dan ibu Makoto adalah salah satu muridnya. Ia memang tak tahu bagaimana sifat ibu MAkoto sebenarnya, tapi satu yang ia tahu adalah Ibu Makoto memang tidak disukai para wanita alias tipe yang dibenci wanita karena mudah akrab dengan pria.

Miki sendiri bertemu lagi dengan Makoto setahun lalu dan sejak itu mereka berdua mulai pacaran dengan serius. Teman Kunieda-san pernah berkata mungkin Miki hanya akan memperkenalkan pacarnya pada Kunieda-san, belum meminta izin menikah, tapi ternyata Makoto memang serius ingin bertemu ayah Miki untuk meminta izin menikah.
Miki sendiri galau karena ayahnya belum menentukan harinya. Saat ia mengatakan pada ayahnya ia ingin memperkenalkan seorang pria, ayahnya mengatakan ia akan mencari waktu libur nanti dan akan memberitahukan pada Miki, tapi 1 minggu berlalu, ayahnya belum membicarakan mengenai masalah itu lagi.
Makoto sendiri khawatir kalau ayah Miki tidak menyukainya, makanya ayah tidak mau bertemu dengannya.

Kunieda-san yang merasa khawatir memutuskan mengunjungi rumah Makoto dengan harapan bertemu dengan Makoto, tapi saat itu Makoto sedang tidak ada di rumah, ibu Makoto juga tak ada disana, jadi ayah hanya bertemu dengan ayah Makoto.
Ayah Makoto sendiri merasa senang karena anaknya pacaran dengan Miki dan ia juga menceritakan kebahagiaan istrinya setelah mendengar hal itu. Istrinya bahkan sudah mencari apartemen baru yang bisa ditinggali oleh 2 keluarga, ibu Makoto ingin Miki tinggal bersama mereka.
Ayah Makoto tahu Kunieda-san khawatir mengenai rumor istrinya, karena orang yang pernah tinggal di apartemen itu juga menerima surat yang berisi artikel bunuh diri itu.  Ia menjelaskan bahwa peristiwa bunuh diri itu bukan disebabkan oleh istrinya, tapi karena pertengkaran suami istri. Ia tahu kalau istrinya tidak disukai oleh para istri lain di lingkungan mereka karena itu banyak rumor jelek.

Kunieda-san cukup lega setelah mendengar kebenaran itu dan saat akan pulang, ia kembali teringat kenangan di hari istrinya meninggal. Miki menggenggam tangannya dengan erat dan seseorang kemudian datang menangisi istrinya dan memeluk puterinya. Dia adalah ibu Makoto.
Ibu Makoto dan istrinya dulu adalah teman baik, meski ibu Makoto selalu digosipkan oleh tetangga lain, ibu Miki adalah satu-satunya yang percaya pada ibu Makoto dan terus menjadi temannya. Hubungan mereka sangat dekat. Begitu juga dengan Kunieda-san, dulu ia sangat dekat dengan Makoto, mereka sering bermain catch ball bersama-sama di taman.
Saat Kunieda-san sedang memikirkan masa lalu, tiba-tiba seseorang memanggil namanya. Itu adalah ibu Makoto yang mengejarnya ditengah hujan. Ia menemui Kunieda-san hanya untuk mengatakan kalau ia sangat senang Miki akan menjadi menantunya dan akan memperlakukannya dengan baik.
Ini adegan benar-benar mengharukan, aku menangis banged T_________T

Akhirnya Kunieda-san merasa lega karena ia pikir puterinya sudah memilih orang yang tepat dan akhirnya mengirim pesan pada puterinya kalau Makoto boleh datang besok.
Saat itu Miki sedang makan malam bersama Makoto dan mereka tak sengaja bertemu dengan mantan pacar Kunieda-san. Kunieda-san menitipkan amplop itu pada mantan pacarnya untuk mencari tahu mengenai ibu Makoto dan Makoto melihat amplop itu saat mantan pacar Kunieda-san menyapa mereka. Makoto menjadi khawatir.
Saat Makoto akhirnya bertemu dengan Kunieda-san, ia mulai membahas mengenai ibunya dan mengatakan kalau ia berniat untuk tinggal jauh dari ibunya, jadi Kunieda-san jangan khawatir. Jika Kunieda-san ingin, ia bahkan bisa memutuskan hubungan dengan ibunya demi Miki.
Kunieda-san tentu saja tidak suka bagaimana Makoto menganggap ibunya dan bertanya dimata Makoto apakah ibunya adalah orang yang jahat, apakah ibu Makoto sejahat itu makanya sampai mau memutuskan hubungan.
Kunieda-san menasehati Makoto mengenai pernikahan, pernikahan itu adalah dimana mereka membentuk sebuah keluarga baru dan menjaga keluarga lama mereka. Intinya sih dalam menikah Miki harus menjaga ibu mertuanya dan harus percaya pada ibu mertuanya. Ini membuat Makoto menangis karena Kunieda-san percaya pada ibunya.

Miki menghabiskan malam tahun baru bersama ayahnya sebelum menikah. Itu adalah malam tahun baru terakhir mereka bersama-sama, karena Miki akan menjadi menantu keluarga lain. Malam itu Miki sakit dan untuk terakhir kalinya ayahnya merawatnya. Mereka menghabiskan malam dengan membicarakan hal sederhana dan penuh kenangan, itu adalah waktu mengobrol terpanjang mereka selama ini.
Malam itu diakhir dengan Miki yang berterima kasih karena ayahnya sudah membesarkannya dengan baik selama ini. Adegan seorang anak perempuan yang akan menikah dan berterimakasih pada sang ayah selalu membuatku menangis T_T

Miki kemudian menikah dan ayah tinggal sendiri di rumahnya yang luas. Hari-hari ia lalui seperti biasa, bangun pagi, memasak, kerja, pulang kerja singgah di mini market, memasak makan malam, makan dan tidur.
Kunieda-san kembali ke kehidupan single-nya dan ia sering mengundang temannya untuk makan malam disana. Sepertinya temannya aalah photografer saat pernikahan Miki dan ia datang membawa hasil foto itu. Ia protes karena Kunieda-san sama sekali tidak menangis saat pernikahan Miki.
Ayah memang cukup tenang saat pernikahan puterinya tapi tentu saja sebagai seorang ayah yang membesarkan sendiri puterinya, ia merasa sangat sedih. Hal itu diperlihatkan saat ia belanja untuk makan malam, ia bisanya membeli potongan ikan yang isinya 2, tapi kali ini ia membeli yang isinya 1, disitu kelihatan banged Kunieda-san ingin menangis, tapi ia mencoba menahan air matanya.
Dalam perjalanan pulang, Kunieda-san teringat akan mimpinya mengenai istrinya yang memanggil-manggilnya dalam tidur, Itu adalah adegan saat istrinya sangat senang karena Miki pertama kali bicara, Miki memanggilnya Mama dan Mama, jadi ia membangunkan suaminya untuk memberitahunya. Miki adalah harta berharga mereka dan sekarang Miki sudah menikah dan membentuk keluarganya sendiri.

Ini drama benar-benar sangat menharukan, temanya biasa aja, slice-of-life juga, tapi penulisannya bagus, jadi sangat menarik untuk diikuti. Mungkin karena kisah orang tua dan anak kali ya, pasti selalu mengharukan. Sang ayah membesarkan puterinya sendirian setelah istrinya meninggal dunia dan puterinya beranjak menjadi dewasa, dia juga menyadari suatu hari nanti akan ada laki-laki yang meminangnya. Aku rasa sang ayah merasa sangat lega setelah mengetahui dan mengingat kembali kebaikan dari calon mertua puterinya dan aku juga merasa puterinya akan bahagia.
Sangat disayangkan drama-drama seperti ini selalu singkat dan kadang juga hanya movie, jadi rasanya ada sesuatu yang nggak puas, intinya sih kurang panjang gitu ya.

Sang ayah akan hidup sendiri dan aku rasa dia akan sangat kesepian selama beberapa bulan setelah puterinya menikah. Meski ia pasti akan merasakan kesepian di sudut hatinya seumur hidupnya, tapi sang ayah pasti bahagia. aku yakin puterinya bakalan sering main nantinya bareng cucu hehehehehhe.. Ini drama sangat aku rekomendasikan bagi yang menyukai drama singkat dan bertema keluarga. Siap-siap tissu, aku jamin yang menonton akan menangis terharu di ending drama ini T_T

Share:

1 comment:

  1. Bangeeeeetttttt bener harunya nonton SP ini.... Padahal premis ceritanya sederhana tapi bisa nancep bener di hati....

    Uia kaka udah nonton Tonbi?

    Itu juga tentang single dad yang berjuang membesarkan anak lelakinya sendirian. Tiap episode haru menguras air mata. Jadi kangen papa..

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts