Saturday, 19 May 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 7 (Episode 37-42)

Hanbun, Aoi episode 7 sudah memasuki part Tokyo dan menurut aku part Tokyo ini lebih seru dari part Gifu terutama saat Suzume dan Ritsu sudah bertemu. Aku sangat menyukai teman Ritsu yang sok ganteng *memang ganteng* bernama Asai Masato HAHAHHAAAHHA. Dia kayaknya cocok banged sama Suzume. Kabarnya sih yang bakalan ada love line sama Suzume nanti adalah dia.
Di minggu ke-7 ini baru pertemuan awal mereka dan belum ada love line-nya, tapi aku sudah menyukai karakter Masato hehhehehe.

Recap Half Blue Week 7: Ayamaritai!

Suzume merasa tertipu oleh Akikaze Haori karena ternyata Akikaze Haori sama sekali tidak melihat bakatnya saat mengajaknya menjadi asisten dulu. Akikaze Haori hanya peduli pada gohei-mochi yang enak dan malah menjadikan Suzume sebagai tukang masak disana. Merasa tertipu, Suzume mengambil naskah manga yang baru selesai dan mengancam akan membuangnya ke luar jendela.
Semuanya panik karena itu adalah naskah yang sangat berharga, mereka mencoba menjinakkan Suzume dan Akikaze sudah membayangkan naskahnya jatuh ke bawah dan dilindas oleh mobil, ia merasa ngeri dan memohon pada Suzume untuk tidak membuangnya.
Suzume merasa kalau kendali ada di tangannya dan mulai sombong tapi saat Suzume mulai lengah, dengan sigap Bokute langsung mengambil naskah itu dari tangan Suzume.
Bokute menatap Suzume dengan kesal untuk tidak bermain-main dengan naskah manga, karena itu bukan hanya pekerjaan Akikaze melainkan mereka semuanya yang ada disana.
Akikaze senang naskahnya kembali dan ia bahkan memeluknya dengan penuh cinta.

Suzume hanya bisa terdiam. Setelah Akikaze merasa agak tenang kemudian dia mulai mengatakan alasan kenapa ia tidak bisa menjadikan Suzume sebagai asistennya. Sepertinya sih karena Suzume masih punya banyak sekali kekurangan. Ia juga menceritakan betapa beratnya menjadi seorang mangaka, ada banyak mangaka yang gagal dalam perjalanan menggapai impian mereka terlebih lagi Suzume yang hanya bermodal menyukai manga Akikaze dan terpesona pada dunia yang ada di dalamnya, itu adalah alasan yang nggak bisa dijadikan untuk masuk ke dunia manga.
Tapi bagaimanapun juga Suzume sudah memutuskan menjadi mangaka dan ia tak akan menyerah begitu saja, ia juga tidak bisa kembali ke kampung halamannya karena ia sudah berjanji pada orang tuanya akan menempuh jalan ini.
Suzume teringat bagaimana ia terpesona pada manga Akikaze yang mengubah hidupnya dan ia ingin membuat manga seperti itu.
Akikaze akhirnya menyerah dan memberikan tugas pada Suzume untuk membuat 'kake ami' (goresan-goresan yang ada di manga). Jika Suzume bisa melakukannya dengan baik, maka Akikaze akan mempertimbangkan Suzume untuk menjadi asistennya.

Suzume menerima tantangan itu hanya saja dia tidak tahu apa-apa mengenai kake ami. Yuko dan Wakana sudah merasakan firasat itu jadi mereka cepat-cepat kabur dari sana. Sayang sekali Bokute terlambat kabur jadi Suzume langsung menahannya. Tentu saja Suzume meminta Bokute mengajarkannya.
Awalnya Suzume malas, karena dalam dunia manga, semuanya adalah musuh, tapi karena Suzume mengatakan ia akan melakukan apa saja yang Bokute minta, Bokute jadi bersemangat. Ia setuju mengajari Suzume dengan syarat Suzume harus menemaninya ke sebuah restotan kapan-kapan, karena ada menu yang ingin ia makan. Kalau ia pergi sendirian rasanya aneh, makanya ia meminta Suzume ikut dengannya.
Suzume sudah was was takut permintaan Bokute aneh, kalau cuma begitu, Suzume bisa melakukannya.
Dan dimulailah latihan Suzume untuk membuat kake ami. Suzume diajarkan oleh Bokute saat waktu senggang di kantor juga saat di rumah dan Suzume terus latihan dan latihan, siang dan malam. Ia juga masih mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya dan sejak itu hari-harinya penuh dengan kakeami.
Karena hari-harinya penuh dengan kakeami, jadi Suzume selalu kepikiran kakeami, kalau melihat sesuatu yang mirip kakeami, dia akan menatapnya dan membuatnya sedikit aneh.

Suzume selalu penasaran dengan hewan peliharaan Akikaze yang gambarnya ia pasang di dinding. Sudah menjadi tugas Suzume untuk membersihkan foto itu setiap hari. Hewan peliharaan Akikaze semuanya sudah mati dan Suzume juga sempat ke makam hewan itu saat pertama kali ia tiba di rumah Akikaze. Dari Wakana, Suzume mengetahui kalau Akikaze trauma pada binatang setelah kehilangan 4 hewan peliharaannya itu, aku lupa nama mereka tapi ada 1 kelinci dan 3 anak anjing.
Wakana mengatakan kalau Akikaze tidak punya teman dan teman satu-satunya adalah hewan peliharaannya. Hal itu membuat Suzume teringat pada Ritsu yang hanya punya Furansowa sebagai temannya.

Suzume masih belum tahu kalau Ritsu sekarang sudah punya teman baik, Asai Masato. Teman yang tinggal di kompleks apartemen yang sama, sama-sama mahasiswa baru di Soudai alias Universitas Waseda. Tentu saja Suzume masih belum tahu kalau apartemen Ritsu jaraknya hanya 10 menit dari Tinkerbell Office.
Hari itu Ritsu dan Masato akan makan diluar. Mereka berjalan cukup jauh dari apartemen dan tiba disebuah cafe kecil yang mirip banged sama cafe di Gifu, Ritsu sampai terkagum-kagum.
Ritsu dan Masato masuk ke dalam cafe tanpa tahu kalau Akikaze Haori juga sedang ada di cafe itu. Ternyata cafe itu adalah cafe tempat nongkrong Akikaze LOL, artinya deket banged sama rumahnya Akikaze.

Ritsu dan Masato makan sambil mengobrol dan Akikaze tertarik pada obrolan mereka berdua, jadi diam-diam dia mendengarkan mereka.
Obrolan Ritsu dan Masato sebenarnya adalah masalah kepopuleran. Masato memuji wajah Ritsu yang sangat tampan, ia yakin Ritsu populer dikalangan wanita, meski Ritsu mengatakan ia sama sekali tidak populer. Tapi Masato yakin Ritsu akan populer di universitas karena wajahnya.
Masato juga mengakui kalau dia adalah ikemen tapi ia tidak populer karena wajahnya, melainkan karena sifat baiknya. HAHAHAHAHAHA. Masato menceritakan mengenai kepopulerannya, ia sangat menyukai hewan peliharaan, seperti kucingnya waktu itu, banyak wanita yang datang ke rumahnya, katanya cuma mau melihat kucingnya, ujung-ujungnya malah menggodanya, sesuatu seperti itu. HAHAAHAHAAH.
Karena ada 2 ikemen yang sedang bicara, Akikaze jadi penasaran wajah ikemen itu, ia bahkan mencoba melihat wajah Ritsu dari bayangan sendok yang ia pegang HAHAHHAHAAHA.

Masato juga menceritakan pengalamannya saat ujian masuk SMA, dia melihat seekor anak anjing terluka di jalan dan ia tak tahan melihatnya. Ia ingin menolongnya tapi ia akan terlambat ujian. Jadinya ia hanya memberikan syalnya pada anak anjing itu. Masato sampai sekarang masih penasaran apakah anak anjing itu selamat atau tidak.
Ritsu kaget mendengar hal itu dan bertanya kemana Masato mendaftar SMA saat itu. Masato mengatakan nama SMA-nya dan Ritsu shock karena itu adalah tempat dimana ia mendaftar SMA waktu itu. Ritsu mengatakan pada MAsato untuk tidak perlu khawatir karena ia sudah menyelamatkan anak anjing itu. Masato terkejut.
Jadi ternyata anak anjing yang diselamatkan oleh Ritsu di episode 14 waktu itu adalah anak anjing yang ingin diselamatkan oleh MAsato AHHHAHAHAH. Takdir.
Ritsu mengatakan ia tak jadi ikut ujian karena mencari pemilik anak anjing itu dan ternyata Masato juga tidak lulus ujian masuk SMA tersebut karena ia tidak bisa berkonsentrasi selama ujian, gara-gara anak anjing itu wkkwkwkkwkw.
Keduanya cukup kagum dengan takdir mereka, mereka bahkan salaman dan resmi menjadi.
Akikaze yang mendengar cerita keduanya ikut terharu karena ia juga pencinta binatang. Ia bahkan memanggil pemilik cafe untuk mentraktir Ritsu dan Masato makanan wkwkwkkwk.

Sementara itu Suzume masih sibuk dengan kakeami-nya dan asisten senior yang ada disana mengakui kemampuan Suzume, hal itu tidak disukai oleh Yuko.
Saat di rumah, Yuko mengangkat telpon dari orang tua Suzume, tapi Suzume sedang tidak ada di rumah. Suzume ternyata keluar belanja dan saat Yuko mengatakan kalau orang tuanya tadi menelpon, Suzume mengatakan biarkan saja, karena orang tuanya terlalu sering menelpon dan seidkit menganggunya. Yuko tak suka dengan cara bicara Suzume dan mulai mengatakan dengan kemampuan kakeami Suzume, Suzume nggak akan bisa menjadi asisten mangaka.
Ia juga mengatakan Suzume itu anaknya terlalu manja, setiap hari menelpon keluarganya, kalau ada apa-apa merengek dan lain sebagainya. Intinya sih Yuko mengatakan Suzume anaknya manja banged dan pada poin tertentu, aku setuju pad Yuko.
Hal ini membuat Suzume marah dan keduanya bertengkar hebat, untung saja Bokute pulang ke rumah dan melerai keduanya.

Saat akan tidur, Suzume kepikiran dengan kata-kata Yuko yang mengatakan kalau dia anak manja dan sepertinya sih dalam hatinya Suzume menyadari kalau Yuko ada benarnya.
Ia kemudian mulai meniup peluit yang biasa ia gunakan untuk memanggil Ritsu, tapi tentu saja kali ini Ritsu tidak akan muncul meski ia meniupnya berkali-kali.
Ujung-ujungnya Bokute menegurnya karena sudah larut malam, suara peluit Suzume berisik LOL.

Di universitas, Ritsu masuk ke klub memanah. Masato juga ikut masuk ke klub itu karena Ritsu juga ada disana, meski kemampuan memanahnya cukup buruk *mirip Nao HAHAHAHHAAH*
Alasan Ritsu masuk ke klub memanah? Ternyata Ritsu masih belum bisa melupakan Ito Saya, ia masih teringat pada gadis itu dan kenangan singkat mereka. Ia juga berharap mereka berdua bisa bertemu lagi, mungkin itu alasan kenapa ia masuk klub memanah.

Selain kakeami, Suzume juga ditugaskan untuk mengambil foto sebagai bahan referensi manga. Ia bertugas melakukan perjalan ke luar seperti mengambil gambar gedung, kapal dan lain sebagainya. Tentu saja gambarnya harus sesuai dengan keinginan Akikaze. Jadi Suzume sering bolak balik kesana kemari karena nggak sesuai dengan keinginan Akikaze.
Akikaze sebenarnya melakukan itu supaya Suzume bosan menjadi asisten dan menyerah menjadi mangaka. Ia selalu mengerjai Suzume dan mengejeknya, tapi Suzume sudah terbiasa dengan sifat aneh dan usil Akikaze, jadi ia tidak akan tertipu dan bisa mengatasinya. Akikaze jadi merasa nggak seru lagi karena Suzume nggak terpengaruh saat ia menganggunya.

Suzume measih terus berlatih membuat kakeami sampai akhirnya ia berhasil membuatnya dengan baik. Setelah ia berhasil membuatnya dengan baik, tugas selanjutnya adalah menggambar kakeami di naskah asli Akikaze, tentu saja dia tidak boleh salah melakukannya.
Yuko sebenarnya merasa cukup bersalah pada Suzume setelah kejadian malam itu, ia juga kasian melihat Suzume selalu dikerjai oleh Akikaze, jadi saat Suzume akan mulai menggambar kakeami di naskah asli Akikaze, Yuko mendekatinya dan memberikan sebuah pena pada Suzume.
Pena dalam membuat manga ada berbagai jenis, ternyata selama ini Suzume berlatih kakeami dengan pena yang salah, jadi Yuko memberikan pena yang biasa digunakan untuk membuat kakeami. Intinya sih pena yang biasa digunakan Suzume untuk latihan itu goresannya agak kasar + agak sulit menggoresnya, sedangkan pena yang diberikan Yuko itu lebih halus dan mudah menggoreskannya.
Aku rasa dari sana keduanya mulai berteman.

Suzume menyelesaikan tugas pertamanya sebagai asisten, kakeami di manga Akikaze dan hasilnya sangat memuaskan. Suzume mengerjakan itu semalaman dan ia ketiduran di ruang kerja.
Wakana yang datang pagi-pagi mengeceknya dan tersenyum melihat usaha Suzume. Suzume ingin memperlihatkan hasil pekerjaannya pada Akikaze, jadi ia mencari Akikaze.
Wakana memberikan alamat sebuah cafe tempat Akikaze biasanya nongkrong, jadi Suzume datang ke cafe itu. Suzume terkejut karena cafe itu mirip dengan cafe tempatnya ngumpul bersama teman-temannya di Gifu.

Sementara itu, di dalam cafe, Ritsu sedang bersama seorang gadis. Sesuai dugaan Masato, Ritsu cukup populer dikalangan wanita, karena wajahnya ganteng. Ritsu yang nggak pernah kelihatan ngumpul sama anak lain selain Fukurokai, kali ini terlihat berdua dengan seorang gadis di cafe HAHHAHHAHA.
Masato pernah mengatakan masalah Ritsu adalah logat-nya jadi Ritsu harus berusaha menghilangkan logatnya itu. Cara Ritsu melakukannya adalah bicara pelan-pelan, sepatah demi sepatah kata jadinya dia bicara hati-hati gitu dan lawan bicaranya jadi sulit mengerti apa maksud Ritsu. Cewek itu bahkan sampai mengerutkan keningnya mendengarkan Ritsu bicara HAHAHHAHAHAA.
Suzume masuk ke dalam mencari Akikaze dan Ritsu langsung shock melihat Suzume, ia mencoba menyembunyikan wajahnya. Sayangnya sudah terlambat, Suzume melihat Ritsu dan awalnya Suzume nggak yakin dia menyipitkan mata untuk melihat dengan lebih jelas lagi, ternyata itu benar Ritsu HAHAHHAHAHA.

Suzume mendekati Ritsu dan bertanya apa yang ia lakukan disana. Gadis yang bersama Ritsu mengambil kesempatan itu untuk meminta izin dan meninggalkan Ritsu. Ritsu diam saja dan Suzume bingung kenapa Ritsu nggak mengejarnya lol.
Saat bicara pada Suzume, Ritsu masih kebawa bicara pelan-pelan dan setelah sadar nggak ada gunanya lagi bicara pelan, dia kemudian bicara cepat pada Suzume dengan dialek Gifu HAHAHAAHAHHA. Sepertinya mulut Ritsu juga hampir keseleo ngomong sepatah sepatah HAHAAHAHA.
Ritsu kemudian menceritakan mengenai apa yang terjadi pada Suzume dan Suzume shock saat tahu jarak rumah mereka hanya 10 menit jalan kaki. Ritsu mengatakan kalau mereka berdua terjebak rencana ibu Suzume dan ibunya yang sengaja mencarikan rumah yang berdekatan.
Suzume bingung kenapa orang tua mereka melakukannya, saat ia bertanya alasannya pada Ritsu, Ritsu mengatakan itu rahasia, ia tak mau menceritakannya HAHAHHAHAHA.

Ritsu nggak mau menceritakannya sebenarnya karena ia malu, semua ini karena ibunya sangat mengkhawatirkannya. Ibu Ritsu orangnya sangat khawatiran. Baru beberapa minggu Ritsu di Tokyo, ibu sudah nggak semangat. Dia sering ke rumah ibu Suzume untuk curhat dan bahkan ke dokter klinik untuk curhat pada dokter Kimika HAHAHAHHAHA.
Ibu Ritsu benar-benar khawatir anaknya bertemu dengan gadis yang nggak bener disana dan dokter Kimika juga kesulitan sih karena dia bukan dokter untuk diajak konsultasi, jadi ia mengajak ibu Ritsu untuk menghilangkan stress dengan berolahraga.
Sebuah klub tinju untuk para ibu, dan ternyata ibu Suzume juga sudah jadi anggota beberapa waktu yang lalu. Ibu Suzume mengatakan tinju sangat membantu menghilangkan kekesalan dan rasa khawatir. Ibu Ritsu juga kelihatan mulai bersemangat lagi.

Akikaze sedang sibuk untuk cerita baru, dia harus mendapat inspirasi baru makanya ia belakangan sering jalan-jalan. Tapi inspirasinya keluar saat ia sedang masak mie di dapur. Ia meninggalkan mie-nya dan mulai menggambar 'name' (naskah awal manga, biasanya adalah coretan kasar isi manga dan diberikan pada asisten) dengan semangat. Saat itu kepalanya penuh dengan ide cerita.
Suzume yang kembali dari cafe melihat Akikaze sudah ada di kantornya, Akikaze ada dibawah meja sedang mengumpulkan ide cerita dan menuangkan ke dalam name. Itu pertama kalinya Suzume melihat Akikaze bekerja seperti itu dan ia tidak menganggu. Saat Wakana datang, Wakana sangat senang melihat Akikaze begitu, karena itu artinya sebuah cerita hebat sedang tercipta.
Malam harinya, Akikaze mulai membuat name versi bagus untuk diserahkan pada Wakana besok.

Keesokan harinya, Akikaze menggambar di mejanya dan meminta 2 asisten senior untuk berpose, karena ia harus membuat gambar dua tokoh utama berpelukan, jadi ia meminta mereka berpelukan lol. Suzume hanya melihat dari jauh pekerjaan Akikaze.
Wakana kemudian mendekati Akikaze untuk meminta name baru dan Akikaze dengan sombong senyam senyum sendiri dan itu artinya Akikaze sudah menyelesaikan name-nya. Akikaze meminta Wakana mengambil name itu di ruang pribadinya dan Wakana dengan bahagia pergi ke sana.
Tapi beberapa menit kemudian ia kembali dan mengatakan ia tak melihat ada name disana. Akikaze tentu saja terkejut karena ia yakin ia sudah menyelesaikan name-nya.

Akikaze mulai curiga kalau name-nya hilang karena seseorang dan ia bertanya pada mereka apakah kemarin ada yang menyentuh ruangannya. Yang lain diam saja sementara Suzume memikirkan sesuatu. Akikaze sebenarnya sudah curiga pada Suzume, karena Suzume adalah orang yang bertugas bersih-bersih ruangan. IA sengaja bertanya dan terus bertanya pada yang lain sambil mendekati Suzume sementara Suzume terus berfikir.
Pada akhirnya Suzume mengakui kalau ia memang membersihkan ruangan Akikaze semalam. Masalahnya adalah Suzume sama sekali tidak tahu apa itu 'name' jadi ia tidak tahu apakah ia membuangnya atau tidak dan itu membuat Akikaze marah, Suzume calon mangaka, masa name aja nggak tahu. Suzume ingat saat membersihkan ruangan Akikaze, ia melihat banyak kertas corat-coret, karena ia pikir itu sampah, ia membuangnya.
Wakana mencoba menyelamatkan Suzume dengan mengatakan kalau mungkin name-nya ada disuatu tempat dan Akikaze lupa menaruhnya. Ia meminta yang lain untuk mencarinya di temapt lain dan para asisten mulai berpencar mencarinya.
Tapi Akikaze terus menyalahkan Suzume yang sudah membuang hasil inspirasinya.

Akikaze tidak bisa memaafkan Suzume yang sudah menghilangkan name-nya dan akhirnya memecat Suzume. Malam itu, Suzume berkemas dan terpaksa keluar dari apartemen khusus untuk asisten Akikaze. Suzume berusaha menahan air matanya saat Bokute dan Yuko menatap kepergiannya.

Suzume berjalan sendirian malam itu dan menatap Tokyo Tower. Ia sedih karena ia harus kembali ke kampung halamannya seperti ini.
Karena sudah terlalu malam, tidak ada bus lagi ke Gifu, jadi Suzume memutuskan untuk pergi ke rumah Ritsu. Ritsu memberikan alamat padanya saat mereka bertemu waktu itu.
Suzume tiba di apartemen dan meniup peluitnya memanggil Ritsu. Ia yakin kamar Ritsu adalah kamar paling ujung, tapi Ritsu tidak muncul.
Suzume sangat sedih dan tiba-tiba pintu kamar sebelah terbuka, seseorang keluar. Itu adalah Masato dan ia melihat Suzume dibawah. Ia bertanya siapa Suzume.

Ritsu ada di cafe dengan pakaiannya yang norak (celana pink + baju hijau bunga-bunga wkkkwkw), pemilik cafe bahkan menertawakan pakaiannya lol.
Saat itu seseorang menelpon ke cafe untuk mencari Ritsu. Itu adalah Masato yang mengabarkan kalau Suzume ada di rumahnya.

Setelah Ritsu pulang, Suzume pergi ke kamar Ritsu dan Suzume menceritakan apa yang terjadi. Ritsu sebenarnya cukup kaget sih Suzume nggak tahu itu apa 'name' dan nggak sengaja membuangnya. Suzume menangis sedih dan Ritsu hanya bisa menghela nafas, mengambilkan tissu untuknya.
Suzume juga tidak tahu apa yang akan ia katakan pada orang tuanya di Gifu yang sudah melepas kepergiannya. Ritsu mengatakan ia yakin orang tua Suzume akan senang kalau Suzume pulang tapi Suzume makin menangis karena itu artinya dia harus melepaskan impiannya.
Saat mereka sedang bicara, bel kamar Ritsu berbunyi dan Ritsu membuka pintu. Masato sudah ada diluar dan bertanya apakah mereka jadi pergi atau tidak. Masato mengatakan tempat tujuan mereka, tapi Ritsu langsung menutup pintu supaya Suzume nggak denger lol.
Tapi ternyata Suzume di dalam mendengarnya dan ia juga sudah menebak, karena pakaian Ritsu yang norak HAHAHAAHAHHAHA. Ia tahu kalau malam ini Ritsu dan Masato akan pergi ke Mahajaro, tempat disko gitu. DAn Suzume ingin ikut dengan mereka.

Ritsu dan Suzume pindah ke kamar Masato. Masato mencarikan Suzume baju untuk dia pakai ke sana. Sepertinya Masato punya banyak baju yang ditinggalkan wanita disana wkwkwkwkw.
Masato mengeluarkan dress yang cukup seksi dan bertanya apakah Suzume mau memakainya, Ritsu terbelalak dan sepertinya dia nggak setuju Suzume mengenakan dress itu wkwkwkkww.
Suzume sempat lupa nama Masato dan memanggilnya dengan Makoto, karena itu Masato meminta Suzume memanggilnya dengan 'Maa-kun' saja, supaya lebih mudah dan Ritsu langsung melarang Suzume memanggil Masato dengan 'Maa-kun' HAHAHAHHAHA.
Ritsu bergumam kalau sudah banyak wanita yang tertipu jika memanggil Masato dengan Maa-kun dan dia nggak mau Suzume menjadi salah satu korban Masato wkwkwkwkw.

Suzume masih kepikiran dengan name yang ia buang dan mengatakan ia tak bisa kembali ke kampung halaman begitu saja. Ia bertanya pada keduanya apakah dia harus mencari name itu di tempat pembuangan akhir sampah dan Suzume benar-benar berniat melakukannya sampai Masato mengingatkan kalau tempat pembuangan akhir sampah itu sangat luas dan mereka mungkin nggak akan pernah bisa menemukan name itu.
Suzume stress sendiri dan akhirnya memutuskan untuk mengenakan baju seksi itu. Ini adalah malam terakhirnya di Tokyo dan ia harus melakukan sesuatu untuk membuat kenangan, jadi ia akan ikut ke mahajaro. Tapi sebelum itu, suzume meminta Ritsu ganti baju, karena ia malu Ritsu mengenakan baju seperti itu HAHAHHHAAHHA. Masato sampai ikutan tertawa karena sebenarnya ia juga merasa kalau baju Ritsu aneh.
Ritsu cemberut dan bergumam kalau ia butuh waktu lama untuk memilih baju itu, padahal ia pikir itu keren wkwkwkkw.

Ritsu, Suzume dan Masato tiba di tempat disko dan keadaan sedang panas karena para gadis sedang menari di panggung. Suzume nggak tinggal diam dan ikutan menari di panggung. Setiap gadis menari dengan kipas, jadi Masati mencarikan kipas untuk Suzume dan Suzume mencoba mengikuti gerakan para penari disana dan ia menikmati waktunya.
Ritsu dan Masato ada dibawah dan mereka juga menikmati acara itu, tentu saja termasuk karena tarian Suzume yang lucu.

Malam itu, Suzume menginap di kamar Ritsu dan Ritsu menginap di kamar Masato. Masato berkoemntar kalau hubungan Ritsu dan Suzume itu seperti tokoh di shoujo manga, teman masa kecil dan Ritsu mengoreksi kalau mereka berdua lebih dari yang Masato bayangkan, bukan hanya teman masa kecil tapi lahir di hari dan rumah sakit yang sama.
Masato terkejut mendengarnya dan bertanya itu artinya kalian merayakan ulang tahu bersama-sama?
Ritsu mengatakan mereka melakukannya sampai hari itu.
Flashback ke ulang tahun ke-8 Suzume dan Ritsu, perayaan dilakukan di rumah Ritsu. Suzume dan Ritsu memang merayakan ulang tahu bersama-sama selama ini TApi hari itu, saat meniup lilin ulang tahun, Suzume meniup duluan dan ikut meniup lilin biru milik Ritsu. Itu membuat Ritsu marah dan bertengkar dengan Suzume. Sejak saat itu mereka nggak pernah merayakan ulang tahun bersama-sama lagi HAHAHAHA.

Mendengar kalau hubungan Ritsu dan Suzume sangat dekat, bahkan seperti kakak dan adik, Masato pikir tak masalah jika Ritsu dan Suzume tidur di satu kamar.
Ritsu mengatakan kalau sekarang mereka berdua sudah bukan anak-anak lagi, jadi mana mungkin tidur di kamar yang sama.
Masato kemudian senyam senyum dan berkata kalau perasaan Ritsu itu terlihat biru. Ia malu-malu sendiri dan memasukkan kepalanya ke selimut sambil tertawa.
Ritsu bingung dengan sikap MAsato AHAHAHAAHAHHA.

Keesokan harinya, mereka sarapan di cafe dan Suzume mengatakan kalau ia tidak bisa pergi begitu saja dari Tokyo. Meski ia dipecat oleh Akikaze, Akikaze tetap mengajarkannya banyak hal, jadi sebelum ia pergi, ia ingin melakukan sesuatu untuk Akikaze.
Masato tersenyum melihat Suzume dan mengatakan kalau ia menyukai sifat Suzume yang seperti itu. Ritsu meminta Masato untuk tidak mengatakan kata-kata manis seperti itu pada Suzume LOL. Sekarang ia mengerti kenapa Masato populer dikalangan wanita, karena mulut Masato ini manis banged wkkkwkwkwkw.

Demi rencananya, Suzume menelpon Wakana untuk meminta bantuan. Malam itu Wakana masuk ke ruang kerja Akikaze dan mengambil album foto hewan peliharaan Akikaze. Keesokan harinya ia membawanya pada Suzume dan Suzume untuk pertama kalinya melihat lansung foto sebenarnya hewan peliharaan Akikaze (sepertinya yang digantung di dinding itu lukisan, bukan foto asli).
Ritsu khawatir karena mereka mengambil foto itu diam-diam, kalau ketahuan akan gawat, makanya wakana ingin Suzume mengembalikan secepatnya. Suzume sudah mengakali hal itu, ia meminjam kamera Ritsu dan mengambil foto album itu.
Masato juga ada bersama mereka dan ikutan ngobrol, Wakana tidak mengenalnya dan bertanya siapa dia. Masato dengan santai memperkenalkan dirinya sebagai pacar Suzume dan itu membuat Wakana shock.
Suzume segera mengatakan kalau Masato hanya bercanda dan Wakana jadi lega, karena ia nggak terima kenyataan 'Gifu Saru' lebih populer darinya HAHAHAAH. (Gifu Saru = monyet Gifu adalah nama panggilan Suzume yang diberikan oleh Akikaze).

Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Suzume mulai membuat rencananya dan Ritsu serta Masato membantunya. Suzume sangat berterima kasih pada mereka.
Malam harinya, mereka diam-diam membawa benda itu ke ruangan Akikaze. Bokute membantu mereka sementara Yuko mengawasi kalau kalau Akikaze datang.
Bokute terpesona melihat Ritsu dan mengatakan kalau bola mata Ritsu itu seperti almond cokelat HAHAHAHAHAHHA, ia bahkan ingin memakannya. Ritsu hanya diam saja, ia bingung, sementara Masato meyakinkan diri kalau yang dibicarakan Bokute adalah Ritsu bukan dia wkkwkwkwkw.

Waktu berlalu, saat Akikaze pulang ke rumah, ia masuk ke ruangan pribadinya dan saat ia menyalakan lampu, ia terkejut dengan apa yang ia lihat.
Suzume membuat lukisan 4 hewan pelihataan kesayangan Akikaze dan menuliskan sebuah surat untuknya. Suzume tahu kalau Akikaze takut punya hewan peliharaan setelah ia kehilangan 4 hewan kesayangannya, jadi ia pikir jika gambar seperti ini, Akikaze tidak akan terlalu merindukan mereka lagi. Ia juga berterimakasih karena Akikaze sudah mengajarinya dan ia menikmati waktunya selama ia tinggal di rumah Akikaze.
Akikaze sebenarnya cukup tersentuh tapi harga dirinya terlalu tinggu untuk itu lol. Ia bahkan melempar surat Suzume dan mencoba mengalihkan pikirannya dengan memasak sesuatu.
Saat ia membuka microwive, Akikaze terkejut karena ada sesuatu di dalam. Itu adalah name yang hilang. Akikaze shock dan berkata 'yatte matta!'

Yatte Matta adalah ungkapan yang sering diucapkan oleh Suzume, bahasa khas Gifu kalau kita lagi kaget gitu, kalau nggak salah artinya 'aku melakukannya lagi'. Mungkin ini ungkapan sejenis 'je je je!' atau kalai di korea 'HEOL!'

-To Be Continued-

Komentar:
Cepet juga si Suzume di pecat sama Akikaze. Akikaze sejak awal memang cuma tertarik pada gohei mochi tapi menurutku terlalu kejam baginya mengajak Suzume dengan alasan menjadi asisten mangaka. Meski di episode ini dijelaskan kalau menjadi mangaka itu butuh perjuangan yang tidak sedikit, harusnya dia mengatakan hal itu sejak awal kalau memang nggak berniat menjadikan Suzume asistennya.
Suzume sudah berjuang meyakinkan keluarganya agar ia diizinkan ke Tokyo dan akhirnya dia diizinkan pergi, kan lucu kalau baru beberapa minggu udah balik lagi ke Gifu.
Aku juga kurang suka sama Suzume di episode ini, dia benar-benar kelihatan egois dan bener kata Yuko, sifat manjanya masih kebawa-bawa + dia sama sekali nggak ada minta maaf pada Akikaze lho, padahal dia sudah menghilangkan name itu. Meski itu hanya kesalahpahaman, tapi Suzume kan nggak tahu name itu apa dan berfikir yang ia buang itu adalah name, harusnya hal pertama yang dia lakukan meminta maaf, tapi kalau aku nggak salah dia nggak ada minta maaf.
Mungkin nanti kalau sub udah keluar jadi lebih jelas lagi, siapa tau aku melewatkan hal itu.

Ritsu udah jadi anak kota ya HAHAHHHAHA.
Masato membuatnya sadar kalau dia cukup tampan dan cukup populer karena wajahnya. Dia juga mulai keluar dari cangkangnya dan mau bergaul dengan para gadis. Aku cukup kaget lho melihat Ritsu duduk di cafe berdua sama cewek HAHAHHAHA.
Meski akhirnya ceeknya nggak tahan sama Ritsu karena Ritsu aneh, dia bicara sepatan demi sepatah kata HAHAAHHAHA. Pertemuan Ritsu dan Suzume juga lucu banged, kelihatan banged wajah Ritsu yang gimanaaaaaaa gitu, padahal dia sudah berusaha merahasiakannya selama ini wkkkwkwkw.
Tapi ya, namanya juga rumahnya dekat, cepat atau lambat pasti ketemu, apalagi kalau udah jodoh HAHAHAHHA

Aku sebenarnya agak kecewa dengan kedekatan Suzume-Bokute-Yuko kurang dibahas disini. Mungkin penulis menunggu untuk minggu selanjutnya kali ya. Tapi alangkah bagusnya kalau kedekatan ketiganya lebih diperlihatkan gitu Harusnya mereka tetap menjaga rahasia Yuko tapi disini narator sudah mengatakan sejak awal kalau Yuko itu sebenarnya anak keluarga kaya yang sedang kabur dari rumah. Harusnya kan bisa disimpan nanti biar ada kejutannya.
Adegan Suzume-Bokute-Yuko juga dikit banged, padahal ada banyak adegan yang sebenarnya bisa diperlihatkan di rumah tempat mereka tinggal. Aku jadi ingat di Hiyokko kedekatan Mineko dan teman-temannya di Akane Villa benar-benar diperlihatkan meski fokusnya masih pada pekerjaan Mineko. Tapi memang ya, naskah kayak gitu itu cuma Yoshikazu Okada yang bisa bikin, cuma duduk minum tek 10 menit durasinya cuma ngobrol tapi tetap menarik HAHHAHAHAHA.
Aku sih pengennya selain masalah manga, ada yang dibahas gitu, keseharian Suzume menjadi orang yang baru di Tokyo kan seru.

Aku awalnya khawatir aku nggak bisa menyukai pria lain selain Ritsu di sekitar Suzume, mengingat sejak awal penulis sudah mengatakan Suzume akan menikah dengan 'seseorang' dan itu bukan Ritsu, jadi aku benar-benar khawatir apakah aku bisa ship Suzume dengan orang tersebut.
Dan sejak awal aku sudah menduga orangnya adalah Asai Masato. Tapi ternyata di minggu ke-7 ini, aku malah sudah memutuskan kalau karakter favorit aku di drama ini adalah Masato HAHAHAHAHAH. Dia itu lucu banged, mulutnya manis tapi sebenarnya dia nggak ada niat ingin menggoda wanita, cuma kebiasaannya aja gitu dan banyak wanita yang tertipu. Kayaknya sih Suzume nggak akan. Selain itu karakternya juga unik, pokoknya orangnya asik. Aku malah udah ship dia dan Suzume HAHHAHAHAHA.
Sepertinya adegan dia dan Suzume nanti akan semakin banyak mengingat si Ito Saya akan muncul dalam waktu dekat. Pokoknya aku suka sama Maa-kun HAHAHAHAHA. Nggak apa-apa sih kalau nanti Suzume akhirnya sama dia, meski mereka sempat berpisah katanya, bikin ending kayak di Amachan kan bagus, ending Mama dan Papa-nya Aki hehehehehe.

Aku awalnya nggak kepikiran untuk searching tahun lahir para tokoh. Tapi karena ada yang nanya di twitter aku jadi tertarik dan ternyata Nakamura Tomoya (Asai MAsato) itu kelahiran 1986 WOW. Dia seumuran Junyeol tapi masih awet muda ya.
Takeru Satoh kelahiran 1989 sedangkan Mei Nagano kelahiran 1999. Jarak usianya itu aduh HAHAHAAHHA.
Kalau pemeran Nao kelahiran 1995, seumuran sama Shison Jun. Seino Nana yang jadi Yuko kelahiran 1994 sedangkan adiknya Suzume, Kamimura Kaisei kelahiran 1997. Ternyata adik Suzume lebih tua dari Suzume HAHAHHAHAHAHA.

Share:

1 comment:

  1. makasi rin udah buat sinopsisnya, week ke-7 lucu dan dwi masih senyum2 sendiri kalau liat suzume sama masato yg manis gitu ��

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts